cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
The Penerapan Kewaspadaan Standar sebagai Upaya Pencegahan Bahaya Biologi pada Tenaga Keperawatan Romadhoni, Sutianik; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penularan bahaya biologi yang tinggi merupakan indikator pentingnya suatu usaha pengendalian infeksi dengan menerapkan kewaspadaan standar. Nilai BOR yang tinggi (83%) menyebabkan meningkatnya intensitas tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini berpotensi terjadi penularan bahaya biologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan kewaspadaan standar sebagai upaya pencegahan bahaya biologi pada tenaga keperawatan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan data tingkat kesesuaian poin-poin dengan standar dari evaluasi penerapan kewaspadaan standar di RSUD Tugurejo Semarang secara keseluruhan untuk 11 elemen dengan 63 poin. Penerapan yang sesuai sebanyak 54 poin (85,7%), penerapan yang tidak sesuai sebanyak 4 poin (6,4%), dan tidak ada penerapannya sebanyak 5 poin (7,9%). Penerapan kewaspadaan standar yang kurang akan menimbulkan konsekuensi kesehatan yang tidak menguntungkan yang diderita oleh banyak orang sebagai akibat kesalahan medis. Kata kunci: Biologis, Bahaya, Perawat Transmission of biological hazard that high is an indicator the importance of a control infections by applying standard precaution. Value BOR that high (83%) can give increase nurse intensity to give care nursing. It is potential for transmission of biological hazard. The purpose of this research is to know the application of evaluation standard precaution as a biological hazard prevention effort on nursing at RSUD Tugurejo. This research uses the method evaluative. Data collection by interviews, observation, and study documentation. Informants determined to technique purposive sampling. The result of an application standard precaution in RSUD Tugurejo over all for 11 element with 63 points. Application of appropriate as 54 points (85,7%), the aplication of that does not comforms as 4 points (6,4%), and nothing the application as 5 points (7,9%). The application of standard precaution would have health consequences unfavorable suffered by many people as a result of medical errors. Keywords: Biological, Hazard, Nurse
Penerapan Hirarc sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Proses Produksi Garmen Wulandari, Yulvina Rati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hazard Identification Risk Assesment dan Risk Contol (HIRARC) merupakan bagian dari manajemen risiko dan yang menentukan arah penerapan K3 dalam perusahaan. Angka kecelakaan kerja pada proses produksi di PT. Glory Industrial Semarang II, pada tahun 2014 sebanyak 350 kasus, kemudian di tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 60,5%, menjadi sebesar 138 kasus, dan di tahun 2016 kecelakaan kerja yang terjadi di proses produksi PT. Glory Industrial Semarang II mengalami peningkatan sebanyak 38,4% dari tahun sebelumnya, menjadi sebesar 224 kasus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and And Risk Control) pada proses produksi PT.Glory Industrial Semarang II. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan deskriptif evaluatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control) pada proses produksi PT.Glory Industrial Semarang II, dari 97 penerapan terdapat 88 penerapan yang diterapkan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan HIRARC masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci: HIRARC, Kecelakaan, Garmen Hazard Identification Risk Assessment and Risk Contol (HIRARC) part of risk management and that determines the direction of OSH implementation within the company. The number of work accidents in production process at PT. Glory Industrial Semarang II, in 2014 as many 350 cases, then in 2015 decreased by 60.5%, to 138 cases, and in 2016 workplace accidents occurred in the production process of PT. Glory Industrial Semarang II has increased by 38.4% from the previous year, to 224 cases. The purpose of this research is to know the application of HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) in production process of PT.Glory Industrial Semarang II. The type of this research is descriptive qualitative research with descriptive evaluative design. The results this study indicate application of HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and And Risk Control) in production process of PT.Glory Industrial Semarang II, from 97 applications there are 88 applications applied. It can be concluded that the implementation of HIRARC is still not in accordance with applicable regulations. Keywords: HIRARC, Accident, Garmen
Kematian Neonatal di Kabupaten Grobogan Azizah, Ima; Handayani, Oktiaworo Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten yang memiliki Angka Kematian Neonatal tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2015 (13,6 per 1000 KH) dan tahun 2016 (13,5 per 1000 KH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kematian neonatal di Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 50 kasus dan 50 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil didapatkan faktor risiko yang berhubungan dengan kematian neonatal meliputi status gizi ibu (p value =0,006), status anemia ibu (p value =0,013), frekuensi kunjungan ANC (p value =0,031), umur kehamilan (p value =<0,001), BBL (p value =<0,001), kelainan kongenital (p value =0,03), asfiksia ((p value =<0,001), keterlambatan rujukan (p value =0,04) dan akses transportasi (p value =0,014). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status gizi ibu, status anemia, frekuensi kunjungan ANC, umur kehamilan, BBL, kelainan kongenital, asfiksia, keterlambatan rujukan, akses transportasi dengan kejadian kematian neonatal di Kabupaten Grobogan. Kata kunci: Faktor Risiko, Kematian Neonatal Grobogan Regency is the district with the highest Neonatal Mortality Rate in Central Java in 2015 (13.6 /1000 KH) and in 2016 (13.5/1000 KH). The purpose of this study was to determine the risk factors associated with neonatal mortality in Grobogan District. The type of research used case control study with sample of 50 cases and 50 controls. The instrument used structured questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of risk factors related to neonatal mortality include maternal nutritional status (p value =0,006), maternal anemia status (p value =0,013), visit frequency of ANC (p value =0,031), gestational age (p value =0,001), BBL (p value =0,03), congenital anomalies (p value =0.03), asphyxia (p value =0,04), referral delay (p value =0.04) and access transportation (p value =0.014) The conclusions of this study were the relationship between maternal nutritional status, anemia status, frequency of ANC visit, gestational age, BBL, congenital abnormalities, asphyxia, delayed referral, access transportation with incidence of neonatal mortality in Grobogan District. Keywords: Risk Factors, Neonatal Death
Penerapan Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Putra, Dimas Pratama
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi merupakan cara terbaik untuk menemukan masalah dan menilai risikonya sebelum kerugian atau kecelakaan kerja terjadi. Dalam praktiknya, suatu organisasi seringkali mengalami kesulitan menentukan potensi bahaya di tempat kerja. Hal ini disebabkan banyaknya kegiatankegiatan yang harus diidentifikasi, sehingga perlu proses inspeksi. Peneliaian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kecelakaan di lingkungan kerja baik di area kerja maupun saat dilakukannya proses produksi. Jenis penelitian ini adalah survei kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran kondisi sebenarnya program inspeksi K3 di lapangan. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan program inspeksi K3 memiliki kekurangan pada 3 tahapan yaitu: tahap perencanaan belum ada pelatihan identifikasi bahaya bagi inspektor, pada pelaksanaan tidak ada inspeksi mesin, kemudian pelaporan hanya dilakukan evaluasi apabila terdapat kejadian lebih dari sekali. Hal tersebut mengakibatkan program menjadi tidak maksimal. Simpulan dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 2 poin pada program inspeksi di PT. Purinusa Ekapersada yang tidak sesuai dengan standar acuan yang peneliti gunakan yaitu pada tahap perencanaan dan pelaporan. Kata kunci: Inspeksi, keselamatan, kecelakaan Inspection is the best way to find problems and evaluate risk before the loss or accident occure. In practice, organitation often have problem to determine hazard potention in workplace because too much activites for identification. Purpose of this research is to determine occupational based risk in workplace either in working area or during production process. The research was qualitative survey with descriptive approach to gave picture of actual conditions of Safety Punishment System program in the company. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Validity data checking with triangulation techniques. The results of this study indicate that application of safety inspection program still has flaws in two phases process, namely: The implementation stage there has been no training related to hazard identification for inspector, there has been no daily machine inspection, and in reporting stage, the reviewing process only occurred if event happen more than once, however written in regulation if report occure must be reviewed soon as possible. Because of this flaw the program is not really effective. The conclusion from this study is discovered, safety inspection program in Purinusa Ekapersada company did not fullfiled 2 point from the standard which researcher used, namely planning step and reporting step. Keywords: Inspection, safety, accident
Faktor Risiko Kejadian Abortus Spontan Purwaningrum, Elisa Diyah; Fibriyana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aborsi spontan adalah pelepasan produk konsepsi dengan alasan tertentu pada atau sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram yang terjadi secara tidak sengaja. Kasus abortus spontan yang terjadi di RSUD Kabupaten Temanggung mengalami tren meningkat pada tiga tahun terakhir yaitu 7 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2013, 17 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2014 dan 20 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2015. Abortus spontan merupakan pengeluaran hasil konsepsi oleh akibat tertentu yang berlangsung tanpa disengaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian abortus spontan. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus kontrol. Hasil penelitian diketahui bahwa riwayat graviditas (p=0,025), jarak kehamilan (p=0,01), umur ibu (p=0,014), riwayat abortus (p=0,001), riwayat paparan asap rokok (p=0,033) dan usia menikah (p=0,001) berhubungan dengan kejadian abortus spontan. Sedangkan usia menarche (p=0,116), riwayat ibu bekerja (p=0,371), riwayat penyakit (p=0,639), sifat kehamilan (p=0,152) dan riwayat status gizi (p=0,648) tidak berhubungan kejadian abortus spontan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian abortus spontan di RSUD Kabupaten Temanggung tahun 2015-2016 yaitu riwayat graviditas, jarak kehamilan, umur ibu, riwayat abortus, riwayat paparan asap rokok dan usia menikah. Kata kunci: Aborsi spontan, faktor risiko Spontaneus abortion is a release of the product of conseption for certain reasons at or before 20 week’s gestation or fetal weight less than 500 grams that happened accidentally. There was an increasing trend of spontaneous abortion’s cases in RSUD Temanggung in last three years, 7 cases per 100 livebirth at 2013, 17 cases per 100 livebirth at 2014 and 20 cases per 100 livebirth at 2015. The purpose of this research was to identify risk factors of sontaneous abortion. Type of this research is analitical survey with case-control design. The result showed that history of gravidity (p=0,05), interpregnancy interval (p=0,01), maternal age (p=0,014), history of abortion (p=0,001), history of smoke exposure in pregnant woman (p=0,033), and marriage age (p=0,001) were associated with spontaneous abortion. But menarcheal age (p=0,116), history of mother’s employment (p=0,371), hospital sheet (p=0,639), nature of pregnancy (p=0,152) and history of nutritional status (p=0,648) were not associated with spontaneous abortion (p>0,05). From this studi we can conclude that risk factors related to spontaneous abortion in regional hospital of Temanggung were history of gravidity, interpregnancy interval, maternal age, history of abortion, history of smoke exposure in pregnant woman and merriage age. Keywords: Spontaneous abortion, risk factors
Keikutsertaan Sosialisasi dan Tingkat Ekonomi terhadap Keikutsertaan Inspeksi Visual Asam Asetat Junainah, Nena
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu neoplasma yang terjadi di daerah leher rahim atau mulut rahim. Deteksi dini kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat. Prevalensi kanker serviks tahun 2014 di wilayah kerja puskesmas Sekaran 1,1%, dengan angka kematian 15,4%. Wanita usia subur melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2010 sampai 2014 di Puskesmas Sekaran rata-rata sebesar 0,60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan sosialisasi kanker serviks, pengetahuan, sikap, dan tingkat ekonomi terhadap keikutsertaan deteksi dini kanker serviks menggunakan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Jenis penelitian ini adalah case control study dengan populasi penelitian seluruh wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sekaran dan sampel penelitian 114 responden dengan 57 kasus dan 57 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian ini ada hubungan antara keikutsertaan sosialisasi (p=0,000) dengan keikutsertaan deteksi kanker serviks dengan metode IVA. Variabel yang tidak berhubungan adalah tingkat ekonomi (p= 0.272). Simpulan penelitian ini ada hubungan antara keikutsertaan sosialisasi dengan keikutsertaan deteksi kanker serviks dengan metode IVA. Kata kunci: Sosialisasi, tingkat ekonomi, VIA Cervical cancer is one of neoplasm that occur in the cervix or cervical. Early cervical cancer detection using VIA is cervical cancer examinations by visual inspection in cervix with visual inspection with acetic acid. The prevalence of cervical cancer in 2014 in the working area of publick health center of Sekaran was 1,1%, with a mortality rate of 15,4%. The number of women of childbearing age getting VIA examined in 2010 to 2014 in the clinic was approximately 0,60%. The purpose of the research is to know the relation between participation socialiszation, and economic level of the participation of early cervical cancer detection using VIA. The types of this research is case control study with the entire of research population is all childbearing woman in the working area of Puskesmas Sekaran and the research sample is 114 respondent which consisted of 57 cases and 57 controls. Data collection is done by questionnaire. The result showed there were relations between participation solialiszation (p=0,000) with participation of early cervical cancer detection using VIA. Unrelated variables is and economic level (p= 0.272). The result showed there were relations between participation solialiszation with participation of early cervical cancer detection using VIA. Keywords: Socialiszation, economic level, VIA
Persepsi Pasien tentang Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Puskesmas Astuti, Dwi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Guntur 1 Demak merupakan puskesmas rawat inap yang memiliki masalah turunnya jumlah kunjungan rawat inap. Faktor turunnya kunjungan pasien adalah angka kesakitan pasien turun atau pelayanan terhadap kualitas mutu kesehatannya yang kurang baik. Salah satu cara mengukur kualitas mutu dengan model ServQual (Service Quality) yaitu bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, perhatian. Penelitian ini untuk mengetahui persepsi mutu pelayanan apa saja yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap. Jenis penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 129 pasien. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian pada persepsi bukti langsung dengan p=0,003; kehandalan dengan p=0,010; daya tanggap dengan p= 0,374; jaminan dengan p=0,574; perhatian dengan p=0,746. Ada hubungan antara persepsi bukti langsung, persepsi kehandalan dengan tingkat kepuasan pasien. Tidak ada hubungan antara persepsi daya tanggap, persepsi jaminan, persepsi perhatian dengan tingkat kepuasan pasien. Kata kunci: Persepsi, Kualitas layanan, Kepuasan Puskesmas Guntur 1 Demak an inpatient health centers that have problems hospitalizations decline in the number of visits. Factors of the decrease in patient visits are the number of patients dropped morbidity or service to quality health quality is less good. One way to measure the quality of quality with the model ServQual (Service Quality) is the direct evidence, reliability, responsiveness, assurance, attention. This study to determine the perception of quality of any service related to the level of patient satisfaction inpatient. This type of research analytic survey with cross sectional approach. The sampling technique is purposive sampling a total of 129 patients. The instrument of this research is questionnaire. Result of research on perception of direct evidence with p=0,003; Reliability with p=0.010; Responsiveness with p=0.374; Guarantee with p=0,574; Attention with p=0,746. There is a relationship between the perception of direct evidence, the perception of reliability with the level of patient satisfaction. There is no correlation between perception of responsiveness, perception of assurance, perception of attention with patient satisfaction level. Keywords: Perception, Quality of service, Satisfaction
The Efektivitas Daun Citrus hystrix dan Daun Syzygium polyanthum sebagai Zat Penolak Alami Periplaneta Americana (L.) Putri, Eki Septiani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecoa salah satu hama pemukiman yang berperan sebagai vektor penyakit. Penggunaan insektisida dapat menimbulkan resistensi kecoa. Jenis formulasi cair/semprot dan aerosol merupakan formulasi pestisida bagi kecoa yang paling banyak (20.25%) menimbulkan keracunan. Salah satu pengendalian yang efektif adalah menggunakan insektisida nabati yang berasal dari tumbuhan sebagai repellent. Daun salam dan daun jeruk purut mengandung minyak atsiri dengan kandungan yang berbeda, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan perbedaan efektivitas daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai zat penolak alami kecoa Amerika (Periplaneta americana). Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, rancangan penelitian post-test only control group design dengan variasi sediaan berat 1,25gr, 2,5gr, 5gr, 10gr dan empat kali pengulangan. Sediaan yang paling efektif adalah daun jeruk purut seberat 5 gr sebesar 84% dan daun salam 10 gr sebesar 80,5%. Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan efektivitas daun jeruk purut dan daun salam dalam menolak kecoa Amerika (p=0,001<0,05). Kata kunci: Citrus hystrix, Syzygium polyanthum, Periplaneta americana Cockroaches are one of the most residential pests that can act as the most common vector of diseases. The use of insecticides can lead to cockroach resistance. One of the most effective controls is to use plant-based insecticide as a repellent. The bay leaves and kaffir lime leaves contain essential oils with different ingredients, therefore the purpose of this study is to prove the difference in effectiveness of bay leaves (Syzygium polyanthum) and kaffir lime leaves (Citrus hystrix) as natural repellent for American cockroaches (Periplaneta americana).Method of research is true experimental by post test only with control group design, five variations are 1,25 gr, 2,5 gr, 5 gr dan 10 gr with four times repetitions. Protection ability of 5 gr of kaffir lime leaves most repel cockroaches is 84%, 10 gr of bay leaves most repel cockroaches is 80,5%. The conclusions, this research is a difference of effectiveness of kaffir lime leaves and bay leaves to repel cockroaches (p = 0.001 <0.05). Keywords: Citrus hystrix, Syzygium polyanthum, Periplaneta americana
Karakteristik Ibu Hamil dengan Hiperglikemia Cahyani, Imamah Indah; Kusumaningrum, Niken Safitri Dyan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan dengan intoleransi gula darah mengakibatkan terjadinya hiperglikemia. Ibu hamil dengan hiperglikemia apabila tidak terpantau rutin menyebabkan sejumlah komplikasi yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan data tahun 2016 tercatat sebanyak 287 ibu hamil yang memeriksakan di poliklinik kandungan 2 ibu hamil diantaranya menderita diabetes mellitus sebelum hamil dan berlanjut saat kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu hamil dengan hiperglikemia di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan kuantitatif non-eksperimental deskriptif survei. Sampelnya sebanyak 80 ibu hamil diambil secara consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Risk factors for Gestational Diabetes Study berupa skrining non-invasif. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak ibu hamil berusia 26-34 tahun (46,3%), kegemukan (20%), obesitas (5%), dan 31,25% paritas multigravida. Penelitian ini menunjukkan 38 orang memiliki risiko hiperglikemia pada ibu hamil. Kesimpulannya ibu hamil yang memiliki kategori risiko hiperglikemia tidak hanya ditemukan pada karakter dengan risiko tinggi seperti usia ibu ≥ 35 tahun, BMI sebelum hamil ≥ 24 kg/m2, paritas multigravida akan tetapi juga ditemukan disetiap kategori karakteristik. Kata kunci: kehamilan, hiperglikemia, faktor risiko Pregnancy with blood sugar intolerance causing hyperglycemia in pregnancy. Pregnant with hyperglycemia, if not taken seriously causing some complication can be morbidity and martality. Data in 2016 was 287 pregnant to antenatal visit in obgyn 2 pregnant was diagnosis hyperglycemia in pregnancy. The aim was to serve description the characteristic of pregnant with hyperglycemia in RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Distric. Non-experimental quantitative descriptive survey method was used in study. Sampling technique used was consecutive sampling with 80 pregnant. Data were using Risk factors for Gestational Diabetes study (retrospective) questionnaire which non-invasive screening. The result showed that pregnant had 46,3% with age 26-34 years old, 20% overweight, 5% obesity in pregnancy, and 31,25% with parity multigravida. This research showed 38 pregnant (47,5%) had risk for hyperglycemia in pregnancy. The conclusion of this research pregnant with risk hyperglycemia in pregnancy not only found in high risk age more 35 years old, BMI before pregnancy overweight, and had multigravida parity, but can found in each category from characteristic. Keywords: pregnancy, hyperglycemia, risk factor
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri pada Pekerja Proyek Fairyo, Lidia Sarah; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tahun 2015 Sampai 2017 terdapat 43 kasus kecelakaan yang terjadi diproyek pembangunan PT X Semarang bagian perakit besi. Berdasarkan hasil survei kecelakaan pada pekerja disebabkan karena tidak patuh dalam pemakaian alat pelindung diri pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada pekerja bagian perakit besi proyek pembangunan PT X Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sejumlah 50 pekerja bagian perakit besi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji chi-fisher menunjukan bahwa variabel yang tidak ada hubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada pekerja bagian perakit besi adalah tingkat pengetahuan (p=653). Adanya hubungan antara kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada pekerja perakit besit besi adalah sikap pekerja (p=0,001), tingkat pendidikan (p=0,001) dan masa kerja (p=0,001). Simpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara sikap, tingkat pendidikan dan masa kerja dengan kepatuhan pemakaian APD. Abstract There are 43 cases of accidents that occurred in the construction of PT X Semarang part of the iron fabricator. Based on the results of the accident survey on the workers caused by not obedient in the use of personal protective equipment at work. This study aims to determine the factors associated with compliance of the use of personal protective equipment, on the work of iron parts assembly PT X Semarang development project. This research use cross sectional approach. The number of samples in this study using the total population of 50 workers of the assembly of iron. Instruments used in the form of questionnaires and observation. The result of chi-fisher test shows that the unrelated variable isthe knowledge level (p = 653). The existence of the relationship is the attitude of the workers (p = 0,001), the level of education (p = 0,001) and the working period (p = 0,001). The conclusion of this study is that there is a relationship between attitude, education level and years of service. Keyword : obedience of PPE usage, project workers

Page 6 of 97 | Total Record : 963


Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue