cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pesisir Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Mardihani, Putri Wahyu; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak pendek atau stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu yang lama yang menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang bagi kondisi kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu balita dan masyarakat tentang stunting (anak pendek) dan sumber informasi apa saja yang menunjang pengetahuan ibu balita serta pola pemenuhan asupan gizi balita stunting selama 1.000 hari pertama kehidupannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan ibu balita tentang stunting terbagi menjadi tiga kategori yakni stunting dianggap sebagai akibat dari keturunan/genetik, masalah pada pertumbuhan dan cacingan. Pengetahuan yang dimiliki oleh ibu balita tentang stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, pengalaman, sosial budaya dan informasi. Terdapat penyebutan lokal mayoritas ibu balita dan masyarakat terhadap stunting (anak pendek) di Desa Sekuro yaitu cendek/pawakan cilek. (2) Pola pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan anak stunting yang dilakukan oleh ibu balita dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan yang dimiliki ibu, adanya konsep makanan dalam konteks budaya, sosial ekonomi dan kebiasaan makan, serta faktor lain seperti lingkungan hidup dan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat yang masih rendah.
Bentuk Sex Education Orang Tua Pada Remaja Di Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal Wijaya, Revany Mahardika; Arsal, Thriwaty
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman tentang pentingnya peran orang tuadalam pemberian sex education atau pendidikan seksual bagi remaja. Peran orang tua dalam pemberian pendidikan seksual di Desa Kalirejo sangat diperlukan untuk mengendalkan dampak dari kurangnya pendidikan seksual yakni banyaknya kasus MBA (Mrriede by Accident). Kasus MBA di Desa Kalirejo terjadi pada remaja usia 15-19 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Validitas data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap yaitu tahap pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua di Desa Kalirejo pendidikan seksual penting untuk di sosialisasikan, namun orang tua lebih mengandalkan peran tokoh agama, lembaga kesehatan, dan lembaga pendidikan untuk lebih memberikan pendidikan seksual lebih lanjut kepada anak. Peran orang tua dalam pemberian pendidikan seksual di Desa Kalirejo dinilai belum dilaksanakan secara maksimal sebab masih terjadi kendala-kendala seperti rasa malu dan canggung serta anggapan saru jika membicarakan tentang pendidikan seksual.
Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi eks-TKI Pasca Migrasi Safitri, Safitri; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang strategi eks-TKI Korea Selatan dalam aspek sosial ekonomi sebagai upaya untuk mempertahankan kehidupan pasca melakukan migrasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tantangan dalam aspek sosial yang dihadapi oleh eks-TKI Korea Selatan, (2) mengetahui strategi yang dilakukan oleh eks-TKI Korea Selatan dalam aspek sosial ekonomi. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji Validitas data penelitian ini menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data penelitian ini mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Lokasi penelitian berada di Desa Kalisabuk Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Teori Strategi adaptasi oleh Bennet dan Pilihan Rasional oleh James S. Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh eks-TKI Korea Selatan yaitu resosialisasi dengan lingkungan sekitar, pengelolaan usaha, relatif besarnya tanggungan, dan faktor usia yang sudah tidak produktif. Adapun strategi dalam aspek sosial ekonomi yang dilakukan oleh eks-TKI Korea Selatan yaitu strategi pemilihan usaha; strategi optimalisasi sumber daya; memperbanyak aset produktif; munculnya pekerjaan alternatif atau sampingan.
Rasionalisasi Praktik Pendidikan Pribumi Sedulur Sikep Sukolilo Pati Riyadli, Selamet; Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pribumi menjadi strategi yang penting dalam mempertahankan kearian lokal pada masyarakat Sedulur Sikep Sukolilo Pati. Selain itu, pendidikan pribumi menjadi rule of life yang tersirat dalam ajaran Kesedulursikepan sebagai pedoman hidup. Uniknya, di tengah animo masyarakat yang menyekolahkan generasinya di pendidikan formal untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun sebaliknya, Sedulur Sikep Sukolilo malah memperkuat sikap resisten pada pendidikan formal dan memilih untuk membumikan pendidikan lokal. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif varian etnografi yang dikerangkai menggunakan Konsep Pedagogi Kritis Henry Giroux. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi didasari karena adanya ajaran mengenai pendidikan dan politik identitas kultural. Hal tersebut digunakan untuk menciptakan kesadaran kritis dalam mengorganisasikan perjuangan sosial dan mepertahankan identitas kultural sebagai karakter budaya Sedulur Sikep. Sebab, karakter budaya lokal Sedulur Sikep merupakan nilai-nilai filosofis yang selalu dipertahankan di era global. Melalui tulisan ini akan lahir narasi baru mengenai gagasan pendidikan lokal yang jarang dijamah dan diperhatikan oleh pemerintah maupun antropolog di Indonesia.
Konstruksi Identitas dan Hilangnya Identitas Masyarakat Cepu dalam Ruang Publik di Taman Seribu Lampu Madjid, Winka Silviana; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Taman Seribu Lampu sebagai ruang publik sangat menarik bagi masyarakat luas yang dapat diakses secara bebas dan tidak terbatas. Melalui taman masyarakat Cepu dapat membangun identitasnya, sedangkan disisi lain identitasnya merasa mulai hilang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Taman Seribu Lampu sebagai ruang publik, mengetahui masyarakat Cepu yang mengalami kehilangan identitas, dan mengetahui masyarakat Cepu dalam mengkonstruksikan identitasnya melalui Taman Seribu Lampu. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keberadaan Taman Seribu Lampu sebagai ruang publik dapat dibagi menjadi menjadi dua yaitu Taman Seribu Lampu sebagai public space dan Taman Seribu Lampu sebagai public sphere. 2) Hilangnya identitas masyarakat diakibatkan karena renovasi fasilitas patung kuda yang dapat merubah sejarah Cepu dan kurangnya kesejahteraan masyarakat karena Migas dan ExxonMobil belum mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara merata. 3) Sedangkan masyarakat Cepu dalam mengkonstruksikan identitasnya melalui: a) fasilitas taman yang menyimbolkan identitas masyarakat Cepu seperti pompa minyak angguk kuno, mesin selender, lokomotif uap kuno C2902, dan patung kuda; dan b) gaya hidup serta konsumerisme masyarakat.
Pengetahuan dan Praktik Pendidikan Berwirausaha bagi Sarjana Muda di Desa Jeketro Grobogan Wicaksono, Harto; Arsi, Antari Ayuning; Kuntaswati, kuntaswati; Wulandari, Childa Suci; Mukti, Handika; Radistyo, Yudha; Varidha, Irvani
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dalam masyarakat menjadi cara untuk melanggengkan konstruksi budayanya. Melalui pendidikan, anak-anak diinternalisasikan dengan nilai-nilai untuk mengantarkan anak menjadi manusia ideal dalam perspektif budaya setempat. Keluarga dengan fungsinya dan masyarakat secara bersama-sama mengemban tugas mulia untuk membekali generasi penerus untuk setia pada budaya dan kreatif dalam menanggapi tantangan kehidupan dalam masyarakat yang semakin kompleks. Tidak ketercuali keluarga pelaku dagang dalam menginternalisasikan nilai-nilai budaya dan kewirausahaan kepada anak-anaknya. Tujuan artikel ini untuk menganalisis pengetahuan dan praktik pendidikan berwirausaha bagi sarjana muda di Desa Jeketro, Grobogan Jawa Tengah. Atas dasar itu, tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengetahuan tentang kewirausahaan oleh para pelaku wirausaha muda diperoleh dari pendidikan dalam keluarga. Pendidikan secara simultan yang melibatkan anak dalam kegiatan berwirausaha mampu menstimulus minat, jiwa, dan perilaku kewirausahaan anak dalam keluarga pedagang, meskipun mereka merupakan lulusan dari perguruan tinggi. Lebih lanjut, sarjana muda berwirausaha ini memadupadankan pengetahuan dan praktik pendidikan formal dengan pengetahuan dan praktik pendidikan wirausaha dalam keluarganya. Bahkan beberapa diantara pelaku wirausaha muda juga mengikuti pelatihan untuk membuka usaha baru yang diselenggarakan oleh lembaga. Keluarga pelaku wirausaha muda memberikan dukungan penuh terhadap variasi jenis usaha anaknya, bergantung pembacaan potensi dan kebutuhan pasar.
JALAN RAYA SEBAGAI ARENA PERTUNJUKKAN SOSIAL: STUDI ETNOFOTOGRAFI JALAN PAHLAWAN SEMARANG
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 1 No 1 (2012): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahlawan Street has unique existence in the heart of Semarang. This study tried to find the social meaning of Pahlawan Street by looking at three things: 1) the conditions of Pahlawan Street that trigger social activities in the street, 2) the forms of social activity that occurs in the street, and 3) the meaning that emerged based on the activity that occurs on Pahlawan Street as a social arena. The study uses ethnophotography, a method in visual anthropology that use visual symbols or signs in the photographs taken by the author as a source of data. The author trace the visual symbols or signs in the photograph to look for the social meanings. Ethnophotography gives new understanding to teach sensitivity to the photographer to grasp the cultural aspects of social reality. The results show that the physical condition of Pahlawan street, its sidewalks, decorative lights, and various important offices enables the emergence of various social activities in the street. The activities, performed by a variety of elements and groups of people who visit the street, raises various meanings that symbolize Pahlawan Street as an important social arena in Semarang.
POTRET SISTEM PERKAWINAN MASYARAKAT TENGGER DI TENGAH MODERNITAS INDUSTRI PARIWISATA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 1 No 1 (2012): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tengger society are among the rare people who still maintained the values, norms, rules and customs as guidelines for living. In the middle of the globalizaion, Tengger people are able to integrate modern and traditional elements, so that people are able to follow contemporary development on the one side and preserve culture on the other side. Its culture, especially marriage, is unique and very interesting to be studied. In this study the authors used qualitative research methods. Data is obtained through field observations, interviews, and documentation. This research found many uniqueness in Tengger mariage such as debt dowry with a pledge of marriage locally known as “sri kawin kalih ringgit arto perak utang.” To understand the marriage of Terngger society, scholars need to study in the process of marriages, dowry, nicnaming after marriage, family relationships, in which all of those aspects are interrelated and influenced each other.
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STRATEGI PERWUJUDAN GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAH KECAMATAN BANCAK KABUPATEN SEMARANG: SUATU KAJIAN ANTROPOLOGIS
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 1 No 1 (2012): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the emic understanding of the society on good governance in the system of government in the Kecamatan Bancak. People’s understanding of good governance based on everyday experience and the interests of administrative arrangements. The process of administrative services in the Kecamatan Bancak not entirely based on the aspects of good governance is conceptualized PP no. 10/2000 about training of civil servants. The strategy used to cultivate good governance is the ”social capital”. Based on the research results can be concluded that the public understand the good governance is resik (saka dhuwit), gampang, murah, cepet lan cedhak karo wong cilik. Kecamatan Bancak government has not fully run aspects of good governance, but the people accept and believe that the government has met the expectations of society as a Good governance. Public acceptance based on the close relationship between government and social kinship with the society.
KEPERCAYAAN PEDAGANG TERHADAP WONG PINTER DALAM MENUNJANG USAHA DAGANG DI PASAR BINTORO DEMAK
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 1 No 1 (2012): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the district there are some people, especially Demak traders who believe wong clever. In running its trading business traders often ask for the blessing of the wong clever, because confidence in the wong clever deemed incompatible with Islamic teachings. The reason the merchant asking for help on wong berdagangnya clever in luck, because in practice the ritual wong clever use of the rite that is considered not to deviate from Islamic teachings. Traders confidence to wong clever as it is influenced by cultural heritage. Wong clever contained in Demak is considered the spiritual leader of Islam that can help one to solve problems in ways that they do not deviate from the religion of Islam. The merchants, especially merchants in the Market Bintoro Demak that most traders are Javanese who still believe in things unseen, which is mixed with local customs. Lots of views on the wong clever, one of which is a clever wong is thought to help people in every way. The other view says that wong clever use of objects occultism avoided Demak City community, because most people have of Islam is very strong. There is a myth that success is within reach for Muslim traders, often asking for help and consult on a more clever wong can be helpful because the rituals of the rite of Islam as compared to using things that are unseen