cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pengembangan Sakura (Sistem Konsultasi Tuna Wicara) Upaya Memperbaiki Pelayanan Kesehatan Disabilitas Daryati, Daryati; Fatmasari, Annisa Putri; Setyopambudi, Aldi Nugroho; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30441

Abstract

Sekitar 15% penduduk dunia merupakan orang dengan disabilitas. Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) memperkuat hak penyandang disabilitas untuk mencapai standar tertinggi perawatan kesehatan, tanpa diskriminasi. Sulitnya akses informasi dan komunikasi 2 arah antara penyandang disabilitas dengan pemberi pelayanan kesehatan memunculkan sebuah solusi yaitu penggunaan SAKURA (Sistem Konsultasi Tuna Wicara). Tujuan SAKURA adalah memperbaiki sistem pelayanan dan memperoleh informasi dan komunikasi yang mudah diakses tuna wicara dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal yaitu perancangan dan pemodelan alat sistem konsultasi pada tuna wicara (SAKURA). Tahapan penelitian; 1) mengumpulkan informasi dan analisis kebutuhan pengembangan SAKURA, 2) merencanakan sistem dan model alat, 3) mengumpulkan alat dan bahan 4) konsultasi pada ahli terkait rancang bangun sistem, 5) merumuskan alur pelayanan, jenis pelayanan (content pelayanan), 6) mengembangkan sistem dan model, 7) menentukan input dan output data dalam versi website. (SAKURA) memberikan kemudahan tuna wicara mendapatkan layanan kesehatan yang dituju, menghubungkan informasi yang disampaikan oleh tuna wicara kepada pemberi layanan kesehatan terutama dalam proses diagnosis penyakit, dimana penderita tuna wicara dapat dibantu untuk menemukan, mengungkapkan dan mendeteksi keluhan yang dirasakan secara akurat/ tepat sehingga dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat sehingga dapat mengefisienkan waktu pelayanan dan dapat diberikan penanganan dengan tepat.
Analisis Implementasi Kebijakan Asi Eksklusif Octavia, Aryantika Devi; Mardiana, Mardiana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.30474

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Grobogan selama tiga tahun terakhir jika mengacu pada target renstra tahun 2014 sebesar 80%, maka disimpulkan bahwa Kabupaten Grobogan belum pernah mencapai target. Cakupan ASI Eksklusif terendah di Puskesmas Gubug II sebesar 7,62%, sedangkan puskesmas dengan presentase tertinggi di Puskesmas Purwodadi I sebesar 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perbedaan implementasi kebijakan ASI Eksklusif di wilayah puskesmas Purwodadi I dan Puskesmas Gubug II. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan deskriptif komparatif. Penetapan informan sebanyak 12 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan implementasi kebijakan ASI Eksklusif di Puskesmas Purwodadi I dan Puskesmas Gubug II. Implementasi kebijakan ASI Eksklusif di Puskesmas Purwodadi I lebih baik dibandingkan dengan Puskesmas Gubug II. Aspek yang telah terlaksana dengan baik di Puskesmas Purwodadi yaitu aspek sumber daya, dan disposisi. Sedangkan Puskesmas Gubug II hanya pada aspek disposisi.
Partisipasi Masyarakat pada Program Bank Sampah Yuliana, Ina; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30681

Abstract

Abstrak Di Indonesia salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah adalah dengan dibentuknya bank sampah yang merupakan pengembangan konsep 3R (reuse, reduce, recycle). Ungaran Barat merupakan kecamatan dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Semarang. Ungaran Barat memiliki 4 bank sampah dengan jumlah penabung 320 penabung. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini sebesar 100 ibu rumah tangga dengan teknik proportional sampling. Data dianalisis dengan uji chi square untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku memilah, fasilitas pemilah sampah, dan keuntungan bank sampah dengan partisipasi masyarakat. Sedangkan, variabel tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ketersediaan lahan tidak berhubungan dengan partisipasi masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku memilah, fasilitas pemilah sampah, dan keuntungan bank sampah dengan partisipasi masyarakat. Disarankan pengurus bank sampah untuk lebih aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menjalin mitra dengan pihak pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku memilah sampah di masyarakat. Kata kunci: Bank Sampah, Partisipasi Masyarakat, Sampah Abstract In Indonesia, one form of community participation in waste management activities is the establishment of a waste bank which is the development of the 3R concept (reuse, reduce, recycle). Ungaran Barat is a sub-district with the highest number and population density in Semarang Regency. Ungaran Barat has 4 waste banks with a total of 320 savers. The type of this research was observational analytic with cross sectional research design. The sample of this study was 100 housewives with proportional sampling technique. Data were analyzed by chi square test to determine factors related to community participation in the waste bank program. The results show that there was a relationship between knowledge, attitudes, sorting behavior, waste sorting facilities, and waste bank benefits with community participation. Meanwhile, the variable level of education, employment, and availability of land were not related to community participation. The conclusion of this study was that there was a relationship between knowledge, attitudes, sorting behavior, waste sorting facilities, and the benefits of waste banks with community participation. It was suggested that the management of the waste bank to be more active in inviting the public to participate and establish partnerships with the government in increasing knowledge and behavior in sorting waste in the community. Keyword: Waste Bank, Community Participation, Waste
Penggunaan HIRARC dalam Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko pada Pekerjaan Bongkar Muat Mayadilanuari, Aerrosa Murenda
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.30908

Abstract

Abstrak Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Angka kecelakaan kerja pada pekerjaan bongkar muat di PT X Semarang pada tahun 2016 sebanyak 58 kasus, kemudian di tahun 2017 mengalami peningkatan sebanyak 74 kasus, dan pada tahun 2018 sebanyak 79 kasus. Insiden kecelakaan di tempat kerja dapat dikurangi dengan penggunaan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bahaya, menilai tingkat risiko bahaya, dan memberikan rekomendasi pengendalian yang tepat di PT X Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 68 bahaya dan 78 risiko pada pekerjaan bongkar muat. Hasil penilaian risiko terdapat 8 (10,2 %) risiko rendah, 41 (52,5 %) risiko sedang, dan 29 (37,1 %) risiko tinggi, yang terdiri dari bahaya mekanik, bahaya fisik, bahaya kimiawi, bahaya biologi, bahaya listrik, dan bahaya ergonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah potensi bahaya yang ada pada pekerjaan kerja bongkar muat belum dilakukan pengendalian secara optimal. Kata Kunci : HIRARC, kecelakaan kerja, analisis risiko Abstract Each workplace always has a risk of possible accidents and occupational diseases. The number of occupational accident on unloading and loading work at PT X Semarang in 2016 was 58 cases, then there was an increase in 2017 with 74 cases, and 2018 with 79 cases. Incident of occupational accidents can be minimized by using HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). The purposes of this research are to analyse the potential of hazard, to assess risk level, and to give proper control recommendation at PT X Semarang. The type of this research is descriptive quantitative. The result of the research shows there are 68 hazards and 78 risks in unloading and loading work. Risk assessment result reveals there are 8 (10,2%) low risk, 41 (52,5%) medium risk, and 29 (37,1%) high risk, which consist of mechanical hazards, physical hazards, chemical hazards, biological hazards, electrical hazards, and ergonomic hazards. The conclusion of this research is the potential hazards exist in unloading and loading work has not been done optimally. Keywords: HIRARC, occupational accident, risk analysis
Studi Komparatif Faktor Lingkungan DBD antara Daerah dengan Incidence Rate Meningkat dan Menurun Rahayu, Ike; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30977

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Di Kabupaten Pati terdapat daerah dengan IR DBD meningkat, yaitu di Kecamatan Kayen dan daerah dengan IR DBD menurun yaitu di Kecamatan Gembong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor lingkungan yang berkaitan dengan kejadian DBD pada dua wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif dan metode penelitian comparative study. Sumber data penelitian menggunakan data primer. Sampel yang ditetapkan sebanyak 28 desa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 variabel yang berbeda yaitu keberdaan air got yang menggenang (p value = 0,001) dan PSN di luar rumah (p value = 0,023). Saran dari hasil penelitian ini adalah agar masyarakat di daerah dengan IR meningkat dapat lebih giat dalam melaksanakan PSN luar rumah dengan cara kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air got. ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases caused by the dengue virus through the Aedes aegypti mosquito vector. In Pati Regency there are areas with increased DHF Incidence Rate (IR), namely in the District of Kayen and the area with IR DHF decreased, namely in the District of Gembong. The purpose of this study was to determine differences in environmental factors associated with the incidence of DHF in the two regions. This study uses a retrospective research design and comparative study research method. The source of research data uses primary data. The sample set was 28 villages. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis. The results showed that there were 2 different variables, namely the presence of stagnant sewage water (p value = 0.001) and PSN outside the house (p value = 0.023). Suggestions from the results of this study are that people in the area with increased IRs can be more active in implementing PSN outside the home by way of cleaning the environment and sewerage.
Kejadian Autism Spectrum Disorder pada Anak di Kota Semarang Alfinna, Tahta; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30987

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Provinsi Jawa Tengah diketahui memilki 2.088 siswa SLB laki-laki dan 1.492 siswa SLB perempuan. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, setelah Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 88 orang dengan 44 kasus dan 44 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR (p=0,015), riwayat perdarahan antepartum (p=0,001), riwayat preeklamsi (p=0,031), riwayat kelahiran prematur (p=0,010), riwayat persalinan tindakan (p=0,000), riwayat stress kehamilan (p=0,001), dan riwayat konsumsi obat antidepresan (p=0,001) berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Sedangkan riwayat asfiksi (p=0,120) dan riwayat partus lama (p=0,121) tidak berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang tahun 2018 yaitu BBLR, riwayat perdarahan antepartum, riwayat preeklamsi, riwayat kelahiran prematur, riwayat persalinan tindakan, riwayat stress kehamilan, dan riwayat konsumsi obat antidepresan.
Potensi Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Reparasi Elektronik Atmojo, Bayu Christyono Eko; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.31000

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi, sebagian besar bermata pencaharian sebagai pekerja yaitu 114,63 juta orang, sebanyak 42,38 juta orang (36,97%) bekerja pada sektor formal dan 72,25 juta orang (63,03%) bekerja pada sektor informal (Badan Pusat Statistik, 2014). Data tersebut menunjukan bahwa bidang informal memiliki jumlah pekerja yang lebih tinggi dari sektor formal, namun pada kenyataannya sektor informal memiliki kontrol keamanan kerja yang lebih longgar daripada sektor formal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko apa saja yang dapat terjadi pada pekerja bengkel reparasi elektronik informal di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber informasi menggunakan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa bahaya yang teridentifikasi di bengkel reparasi elektronik sejumlah 45 bahaya meliputi: penanganan dan penyimpanan material (10 bahaya), penggunaan perkakas tangan (9 bahaya), pengamanan mesin (5 bahaya), desain tempat kerja/bengkel (6 bahaya), pencahayaan (5 bahaya), cuaca kerja (5 bahaya) dan fasilitas pekerja (5 bahaya). Penilaian tingkat risiko/bahaya yaitu rendah (9 bahaya), sedang (8 bahaya), tinggi (16 bahaya), ekstrim (12 bahaya). Pengendalian risiko/bahaya yang sudah direncanakan sejumlah 23 tindakan dan yang belum direncanakan sejumlah 22 tindakan. Saran kepada manajemen bengkel yaitu menghilangkan atau mengurangi bahaya yang sudah teridentifikasi di bengkel reparasi elektronik X, mengurangi tingkat risiko/bahaya yang ada di bengkel, segera bertindak dalam pengendalian bahaya yang sudah direncanakan dengan mengacu pada hasil HIRA.
Mutu Pelayanan di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Maulidah, Tsalisatul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31037

Abstract

ABSTRAK Tempat pendaftaran pasien rawat jalan merupakan unit pelayanan terdepan bagi setiap puskesmas.Tempat pendaftaran pasien rawat jalan Puskesmas Brangsong II terdapat beberapa permasalahan yaitu, terjadi penumpukan pasien, proses pendaftaran yang terhambat dan pasien menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan. Pasien yang datang harus menunggu kurang lebih 40 menit untuk proses pendaftaran hingga pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi mutu pelayanan yang ada di tempat pendaftaran pasien rawat jalan di Puskesmas Brangsong II. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi.Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi.Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan jumlah petugas kurang dan dalam penyampaian informasi kepada pasien kurang jelas, pasien yang berobat tidak membawa kartu sehingga petugas harus mencari terlebih dahulu data melalui komputer sehingga memperlama waktu tunggu, kotak saran tidak dilihat hasilnya oleh petugas. Evaluasi pelayanan belum dilaksanakan terutama pada kotak saran. Sebagai saran, pihak puskesmas melihat hasil dari kotak saran setiap sebulan sekali guna dapat mengetahui keluhan pasien dan dapat melakukan evaluasi untuk pelayanan yang akan datang. Kata kunci : Evaluasi, Mutu Pelayanan Abstract The outpatient registration site is the leading service unit for every puskesmas. The outpatient registration of Brangsong II is a number of problems, such as the buildup of patients, inhibited registration processes and long-awaited patients to get service. Patients who come must wait approximately 40 minutes for the registration process until the provision of health services. The purpose of this research is to determine the evaluation of quality of service in the place of outpatient registration in Brangsong II Puskesmas. This type of research is qualitative research with phenomenological methods. The research informant amounted to 11 people selected with the purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observations. Data is analyzed qualitatively. The results showed the number of officers lacking and in the delivery of information to patients less obvious, Patients who have medication do not carry the card so that the officer must seek first the data through the computer so that the waiting time, suggestion box not seen result by officer. Service evaluation has not been implemented especially in the suggestion box. As a suggestion, the Puskesmas sees the results of the suggestion box every month in order to be aware of the patient's complaint and can evaluate for future services. Keywords : evaluation, service quality
Program Pengendalian Leptospirosis di Kota Semarang Fauziah, Trisna Hani; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31039

Abstract

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation, 9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018.
Terapan 5S dalam Peningkatan Produktivitas berdasarkan Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 Endiarni, Agustina Eka
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.31040

Abstract

Abstrak Budaya Kerja Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke (5S) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan dan keselamatan kerja untuk membuat lingkungan kerja yang bersih, rapi, aman, dan nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase terapan 5S pada PT. Fuji Presisi Tool Indonesia dalam peningkatan produktivitas berdasarkan Permenaker RI No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dilakukan pada bulan April tahun 2019 dengan informan penelitian ini yaitu HRD, P2K3, Komite 5S, dan Karyawan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu human instrumen, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total persentase terapan 5S yaitu sebesar 77,8%, sedangkan capaian produktivitas setelah diterapkannya 5S waktu standar produksi adalah 26,4 menit menjadi lebih efektif dari sebelumnya yaitu 39 menit. Dapat disimpulkan bahwa persentase terapan 5S termasuk dalam kategori baik dan produktivitas meningkat serta waktu menjadi lebih efektif dan tempat kerja menjadi lebih efisien. Abstract Work culture 5S is one way to increase awareness about occupational health and safety to create a clean, neat, safe, comfortable work environment. The purpose of this studu was to find out the applied percentage of 5S at PT. Fuji Presisi Tool Indonesia in increasing productivity based on Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 tahun 2018 tentang Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja. This type of research is qualitative descriptive, carried out April 2019 with the informants of this studied are HRD, P2K3, comitte 5S, and employees. The research instruments used were human instruments, interview, guidelines, and observation sheets. The results of the study show that the total aplied percentage of 5S is 77,8%, while the achievement of productivity after the implementation of 5S of standard production time is 26,4 minutes to be more effective than before, which is 39 minutes. It can be concluded that te applied percentage of 5S is include in the good category and productivity increase and time becomes more effective and the woorkplace becomes more efficient.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue