cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) untuk Penderita Balita Gizi Buruk Aryani, Noer Arsyita; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.31955

Abstract

Abstrak Puskesmas Welahan I merupakan puskesmas dengan persentase balita gizi buruk yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2015 (0,81%), tahun 2016 (4,35%) dan tahun 2017 (4,73%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMT-P untuk penderita balita gizi buruk di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan program ini belum berjalan dengan optimal seperti pada tahap masukan terdapat kendala yaitu belum memiliki sarana gudang untuk menyimpan paket makanan, kemudian tahap proses meliputi perencaanaan seperti perhitungan harian balita, tidak ada kelompok ibu balita, kemudian tahap pemantauan belum berjalan dengan maksimal dikarenakan terdapat anggota keluarga yang ikut mengkonsumsi, serta pada tahap pencatatan belum dilaksanakan pencatatan harian daya terima terhadap makanan yang diberikan dan cakupan program PMT-P masih rendah. Saran penelitian ini adalah instansi terkait untuk meningkatkan serta pengawasan pelaksanaan program PMT-P. Kata kunci: Evaluasi, Program PMT-P, Balita Gizi Buruk. Abstract Welahan 1 Primary Healthcare Center has the percentage of malnourished children under five years old increasing every year, 0.81% in 2015, 4.35% in 2016 and 4.73% in 2017. The purpose of this study is to determine the evaluation of the Feeding Programme for under-five sufferers of malnutrition in the Welahan 1 Healthcare Center, Jepara. This research is qualitative with the informants taken by purposive sampling. The results showed that the implementation of this program had not run optimally as in the input stage there were constraints, having no warehouse facilities to store food packages, then the process stage included planning such as daily toddlers' calculations, having no toddler mother group, then the monitoring stage had not proceeded due to there are family members who consume it. In the recording stage there has not been a daily record of receiving food and the coverage of the PMT-P program is still low. From this research, it is suggested to related agencies to improve and supervision of implementation Feeding Programme. Keywords: Evaluation, Feeding’s Programme, Malnutrition Toddler.
Determinan Kejadian Berhenti Pakai (Drop Out) Alat Kontrasepsi Widyawati, Sigit Ambar; Siswanto, Yuliaji; Najib, Najib
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.32124

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan. Salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas pemakaian alat/cara KB adalah berhenti pakai (drop out) yaitu kejadian berhentinya menjadi akseptor pada PUS yang sebelumnya sudah menjadi akseptor KB. Tujuan Penelitian: Umengetahui faktor determinan kejadian berhenti pakai alat kontrasepsi pada PUS 10–49 tahun pada tahun 2017. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif menggunakan data sekunder daari SDKI Jateng Tahun 2017. Populasi adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status kawin yang berusia 10–49 tahun. Sampel adalah 3.414 PUS yaitu pasangan usia subur usia 10–49 tahun dengan status kawin, pernah menggunakan dan masih menggunakan kontrasepsi di Jawa Tengah.. Analisa menggunakan analisa deskriptif dengan uji korelasi Chi Square menggunakan program SPSS versi 17. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara kejadian drop out dengan tingkat pendidikan, tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian drop out dengan tingkat kesejahteraan pada PUS di Jawa Tengah. Simpulan: Tingkat pendidikan merupakan determinan kejadian berhenti pakai (drop out) alat kontrasepsi di Jawa Tengah. Keywords : contraception,couples of childbearing, drop out Abstract Background: Family Planning is an effort to regulate child birth, distance and ideal age for childbirth, regulate pregnancy. One of the important indicators for measuring the quality of use of methods is to stop using, namely the occurrence of cessation of being an acceptor in an Fertilage Age (EFA) who has previously been a family planning acceptor. Research Objectives: To find out the determinant factors of the incidence of stopping contraception at EFA 10–49 years in 2017. Research Method: Descriptive study using secondary data from the Central Java Year 2017. Population this research are couples of childbearing age 10–49 years who are married as much 3,414. Sample in this research are all couples of childbearing age of 10–49 years with marital status, have used and still use contraception in Central Java. The analysis uses descriptive analysis with Chi Square correlation test using SPSS version 17. Results: There was a significant relationship between the incidence of drop out and the level of education, there was no significant relationship between the incidence of drop out and the level of welfare at EFA in Central Java. Conclusion: Educational level is a determinant of the incidence of drop out in contraception in Central Java. Keywords : contraception, couples of childbearing, drop out
Potensi Bahaya dan Penilaian Risiko Menggunakan Metode HIRARC Puspitasari, Tiara; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.32269

Abstract

Di PMU Revitalisasi Industri Kayu Demak terdapat proses Pabrik Penggergajian Mesin (PGM) yaitu pengolahan dari bahan baku kayu bundar (log) menjadi bentuk dan ukuran tertentu dengan menggunakan mesin gergaji. Dimana setiap langkah pada proses PGM tersebut memiliki berbagai potensi bahaya. Dibuktikan dengan, sebanyak 8 orang pekerja mengalami kecelakaan kerja dalam jangka waktu Juni 2018 hingga Januari 2019. 1 orang pekerja tersayat pisau gergajisaat proses pergantian pisau gergaji pada mesin Log Band Saw (LBS), Scroll Band Saw (SBS), dan Band Resaw (BRS). 3 orang pekerja pernah mengalami kejatuhan objek kerja. 4 orang pekerja lainya terjepit tumpukan kayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik untuk mengidentifikasii bahaya dan menganalisis risiko kecelakaan kerja.Identifikasi bahaya menggunakan teknik HIRARC dan analisis risiko menggunakan teknik semi kuantitatif W.T. Fine J yang mengalikan nilai consequence, exposure dan probability untuk menentukan tingkat risiko. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat 14 jenis risiko K3 yang ada pada bagian PGM, 1 level risiko acceptable, 4 level risiko priority 3. 1 level risiko substantial. 3 level risiko priority 1 dan 5 level risiko very high.
Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Octaviyani, Melly; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Puskesmas Pandanaran merupakan puskesmas dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah se-Kota Semarang tahun 2017 sebesar 29.77% (170 bayi) dan tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 40,88% (139 bayi) namun belum memenuhi target 65%. Tujuan penelitian untuk mengetahuii faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandanaran. Desain penelitian menggunakan mixed method. Jenis penelitian adalah observasionall analitik, desain cross sectional. Sampel ditetapkan sebesar 64 ibu menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yakni kuesioner dan pedoman wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Data kualitatif disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,014), pekerjaan (p=0,005), paritas (p=0,004), pelaksanaan IMD (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dukungan petugas kesehatan (p=0,004), dukungan kader posyandu (p=0,001) dan tidak terdapat hubungan pendidikan, umur ibu (p=0,702), kondisi kesehatan ibu (p=0,33). Simpulan penelitian ini, pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. ABSTRACT Pandanaran Community Health Center is a health center with the lowest coverage of exclusive breastfeeding in Semarang City in 2017 amounting to 29.77% (170 babies) and in 2018 increased to 40.88% (139 babies) but did not meet the 65% target. The purpose of the study was to determine the factors associated with the practice of exclusive breastfeeding. The research design uses mixed method. This type of research is observationall analytic withdesign cross sectional. The sample at 64 mothers using a simple random sampling technique. The research instruments were questionnaires and interview guidelines. Quantitative data were analyzed using chi square and logistic regression. Qualitative data is presented in narrative form. The results showed that there was a relationship of knowledge(p=0,001), attitude(p=0,014), employment(p=0,005), parity(p=0,004), implementation of IMD(p=0,001), family support(p=0,001), support health workers(p=0.004), support for posyandu cadres(p=0,001) and were not asossiated educationall relationship, maternal age(p=0.702), maternal health condition(p=0.33). Conclusion of this study, knowledge is the most influential factor in the practice of exclusive breastfeeding.
Manajemen Logistik Alat Kesehatan di Puskesmas Ramadhan, Faizal
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32328

Abstract

ABSTRAK Manajemen logistik alat kesehatan adalah ilmu pengetahuan dan atau seni dalam proses perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian material / alat-alat. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan, Puskesmas Boja II tidak memiliki gudang barang siap pakai, ketersediaan alat kesehatan yang masih 70% dari kompendium alat kesehatan, serta masih sering terlambatnya pelaporan barang kepada Dinas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis input, proses, dan output manajemen logistik alat kesehatan di Puskesmas Boja II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Informan dipilih secara purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data disajikan melalui uraian singkat (narasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa fungsi logistik yang belum maksimal. Antara lain penyimpanan alat kesehatan yang terbatas, penghapusan belum mencakup seluruh alat kesehatan yang rusak, dan ketersediaan alat kesehatan yang dinilai masih kurang. Saran penelitian ini yaitu perencanaan alat kesehatan mengacu pada kompendium alat kesehatan serta petugas pengelola barang memperdalam pengetahuannya tentang penggunaan teknologi informasi. ABSTRACT Logistics management of medical devices is science and or art in the process of planning and determining the needs, procurement, storage, dispensing, maintenance, removal and control of materials/tools. Based on the initial observation, the Puskesmas II does not have a ready-made warehouse, the availability of medical equipment that is still 70% of the compendium of medical devices, and still often slow reporting of goods to the health office. This research aims to analyse inputs, processes, and outputs logistics management of health equipment in Boja II Puskesmas. This type of research is qualitative research. Data retrieval techniques using in-depth interviews (indepth interview). Informant is chosen purposive according to research needs. Data is presented through a brief description (narrative). The results showed that there were still some logistics functions that were not maximized. Among other limited health equipment storage, the removal does not cover all damaged medical devices, and the availability of assessed medical devices is still lacking. The advice of this research is the health equipment planning referring to the compendium of health tools and the goods management officers deepen their knowledge of the use of information technology. Keyword : Logistics management, Medical devices, Health centers
Manajemen Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Praja, Bravianty Agustine; Herawati, Yennike Tri; Witcahyo, Eri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.32352

Abstract

Abstrak Prolanis adalah program BPJS Kesehatan melalui FKTP bagi peserta BPJS Kesehatan dengan hipertensi dan DM tipe 2. Perhitungan rata-rata RPPB Puskesmas Sukowono belum memenuhi target minimal pada tahun 2018, yaitu 40,49%. Sedangkan RPPB Puskesmas Gumukmas telah memenuhi yaitu 100%. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran manajemen Prolanis di Puskesmas Sukowono dan Puskesmas Gumukmas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada Bulan April hingga Bulan Juli 2019. Hasil penelitian pada perekrutan peserta Prolanis Puskesmas Sukowono belum optimal dan tidak melakukan reminder. Penjaringan peserta Prolanis Puskesmas Gumukmas belum menyeluruh. Pengelolaan SDM kegiatan Prolanis Puskesmas Sukowono belum sesuai sedangkan pengorganisasian Prolanis Puskesmas Gumukmas sudah sesuai dalam semua aspek. Prolanis Puskesmas Sukowono tidak melaksanakan reminder dan home visit sedangkan Prolanis Puskesmas Gumukmas melaksanakan. Pelaksana evaluasi dan tindakan koreksi Prolanis Puskesmas Sukowono antara kepala puskesmas dan penanggung jawab Prolanis memiliki jawaban yang berbeda sedangkan jawaban kepala puskesmas dan penanggung jawab Prolanis Puskesmas Gumukmas sudah sama. Manajemen Prolanis Puskesmas Sukowono belum optimal dibandingkan dengan Prolanis Puskesmas Gumukmas. Abstract Prolanis is Social Security Agency of Health program through primary health care for hypertension and type 2 DM participants. Sukowono Primary Health Care RPPB average was not reaching minimum target in 2018, namely 40,49%. Whereas Gumukmas was reaching it namely 100%. This study was to find out the description of Prolanis management at Sukowono and Gumukmas Primary Health Care. This study was descriptive study conducted at April until July 2019. Study results showed recruitment of Prolanis participants at Sukowono was not optimal and not implement reminder while Gumukmas was not comprehensive in Prolanis participants screening. Management of Prolanis implementers at Sukowono was inapt while Prolanis organizing at Gumukmas was apt in all aspects. Sukowono Prolanis not implement reminder and home visit while Gumukmas Prolanis impelemented them. Evaluating and correcting implementer among the head of Sukowono and the person in charge of Prolanis had different answers meanwhile the answers among the head of Gumukmas and person in charge of Prolanis were same. Sukowono Prolanis management was not optimal than Gumukmas Prolanis. Keywords: Prolanis, Management
E-Booklet Personal Hygine terhadap Perilaku Pencegahan Skabies Pada Santri Pondok Pesantren Khusnuddin, Khusnuddin; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.32387

Abstract

Abstrak Kurangnya pengetahuan santri tentang personal hygiene dapat menimbulkan berbagai macam penyakit khususnya penyakit skabies. Kejadian skabies di ponpes mengalami peningkatan 20,8% pada tahun 2108 dan pada tahun 2019 menjadi 22,1%. Jika tidak segera ditangani penyakit skabies akan meyebar lebih luas. Faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit ini adalah sanitasi yang buruk, kepadatan penduduk, sosial budaya, ekonomi, dan perilaku hygiene yang buruk. Peneliti mengembangkan media penyuluhan kesehatan yaitu media e-booklet personal hygine. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh e-booklet personal hygine terhadap perilaku santri Pondok Pesantren Durrotu Aswaja Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang memenuhi kriteria inklusi dan enklusi dengan jumlah 82 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik One-Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan nilai p atau sig = 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukan penyuluhan kesehatan menggunakan ­e-booklet personal hygine dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan peraktik responden. Saran dari penelitian ini adalah agar dilakukannya upaya peningkatan kebersihan dan kesehatan kulit agar terhindar dari penularan penyakit kulit skabies. Kata Kunci : Skabies, R&D, E-Booklet
Spasiotemporal Demam Berdarah Dengue berdasarkan House Index, Kepadatan Penduduk dan Kepadatan Rumah Kusumawati, Nila; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32507

Abstract

Abstrak Puskesmas Gambirsari merupakan daerah dengan angka kesakitan DBD tertinggi se-Kota Surakarta dari 5 tahun terakhir. Faktor lingkungan dan demografi dinilai cukup terlibat dalam terjadinya kasus DBD. Diperlukan upaya pencegahan DBD dengan menggambarkan pola persebaran kasus, faktor demografi maupun faktor lingkungan secara luas dan spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara spasiotemporal kejadian DBD berdasarkan variabel HI, kepadatan penduduk, dan kepadatan rumah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh total populasi yang berjumlah 334 penderita DBD. Pengambilan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS. Analisis data menggunakan analisis univarat dan analisis spasial. Hasil analisis spasiotemporal menunjukkan gambaran spasial secara temporal variabel penelitian dengan kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kasus DBD tahun 2015 hingga Maret 2019 lebih endemis terjadi di RW yang memiliki kepadatan penduduk sedang, kepadatan rumah sedang serta HI yang rendah. Analisis buffer zone pada tahun 2019 daerah yang masuk kedalam area buffer adalah RW 8, RW 23, RW 17 dan RW 31. Abstract Gambirsari Public Health Center is the area with the highest DHF morbidity rate in the city of Surakarta from 2015 to 2017. Factors affecting the incidence of DHF in 2015 to March 2019 are house index, population density and house density. Efforts to prevent dengue fever spatially to describe the pattern of distribution of cases, demographic factors and environmental factors broadly and specifically in all work areas of the health center. This type of research is a descriptive study using a cross-sectional approach. The sampling technique is cluster sampling with 92 samples. Retrieval of the coordinates using the GPS application. Data analysis uses univarat analysis and spatial analysis. The results of the spatial-temporal analysis show the temporal picture of the study variables temporally with the incidence of DHF. The conclusion in this study is the case of DHF in 2015 to March 2019 more endemic in RWs that have moderate population density, moderate house density and low house index. Analysis of the buffer zone in 2019 the areas included in the buffer area are RW 8, RW 23, RW 17 and RW 31. Keywords : Spasiotemporal, population density, house density, HI
Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Tambal Ban Pinggir Jalan Sari, Juni Arum; Astuti, Rahayu; Prasetio, Diki Bima
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32604

Abstract

Background. Level of pulmonary vital capacity (PVC) is the parameter of pulmonary function. Tire repair workers on the side of the highway is the susceptible group to the decreasing of pulmonary function caused by the accumulated of dust and vehicle emission exposure. Aim of this study is to understand the correlation between nutritional status, sport habits, smoking habits, masker use, history of pulmonary diseases, duration and period of work with CVP. Method. This analytic cross sectional study involved 28 tire repair workers on Jalan Mugas Raya Semarang. PVC was measured using spirometer, while nutritional status was calculated by comparing body weight with body height (in meter square). The other variables were measured by interview with questionnaire. Results. Only 39.3% of tire repair workers have normal pulmonary function. It was correlated with nutritional status (p= 0,019), sport (p=0,001) and smoking (p=0,022) habits, history of pulmonary diseases (p=0,041), duration (p=0,019) and period (p=0,016) of work. Multivariate analysis showed that the PVC was determined by the period of work. Conclusion. Majority of the tire repair workers on the side of highway have the abnormal pulmonary function, and necessary to be fostered with the public health action.
Program Santun Lanjut Usia di Puskesmas Cahyani, Ismah Dwi; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32746

Abstract

Abstrak Puskesmas Pabelan telah dilaporkan melaksanakan Program Puskesmas Santun Lansia sejak tahun 2016. Namun, cakupan pelayanan kesehatan lansia belum sesuai target dan mengalami penurunan dari 39,92% (2017) menjadi 32,20% (2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Puskesmas Santun Lanjut Usia di Puskesmas Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam, obeservasi dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah input, proses dan output. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa input meliputi penyediaan tenaga kesehatan, pendanaan, dan sarana prasana belum sesuai. Namun sudah terdapat SK Kepala Puskesmas yang mendasari program. Kegiatan perencanaan dilakukan setiap awal tahun. Namun tidak ada pertemuan khusus yang dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Pembagian tugas dan wewenang sudah sesuai. Koordinasi terjalin antara penanggung jawab program dengan pelaksana program di kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Pengawasan dilakukan oleh penanggung jawab program, kepala Puskesmas, dan Pemegang Program Dinas Kesehatan Kabupaten. Simpulan penelitian ini adalah program Puskesmas Santun Lansia belum berjalan baik. Abstract The Pabelan Health Center has been reported to have implemented the Puskesmas Santun Lansia Program since 2016. However, the coverage of elderly health services has not been on target and has decreased from 39.92% (2017) to 32.20% (2018). The purpose of this study was to determine how the implementation of the Puskesmas Santun Lansia Program at the Pabelan Health Center. This study uses qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. The focus of research is input, process and output. Sampling was done by purposive sampling. The results show that the input includes the provision of health workers, funding, and infrastructure is not appropriate. However, there is already a Decree from the Head of the Puskesmas that underlies the program. Planning activities are carried out at the beginning of each year. However, no special meetings were held with the District Health Office. The division of duties and authority is appropriate. Coordination is established between the person in charge of the program and the program implementers in the Mini Puskesmas Workshop activities. Supervision is carried out by the person in charge of the program, the head of the Puskesmas, and the District Health Service Program Holder. The conclusion of this research is the Elderly Santun Health Center program has not been going well. Keywords : Analysis,Heath center, elderly

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue