cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 477 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT (CET) BERBASIS INTERTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI MATERI HIDROKARBON Melykhatun, Rizka Ayu; Mahatmanti, F. Widhi; Wijayati, Nanik
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia dengan format media Chemo-Edutainment berbasis intertekstual yang mengaitkan ketiga level representasi ilmu kimia, mengukur tingkat kelayakan dan keefektifannya, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaannya pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R & D) model ADDIE. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah hasil validasi ahli media dan ahli materi, tanggapan siswa pada uji coba skala kecil, hasil post test siswa dan tanggapan siswa pada uji coba skala besar. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan  dinyatakan  layak  dengan  rata-rata  skor  validasi  ahli  media mencapai skor 95,5 dan skor 68 oleh ahli materi. Hasil uji coba skala kecil menunjukkan bahwa siswa memberi tanggapan positif terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil post test siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan efektif terhadap hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah 94,29%. Selain itu, siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan pada proses pembelajaran kimia materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran dan mendapat tanggapan positif dari siswa sebagai pengguna.
PROFIL MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN MULTIREPRESENTASI MATERI ASAM BASA MELALUI MODEL BLENDED LEARNING Nurhayati, Sri; Natasukma, Masya Marchelina
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil miskonsepsi peserta didik pada pembelajaran multirepresentasi materi asam basa melalui model blended learning. Penelitian ini menggunakan desain mix method eksplanatori sekuensial. Pembelajaran blended learning yang dilakukan menggunakan social network Edmodo dan pembelajaran secara face to face di kelas. Miskonsepsi dideteksi dengan menggunakan soal tes diagnostik three-tier multiple choice. Data kualitatif didapatkan dengan menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Profil miskonsepsi peserta didik menunjukkan yang paham konsep 32%., tidak paham konsep 21%, menebak 4%, miskonsepsi positif 12%, miskonsepsi negatif 6%, dan miskonsepsi 25%. Profil miskonsepsi peserta didik menunjukkan paham konsep paling tinggi pada makroskopis (66%), miskonsepsi positif paling tinggi pada mikroskopis (25%), tidak paham konsep (35%), menebak (5%), miskonsepsi negatif (11%), dan miskonsepsi (34%) paling tinggi pada simbolik.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN KIMIA BERBANTUAN E-LKPD TERINTEGRASI CHEMOENTREPRENEURSHIP UNTUK MENGANALISIS SOFT SKILL SISWA Farkhati, Arum; Sumarti, Sri Susilogati
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kimia memerlukan manajemen yang baik melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil wawancara dengan guru kimia diketahui soft skill siswa masih rendah. Di SMA N 12 Semarang perlu diterapkan manajemen pembelajaran terintegrasi CEP yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil soft skill setelah diterapkan manajemen pembelajaran terintegrasi CEP berbantuan E-LKPD. Jenis penelitian ini yaitu penelitian terapan. Desain penelitian diawali dengan membuat perencanaan pembelajaran dan dilanjutkan dengan koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas X MIPA 5 di SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2018/2019. Soft skill siswa diperoleh dari lembar observasi ketrampilan membuat laporan produk dan membuat video produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan membuat produk dengan 10 indikator dengan persentase 95,9%; 94,1%; 80%; 88,1%; 78,2%; 74,3%; 64,9%; 75,5%; 58,6% dan 76,1%. Hasil analisis lembar angket soft skill sebanyak 19 peserta didik mempunyai soft skill wirausaha sangat baik, 15 peserta didik mempunyai soft skill wirausaha baik, serta 3 peserta didik yang mempunyai soft skill wirausaha cukup. Hasil tingkat soft skill wirausaha peserta didik termasuk dalam kriteria baik.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MENGGUNAKAN THREE-TIER MULTIPLE CHOICE TEST PADA PEMBELAJARAN HIDROLISIS BERBANTUAN METODE BLENDED LEARNING BERBASIS INKUIRI TERBIMBING Winarsih, Sri; Priatmoko, Sigit
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap suatu konsep tertentu merupakan faktor penting dalam pembelajaran Kimia untuk memahami konsep-konsep berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemahaman konsep peserta didik pada materi Hidrolisis yang pembelajarannya menggunakan metode blended learning berbasis inkuiri terbimbing. Profil pemahaman konsep peserta didik menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice. Metode penelitian dimulai dari observasi, uji coba soal, analisis data uji coba, memperbaiki soal sampai soal layak digunakan untuk penelitian, tes diagnostik three-tier multiple choice, wawancara, analisis pemahaman konsep. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, tes, wawancara, observasi, serta angket respon peserta didik terhadap pembelajaran blended learning. Hasil analisis pemahaman konsep peserta didik secara klasikal pada pembelajaran Hidrolisis menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori paham konsep sebanyak 68%, miskonsepsi tingkat tinggi sebanyak 12%, miskonsepsi positif sebanyak 2%, miskonsepsi negatif sebanyak 16%, menebak sebanyak 1%, dan tidak paham sebanyak 1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah profil pemahaman konsep peserta didik kelas XI MIPA 2 di SMAN 2 Demak dengan kategori paham konsep sebanyak 68%, miskonsepsi sebanyak 30%, menebak sebanyak 1% dan tidak paham sebanyak 1%. Saran dari penelitian ini yaitu sebaiknya dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak dan metode blended learning lebih ditingkatkan.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI GUIDED INQUIRY BLENDED LEARNING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Wibowo, Syavira Vinda; Nurhayati, Sri
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guided Inquiry Blended Learning merupakan pembelajaran kombinasi yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka mengunakan model inkuiri terbimbing dengan pembelajaran online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan proses sains peserta didik pada materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan menggunakan Sequential Explanatory Desaign, dan diterapkan pada kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Dempet. Analisis profil keterampilan proses sains tersebut menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil keterampilan proses sains peserta didik melalui lembar observasi dan tes berkategori cukup dengan presentase sebesar 78,8%. Indikator keterampilan proses sains dengan kategori tinggi adalah pada indikator menafsirkan, dan indikator mengajukan pertanyaan termasuk dalam kategori rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model guided inquiry blended learning menghasilkan profil keterampilan proses sains peserta didik yang cukup. Penerapan guided inquiry blended learning dapat berjalan dengan baik apabila perancangan proses pembelajaran disiapkan dengan matang, dan ketersediaan teknologi dan internet harus memadai.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN REMIDI MELALUI ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATERI ASAM-BASA Muttaqiin, Umar Faruq; Susilaningsih, Endang; Nuswowati, Murbangun
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemahaman konsep siswa pada materi asam-basa. Subjek untuk penelitian ini adalah 145 siswa dari SMA N 1 Ungaran, dan juga SMK Farmasi Nusaputera 2 pada tahun ajaran 2018/2019. Data dikumpulkan melalui 16 pertanyaan tes diagnostik three-tier multiple choice, dan angket yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap tes diagnostik yang dikembangkan. Soal yang disajikan pada tingkat pertama merupakan soal multi representasi (makroskopis, mikroskopis, dan simbolik) dengan alasan terbuka pada tingkat kedua, dan keyakinan siswa pada tingkat ketiga. Instrumen tes diagnostik yang digunakan telah di validasi oleh pakar dan mendapatkan hasil sangat layak dengan skor rata-rata 159 dari 176. Skor rata-rata untuk Angket adalah 39,75 dari skor maksimal 44 dengan kategori baik dan reliabilitas Alpha Cronbach adalah 0,714. penelitian ini menunjukkan bahwa 28% siswa memahami konsep, 4% kurang paham konsep, 43% miskonsepsi, dan 21% tidak memahami konsep asam-basa.
KEEFEKTIFAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Rahayu, Vian Adi; Haryani, Sri; Dewi, Siti Herlina
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan IPTEK di abad 21 menuntut siswa memiliki kemampuan dalam berpikir kreatif. Siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah dengan kreativitasnya. Hasil observasi menunjukkan belum ada instrumen tes yang dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan instrumen yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadopsi model 4-D, namun dilakukan sampai tahap 3-D yaitu, define, design, dan develop. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 1 Banjarnegara. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Reliabilitas dihitung menggunakan rumus Alpha Cronbach. Validitas instrumen divalidasi oleh ahli. Instrumen tes dinyatakan efektif dilihat dari analisis kemampuan berpikir kreatif siswa dan ketercapaian terhadap indikator. Aspek atau indikator kemampuan berpikir kreatif yang dapat terukur menggunakan instrumen tes sebesar 68,666%. Kesimpulannya instrumen tes yang dikembangkan efektif untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa.
ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK PADA MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY MATERI ASAM BASA Prastiwi, Wening Dwi; Wardani, Sri
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan interpersonal sangat penting bagi peserta didik karena kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain atau kemampuan bersosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kecerdasan interpersonal peserta didik pada model pembelajaran guided inquiry materi asam basa di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Mijen Demak semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan kecerdasan interpersonal peserta didik berada pada kategori tinggi artinya peserta didik sudah mampu menjalin hubungan sosial dengan baik dalam pembelajaran model guided inquiry melalui kegiatan diskusi dan kegiatan praktikum. Kemampuan interpersonal yang dianalisis meliputi lima aspek, diantaranya aspek pengolahan empati, memberikan umpan balik, mendengarkan orang lain, bekerjasama, serta pertanyaan dan penyelidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model guided inquiry berbatuan CBT (computer based test) mampu menggali kecerdasan interpersonal peserta didik dengan perolehan persentase klasikal sebesar 66,5% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal peserta didik kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Mijen Demak pada materi asam basa berkategori baik.  
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN ABAD 21 PADA PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM DENGAN MODEL FLIPPED CLASSROOM LEARNING Azizah, Yuni Nur; Cahyono, Edy
Chemistry in Education Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pemahaman konsep dan keterampilan abad 21 berupa keterampilan komunikasi dan keterampilan kolaborasi peserta didik  pada materi hidrolisis garam dengan model flipped classroom learning berbantuan google classroom. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 di SMA Negeri 01 Boja. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen lembar observasi untuk memperoleh profil keterampilan peserta didik dan tes evaluasi three tier multiple choice untuk memperoleh profil pemahaman konsep dan angket tanggapan mengenai model Flipped classroom learning. Flipped classroom learning adalah model instruksional dimana siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas melalui video pembelajaran, kegiatan belajar di dalam kelas dilakukan pembelajaran kolaboratif yang menekankan pada aktivitas siswa dalam kelompok.Hasil penelitian diperoleh profil pemahaman konsep peserta didik dengan kategori paham konsep sebesar 55,46%. Profil keterampilan komunikasi dan kolaborasi secara berturut-turut diperoleh rata-rata sebesar 3,46 dengan kriteria sangat baik dan 3,46 dengan kriteria sangat baik. Penerapan model pembelajaran ini memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memahami materi pelajaran di dalam maupun di luar kelas, mereview materi pelajaran, dan membantu peserta didik yang pasif.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS WEB PADA KETERAMPILAN PRESENTASI PROYEK MATERI MINYAK BUMI Dewindra, Veronica Ayu Refsi; Susilaningsih, Endang
Chemistry in Education Vol 9 No 1 (2020): Terbit bulan April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian keterampilan wajib dilaksanakan agar peserta didik memiliki skill untuk mengejawantahkan pengetahuan yang telah didapatkan. Penilaian keterampilan perlu dilakukan secara autentik dengan menggunakan instrumen yang objektif. Namun, instrumen untuk melakukan penilaian secara objektif belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen penilaian keterampilan presentasi proyek berbasis web pada materi minyak bumi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model 4D dengan tahapan define, design, develop, dan disseminate. Tahap define dilakukan untuk analisis kebutuhan. Tahap design dilakukan dengan mendesain instrumen penilaian keterampilan presentasi poster berbasis web. Tahap develop dilakukan dengan melakukan uji coba skala kecil, uji coba skala besar, dan implementasi. Tahap disseminate dilakukan dengan publikasi artikel. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan inter rater reliability. Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa instrumen penilaian yang disusun dinyatakan valid dengan skor 20 dari skor total 24. Instrumen penilaian dinyatakan reliabel dengan reliabilitas 0,822 pada uji coba skala kecil, 0,876 pada uji coba skala besar, dan 0,895 pada tahap implementasi. Secara keseluruhan, peserta didik yang memiliki keterampilan presentasi sangat baik sebanyak 10%, baik sebanyak 75%, cukup baik sebanyak 15%, dan kurang baik sebanyak 0%. Dapat disimpulkan bahwa instrumen ini valid, reliabel, praktis, dan mendapat tanggapan positif dari user.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Terbit bulan Oktober 2023 Vol 12 No 1 (2023): Terbit bulan April 2023 Vol 11 No 2 (2022): Terbit bulan Oktober 2022 Vol 11 No 1 (2022): Terbit bulan April 2022 Vol 10 No 2 (2021): Terbit bulan Oktober 2021 Vol 10 No 1 (2021): Terbit bulan April 2021 Vol 9 No 2 (2020): Terbit bulan Oktober 2020 Vol 9 No 1 (2020): Terbit bulan April 2020 Vol 8 No 2 (2019): Terbit bulan Oktober 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2019 Vol 8 No 1 (2019): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit bulan April 2018 Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018 Vol 6 No 2 (2017): Terbit Bulan Oktober 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit Bulan April 2017 Vol 6 No 1 (2017): Terbit bulan April 2017 Vol 5 No 1 (2016): Terbit bulan April 2016 Vol 5 No 1 (2016): Terbit Bulan April 2016 Vol 4 No 2 (2015): Terbit Bulan Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Terbit bulan Oktober 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit Bulan April 2015 Vol 4 No 1 (2015): Terbit bulan April 2015 Vol 3 No 2 (2014): Terbit bulan Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit bulan April 2014 Vol 3 No 1 (2014): Terbit Bulan April 2014 Vol 2 No 2 (2013): Terbit Bulan Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Terbit bulan Oktober 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit Bulan April 2013 Vol 2 No 1 (2013): Terbit bulan April 2013 Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012 Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012 Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012 More Issue