cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Faktor Kejadian Kegemukan pada Anak Hanifah, Khayyu
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.31041

Abstract

ABSTRAK Kejadian kegemukan merupakan salah satu masalah gizi yang angkanya meningkat pada anak-anak di negara berkembang maupun negara maju. Angka kejadian kegemukan di Kota Tegal meningkat dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada siswa sekolah dasar kelas I. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penghitungan sampel dengan teknik simple random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 77 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square untuk uji bivariat dan regresi logistik untuk uji multivariat.Hasil penelitian ada hubungan antara jenis kelamin (p value=0,01), kebiasaan konsumsi fast food (p value=0,007), lama waktu tidur dalam sehari (p value=0,028), jumlah anggota keluarga (p value=0,007), riwayat kegemukan orang tua (p value=0,031). Sedangkan tidak ada hubungan antara berat lahir, kebiasaan konsumsi buah dan sayur, kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi soft drink, kebiasaan konsumsi jajanan, kebiasaan olahraga, lama menonton TV dan bermain games, lama waktu bermain di luar rumah, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua. ABSTRACT Overweight is one of nutritional problems which has increasing number in children in developing countries and developed countries. The number of overweight cases in Tegal city showing an increase from 2015 to 2017. The purpose of this study was to determine the actors associated with overweight especially in 1st grade student in South Tegal Regional. This type of research is analytic observational with cross sectional design. Sample calculation by simple random sampling until got 77 respondents as the samples’s research. Data were analyzed by chi square test for bivariate test and logistic regression for multivariate test. The result of the study was the correlation between gender (p value = 0,01), consuming fast food (p value = 0,007), duration of sleep in a day (p value = 0,028), family members (p value = 0,007), and parental fatness (0,031). While there is no relationship between birth weight, consuming fruits and vegetables, skipping breakfast, consuming soft drink, snacking, sports habits, duration of watching TV and playing games, duration of playing outdoor, parental education, and parent income.
Korelasi Meteorologi dan Kualitas Udara dengan Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2013-2018 Utami, Halimah Tri; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31063

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama dan terbesar dari kematian balita di dunia. Dari tahun 2013 hingga 2018, terdapat 25.038 kasus pneumonia balita di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia di Kota Semarang tahun 2013-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi korelasional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan BMKG Kota Semarang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan adalah kelembaban udara (p=0,043), konsentrasi NOx (p=0,048), dan konsentrasi CO (p=0,029) dan variabel yang tidak ada hubungan adalah suhu udara (p=0,722), curah hujan (p=0,329), kecepatan angin (p=0,393), konsentrasi SOx (p=0,061), dan konsentrasi debu (p=0,521). Simpulan dari penelitian ini ada hubungan antara kelembabn udara, konsentrasi NOx, dan konsentrasi CO dengan pneumonia balita di Kota Semarang dan tidak ada hubungan antara suhu udara, curah hujan, kecepatan angin, konsentrasi SOx, dan konsentrasi debu dengan pneumonia balita di Kota Semarang. ABSTRACT Pneumonia is an infectious disease which is the main and biggest cause of under-five mortality in the world. In 2013 until 2018, were 25.038 cases of pneumonia in infant in the City of Semarang. The purpose of this study was to determine the risk factor associated with pneumonia in Semarang City in 2013-2018. The type of this study was descriptive quantitative with correlational study design. Trhis study used secondary data obtained from Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, and BMKG Kota Semarang. Data analysis used univariate and bivariate with Spearman correlation test. The result shows that there is a relationship between humidity (p=0,043), NOx concentration (p=0,048), and CO concentration (p=0,029) with pneumonia and there is no relationship between air temperature (p=0,722), rainfall (p=0,329), SOx concentration (p=0,061), and particulate (p=0,521) with pneumonia. There is a correlation between pneumonia with humidity, NOx concentration, and CO concentration and there is no correlation between air temperature, rainfal,l wind speed, SOx concentration, and particulate with pneumonia in Semarang City.
Light Trap dengan Atraktan Cuka Hitam untuk Mencegah Transmisi Penyakit Tular Vektor Inayah, Atiya; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31179

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill di sekitar Sekaran, kepadatan lalat berjumlah 12 ekor/blok grill. Hal tersebut menunjukkan bahwa populasi lalat yang padat sehingga perlu dilakukan pengendalian. Untuk mengurangi dampak negatif pengguaan insektisida, diperlukan adanya pengembangan metode pengendalian yang didasarkan pada bionomik lalat rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atraktan cuka hitam yang meliputi kosentrasi dan durasi waktu terhadap jumlah lalat yang terperangkap pada light trap modifikasi. Metode penelitian ini adalah eksperimen murni dengan desain post-test only with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah lalat dewasa yang berjumlah 525 ekor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer secara univariat dan bivariat (menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji Kruskal Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lalat rumah (Musca Domestica) yang terperangkap sebanyak 310 ekor. Jumlah lalat rumah yang terperangkap pada light trap modifikasi dengan atraktan cuka hitam 100% sebanyak 21%, atraktan cuka hitam 80% sebesar 25%, atraktan cuka hitam 40% sebesar 17%, atraktan cuka hitam 20% sebesar 18%, sedangkan Light trap modifikasi dengan aquades sebesar 5%, larutan gula merah sebesar 11% dan tanpa atraktan sebesar 3%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa lalat rumah lebih banyak terperangkap pada light trap modifikasi dengan atraktan cuka hitam daripada atraktan yang lain, dengan atraktan cuka hitam kosentrasi 80% paling banyak memerangkap lalat rumah. Kata Kunci : Atraktan, Cuka Hitam, Light Trap, Lalat Rumah ABSTRACT Based on the measurement of fly density used the fly grill in Sekaran, the density is 12 flies/blockgrill. It is indicated that the density of flies is high and needed effort to manage the population itself. To reduce the negative effects of insecticides employing, it is need to develop a method of houseflies management based on housefly. This research aims to know the effect of black vinegar attractants with concentration and duration of time on the number of flies trapped in the modified light trap. This research method is true experimental using post-test only with control group design. The research sample were adult houseflies which numbered 525. Data analysis was performed using computer programs in univariate and bivariate (normality test, homogeneity test and Kruskal Wallis test). The results showed that the total trapped was 310 hoseflies. Houseflies trapped in the modified light trap with 100% black vinegar attractant 21%, the modified light trap with 80% black vinegar attractant is 25%, the modified light trap with 40% black vinegar attractant is 17%, the modified light trap with 20% black vinegar attractant is 18%, while the modified light trap with distilled water 5%, brown sugar solution 11% and without attractant 3%. Therefore, it can be concluded that more houseflies are trapped in a modified light trap with black vinegar attractants than other attractants, with 80% concentrated black vinegar attractants trapped most of the houseflies. Keyword : Attractant, Black Vinegar, Light Trap, Housefly
Manajemen Kebakaran Universitas Negeri Semarang dalam Menyongsong Asesmen AUN-QA 2019 Pangestu, Widiya Amallia; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.31247

Abstract

ABSTRAK Menurut Permen PU No. 26/PRT/M/2008, sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa pada bangunan gedung merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi, hal tersebut dalam rangka mewujudkan kondisi aman dan tanggap terhadap kebakaran pada gedung dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen kebakaran UNNES dalam menyongsong asesmen AUN-QA 2019 (Studi Kasus di FIK, FE, FBS, dan FMIPA) berdasar standar acuan yang digunakan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Bagian Sarana dan Prasarana, dan Bagian Keamanan (Security). Penelitian dilakukan di dekanat FIK, FE, FBS, dan FMIPA UNNES dengan kurun waktu dari bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan dari 14 indikator penilaian didapat persentase kesesuaian yaitu FIK 37,2%, FE 54,6%, FBS 18,36%, dan FMIPA 43,9%. Simpulan dari penelitian ini yaitu persentase kesesuaian tertinggi penerapan manajemen kebakaran terdapat pada dekanat Fakultas Ekonomi yaitu 50%. ABSTRACT According to Permen PU No. 26/PRT/M/2008, fire protection systems and facilities for saving live in buildings are technical requirements that must be fulfilled, to create safe conditions and be responsive to fires in buildings and environment. The purpose of this study is to find out the implementation of UNNES fire management on welcoming AUN-QA 2019 assessment (case study in FIK, FE, FBS, and FMIPA). The type of research is qualitative. The research instrument uses observation sheets, interview guides, and document studies. The informants are Subdivision Head of General and Staff, Facilities and Infrastructure Staff, and Security. The research was conducted at the Deanery of FIK, FE, FBS, and FMIPA UNNES from May-June 2019. The results is from 14 indicators of assessment was obtained the percentage of suitability those are FIK 37,2%, FE 54,6%, FBS 18,36%, and FMIPA 36,81%. The conclusion is the highest percentage of suitability is the Deanery of FE, that is 54,6%. Keywords: Fire, Fire Management, AUN-QA
Perilaku Mencari Pakan pada Nyamuk Culex sp. sebagai Vektor Penyakit Filariasis Sukendra, Dyah Mahendrasari; Syafriati, Siti Yuliana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.31513

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Filariasis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Culex sp. Pemahaman bionomik khususnya perilaku mencari pakan Culex sp perlu dipahami guna memutus transmisi penularan filariasis.Tujuan.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan perilaku mencari pakan pada nyamuk Culex sp. Metode.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan observasional. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling, dengan umpan manusia serta hewan. Penelitian dilakukan di dalam dan di luar ruangan.Hasil penelitian. Sebanyak 89 nyamuk Culex sp tertangkap saat menggigit umpan manusia dan ternak baik di dalam maupun di luar ruangan.Gambaran waktu mencari pakan pada nyamuk Culex sp tertinggi terjadi pada pukul 01.00-02.00 WIB. Nyamuk Culex sp lebih suka mencari pakan di dalam ruangan daripada di luar ruangan, dengan hasil sebanyak 70 ekor (di dalam ruangan) dan 19 ekor (di luar ruangan). Nyamuk Culex sp senang menghisap darah manusia maupun hewan, baik di dalam maupun di luar ruangan dengan hasil penelitian 46 Culex sp (saat menghisap darah manusia) dan 43 Culex sp (saat menghisap darah hewan ternak). Kata kunci: Vektor, Endemis Filariasis, Perilaku menggigit Culex sp ABSTRACT Background.Filariasis is an infectious diseasewas transmitted by Culex spp. Knowing of bionomic especially the feeding behavior needs to be understood in order to break the transmission of filariasis transmission. The aim. To describe of feeding behavior of Culex spp. Method. Descriptive with observational study, with cross sectional design. Samples were taken by Accidentalsampling technique, using human and animal feed. This research was carried out inside and outside. Result. 89 Culex spp species were caught. The description of the time to look for feed on Culex spp mosquitoes in Filariasis endemic area, Bonang sub-district, the highest occurred at 01.00 - 02.00 WIB, Culex spp preferred to look for food indoors rather than outdoors, with as many as 70 (in the room) and 19 (outdoors). Culex spp likes to suck human and animal blood. Mosquitoes Culex spp likes to suck human and animal blood, both indoors and outdoors with the results of research 46 Culex spp (sucking human blood) and 43 Culex spp (sucking the animal blood). Keywords: Vector, Endemic Filariasis, Feeding behavior of Culex spp
Kejadian Diabetes Melitus Tipe I pada Usia 10-30 Tahun Faida, Awaliyah Nor; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.31763

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian Diabetes Melitus di Kabupaten Jepara sebanyak 2800 kasus dengan laki-laki 889 kasus dan perempuan 1856 kasus. Sedangkan untuk kategori Diabetes Melitus tipe I untuk usia 10-30 tahun di Kabupaten Jepara terdapat kasus sebanyak 129 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe I pada usia 10-30 tahun di Kabupaten Jepara.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control). Sampel yang ditetapkan sebesar 45 kasus dan 45 kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Data analisis dengan menggunakan uji chi square.Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin (p value = 0,831), faktor genetik (p value = 0,000; OR = 16), penyakit autoimun (p value = 0,008; OR = 3,826), kondisi psikologis (p value = 0,205), adanya virus (p value = 0,314), penyakit kronis (p value = 0,000; OR =16). Adapun yang mempunyai hubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 1 pada usia 10-30 tahun adalah faktor genetik, penyakit autoimun dan penyakit kronis. Saran penelitian ini adalah mendeteksi dini penyakit keturunan yang ada dalam riwayat keluarga, menjalani gaya hidup dan pola makan sehat untuk menghindari pemicu faktor risiko penyakit Diabetes Mellitus tipe I, istirahat yang cukup, memberikan dukungan kepada penderita Diabetes Mellitus tipe 1. ABSTRACT The incidence of diabetes mellitus in Jepara Regency is 2800 cases with men 889 cases and women 1856 cases. While for the type I Diabetes Mellitus for 10-30 years old in Jepara Regency there were 129 cases. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of type I diabetes mellitus at the age of 10-30 years in Jepara Regency. The type of research conducted was analytic observational research with case control design. The sample set was 45 cases and 45 controls with purposive sampling technique. The instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis using the chi square test. The results showed that gender (p value = 0.831), genetic factors (p value = 0,000; OR = 16), autoimmune diseases (p value = 0,008; OR = 3,826), psychological conditions (p value = 0,205), presence of viruses ( p value = 0.314), chronic disease (p value = 0,000; OR = 16). As for those who have a relationship with the incidence of Type 1 Diabetes Mellitus at the age of 10-30 years are genetic factors, autoimmune diseases and chronic diseases. The suggestion of this study is to detect early hereditary diseases in family history, live a healthy lifestyle and diet to avoid triggering risk factors for type I Diabetes Mellitus, adequate rest, provide support for people with type 1 Diabetes Mellitus.
Potensi Bahaya pada Home Industry Konveksi Wati, Isa Sukma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.31829

Abstract

ABSTRAK Jawa Tengah pada tahun 2017 mengalami 30.383 kecelakaan kerja. Pada tahun 2018 angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah mencapai 1.468 kasus. Sedangkan pada Kabupaten Semarang pada tahun 2015 terjadi 1.336 kasus kecelakaan kerja, yang meninggal dunia terdapat 6 orang, serta di tahun 2016 hingga bulan maret tercatat 6 pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasional dengan wawancara mendalam.Informan penelitian terdiri dari 16 dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi bahaya pada ketiga Home Industry konveksi yaitu bahaya mekanik, bahaya ergonomic, bahaya listrik, bahaya kimia, bahaya biologi dan bahaya psikologis di setiap proses kerja konveksi. Simpulan gambaran potensi bahaya pada Home Industry konveksi Permata, Kalisegoro dan Fanny yaitu: jari terkena jarum, jari tergunting, tersandung, terjatuh, terpeleset, terpotong, tersayat, postur kerja yang janggal dengan posisi berdiri setengah membungkuk badan dan leher, aktivitas tangan secara berulang, tersengat arus listrik, kebakaran. ABSTRACT Central Java in 2017 experienced 30,383 work accidents. In 2018 the number of work accidents in Central Java reached 1,468 cases. Whereas in Semarang Regency in 2015 there were 1,336 occupational accidents, 6 people died, and in 2016 up to March 6 workers died due to work accidents.This type of research is descriptive qualitative, with an observational approach with in-depth interviews. The research informants consisted of 16 selected with purposive sampling techniques. Data collection techniques used interviews and observation.The results showed that there were many potential dangers in the three Home Industry convections. This research was conducted in May-June 2019 at the Home Industry convections Permata, Kalisegoro, Fanny. namely mechanical hazards, ergonomic hazards, electrical hazards, chemical hazards, biological hazards and psychological hazards in every work process of convection.Conclusions from the potential hazards in the Home Industry Permata, Kalisegoro and Fanny convection, namely: fingers hit by needles, fingers cut, tripping, falling, slipping, cut, slashed, odd work posture with standing position half bent body and neck, repetitive hand activities, electric shock, fire. Keywords: Potential Hazard, Hazard Identification, Hazard Control
Karakteristik Penderita, Efek Samping Obat dan Putus Berobat Tuberkulosis Paru Cahyati, Widya Hary; Maelani, Tika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31852

Abstract

ABSTRAK Angka putus berobat TB paru sebanyak 184 kasus dari laporan TW III tahun 2018, kasus di tahun 2017 sebanyak 254 kasus, tahun 2016 sebanyak 141 kasus, dan di tahun 2015 sebanyak 134 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik penderita, efek samping obat dengan kejadian putus berobat penderita TB paru di puskesmas Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel sebesar 30 kasus dan 30 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping OAT berat (p-value 0,20) berhubungan dengan kejadian putus berobat penderita TB paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara efek samping OAT dengan kejadian putus berobat penderita TB paru di puskesmas Kota Semarang ABSTRACT Based on data by 3rd quarter 2018, the drop out rate for treatment of pulmonary tuberculosis is 184 cases, there is 254 cases on 2017, 141 cases in 2016, and 134 cases in 2015. The purpose of this study was to determine the influence of the caracteristics patients, side effects drugs with the occurrence of drop out of tuberculosis patients treatment in the Puskesmas of Semarang.This research is an analytic observational case-control study design. Samples were 30 cases and 30 controls. Data were obtained from questionnaire instrument and analyzed by chi square test and logistic regression. The results showed that the side effects severe OAT (p-value 0,20) are associated with the incidence of drop out on Tuberculosis patients.The conclusions of this study is there is a relationship between patient the side effects of OAT with the incidence of drop out on Tuberculosis patients in puskesmas of Semarang.
Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Wiyandani, Hesti Tri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31870

Abstract

ABSTRAK Di Puskesmas Penawangan II terdapat beberapa prosedur pemeriksaan antenatal care tidak terlaksana secara menyeluruh oleh bidan pemeriksa dan terdapat 20,1 % ibu hamil resiko komplikasi dan terdapat 31,7% ibu hamil yang masuk dalam kategori 4T. Penelitian kualitatif dengan teori Discrepancy Evaluation Model (DEM) yaitu membandingkan standar pelayanan dengan hasil dilapangan. Penelitian ini dilakukan pada 3 bidan dan 6 ibu hamil di Puskesmas Penawangan II Kabupaten Grobogan. Sumber daya manusia kesehatan di Puskesmas Penawangan II dalam pendidikan sudah memenuhi kriteria dan dalam pelatihan terdapat satu informan yang belum pernah mengikuti pelatihan. Sarana dan prasarana di Puskesmas Penawangan II dalam persyaratan bagunan sudah memenuhi standar minimal sedangkan dalam peralatan pemeriksaan ibu hamil terdapat beberapa alat yang tidak memenuhi standar minimal. Pelaksanaan 10T di Puskesmas Penawangan II sudah dilaksanakan akan tetapi masih ada pelayanan yang belum terlaksana dengan baik dan menyeluruh. Pelayanan antenatal care di Puskesmas Penawangan II perlu untuk melakukan perbaikan agar pelayanan yang diberikan meningkat. ABSTRACT Antenatal Care at Penawangan II Health Center checking procedure that not implemented thoroughly by the midwife and there is 20,1% pregnant mothers at risk of complications and 31,7% pregnant mothers included into 4T category. Qualitative study with Discrepancy Evaluation Model (DEM) theory that is comparing the service standard with the results on the field. This research was conducted on 3 midwife and 6 pregnant mothers in Penawangan II Health Care Grobogan District. Human resources of health in Penawangan II Health Care has meet the criteria of education and there is one informant who have not attend Antenatal Care program’s training in 10T services. Facilities and infrastructure in Penawangan II Health Care has fulfilled the minimum standard of building requirements while in the maternity equipment there is some equipment that not fulfil the minimum standard. 10T in Penawangan II Health Care have implemented but there is still some services that have not done correctly and comprehensive. Antenatal care services at the Penawangan II Health Center need to make improvements so that the services provided increase.
Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas Asri, Audiva Cahya; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31881

Abstract

Abstrak Nilai IKS Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 sebesar 0,189. Nilai IKS Kota Semarang tahun 2018 sebesar 0,34 masuk kategori tidak sehat. Dari 16 Kecamatan di Kota Semarang, Kecamatan Gunungpati merupakan kecamatan terendah. Puskesmas Sekaran yang di Kecamatan Gunungpati,memiliki cakupan pendataan sebesar 82% artinya belum total coverage dan nilai IKS di Puskesmas Sekaran 0,25 kategori tidak sehat.Tujuan penelitian untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program PIS-PK di Puskesmas Sekaran. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 dengan hasil penelitian yang menunjukan pelatihan sudah berjalan dengan baik dimasing-masing tingkatan,persiapan PIS-PK sudah dilakukan secara maksimal, kunjungan keluarga yang mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaan entry dan pelaporan, analisis IKS awal sudah dilakukan dengan hasil digunakan sebagai penentuan rencana tindak lanjut,intervensi lanjut sudah dilakukan secara perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan status kesehatan,analisis perubahan IKS sudah mengalami perubahan namun tidak signifikan serta hasil monev digunakan sebagai bahan Survei Mawas Dini (SMD) di Puskesmas. Abstract The value of IKS of Central Java Province in 2018 is 0.189. The value of IKS of Semarang City in 2018 of 0.34 is categorized as unhealthy. From 16 sub-districts in Semarang City, Gunungpati District is the lowest sub-district. Sekaran Health Center in Gunungpati Subdistrict has a data collection coverage of 82%, meaning that the total coverage and IKS value in the Puskesmas is now 0.25 in the unhealthy category. The purpose of the study is to evaluate the implementation of the PIS-PK program at the Sekaran Health Center. The research informants were 14 people selected by purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observation. Data is analyzed qualitatively. This research was conducted in May-June 2019 with the results of research that showed that the training had run well in each level, the preparation of the PIS-PK had been carried out to the maximum, family visits that experienced several obstacles in the implementation of entry and reporting, initial IKS analysis had been carried out with the results used as determination of follow-up plans, further interventions have been carried out individually or in groups to improve health status, analysis of changes in IKS has undergone changes but are not significant and the results of monitoring and evaluation are used as material in the Early Mawas Survey at the Puskesmas.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue