cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Developmental and Clinical Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI PADA PASIEN REHABILITASI NARKOBA YAYASAN RUMAH DAMAI SEMARANG Suryaman, Muhamad Ari
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMISME HIDUP PENDERITA HIV/AIDS Farisa Danistya
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v1i1.305

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi subjek setelah menderita HIV/AIDS mengalami perubahan fisik dan psikis karena harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dalam hidupnya. AIDS adalah menurunnya daya tahan tubuh yang diakibatkan oleh virus HIV. Agar dapat bertahan, ODHA harus memiliki optimisme hidup. Keterbatasan yang dialami justru harus disikapi positif oleh subjek, yaitu dengan: tidak mudah menyerah, bahagia, tahan terhadap depresi, mengembangkan potensi diri, menyeimbangkan emosi serta cepat pulih dari kesedihan. Pe-nelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran optimisme hidup penderita HIV/AIDS. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus dan opti-misme hidup penderita HIV/AIDS sebagai unit analisis. Responden berjumlah dua orang, tiga orang informan pendukung dan satu orang ahli. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan pengintepretasian tes grafis oleh psikolog. Keabsahan data diuji dengan ketekunan pengamatan di lapangan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menun-jukkan bahwa dengan adanya optimisme hidup, ODHA mempunyai semangat untuk bekerja, motivasi untuk hidup, dan pikiran yang positif. Faktor utama yang mempengaruhi optimisme hidup ODHA adalah motivasi hidup yang kuat dalam diri penderita. Motivasi hidup ODHA adalah berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Faktor lain yang mempengaruhi optimisme hidup ODHA adalah spiritualitas. ODHA yang memiliki keyakinan positif dengan Tuhan dan agama yang dipercaya akan meningkatkan optimisme hidup pada ODHA. This research is based subjects after suffering from HIV / AIDS experience physical and psychological changes having to adjust to new conditions in life. AIDS is immune deficiencies caused by the HIV virus. In order to survive, people living with HIV should have the optimism of life. Limitations experienced positive rather should be addressed by the subject, ie: do not give up easily, happily, are resistant to dep-ression, develop your own potential, to balance emotions and quickly recover from grief. This study aims to obtain a picture of optimism living with HIV / AIDS. Research using qualitative methods with case study research design and the optimism of living with HIV / AIDS as the unit of analysis. Respondents numbered two, three and one informant expert support. Techniques of data collection using interviewing techniques, observation and pengintepretasian graphics tests by psychologists. Tested the validity of the data persistence on the field observations and triangulation. These results indicate that with the optimism of life, people living with HIV have a passion for work, the motivation for life, and positive thoughts. The main factors affecting the optimism of life of PLHA is a strong motivation in patients. The motivation is to share the happiness of life of PLHA to others. Another factor that affects the optimism of PLHA is spirituality. PLWHA who have a positive belief in God and religion are believed to increase the optimism of life in people living with HIV.
HUBUNGAN ANTARA INFERIORITY FEELING DAN AGRESIVITAS PADA REMAJA DELINKUEN (STUDI DI PSMP ANTASENA MAGELANG) Roni Agung Wahyudi
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2053

Abstract

Tingginya agresivitas yang dilakukan oleh remaja delinkuen telah menjadi sesuatu yang memprihatinkan. Agresivitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah inferiority feeling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara inferiority feeling dan agresivitas pada remaja delinkuen. Subjek penelitian adalah remaja delinkuen di PSMP Antasena Magelang berjumlah 56 remaja berumur 13-18 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala the Aggression Questionaire, dari 29 item didapatkan 25 item valid dan skala the feeling of inadequacy scale dari 36 item didapatkan 33 item yang valid Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara inferiority feeling dengan agresivitas pada remaja delinkuen. Nilai koefisien korelasi Product Moment (rxy) sebesar 0,421. The high aggressiveness of delinquent teenagers is need to be concerned. Aggressiveness is influenced by several factors, one of them is inferiority feeling. The purpose of this research is to know the correlation between inferiority feeling and aggressiveness in delinquent teenagers. The subjects of the research are 56 delinquent teenagers aged 13-18 years-old in PSMP Antasena Magelang using the technique of purposive sampling. The data are collected by using the aggression questionnaire scale and the feeling of inadequacy scale. From 29 items, 25 items are valid using the aggression questionnaire scale and from 36 items, 33 items are valid using the feeling of inadequacy scale. The result of the research shows that there is correlation between inferiority feeling and aggressiveness in delinquent teenagers. The grade of correlation coefficient of Product Moment (rxy) is 0,421. 
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SEKSUAL MENYIMPANG PADA REMAJA TUNAGRAHITA SLB N SEMARANG Tiara Devi Farisa; Sri Maryati Deliana; Rulita Hendriyani
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2060

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana perilaku lakuseksual menyimpang dan faktor-faktor apa yang menyebabkan perilaku seksual menyimpang pada remajatunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitian iniyaitu dua orang remaja laki-laki tunagrahita yang berperilaku seksual menyimpang. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa perilaku seksual menyimpang pada kedua remaja tunagrahita dipengaruhi oleh beberapafaktor. Faktor yang menyebabkan perilaku seksual menyimpang pada kedua subjek yaitu faktor meningkatnyalibido karena perubahan hormon dan ketunaan. Selain itu terdapat temuan baru pada faktor penyebab perilakuseksual menyimpang remaja tunagrahita seperti ketunaan, pola asuh, dan kedekatan teman sebaya.This study attempted to describe more clearly and deeply about how the behavior of deviant sexual behavior and the factorsthat lead to deviant sexual behavior in adolescent mental retardation. This study uses interviews (interviews) and observation.Subjects in this study are two teenage boys who behave sexually deviant mental retardation. Results of this study indicate thatdeviant sexual behavior in both adolescent mental retardation is influenced by several factors. Factors that lead to deviantsexual behavior in both subjects are factors increasing libido due to hormonal changes and disability. In addition there are newfindings on the causes of deviant sexual behavior adolescent mental retardation such as disability, parenting, and peer closeness.
DAMPAK SIBLING RIVALRY (PERSAINGAN SAUDARA KANDUNG) PADA ANAK USIA DINI Ayu Citra Triana Putri; Sri Maryati Deliana; Rulita Hendriyani
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2071

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang dampak sibling rivalry padaanak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitianini yaitu dua orang anak usia dini dengan latar belakang problem sibling rivalry dan saudara yang berbeda jeniskelaminnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak sibling rivalry pada anak tersebut akan dirasakansecara berbeda oleh masing-masing anak, tergantung pada karakter anak masing-masing serta pola asuh orangtua. Lingkungan juga mempengaruhi pada dampak yang terjadi terhadap anak. Sikap orang-orang terdekat disekitarnya dapat menambah munculnya dampak yang terjadi pada anak. Terdapat temuan baru pada dampakdiri sendiri, dampak terhadap saudara dan dampak terhadap orang lain. This study sought to describe more clearly and deeply about the impact of sibling rivalry in early childhood. This study usesinterviews (interviews) and observation. Subjects in this study are two early childhood background problem with sibling rivalryand siblings of different sexes. These results indicate that the impact on the child's sibling rivalry will be perceived differently byeach child, depending on the character of each child as well as parenting. Environment also affects the impact it had onchildren. The attitude of the people closest around can increase the emergence of the impact it had on the children. There arenew findings on the impact of self, the impact on siblings and the impact on other people.
PERMISIVISME REMAJA TERHADAP KEHAMILAN PRANIKAH PADA SISWA-SISWI SMK KOMPUTER KARANGANYAR - KEBUMEN Belina Astyana Amelia
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permisivisme remaja terhadap kehamilan pranikah. Penelitianini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. . Populasi dalam penelitian ini adalah 591 siswa. Jumlah sampeldalam penelitian ini adalah 160 siswa, teknik sampling digunakan adalah Cluster Random Sampling. Datapenelitian diambil menggunakan skala permisivisme. Skala permisivisme terdiri dari 44 item yang valid. HasilPenelitian ini menunjukkan bahwa permisivisme remaja terhadap kehamilan pranikah pada siswa SMKKomputer di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen tergolong dalam kategori sedang.dapat disimpulkanbahwa siswa SMK Komputer belum dapat menerima adanya hamil pranikah di sekitarnya. Hal ini karenaremaja belum sepenuhnya percaya mengenai kehamilan pranikah itu benar ada dilingkungannya. This study aims to determine the level of teenage permisivisme against premarital pregnancy. This study uses descriptivequantitative method. . The population was 591 students. The number of samples in this study were 160 students, the samplingtechnique used was cluster random sampling. The data were taken using permisivisme scale. Permisivisme scale consists of 44items that are valid. The study results showed that adolescents permisivisme against premarital pregnancy in SMK Komputervocational students in the district categories are not high but not too low, are at moderate level Students can not receive anysurrounding premarital pregnancy . This is because teenagers have not fully believe about premarital pregnancy was availablein the environment .
SELF INJURY PADA MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PELAKU SELF INJURY) Destiana Maidah
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2088

Abstract

Self injury merupakan suatu bentuk perilaku yang dilakukan individu untuk mengatasi rasa sakit secara emosional dengan cara melukai dirinya sendiri, dilakukan dengan sengaja namun tidak dengan tujuan untuk bunuh diri. Self injury bertujuan untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif pada pelakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku self injury yaitu tentang latar belakang, dinamika, bentuk perilaku, penyebab, dampak serta karakteristik dari pelaku self injury. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan self injury pada mahasiswa sebagai unit analisis. Responden berjumlah satu orang (Yg) dan tiga orang informan (Yd, Fn dan Ev). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi serta dilakukan perekaman dan penggunaan alat tes psikologi (DAP, BAUM dan HTP) untuk memperkuat kebenaran data yang diambil. Teknik keabsahan data menggunakan teknik ketekunan pengamatan di lapangan dan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perilaku self injury latar belakang keluarga dan lingkungan berpengaruh dalam pembentukan kepribadian yang berhubungan dengan perilaku self injury yaitu kepribadian introvert, diri yang rendah, pola pemikiran yang kaku dan sulitnya mengkomunikasikan perasaan. Bentuk self injury yang dilakukan subjek adalah menyayat pergelangan tangan dan mencabuti rambut secara paksa dalam jumlah yang banyak. Self injury dilakukan sesaat setelah pelakunya mengalami peristiwa yang menimbulkan emosi negatif dan bisa terjadi akibat adanya proses recalling peristiwa yang menimbulkan emosi negatif pada situasi kesendirian..Implikasi dari penelitian ini dapat dijadikan bahan pemahaman atas gambaran perilaku self injury sehingga pelaku dapat segera mencari penanganan psikologis agar tidak berkembang kearah percobaan bunuh diri secara nyata. Perlu diadakan penelitian berikutnya mengenai bagaimana membebaskan diri dari perilaku self injury agar penelitian tentang perilaku self injury ini dapat disempurnakan Self injury is a form of behavior that made individuals to cope with pain emotionally by means of injuring himself, done deliberately but not with the intention to commit suicide. Self injury aims to transform negative emotions into positive emotions on the culprit. This research aims to know the description of the behavior of self injury, namely about the background, dynamics, form, behavior, causes, impact and characteristics of perpetrators of self injury. Research using qualitative method with approach case studies and self injury on students as the unit of analysis. The respondents amounted to one person (Yg) and three informants (Yd, Fn and Ev). Using data collection techniques interviews and observations as well as done recording and the use of psychological test (DAP, BAUM and HTP) to reinforce the truth of the data taken. The technique of data validity using the technique of persistence on the field and observations techniques of triangulation. The results showed that the behavior of self injury and family background influence in the formation of the personality associated with the behavior of self injury i.e. personality introvert, low self-esteem, a rigid mindset and the difficulty of communicating feelings. Form of self injury done the subject is slashing her wrists and plucked hair forcibly in great numbers. Self injury done shortly after the culprit is experiencing events that cause negative emotions and can occur due to the process of recalling the events that give rise to negative emotions in situations of solitude.The implications of this research can be turned into material for understanding the behavior of the self description of the injury so that perpetrators may soon seek psychological treatment that did not develop towards attempted suicide. The next research need to be held on how to rid ourselves of self injury in order for the research on the behavior of self injury can be enhanced.
KESEPIAN PADA LANSIA DI PANTI WERDHA SULTAN FATAH DEMAK Bintang Mara Setiawan; Tri Esti Budiningsih; Andromeda Andromeda
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2089

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana kesepian padalansia di Panti werdha Sultan Fatah Demak. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) danobservasi. Subjek pada dua orang narasumber primer yaitu lansia panti Werdha Sultan Fatah Demak, dan satuorang narasumber sekunder penelitian yaitu pengasuh lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesepiandari kedua narasumber primer sangat mendalam. Dengan kondisi yang dialami oleh subjek penelitian danlingkungan yang kurang mendukung menambah rasa kesepian kedua subjek semakin besar. Akan tetapi terdapatperbedaan sikap dalam menunjukkan kesepian yang dialami oleh kedua subjek.This study sought to describe more clearly and deeply about how loneliness in the elderly in nursing homes Fatah Sultan ofDemak. This study uses interviews (interviews) and observation. Subject to two primary sources, namely elderly Elderlynursing Sultan Demak Fatah, and one person secondary sources of research that elderly caregivers. Results of this studyindicate that the loneliness of the two primary sources is relatively very large. With the conditions experienced by the researchsubjects and a less supportive environment adds to the loneliness of the two subjects. But there is a difference in attitude suggestsloneliness experienced by two subjects.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI PADA PASIEN REHABILITASI NARKOBA YAYASAN RUMAH DAMAI SEMARANG Muhamad Ari Suryaman
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh religiusitas terhadap resiliensi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rehabilitasi Yayasan Rumah Damai Semarang. Subjek pada penelitian ini berjumlah 33. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel religiusitas dan resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang tergolong pada kategori tinggi. Hipotesis penelitian diterima, yaitu ada pengaruh positif antara religiusitas terhadap resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang. Dimana semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi pula resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba, dan sebaliknya. This study aimed to test whether or not the influence of religiousness on resilience. The population in this study was patient rehabilitation House of Peace Foundation Semarang. Subjects in this study is 33. The sampling technique used is total sampling. The results showed variable religiousness and resilience in patient drug rehabilitation House of Peace Foundation Semarang classified in the high category. Research hypothesis is accepted, ie there is a positive effect between religiosity towards resilience in patient drug rehabilitation House of Peace Foundation Semarang. Where the higher the religiosity, the higher the resilience of patient drug rehabilitation, and vice versa.
PENGARUH TERAPI KELUARGA MODEL SIRKUMPLEKS UNTUK MENURUNKAN FREKUENSI PENGKONSUMSIAN ZAT ADIKTIF DALAM LEM Dinar Hastha Bagaskara
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v2i1.2095

Abstract

Anak jalanan merupakan pengangguran atau setengah pengangguran, berusaha sendiri dalam lingkup usaha yang terbatas, tidakmempunyai modal atau alat kerja sendiri, tidak berpendidikan, kurang memperoleh kesempatan untuk memperoleh kebutuhanpokok dalam jumlah yang cukup dan mengerahkan lebih dari satu anggota keluarga untuk bekerja (Sarwono, 1993:49). Daripernyataan tersebut diketahui bahwa gelandangan dan anak jalanan tidak memiliki kedekatan keluarga, pendidikan dan kurangnyamodal untuk memenuhi kebutuhan pokok. Rata-rata dari mereka juga menggunakan zat adiktif tetapi tidak mampu membelinarkoba dalam bentuk heroin, putaw dan berbagai jenis narkotika lainnya yang harganya tidak terjangkau oleh anak jalanan, tetapiMereka menggunakan zat adiktif yang terkandung dalam lem yang juga dapat membuat mereka merasakan halusinasi akibat reaksizat adiktif tersebut. Kedekatan dan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor yang sangat vital untuk mempengaruhi polapergaulan anak. keluarga merupakan salah satu social agent yang sangatlah penting untuk mengatasi permasalahan penggunaan zatadiktif dalam lem yang dilakukan anak-anak terlantar tersebut. Karena keluarga merupakan satuan sosial terkecil tetapi merupakankelompok yang pertama dan terutama dalam melakukan peranan sosialisasi terhadap anaknya (Munandar, 1989:55). Berdasarkanuraian sebelumnya, penulis ingin mengetahui efektivitas terapi keluarga model sirkumpleks untuk mengatasi frekuensipengkonsumsian zat adiktif pada anak jalanan dengan pendekatan terhadap adaptabilitas, kedekatan dan komunikasi yangdigunakan untuk mengurangi intensitas perilaku penggunaan zat adiktif dalam lem tersebut Penelitian ini menggunakanpendekatan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain single subject experiment dengan Subjek anak jalanan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tipe keluarga ekstrim menunjukkan frekuensi penggunaan lem yang sangat tinggi, tetapi setelah tipekeluarga berubah menjadi tipe keluarga seimbang intensitas penggunaan lem menunjukkan angka yang menurun. Kesimpulan daripenelitian ini adalah terapi keluarga model sirkumpleks memberikan pengaruh untuk menurunkan frekuensi pengkonsumsian zatadiktif dalam lem. Terbukti dengan adanya terapi keluarga model sirkumpleks mampu merubah keluarga dari rigidlydisengangedmenjadi separated-flexible segingga membawa perubahan pula pada penurunan intensitas kecanduan zat adiktif dalam lem. Street and homeless boys were groups of unemployed or half unemployed who tried to fulfill their needs in their limitation. They were usuallyuneducated, had no capital or asset to run business, had less chance to get their basic needs, and they tended to empower their other family membersin working (Sarwono, 1993:49). From the statement above it was known that homeless and streets boys had less family intimacy, education andcapital to fulfill their basic needs. Some of them were even trapped in drug consuming. But consuming drugs like morphine or heroin was almostimpossible for them because those articles were expensive to buy so they tried to consume the cheaper one such as inhaling glues which containedaddictive substance which gave the same impact, hallucination. Intimacy and communication was the vital factor which influenced children’s socialrelation. Family was one of crucial social agents to overcome the problems of using addictive substance found in glues which was often consumed bythe misleading children. Family was the smallest social unit but it was the first unit that acted as social function to the children (Munandar1989:55). Based on the explanation above, the writer wants to dig deeper about the effectiveness of circumflex model of family therapy to overcomethe addiction intensity of addictive substances among the street and homeless boys. The research was used experimental approach. Research designwas used single subject experiment, and the subject here was street and homeless boys. The result of the research showed that type of extreme familyindicated high intensity of glue usage, but after type of family changed to type of balance family the intensity of glue consuming tended to decrease.The conclusion of the research was that circumflex model of family therapy gave an important influence to reduce drug addiction found in glues. Itcould be proved that circumflex model of family therapy was able to change family from rigidly disengaged family to become separated-flexiblefamily and it brought about the decrease of drug consuming intensity found in glues.