cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Developmental and Clinical Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MENJALANKAN PROGRAM TERAPI PADA PASIEN TERAPI RUMATAN METADON Enditiara Yuli Pratiwi
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v1i1.2635

Abstract

Terapi metadon merupakan suau program terapi substitusi yang digunakan pada pengobatan medik spesifik untuk terapi ketergantungan opioida dan berada dalam pengawasan ketat karena jangka waktunya yang lama. Pasien terapi metadon pada kenyataannya masih banyak yang tidak mematuhi peraturan-peraturan dalam menjalani terapi. Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien ketika mengikuti terapi metadon. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan pasien tersebut antara lain dukungan keluarga. Ditemukan kondisi di lapangan bahwa sering terjadi kehilangan kontrol dari pihak keluarga. Beberapa pasien tidak ingin keluarga mereka terlibat dalam proses terapi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan menjalankan program terapi pada pasien terapi rumatan metadon. Subjek pada penelitian ini adalah Pasien Puskesmas Bogor Timur yang mengikuti Terapi Rumatan Metadon kurang lebih 3 bulan dan berjumlah 41 orang. Peneliti menggunakan metode angket dan metode skala sebagai alat ukur. Untuk menguji validitas digunakan teknik Korelasi Product Moment dari Karl Pearson, dan uji reliabilitas digunakan formula Alpha dari Cronbach. Metode analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi sederhana. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan diketahui ada pengaruh positif dan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan sebesar 19,8%. Hasil penelitian menunjukkan terapi rumatan metadon Puskesmas Bogor Timur dalam melaksanakan pengobatan mereka ternyata patuh terhadap jalannya terapi dan peraturan-peraturan yang berlaku di klinik metadon sehingga semuanya berada pada kategori tinggi. Keluarga pasien terapi metadon sebagian besar juga mendukung pasien untuk mengikuti terapi.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEKSUAL REMAJA PUTRI YANG TINGGAL DI DESA DAN KOTA Ulfa Niken Dwi Kusumastuti
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v1i1.2636

Abstract

Pengetahuan seksual dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin dan membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks, sehingga dapat menyalurkan secara baik,  benar, dan legal. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian komparatif. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dalam pengambilan sampelnya. Populasinya adalah siswa kelas VII usia 12-15 tahun dan siswa yang belum menstruasi di SMPN 2 Wonosegoro dan SMPN 13 Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes pengetahuan seksual sebanyak 40 item. Metode analisis data menggunakan teknik uji t. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan didapatkan koefisien validitasnya antara 0,220 sampai 0,574 dan uji reliabilitasnya dilakukan dengan rumus split-half, dihasilkan 0,671. Hasil penelitian uji hipotesis yang menggunakan analisis t-test dengan p = 0,000 < 0,01 artinya secara signifikan ada perbedaan tingkat pengetahuan seksual anak perempuan usia remaja awal antara desa dengan kota. Siswa SMPN 13 Semarang memiliki tingkat pengetahuan seksual lebih tinggi dibandingkan dengan siswa SMPN 2 Wonosegoro. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan seksual anak perempuan usia remaja awal antara desa dengan kota. Hasil lain yang diperoleh adalah bahwa aspek Knowledge of ways and means of dealing with spesific lebih menonjol daripada Knowledge of the universals and abstraction in a field dan Knowledge of spesific.
POSTPARTUM BLUES SYNDROME PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana postpartum blues syndrome pada kelahiran anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitian ini yaitu dua orang ibu postpartum anak pertama. Penelitian ini penting karena postpartum blues syndrome dapat berkembang menjadi depresi postpartum bila tidak tertangani dengan baik, sedangkan postpartum blues syndrome biasanya dianggap sebagai hal wajar karena aktivitas hormon sementara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami postpartum blues yang kemunculannya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang cenderung berperan dari kedua subjek adalah faktor latar belakang psikososial, dimana kedua subjek kurang mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Faktor lain yang juga mencolok, pada subjek pertama adalah faktor pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan, dan pada subjek kedua merupakan faktor fisik. This study attempted to describe more clearly and deeply about how the postpartum blues syndrome at birth of the first child. This study uses interviews and observation method. Subjects in this study are two mothers after bearing first child. This study is important because postpartum blues syndrome can be postpartum depression if it is not good handled, and postpartum blues syndrome usually believed as a natural condition because of several horon activity. The results of this study indicate that the two mothers experiencing postpartum syndrome its apparition because of some factor. Factors that give an impact from the two subject are the psychosocial factor, where both subjek getting less of support from closest people. The other factor which also strike, at the first subject is the experience of bearing and pregnancy process, and at the second subject are physical factor.
CINDERELLA KOMPLEKS PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian yang dianggap penting bagi kehidupan manusia dalam kaitannya dengan dunia sekitar. Faktanya, tidak semua perempuan dapat mandiri karena mengalami ketergantungan, takut mandiri, serta mempunyai keinginan yang mendalam untuk dirawat dan dilindungi oleh orang lain. Fenomena ketakutan akan kemandirian ini dikenal dengan istilah cinderella complex. Cinderella complex pada mahasiswi adalah ketergantungan secara psikologis yang ditunjukkan dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sample. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 160 orang, yaitu mahasiswi Universitas Negeri Semarang yang sedang menempuh pendidikan Diploma atau Sarjana yang berumur 16-25 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket ciri-ciri cinderella complex dan skala cinderella complex. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa cinderella complex pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa ketakutan akan kemandirian yang dialami oleh mahasiswi di Universitas Negeri Semarang tidak terlalu berat. Aspek cinderella complex yang paling menonjol pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang yaitu mengharap pengarahan orang lain dan yang tidak menonjol yaitu tergantung kepada orang lain. Self-reliance is one element of personality that are considered essential for human in relation to the world. In fact, not all women can be independent because of a dependency, fear of self, and having a deep desire to be cared and protected by others. The phenomenon of fear of independence is known as the Cinderella complex. Cinderella complex on female college student is psychological dependence which indicated by a strong desire to be cared and protected by others, especially a men. This research is descriptive quantitative research. The sampling technique use purposive sample. Subjects in this research is 160 people, in Semarang State University student currently studying a Diploma or Bachelor aged 16-25 years old. Data collection tool used was a questionnaire characteristics cinderella complex and cinderella complex scale. The results obtained showed that the cinderella complex at Semarang State University student is in the middle category. This indicates that the fear of independence experienced by the student at the Semarang State University is not too serious condition. Aspect that most prominent is expecting guidance of others and who have the not prominent is dependent on other people.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku seksual pranikah remaja yang akhir-akhir ini banyak dijumpai di Universitas Negeri Semarang. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh dari luar. Keterkaitan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja memperlihatkan bahwa kemampuan mengendalikan diri berperan penting dalam menekan perilaku seksual. Perilaku seksual pranikah dapat ditekan apabila terdapat kontrol diri yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 160 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi negatif antara kontrol diri dengan perilaku seksual pada mahasiswa dengan koefisien r =- 0,417 dan signifikansi atau p = 0,000. Apabila kontrol diri rendah maka perilaku seksualnya akan tinggi, begitu juga sebaliknya. This research is motivated by the phenomenon of premarital sexual behavior of teenagers these days are often found at the State University of Semarang. Premarital sexual behavior can be classified as juvenile delinquency as a result of the failure of self-control system to outside influences. The link between self-control with premarital sexual behavior in adolescents showed that the ability to control themselves play an important role in suppressing sexual behavior. Premarital sexual behavior can be reduced if there is a strong self-control. The purpose of this study is to determine is there a relationship between self-control with premarital sexual behavior at Semarang State University students. This research is a quantitative correlation. Subjects in this study amounted to 160 students. The sampling technique used was purposive sampling. The results showed no negative correlation between self-control sexual behavior in students with a coefficient of r = - .417 and significance or p = 0.000. If the low self-control sexual behavior will be high, and vice versa.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN ORIENTASI SEKSUAL (Studi Kasus Pada Lesbian)
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang memilih orientasi seksual lesbian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus, dengan subjek dua wanita dewasa yang menjadi lesbian. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi lesbian adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan sosial, memandang hubungan heteroseksual sebagai hubungan yang tidak menyenangkan, adanya trauma dimasa lalu saat menjalin hubungan dengan pria, dan pernah mengalami pelecehan seksual. This study aims to explain the factors that cause a person choose a lesbian sexual orientation. This research is a qualitative case study, the subject of two adult women who become lesbians. The results showed that the factors that affect a person's being a lesbian is a factor of economic, social environmental factors, view heterosexual relationships as an unpleasant relationship, past trauma while in a relationship with a man, and had experienced sexual harassment.
SUICIDE IDEATION PADA REMAJA DI KOTA SEMARANG
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keparahan dan intensitas suicide ideation yang terjadi pada remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja khususnya di kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Semarang yang berusia 12 sampai 22 tahun dan masih menempuh pendidikan baik di tingkat SMP dan SMA sederajat serta di Perguruan Tinggi. Teknik sampling yang digunakan diantaranya: teknik sampel random, sampel proporsional,dan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan memodifikasi pada Columbia-Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) disertai sebuah pertanyaan terbuka untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation. Hasil penelitian menunjukkan sekitar satu per tiga remaja dari 442 responden memiliki atau pernah mengalami suicide ideation. Secara umum keparahan suicide ideation yang dialami responden belum termasuk dalam kategori serius dengan intensitas rendah. Berbagai faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja, seperti: masalah keluarga, percintaan, tekanan psikologis, permasalahan yang dihadapi, kurang memperoleh perhatian, masalah di sekolah, pertemanan, harga diri rendah, tekanan sosial dan ekonomi, bosan hidup, putus asa, kesehatan, kematian seseorang, takut masa depan, dan kegagalan. Diketahui pula metode dalam suicide ideation seperti dengan overdosis obat, melompat dari ketinggian, menggunakan senjata tajam, bunuh diri di jalan, gantung diri, menenggelamkan diri, tidak makan, dan menghentikan pengobatan. The purpose of this research is to know the severity and intensity of suicide ideation happens to adolescent as well as the factors that influence suicide ideation in adolescent particularly in Semarang city. The population in this research were adolescents in Semarang aged 12 to 22 years old and still studying at both the junior and senior high school or equivalent and at college. The sampling techniques used include: random sampling technique, the sample proportionate, and accidental sampling. Method of collecting data by modifying the Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) accompanied by an open question to find out the factors that influence suicide ideation. The results showed about one-third of the 442 respondents have or had experienced suicide ideation. In general, the severity of suicide ideation experienced by respondents are not included in the serious category of low intensity. Various factors influencing suicide ideation in adolescent, such as: family issues, romance, psychological distress, problems encountered, less gained the attention, problems at school, friendship, low self esteem, social and economic pressures, bored, hopeless, health, death of a person, fear of the future, and failure. Also known as a method in suicide ideation with a drug overdose, jumping from a height, using a sharp weapon, commits suicide in the street, hanging himself, drown himself, not eating, and stopping treatment.
MOTIVASI SUAMI MENGIKUTI PROGRAM KB DENGAN METODE KONTRASEPSI MANTAP (VASEKTOMI)
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran motivasi suami mengikuti program KB dengan metode kontrasepsi mantap (vasektomi). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Oleh karena itu, penulis yang sekaligus sebagai peneliti akan menggunakan in depth interview, mengingat bahan kajian yang akan diteliti bersifat sangat pribadi bagi subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Narasumber yang memiliki motivasi paling lemah adalah narasumber keempat yaitu MF. MF memiliki moivasi yang lemah karena MF tidak memenuhi semua aspek yang menunjukkan adanya motivasi. Narasumber yang memiliki motivasi paling kuat adalah narasumber ketiga. Narasumber ketiga berinisial SM. SM memiliki motivasi paling kuat karena dia memiliki aspek-aspek motivasi yang baik. This study aims to reveal the husband motivation to follow the family planning program with a steady method of contraception (vasectomy). This study uses qualitative methods. Therefore, the writer who is also a researcher will be using in depth interviews, given the study materials that will be examined is very personal for research subjects. The results of this study indicate that the resource persons who have the weakest motivation is the fourth speaker MF. MF has weak moivasi because MF does not fulfill all the aspects that indicate the presence of motivation. Speakers who have the most powerful motivation is the third speaker. Third speaker initials BC. BC has the most powerful motivation because he has the aspects of a good motivation.
Efektivitas Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Kemampuan Materi Penggunaan Mata Uang Pada Anak Tunagrahita Ringan
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jumlah subyek 8 orang. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen perlakuan ulang (Time Series Design) merupakan desain eksperimen yang hanya menggunakan satu kelompok subyek serta pengukuran dilakukan berulang-ulang. Sehingga dapat membandingkan kecenderungan perubahan skor sebelum dan sesudah pemberian manipulasi melalui tes prestasi. Hasil penelitian diawali dengan kegiatan pretest dengan mean 4,2222. Selanjutnya diberikan perlakuan berupa permainan ular tangga. Hasil pretest menunjukkan perbedaan kemampuan siswa yang terbukti dengan postest pertama yang memiliki nilai mean sebesar 5,8889, Z -2,762 dan signifikansi 0,06. Selanjutnya postest pertama juga menunjukkan perbedaan kemampuan siswa yang terbukti pada postest ke dua dengan mean 7,000, Z -2,724 dan signifikansi 0,006. Postest ke dua juga menunjukkan perbedaan kemampuan siswa dengan bukti pada postest yang ke tiga memperoleh mean 8,3333, Z -2,701 dan signifikansi 0,007. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh guru, dosen pembimbing, maupun siswa. Selanjutnya, reliabilitas pada penelitian ini sebesar 0,458. Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan ulartangga memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan materi penggunaan mata uang pada anak tunagrahita ringan. This study use experimental research the number of subjects 8 people. Experimental research design used was a re-design of the experimental treatment (Time Series Design) is an experimental design which uses only single group of subjects as well as measurements performed repeatedly. So as to compare the trend of changes in scores before and after manipulation through achievement tests. The result of the study began with a pretest with mean 4.2222. Further treatment is given in the form of snake and ladder game. Pretest results showed differences in the ability of students who proved to have the first posttest mean value of 5.8889, Z -2.762 and a significance of 0.06. Furthermore, the first post-test also showed differences in the ability of students who proved to posttest two with mean 7.000, Z -2.724 and 0.006 significance. Posttest two also showed diffefrences in the ability of students with evidence on the posttest to obtain three mean 8.3333, Z -2.701 and 0.007 significance. The validity of that used in this study was conducted using content validity by teachers, lecturers, and students. Furthermore, the reliability in this study was 0.458. The conclusion of this study is snake and ladder game gives effect to increase the ability of curency usage material toward mentally retarded children light.
PASANGAN DUAL KARIR: HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI DAN KOMITMEN PERKAWINAN DI SEMARANG
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memelihara hubungan perkawinan sangat penting bagi suami istri terlebih pada pasangan dual career. Pasangan dual career yaitu pasangan suami istri yang berperan aktif mengejar karir dan kehidupan keluarga secara bersamaan. Pasangan dual career umumnya memiliki masalah berkaitan dengan komunikasi seperti waktu yang kurang flexibel dan minim kesempatan untuk berdialog. Apabila tidak segera diatasi, masalah dapat mengganggu kelangsungan kehidupan perkawinan dan berdampak pada komitmen perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi dengan komitmen perkawinan pasangan dual career. Penelitian dilakukan di kota Semarang, subjek penelitian pasangan sebanyak 104 subjek. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan skala komitmen perkawinan sebanyak 45 item dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,962. Skala kualitas komunikasi sebanyak 46 item dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,963. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian (r:0,789 dengan p:0,000) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas komunikasi dengan komitmen perkawinan dual career. Maintaining marital relationship is very important for married couples, especially on dual career couples. Dual career couple are couple who have active role to pursue a career and family life together. Dual career couples generally have problems related to communication such as less time and lack of dialogue. The problem if not quickly addressed can disturb the sustence of life marriage and impact on commitment marriage. This research aims to know the relation between quality communication with marriage commitment dual career couples. Research conducted in Semarang City with subject research of married couple were 104 subjects. Sample collection used purposive sampling tecnique. Research data obtained used scale of marital commitment consist 45 items and coefficient cronbach alpha 0,962. Scale quality communication consists 46 items with coefficient cronbach alpha 0,963. Analysis data method in this research using analysis correlation product moment. This result of research (r:0,789 with p:0,000) shows there is a significant relation between the quality of communication with the marital commitment of dual career couple.