cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Pelaksanaan Penilaian Autentik Pada Masa Pandemi Covid-19 Mata Pelajaran Sosiologi Materi Permasalahan Sosial Dalam Masyarakat Di SMA Negeri 1 Godong Astuti, Indria; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, dan upaya guru mengatasi kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Godong belum berjalan sesuai dengan standar penilaian autentik. Kendala penilaian autentik adalah guru kesulitan dalam pengambilan penilaian dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis online dan siswa kesulitan mengakses aplikasi belajar online. Upaya guru mengatasi kendala penilaian autentik dengan memberi motivasi belajar, berdiskusi dengan guru lain mengenai penilaian online yang efektif, dan mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kompetensi guru.
Budaya Belajar dalam Dinamika Relasi Siswa Santri dan Non Santri di Madrasah Aliyah Al Asror Kota Semarang Amalia, Lolita Noor; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai budaya belajar yang dimiliki oleh siswa santri dan non santri di Madrasah Aliyah Al Asror. MA Al Asror menjadi sekolah yang menarik untuk diteliti karena memiliki dua kategori siswa yang berbeda yaitu siswa santri dan non santri. Masing-masing kategori mengembangkan karakter perilaku dan budaya belajar yang berbeda dalam satu institusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan budaya belajar yang terbentuk di kalangan siswa santri dan siswa non santri MA Al Asror serta menjelaskan dinamika relasi yang terjadi diantara kedua budaya belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Terbentuknya budaya belajar siswa santri dan non santri didasarkan pada habitus yang mereka miliki. Siswa santri memiliki habitus yang terbentuk dari lingkungan pondok pesantren sedangkan siswa non santri memiliki habitus dari lingkungan masyarakat serta keluarga. Perbedaan habitus ini lah yang menyebabkan praktik budaya belajar yang mereka bawa di sekolah pun menjadi berbeda dan membentuk ciri khas. Ciri khas tersebut terutama terlihat pada aspek karakter moral dan karakter akademik, dimana siswa santri memiliki karakter yang lebih kuat pada aspek moral sementara siswa non santri menonjol dalam aspek karakter akademik. Ciri khas budaya akademik tersebut terbentuk dalam alam pengetahuan kognitif siswa dan menjadi pedoman dalam praktik budaya belajar yang mereka lakukan.
Peran Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dalam Memberdayakan Mantan Buruh Migran di Kampung Buruh Migran Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo Mentari, Mentari; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran suatu organisasi dalam memperdayakan mantan buruh migran di Kampung Buruh Migran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di Kampung Buruh Migran Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran yang dilakukan SBMI wonosobo sebagai motivasi untuk mantan buruh migran agar dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada. Beberapa upaya yang dilakukan SSBMI untuk memberdayakan mantan buruh yaitu dengan pendidikan berupa pelatihan-pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi dengan membentuk kelompok simpan pinjam dan koperasi buruh migran. (2) Beberapa kendala dihadapi oleh SBMI Wonosobo dalam memberdayakan mantan buruh migran, yakni anggota kurang memiliki kesadaran untuk mengembangkan hasil yang didapat dari pelatihan dan kurangnya anggaran untuk pelatihan sehingga kurang maksimal dalam memberikan pelatihan. (3) Manfaat yang dirasakan yakni mantan buruh migran lebih percaya diri, lebih mandiri atau tidak tergantung pada suami/istri, dan keterampilan terasah.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pasar Wisata Papringan di Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Dewanti, Rima Ayu; Gustaman, Fulia Aji
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Wisata Papringan merupakan sebuah destinasi wisata baru di Kabupaten Temanggung, berlokasi di perkebunan bambu dusun Ngadiprono. Pada tanggal 14 Mei 2017 Pasar Wisata Papringan mulai dikembangkan, pengembangan Pasar Wisata Papringan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Berangkat dari realitas tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. (2) Mengetahui faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. (3) Mengetahui hambatan partisipasi dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan mencakup empat tahap yaitu partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. (2) Faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pasar Wisata Papringan adalah adanya kepedulian masyarakat untuk membangun desa dan motivasi ekonomi masyarakat. (3) Hambatan dalam partisipasi pengembangan Pasar Wisata Papringan adalah kualitas sumber daya manusia, konflik kepentingan, dan kurangnya dukungan pemerintah.
Modal Sosial untuk Bekerja sebagai Bakul Pari dan Keuntungan Ekonomi dari Jual Beli Pari Huwaida, Shania Nur; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transaksi jual beli pari antara petani dengan bakul pari terdapat unsur modal sosial yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Jika modal sosial yang dimiliki bakul pari tinggi, maka keuntungan dan manfaat sosial yang diperoleh bakul pari tentunya juga tinggi. Namun modal sosial yang tinggi tidak menjamin bakul pari memperoleh keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memahami modal sosial yang dimiliki bakul pari dalam proses jual beli pari, (2) Memahami proses terjadinya jual beli pari dengan melibatkan kepemilikan modal sosial, (3)Mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala bakul pari memperoleh keuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori modal sosial Robert Putnam sebagai alat untuk menganalisis data yang diperoleh. Lokasi penelitian yaitu di Desa Tanggul Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Modal sosial yang dimiliki bakul pari dalam aktivitas jual beli pari mencakup beberapa aspek yaitu: kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networks) yang meliputi jaringan sosial dengan petani pari, jaringan sosial dengan tempat penyewaan mesin pemanen pari, jaringan sosial dengan tukang ojek dan tenaga manol sawah dan jaringan sosial dengan bakul beras atau selep.Norma yang berlaku jika ada yang melanggar aturan pada aktivitas jual beli pari yaitu mengenai pemberian sanksi sosial berupa pelabelan. (2) Proses jual beli pari antara petani dengan bakul pari dilakukan secara tebasan. Pada transaksi tersebut tidak menggunakan nota atau kwitansi sebagai tanda bukti adanya transaksi jual beli. (3) Faktor yang menjadi kendala bagi bakul pari memperoleh keuntungan dalam jual beli pari meliputi: faktor cuaca, hama penyakit penyakit pada tanaman padi, biaya kerja di lapangan, kebijakan harga pemerintah, dan modal kepandaian berbicara bakul pari.
Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Penderita Hipertensi Anggota Prolanis Puskesmas Jatinom Kabupaten Klaten Wahyuningsih, Wiwin; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup yang mengarah pada perilaku sehat yang didasari oleh pengetahuan. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui pengetahuan penderita hipertensi mengenai penyakit hipertensi setelah mengikuti kegiatan Prolanis Puskesmas Jatinom. 2) mengetahui perilaku kesehatan yang dilakukan oleh penderita hipertensi anggota Prolanis Puskesmas Jatinom Kabupaten Klaten. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Puskesmas Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan mengenai hipertensi yang dimiliki oleh penderita hipertensi anggota Prolanis Puskesmas Jatinom berbeda-beda karena adanya perbedaan sumber pengetahuan. 2) setelah terkena hipertensi sebagian besar penderita hipertensi anggota Prolanis Puskesmas Jatinom menerapkan pola hidup sehat yang secara sadar dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan. Perilaku sadar namun merugikan kesehatan juga masih dilakukan karena adanya keinginan untuk mengonsumsi makanan pemicu hipertensi dan pengaruh faktor usia lanjut. Sementara perilaku tidak sadar namun menguntungkan maupun merugikan kesehatan dilakukan penderita hipertensi karena kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dan dampak dari perilaku yang dilakukannya.
TRADISI BARITAN: Sebuah Upaya Harmonisasi Dengan Alam Pada Masyarakat Dieng Hidayati1, Widi; Sulistiyani2, Novi; Sutrisno3, Wahyu; Wijaya, Atika
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Baritan merupakan tradisi perayaan Bulan Muharam atau Bulan Sura bagi masyarakat Dieng, khususnya di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahunnya pada Jumat terakhir (puputan) pad bulan Sura, dengan persyaratan tumbal berupa kambing. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan Tradisi Baritan dan makna yang diberikan oleh masyarakat Dieng Kulon pada tradisi tersebut dalam relasinya dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode etnografi yang menggunakan sudut pandang emik yang berusaha memahami pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penulisan ini adalah wawancara dengan para informan yaitu tokoh masyarakat Dieng, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menujukkan bahwa masyarakat melihat Tradisi Baritan sebagai upaya untuk berdamai dengan alam. Tradisi Baritan yang mereka lakukan tidak hanya dimaknai untuk menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga untuk menolak bencana. Masyarakat Dieng juga merasa bertanggung jawab tidak hanya untuk lingkungan sekitar, tapi dalam cakupan lebih luas yaitu menjaga nuswantoro atau nusantara (Indonesia).
Eksistensi Pendidikan Pesantrean Di Lingkungan Non Muslim Tionghoa Rohmah, Miftachur; Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan upaya Pondok Pesantren Kauman di Desa Karangturi dalam mempertahankan eksistensi pendidikan pesantren di tengah lingkungan non-muslim Tionghoa. Pondok pesantren biasanya berdiri dan berkembang di lingkungan yang kental dengan budaya keislamannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk pendidikan, strategi, faktor pendorong dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Kauman yang berada di tengah lingkungan non-Muslim Tionghoa. Metode penelitian yaitu penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons untuk mempertahankan eksistensi suatu kelompok sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Kauman yaitu pendidikan formal, non-formal, dan pendidikan karakter. (2) strategi mempertahankan eksistensi diantaranya mempertahankan ciri khas pendidikan salaf, menerapkan akulturasi budaya Jawa-Arab-Tionghoa, dan konsisten menanamkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamin. (3) faktor pendorong yaitu kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan adanya ritual pesantren di ruang publik. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tokoh agama setempat yang kurang mendukung berdirinya Pondok Pesantren Kauman.
Kajian Etnobotani Tanaman Obat yang Dijual Di Toko Bahan Jamu Pak Seng Kawasan Pecinan Semarang Alfiani, Yuli; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat merupakan berbagai jenis tanaman yang memiliki fungsi serta berkhasiat sebagai obat dan dapat dipergunakan untuk penyembuhan suatu penyakit maupun memelihara kesehatan seseorang. Masyarakat lokal Kota Semarang memanfaatkan tanaman obat tidak hanya sebagai obat tradisional saja, tetapi juga menjadikannya barang komersial yang dapat dipasarkan. Penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi mengenai tanaman obat yang dimanfanfaatkan sebagai komoditas oleh masyarakat di Kawasan Pecinan, Kota Semarang Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui spesies tanaman obat yang dipasarkan, cara penjual memperoleh pasokan bahan baku dan proses penjualannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teridentifikasi sejumlah 115 tanaman obat dari 49 famili yang dipasarkan di Kawasan Pecinan. Untuk memperoleh pasokan tanaman obat seringkali penjual akan membeli dari para pemasok dan importer. Proses penjualan tanaman obat tersebut yakni secara grosir dan eceran dalam bentuk kering dan serbuk. Kesimpulan, ada berbagai macam jenis tanaman obat yang dipasarkan di Kawasan Pecinan, namun yang paling banyak diminati yakni dari famili zingiberaceae, seringkali penjual membeli tanaman obat dari pemasok di beberapa kota di Jawa Tengah dan luar pulau Jawa, sementara harga jual tanaman obat tersebut ditentukan oleh ketersediaan bahan baku dan kebutuhan pembeli.
Relasi Sosial Masyarakat Maya dalam Aplikasi Gojek (Kajian Interaksionisme Simbolik) Nuha, Muhammad Ulin; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat mampu menciptakan dan mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan yang baru bagi masyarakat dunia, sehingga memungkinkan manusia hidup dalam dua kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity). Gojek juga menyediakan ruang interaksi baru untuk berkomunikasi bagi masyarakatnya. Mereka akan melakukan interaksi dalam ruang aplikasi gojek jika pengemudi dan pengguna terikat oleh jasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode netnografi dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data hasil penelitian diuji dengan teknik keabsahan data triangulasi. Metode analisis yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat maya dalam aplikasi gojek dapat membangun relasi sosial mereka dengan cara berinteraksi melalui aplikasi gojek dan aplikasi non gojek. (2) Bentuk relasi sosial masyarakat maya dalam aplikasi gojek yaitu kerjasama pemesanan layanan, pemberian penilaian, pertikaian, dan penolakan pesanan atau membatalkan pesanan. (3) Masyarakat maya dalam membangun relasi sosial melalui tindakan. Tindakan mereka di dasari karena dorongan hati, persepsi, manipulasi, dan penyelesaian.