cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Health Education
ISSN : 25274252     EISSN : 25282905     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Journal of Health Education (J. Health Edu) is an S5 rated journal (SINTA Ristekdikti) containing writings raised from the results of research or equivalent in the field of health education. Such research includes research in school environments and communities as well as in the general public. Articles published in this journal have never been published / published by other media.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
KONDISI SANITASI DAN KEPADATAN LALAT KANTIN SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU nur kumala, yulia shinta; Pawenang, Eram Tunggul
Journal of Health Education Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i1.19118

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi awal yang menunjukan bahwa kualitas sanitasi kantin belum memenuhi persyaratan yang tercantum dalam KepMenKes RI No.715/Menkes/SK/V/2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Jasaboga dan tingkat kepadatan lalat dalam populasi cukup padat yang memerlukan upaya pengendalian.Metode: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kantin sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas kedungmundu. Sampel berjumlah 20 kantin.Hasil: Kondisi sanitasi yang buruk yaitu kondisi tempat pencucian peralatan 55%, Tempat penyimpanan bahan makanan 35%, Sarana pencegahan lalat 90%, Tempat penyajian makanan 40% dan kondisi tempat sampah 80%. Tingkat kepadatan lalat dalam kategori rendah 30%, sedang 50%, tinggi 20%.Simpulan: Simpulan dari penelitian ini yaitu kondisi sanitasi yang buruk dan tingkat kepadatan lalat dalam kategori rendah di wilayah puskesmas Kedungmundu.
Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan TB dalam Active Case Finding untuk Mendukung Case Detection Rate Pratiwi, Rita Dian; Pramono, Dibyo; Junaedi, Junaedi
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.20917

Abstract

Latar Belakang: Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama harus melakukan pelaporan TB Case Detection Rate (CDR) ke Dinas Kesehatan secara teratur untuk mendukung TB DOTS, Namun CDR di Kabupaten Wonosobo adalah 70% masih di bawah standar nasional. Hal ini disebabkan keterbatasan fasilitas surveilans pendukung terutama Tenaga Kerja . Oleh karena itu, Kelambu Kasus TB adalah Kasus Pasif yang Mencari dan Mempromosikan. Oleh karena itu, studi evaluasi dan intervensi pada kader kesehatan dilakukan untuk mendukung active case finding (ACF). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus baru serta mendukung DOTS selain itu juga meningkatkan upaya mencegah penyebaran dan dampak penyakit. Metode: rancangan penelitian yang dilakukan adalah one group post test study design  dengan responden 181 kader kesehatan TB di Kabupaten Wonosobo, evaluasi jangka pendek dilakukan dengan pre dan post test sedangkan evaluasi jangka panjang didapatkan dari hasil pemantauan angka penjaringan kasus TB selama 3 bulan untuk menentukan keberhasilan hasil kinerja kader kesehatan dalam melakukan ACF. Hasil: Dari 181 kader kesehatan diketahui bahwa 63 orang (34,81%) memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar dan 105 orang (58,01%) bekerja pada sebagian besar kader kesehatan kurang dari 5 tahun. Setelah dianalisis dengan uji Wilcoxon, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan pada 10 item pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p <0,001. Evaluasi jangka panjang sejak trimester 2 sampai 4 ditemukan 385 tersangka (21,56%) dan 6 kasus smear (+) Kesimpulan: Meningkatnya jumlah temuan kasus yang didukung oleh kehadiran kader yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga promosi kesehatan diterapkan secara langsung dan peningkatan Pelaporan CDR TB. Kata kunci: Tuberkulosis,  CDR TB,  kader kesehatan, one group post test study design
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI ANAK SDN KAUMAN 2 MALANG Gayatri, Rara Warih
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22612

Abstract

Salah satu permasalahan yang mendunia adalah karies gigi dimana lebih dari 90 % penduduk di dunia mengalaminya. Status karies gigi di SDN Kauman 2 dan SDN Percobaan 2 Kota Malang menunjukkan indeks DMF-T 5,75 yang berarti prevalensi dianggap tinggi (Gayatri, 2015). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pemeliharaan gigi pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di SDN Kauman 2 Malang. Metode sampling yang digunakan merupakan metode stratified random sampling dengan variable yang diukur adalah tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan perilaku pemeliharaan gigi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan kepada anak usia 6-12 tahun. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, entry data dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistic univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian diperoleh sebanyak 82,9 % (n=63) siswa kelas 5-6 SDN Kauman 2 memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi tinggi dan sebanyak 17,1% (n=13) memilki tingkat pengetahuan kesehatan gigi rendah. Selain itu, sebanyak 50 % (n=38) siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman 2 Malang memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi positif. Namun, 50% sisanya diketahui memiliki perilaku pemeliharaan negatif. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi anak SDN Kauman 2 Malang dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi (p= 0,361).
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA KELOMPOK LESBI DI KOTA SEMARANG Noviyani, Dany
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22613

Abstract

Latar Belakang: Penularan IMS secara umum terjadi akibat perilaku seksual berisiko. Menurut profil kesehatan Jawa Tengah tahun 2012 jumlah kasus baru IMS sebanyak 8.671 kasus. Beberapa kasus IMS dalam relasi sesama perempuan sudah teridentifikasi, meskipun belum ada penelitian yang resmi menyatakan angka kejadian IMS pada lesbi. Angapan bahwa hubungan seksual dengan sesama jenis akan lebih aman inilah yang kemudian menyebabkan kurangnya upaya untuk proteksi diri. Berdasarkan laporan dari Komunitas Sobat Semarang sampai dengan tahun 2015 terdapat 1.240 lesbi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 44 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan pengetahuan (p: 0,45), sikap (p: 0,45),  usia (p: 1,00) , akses alat seksual (p: 0,003), perilaku seksual pasangan (p: 0,004), dan perilaku seksual teman komunitas (p: 0,001). Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko IMS adalah akses alat seksual, perilaku seksual pasangan, dan perilaku seksual teman komunitas.
KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS DAN HIV PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Arjianti, Herlina Dwi; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22614

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi  penggunaan  kondom untuk pencegahan PMS dan HIV pada wanita pekerja seksual. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden. Instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap (p=0,00), dukungan mucikari (p- =0,02), akses informasi (p-=0,016), motivasi (p =0,003), dan pendapatan (p =0,023). Faktor yang tidak berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain pengetahuan (p=0,131), kesediaan kondom (p=0,338), dukungan petugas kesehatan (p=0,504), lama kerja WPS (p =0,282), usia WPS (p=0,69), dan tingkat pendidikan WPS (p- =0,12). Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap, dukungan mucikari, akses informasi, motivasi, dan pendapatan.
ANALISIS DAERAH RAWAN AIR DAN RAWAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN PADA DAERAH PADAT PENDUDUK DENGAN WATER STRESS INDEX CALCULATION Windraswara, Rudatin; Rizki, Ani Fatkhi
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22615

Abstract

Latar Belakang: Selama 20 tahun terakhir, metodologi untuk mengukur akses terhadap air bersih telah berkembang pesat. Pada sisi yang lain, index air yang ada belum mengeksplorasi secara lang­sung tentang bagaimana pengaruh dari nilai indikator air terhadap dampak kesehatan masyarakat masyarakat, misalnya dengan banyaknya kasus penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, disentri, tifoid, trakoma, skabies, infeksi mata dan kulit. Metode: Metode penentuan rawan air mengacu pada perhitungan Water Poverty Index dan Water Stress Index yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan aspek ke­jadian penyakit. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan bahwa ada variasi tingkat kerawanan air sangat tinggi (RW II dan RW III) dan tinggi (RW IV dan RW V) dan bertepatan dengan tingginya angka kejadian pen­yakit berbasis air di lokasi yang sama. Simpulan: terdapat potensi bahwa dalam penentuan status kerawanan air (WSI) diperlukan juga analisis tambahan berupa angka kejadian penyakit untuk melengkapi indeks perhitungan air.
KEBISINGAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS PEKERJA WEAVING LOOM DAN INSPECTION PT. PRIMATEXCO INDONESIA Darlani, Darlani; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22618

Abstract

Latar Belakang: Dampak dari salah satu penggunaan teknologi adalah kebisingan. Hasil survei kepada 15 pekerja di bagian weaving loom dan weaving inspection PT. Primatexco Indonesia tentang gangguan psikologis di dapatkan 14 pekerja (93,3%) mengalami rasa tidak nyaman, 8 pekerja (57,1%) mengalami gangguan konsentrasi, 5 pekerja (33,3%) mengalami gangguan emosi, dan 13 pekerja (86,6%) mengalami gangguan tidur. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua operator produksi pada bagian Weaving Loom dan Weaving Inspection PT. Primatexco Indonesia. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebisingan dengan gangguan psikologis diantaranya pada rasa tidak nyaman (p=0,014), gangguan konsentrasi (p=0,04), gangguan emosi (p=0,046), dan gangguan tidur (p=0,038). Simpulan: Terdapat hubungan antara kebisingan dengan gangguan psikologis pekerja.
PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS Marlinda, Yetik; Azinar, Muhammad
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22620

Abstract

Latar Belakang: Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mempunyai peran penting dalam rantai penularan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran perilaku dalam pencegahan penularan HIV/AIDS pada ODHA di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik snowball sampling. Informan penelitian adalah ODHA dengan jumlah 3 orang yang telah memiliki pasangan tetap (suami-istri). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan HIV/AIDS pada informan sudah baik. Semua informan merasa sangat berisiko tinggi jika terinfeksi HIV/AIDS dan akan merasa dikucilkan oleh masyarakat jika terinfeksi HIV/AIDS. Hambatan yang dirasakan terkait ARV adalah rasa lupa mengkonsumsi serta ada efek samping ARV yang dirasakan. Seluruh informan sudah melakukan pemeriksaan VCT. Apabila ingin memiliki keturunan, informan mengkonsultasikannya ke dokter. Pemakaian kondom sudah konsisten pada pasangan ODHA, namun ketika berencana memiliki anak, kondom akan dilepas. Simpulan: Perilaku pencegahan penularan HIV/ AIDS pada ODHA di Kota Semarang sudah dilakukan dengan baik.   
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN PENDERITA ISPA PADA PEKERJA PABRIK DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) KEBUN BATUJAMUS/ KERJOARUM KARANGANYAR Wijayanti, Tria; Indarjo, Sofwan
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.13651

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi ISPA di Jawa Tengah tahun 2013 di atas rata-rata nasional (25,5%). Jumlah kasus ISPA di Kabupaten Karanganyar tahun 2014 sebanyak 726, naik dibandingkan tahun 2013 sebanyak 647 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik dan pengetahuan penderita ISPA pada pekerja pabrik di PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Batu Jamus/Kerjoarum Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian adalah pekerja pabrik penderita ISPA dengan jumlah 5 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan informan memiliki kriteria usia 36-45 tahun, sebagian besar informan laki-laki, dengan tingkat pendidikan SMP dan SMA, dan sebagian besar informan memiliki pengetahuan tentang penyakit ISPA yang cukup baik. Simpulan: Pekerja di PTP Nusantara IX (Persero) yang menderita ISPA memiliki gambaran karakteristik umur dewasa akhir (36-45 tahun), tamatan sekolah menengah pertama dan atas, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki pengetahuan yang cukup baik.
PROMOSI GIZI TERHADAP SIKAP GEMAR MAKAN IKAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Prameswari, Galuh Nita
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.18379

Abstract

Latar Belakang: Kecukupan zat gizi diperlukan oleh setiap individu, termasuk kelompok anak usia sekolah. Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, tetapi tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah. Konsumsi ikan penduduk Indonesia pada tahun 2013 hanya 35 kilogram per kapita per tahun. Tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah masih di bawah 20 kilogram per kapita per tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk sikap yang positif gemar makan ikan pada anak usia sekolah di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap anak gemar makan ikan setelah diberikan intervensi promosi gizi gemar makan ikan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian one grouppretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017, dengan jumlah sampel 54 siswaSekolah Dasar.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, jumlah anak yang menyatakan sikap gemar makan ikan yaitu 92,6% dan yang menyatakan tidak gemar makan ikan 7,4%. Setelah dilakukan intervensi promosi gemar makan ikan, jumlah anak yang menyatakan sikap gemar makan ikan sebanyak 98,1%, sedangkan siswa yang menyatakan sikap tidak gemar makan ikan hanya 1 siswa (1,9%).Simpulan: Promosi gemar makan ikan dapat membentuk sikap positif anak terhadap konsumsi ikan.

Page 6 of 25 | Total Record : 250