Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11 No 2 (2022): November 2022"
:
10 Documents
clear
Maze Games to Develop Early Children's Hots (Higher Thinking Order Skills)
Ahdiyanti, Annisa Fani;
Windiarti, Rina
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.56342
Kemampuan HOTS sangat diperlukan anak usia dini. Revolusi industri 4.0 menjadi salah satu faktor anak usia dini pada saat ini harus mempunyai berbagai keahlian untuk menunjang kehidupan mereka pada masa depan. Dalam revolusi industri 4.0 kemampuan kognitif sangat diperlukan. Dalam hal ini pembelajaran menggunakan media permainan cocok dalam mengembangkan kemampuan berfikir anak khususnya keterampilan berfikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penggunaan permainan maze dapat mengembangkan higher thinking order skills anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode eksperimental design tipe one grup pretest posttest design. Sampel yang digunakan berjumlah 17 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner/angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan maze dapat mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi anak usia dini.
Level of Early childhood Independence in Learning During the COVID-19 Pandemic in PAUD
Nurhafani, Meilenia;
Sumanto, Reni Pawestuti Ambari
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.65208
The COVID-19 outbreak which became a pandemic in Indonesia caused a shift in the form of learning activities. Learning activities during the pandemic are carried out online to reduce the risk of transmission of COVID-19. This study aims to determine the level of independence of early childhood learning during the COVID-19 pandemic in PAUD Patikraja District. The level of independence studied is based on age, parent work groups and facilities and learning infrastructure. The approach used in this study was descriptive quantitative with the type of survey. The subjects in this study were PAUD students with an age range of 4-6 years. The sampling technique uses sampling quota retrieval technique. The total population is 828 learners. The sample used was 270 respondents from nine PAUD in Patikraja District. Data collection techniques were carried out with questionnaires and documentation. Quantitative data analysis was performed using descriptive percentages. The results showed that there were differences in the level of independence based on age aspects, parental work groups, and facilities and infrastructure. In the age aspect, the level of independence of 63.64% of respondents aged 4 years is quite good; 43.02% of 5-year-olds are categorized as good and 53.76% of 6-year-olds have a good level of independence. In the aspect of the parent work group, 38.10% of respondents from group I had a good level of independence; 50.00% of group II respondents were categorized as excellent; 43.43% of respondents from group III were well categorized; 45.45% of respondents from group IV were categorized as good and 60.75% of respondents from group V were categorized as good. In the aspect of infrastructure, the level of independence of 42.45% of respondents with incomplete facilities and infrastructure is very good category; 44.66% of respondents with fairly complete infrastructure with good categories and 72.13% of respondents with complete infrastructure with good categories. Keywords: Early childhood learning, independence, learning during pandemic
The Influence of Audio Visual Learning Media to Improve Physical Skills of Children Aged 5-6 Years in Mekar Jaya Kindergarten, Semarang City
Putri, Rizqi Nurzaini;
Diana, Diana
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.66387
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual terhadap keterampilan jasmani anak usia 5-6 tahun di TK Mekar Jaya Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian One Groups Pretest-Posttest Design. Populasi seluruh anak usia dini di TK Mekar Jaya berjumlah 50 anak, sampel yaitu anak TK B usia 5-6 tahun berjumlah 30 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar instrumen observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data paired sample t-test dengan analisis deskriptif dan uji normalitas menggunakan Kolmogorov-smirnov. Hasil yang diperoleh saat pre-test pada 22 anak berada dalam kategori baik dengan persentase 73,33 % dan 8 anak pada kategori kurang dengan persentase 26,67 %. Setelah diberi perlakuan pada post-test terjadi peningkatan keterampilan jasmani, 12 anak berada dalam kategori baik dengan persentase 40% sedangkan 18 anak berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 60%. Diperoleh nilai mean pre-test yaitu 135.83 dan post-test yaitu 151.00 terjadi peningkatan sebesar 15.17. Pengujian hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test didapatkan hasil bahwa nilai ttabel=2.042 sedangkan thitung=-24.695. H0 ditolak dan H1 diterima apabila (thitung>ttabel) atau (thitung<-ttabel) maka, (24.695>2.042) atau (-24.695<-2.042) diperoleh nilai signifikansi=0,000. 0,000<0,005 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan perhitungan tersebut terdapat pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap keterampilan jasmani pada anak usia 5-6 tahun di TK Mekar Jaya Kota Semarang.
Teacher Strategies in Improving the Quality of Learning in the Era of Disruption in Early Childhood Institutions
Oktafiani, Annisa Isni;
Waluyo, Edi
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.67101
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada era disrupsi dan untuk mengetahui pertimbangan guru dalam pemilihan strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran era disrupsi di TK Pertiwi Kecamatan Taman Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pertimbangan guru dalam pemilihan strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di era disrupsi. Hasil observasi ditindaklanjuti dengan mewawancarai kepala sekolah dan guru di empat lembaga TK Pertiwi Kecamatan Taman Pemalang. Dokumen yang dikumpulkan berfungsi sebagai data pendukung. Selanjutnya keabsahan data dilihat menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada era disrupsi yaitu dari segi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar maka guru-guru diberi kesempatan untuk mengikuti seminar, pelatihan-pelatihan, workshop terkait meningkatkan pengetahuan guru tentang teknologi. Kemudian dari segi sarana prasarana yaitu guru sudah menggunakan media internet sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi di era disrupsi ini agar peserta didik menjadi lebih aktif dan menyenangkan dalam belajar serta tidak merasa jenuh untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Pertimbangan untuk meningkatkan mutu pembelajaran era disrupsi yaitu guru mempertimbangkan dari segi kemampuan anak dan antusias anak serta guru mempertimbangkan untuk menerapkan pembelajaran menggunakan metode blended learning agar mengkombinasikan pembelajaran online dengan tatap muka untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi dan inovasi.
PAUD Teachers' Perceptions of Career Parents Given Children's Social Behavior at Kindergarten Siti Sulaechah 04 Semarang
Nofitasari, Nila;
Mukminin, Amirul
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.67630
Perilaku sosial dapat diperoleh anak pada proses kematangan dan kesempatan belajar melalui berbagai stimulus atau rangsangan dari lingkungan sekitar. Sistem lingkungan sosial yang sehat dan baik dapat membantu anak untuk mengembangkan konsep yang positif dalam diri anak serta dapat mendukung proses sosialisasi menjadi optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru PAUD terhadap orang tua karier ditinjau dari perilaku sosial anak di TK Siti Sulaechah 04 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah guru di TK Siti Sulaechah 04 Semarang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan guru pendamping. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles and Hubermans melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan persepsi guru menunjukkan bahwa perilaku sosial yang muncul pada anak bergantung dengan karakteristik usianya. Pada kelompok playgroup usia 3-4 tahun menunjukkan bahwa karakter yang ditampilkan di sekolah tidak jauh berbeda dengan di rumah, anak cenderung egois, tidak mau mengalah, namun tidak semua anak yang memiliki orang tua karir cenderung menyendiri karena orang tuanya bekerja, akan tetapi tidak sedikit anak-anak yang aktif dan bermain bersama teman-temannya sesuai dengan tahap perkembangannya. Pada kelompok TK A dengan usia 4-5 tahun anak menunjukkan karakter-karakter positif dalam diri mereka seperti empati, antusiasme dalam melakukan permainan dan ingin diakui serta diterima. Pada kelompok TK B dengan usia 5-6 tahun anak mulai membentuk suatu pertemanan di sekolah, mampu merespon hal-hal diluar dirinya seperti merespon teman-temannya saat mengajaknya bermain, menunjukkan antusiasnya saat pembelajaran berlangsung dan mulai terbuka dengan gurunya.
Personal Safety Skill Program to Improve Children's Sexual Knowledge in Class B2 Dharma Wanita 1 Boloh Institution
Nafiri, Lina;
Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.67919
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program personal safety skill terhadap pengetahuan seksual anak di kelas B2, TK Dharma Wanita 1 Boloh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif One Group Pretest-Posttest Design dengan metode eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada anak. Penelitian ini melibatkan 30 anak di TK Dharma Wanita 1 Boloh yang dipilih menggunakan teknik Nonprobability sampling, purposive sampling. Analisis statistik menggunakan teknik analisis Paired Sample T-test melalui softwere IBM SPSS Statistic 22. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat pendidikan seksual pada anak di kelas B2 setelah diterapkannya treatment berupa pelatihan program personal safety skill hasil rata-rata sebesar 76.17 menjadi 103.80, yang berarti terdapat peningkatan nilai sebesar 27,63. Berdasarkan pada perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung > t tabel (15.170 > 2,042), dengan nilai sig. (2 tailed) yaitu 0.000, yang dimana (0.000 < 0.05). Berdasarkan hal tersebut menunjukan bahwa (Ha) diterima dan (Ho) ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program personal safety skill dapat meningkatkan pengetahuan seksual pada anak di kelas B2 TK Dharma Wanita 1 Boloh.
The Influence of the Role of Parents on Early Child Health Protocol Discipline in the New Normal Era
Zain, Firda Lulu Syarifah;
Rahmadani, Ni Kadek Aris
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.68204
Pemerintah menghimbau seluruh maysarakat, termasuk anak-anak untuk disiplin terhadap aturan protokol kesehatan pada era new normal saat pandemi covid-19. Sementara Sulistyorini et al menemukan bahwa terdapat anak-anak yang masih melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil protokol kesehatan. Berdasarkan hasil observasi oleh peneliti di Desa Kandri, beberapa anak tidak mematuhi aturan protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker ketika belajar di Madrasah Diniah ataupun ketika berkumpul pada acara-acara desa yang mendatangkan banyak orang, anak-anak juga sering abai untuk mencuci tangan dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh peran orang tua terhadap kedisiplinan anak usia dini dalam menjalankan protokol kesehatan pada era new normal di Desa Kandri. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara random dengan teknik simple random sampling sebanyak 84 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Adapun analisis pengaruh menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian pada uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 dimana lebih rendah dari nilai signifikansi a = 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima, dengan kata lain tedapat pengaruh peran orang tua dalam pencegahan Covid-19 terhadap kedisiplinan anak dalam menjalankan protokol kesehatan. Hasil uji determinasi (R2) menunjukkan peran orang tua memiliki pengaruh sebesar 16,4% terhadap kedisiplinan anak dalam menjalankan protokol kesehatan.
The Environmental Analysis of Menara Kudus Religious Tourism in View of Religious Moral Behavior on Children Aged (5-6) Years
Candra, Intan Dwi;
Tasu'ah, Neneng
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.68966
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar anak. Cara dan kebiasaan anak belajar dalam lingkungan harus diperhatikan dengan baik. Salah satu hal yang dipelajari anak dalam lingkungan adalah moral. Moral adalah suatu keyakinan yang mendasari tindakan atau pemikiran yang sesuai dengan kesepakatan lingkungan tempat tinggal, serta agama menjadi pondasi atau jalan dalam menentukan arah hidupnya. Salah satu lingkungan yang dapat memengaruhi pembentukan perilaku moral agama anak yaitu lingkungan wisata religi Menara Kudus. Lingkungan yang baik akan berpengaruh baik bagi anak itu sendiri begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan wisata religi Menara Kudus ditinjau dari perilaku moral agama anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang tua (Ibu), 3 guru (wali kelas), 2 tetangga atau masyarakat. Pengambilan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yang digunakan adalah sebagai berikut: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari keenam capaian perkembangan terbukti lingkungan Menara Kudus berpengaruh terhadap perkembangan perilaku moral agama anak. Lingkungan wisata religi Menara Kudus yang mencakup lingkungan tempat tinggal atau masyarakat, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah menunjukkan bahwa ketiga lingkungan tersebut saling berkaitan dalam membantu perkembangan moral agama anak usia 5-6 tahun di daerah tersebut. Saran dalam penelitian ini adalah (1) sebagai orang tua perlu mengajarkan kepada anak mengenalkan macam-macam agama lain (2) sebagai masyarakat sebaiknya dapat memberikan kegiatan yang khusus bagi anak di lingkungan Menara Kudus (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengumpulkan data yang lebih banyak lagi mengenai penelitian skripsi ini.
Dampak Body Shaming terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun (Studi Kasus Anak Laki-Laki Berambut Panjang di Desa Krasakageng Pekalongan)
Shofiyana, Barirotus;
Eka, Agustinus Arum
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.70154
ABSTRAK Shofiyana, Barirotus 2022. Dampak Body Shaming terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun (Studi Kasus Anak Laki Laki Berambut Panjang di Desa Krasakageng Pekalongan). Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing R Agustinus Arum Eka Nugroho, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Dampak, Body Shaming, Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Tahun. Pria yang berambut panjang telah ada jauh sebelum masa sekarang dan umumnya dapat ditemui dalam suku-suku tertentu seperti suku Boti suku asli pulau timor, Atoni metu kabupaten timor tengah selatan. dan dalam kehidupan masyarakat tradisional, tentu ada alasan tersendiri mengapa rambut mereka dibiarkan panjang mulai dari alasan adat istiadat sampai alasan yang berhubungan dengan hal mistis atau arwah leluhur dan dimasa sekarangpun laki-laki berambut panjang sudah menjadi trend kekinian meski begitu,bagi masyarakat umum pria berambut panjang masih dinilai janggal. Terutama di beberapa daerah seperti salah satu contoh di Desa Krasakageng Kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan, untuk lebih terarah saya mengambil contoh salah satu anak usia dini berjenis kelamin laki laki yang memiliki rambut panjang, mengapa dibiarkan panjang, dikarenakan alasan pantangan potong rambut oleh arwah leluhur sehingga keluarga tidak memotong rambutnya. Metode yang digunakan adalah metode study kasus, rancangan penelitian dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal ini dapat berarti satu orang dengan lima informan pendukung, waktu pengumpulan data dilakukan mundur atau melihat kebelakang teknik pengumpulan datanya dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat (participant observation) tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak body shaming terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di krasakageng Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai ini. Peneliti menyimpulkan bahwa perkembangan anak dari aspek prososial dua aspek beum anak mampu anak kuasai yakni berbagi dan kerjasama, dari aspek self awareness anak sudah mampu menguasai seurus aspek dengan dampak positif dan negatifnya.
Teacher Strategies in Improving the Quality of Learning in the Era of Disruption in Early Childhood Institutions
Khusnia, Latifa;
Formen, Ali
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/belia.v11i2.70671
The rise of news about crimes of sexual violence in early childhood has resulted in the number of sexual violence in Indonesia increasing drastically every year. This can be seen from the KemenPPPA data which states that sexual violence experienced by children in Indonesia reaches a percentage of 45.08%. This study aims to determine the concept of sexuality education in UNNES Labschool Kindergarten and the integration of sexuality education in UNNES Labschool Kindergarten. This study used a qualitative research method with a case study approach at the UNNES Labschool Kindergarten. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation. Methods of data analysis using descriptive analysis. The results of this study indicate that the concept of sexuality education starts from identifying children's self-identities until children know how to protect themselves from attempts at sexual violence. And basically children already know their own identity and are able to protect themselves from attempts at sexual violence. Parents have hope that in the future there will be an association or organization that can deal with sexual violence against children. Actually, sex education and sexuality education have different meanings.