cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2019): Eduarts" : 16 Documents clear
PERPADUAN TEKNIK BATIK DENGAN JUMPUTAN DALAM PENCIPTAAN KRIYA TEKSTIL Prayogi, Bayu; Purwanto, Purwanto; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35131

Abstract

Batik Indonesia tumbuh dan berkembang menyertai dinamika masyarakat. Batik tidak hanya mengekspresikan keindahan visual, akan tetapi juga memiliki nilai filosofis serta pengalaman spiritual yang mendalam. Dalam proyek studi yang berjudul “Perpaduan Teknik Batik dengan Jumputan dalam Penciptaan Kriya Tekstil“ ini penulis bertujuan menghadirkan karya kriya tekstil melalui teknik batik yang digabungkan dengan jumputan. Kelebihan karya batik yang dipadukan dengan jumputan akan tampak lebih artistik dengan karakteristik remekan dan isen-isen serta karakteristik dari jumputan. Media yang digunakan penulis berupa bahan kain primisima, pewarna (indigosol, naptol dan remasol), lilin atau malam, getah damar, parafin dan soda abu. Sedangkan alat yang digunakan yakni alat tulis, canting, wajan kecil, kompor, benang jeans dan karet gelang serta menggunakan teknik batik dan jumputan untuk perintangan warna. Proses pembuatan karya meliputi konseptualisasi gagasan dan visualisasi gagasan dalam bentuk desain pada kertas, kemudian desain diaplikasikan pada kain yang akan digunakan. Selanjutnya proses pencantingan, penjumputan, pewarnaan dan pelorodan. Proyek studi ini menghasilkan sebelas karya melalui pengembangan penggabungan teknik batik dengan jumputan yang menciptakan pembaharuan visualisasi yang artistik dalam karya kriya tekstil sebagai seni terapan.
PENERAPAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KRITIK KARYA SENI RUPA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TUNTANG Latifatunnisa, Devy; Sugiarto, Eko; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan model mind mapping dalam menulis kritik seni rupa, secara rinci tujuannya adalah (1) menjelaskan dan mendeskripsikan proses kegiatan pembelajaran menulis kritik karya seni rupa bagi siswa kelas XI B IPA SMA Negeri 1 Tuntang.(2) menganalisis dan mengevaluasi hasil karya tulis kritik dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan pengamatan terkendali. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi pengamatan sebelum perlakuan, pengamatan terkendali, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama,pembelajaran menulis kritik seni rupa dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang pada tahap perencanaan pembelajaran yakni RPP, dengan rumusan tujuan peserta didik mampu membuat karya tulis kritik seni rupa dengan model mind mapping. Materi pembelajaran berupa pengertian dan prosedur menulis kritik dengan desain mind mapping. Evaluasi dilakukan dengan cara menilai setiap hasil karya siswa berdasarkan instrumen penilaian guru yang mencakupi 2 tahap penilaian, yakni nilai proses dan nilai hasil dengan nilai rata-rata siswa 75 yang termasuk dalam kategori baik. Kedua, hasil karya tulis kritik siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tuntang dengan model mind mapping mengacu pada indikator keindahan bentuk dan efektifitas desain mind mapping, ide dan kreatifitas siswa memilih pokok pikiran yang di masukan dalam desain mind mapping. Selain itu hasil karya tulis kritik dengan metode mind mapping mengacu pada kalimat kritis yang diungkapkan siswa seperti pada bagian deskripsi, analisis, interpretasi dan evaluasi. Siswa telah kreatif dan kritis dalam menciptakan karya tulis kritik dan desain mind mapping sehingga nilai rata-rata siswa masuk dalam kategori baik.
MERON SEBAGAI KARYA SENI RUPA: KAJIAN NILAI ESTETIK DAN FUNGSINYA DALAM TRADISI PERAYAAN MAULID NABI DI DESA SUKOLILO PATI Rahmawati, Dwi Tyas; Triyanto, Triyanto; Purwanto, Purwanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35133

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai estetik Meron dan fungsi Meron dalam tradisi perayaan maulid Nabi di Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai estetik yang dapat ditemukan pada Meron meliputi bentuk hiasan yang dipasang pada Meron seperti bunga, candi, dan berbagai bentuk geometri. Pewarnaan Meron cukup menarik karena terdapat berbagai warna yang kontras. Secara keseluruhan, unsur rupa pada Meron sudah cukup padu. Masing-masing bagian Meron memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda tersebut saling terkait dan memberikan kesan utuh dan harmonis. Fungsi Meron terbagi menjadi 3, yaitu: fungsi fisik sebagai perwujudan dari eksistensi adat yang telah ada dan mendarah dagiang pada masyarakat di Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, fungsi sosial yaitu menumbuhkan semangat kegotongroyongan antarwarga dan fungsi budaya Meron sebagai cara melestariankan tradisi yang sudah ada di sukolilo pati untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK SEMARANG PADA UNIT USAHA BATIK FIGA SEMARANG Subekti, Dwi Wahyu; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35134

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang unik. Keunikannya ditunjukkan dengan beragam motif batik yang memiliki makna tersendiri. Motif batik mempunyai wujud sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah di Indonesia. Setiap daerah berlomba-lomba menjunjung potensi daerah masing-masing untuk dijadikan motif batik yang baru. Proyek studi ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai pengembangan desain motif batik Semarang yang diterapkan oleh Usaha Industri Batik Figa milik ibu Siti Afifah yang berlokasi di Kampung Batik Bubakan Semarang. Batik Figa Semarang merupakan salah satu Usaha Batik Semarang yang memiliki pengalaman yang profesional dalam memproduksi. Desain memiliki peran penting bagi pengrajin karena adanya desain atau rancangan pekerjaan pengrajin menjadi lebih mudah dan terarah. Dengan adanya proyek studi ini diharapkan mampu membuka wawasan dalam mengembangkaan desain motif batik Semarang khususnya di Usaha Figa Batik Semarang. Pengembangan motif batik yang dilakukan yaitu dengan cara merumitkan corak motif batik, mengkombinasi antara bentuk satu dengan bentuk lainnya hingga tercipta bentuk motif baru, Pengembangkan gubahan bentuk ornamen, mempresentasikan objek baru kedalam motif dan memberikan identitas khusus kedalam motif. Prinsip-prinsip dalam mengkompeosisi bentuk dalam mengolah ornamen pokok, ornamen pengisi dan isen isen juga sangat mempengaruhi hasil desain motif batik yang akan dikembangkan. Media dalam pengembangkan motif batik Semarang mudah untuk dijumpai antara lain kertas, pensil dan laptop. Peneliti Berharap proyek studi ini dapat bermanfaat bagi unit usaha batik Figa Semarang, masyarakat Semarang, pemerintah Kota Semarang, pemerhati, peneliti dan desainer dibidang batik.
ESKPLORASI MOTIF BATIK KONTEMPORER (KAJIAN PADA INDUSTRI BATIK RUMAH BATIK WARDI DESA GALUH KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA) Wardoyo, Dwi; Syakir, Syakir; Syarif, Muh. Ibnan
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan eksplorasi motif batik kontemporer pada Rumah Batik Wardi; bentuk motif batik kontemporer hasil eksplorasi pada Rumah Batik Wardi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, perekaman, wawancara dan studi data dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Batik Wardi mengembangkan berbagai motif batik kontemporer dengan basis unggulan dan kearifan lokal. Bentuk yang dieksplorasi sebagai motif batik kontemporer merupakan berbagai hal yang menjadi ciri khas Kabupaten Purbalingga. Motif-motif tersebut meliputi motif flora, fauna, lingkungan alam dan motif batik klasik.
BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIS MOTIF BATIK PRODUK PERUSAHAAN BATIK LINGGO DI KECAMATAN LIMBANGAN, KABUPATEN KENDAL Kurnianto, Widodo; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35136

Abstract

Batik Linggo termasuk batik pesisiran yang tidak menganut pakem seperti motif batik Keraton. Perajin bebas mengkreasikan berbagai bentuk motif, salah satunya adalah motif Lingga Tumpal yang terinspirasi dari sebuah candi yang terletak di Desa Gonoharjo dan telah distilasi sedemikian rupa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif dan makna simbolis motif batik produk perusahaan Batik Linggo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran dan lokasi penelitian di rumah produksi perusahaan Batik Linggo milik Bapak Zachrony di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bentuk motif batik meliputi golongan motif flora, motif geometris, dan motif gubahan yang terdiri dari motif utama, motif pendukung, dan isen-isen. Selain itu, hasil penelitian ini mendeskripsikan pula bagaimana pola penyusunan yang digunakan dan pemilihan warna dalam setiap motif batik. Makna simbolis yang disisipkan dalam setiap motif batik produk perusahaan Batik Linggo dapat dipahami sebagai pesan yang ingin disampaikan oleh perajin yang menggambarkan kondisi sosial-budaya, ekonomi, religi, dan identitas daerah. Berdasarkan hasil penelitian ini, perajin hendaknya lebih mengembangkan motif sebagai identitas daerah dengan memperhatikan perpaduan prinsip penyusunan antara motif utama, motif pendukung, dan isen-isen.
POTRET WANITA TOKOH DUNIA DALAM KARYA GAMBAR VEKTOR Setiyawati, Yuli; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35137

Abstract

Potret adalah kegiatan pengambilan gambar yang dimaksudkan untuk menampilkan berbagai kegiatan yang sedang berlangsung, potret model, pemandangan dapat dilakukan secara spontan tetapi dapat pula dilakukan secara terencencana. Seseorang fotografer tidak semesta begitu saja memotret mereka sudah mengetahui dan mahir dibagian angle foto mana yang akan menghasilkan gambar menarik maka disitulah gambar akan di ambil. Pemilihan potret wanita dunia haruslah menarik agar dapat menghasilkan karya gambar vektor yang baik pula nantinya. Dalam proyek studi yang berjudul “Potret Wanita tokoh Dunia Dalam Karya Gambar Vektor“ ini penulis menghadirkan karya gambar potret melalui aplikasi digital dan menghasilkan karya gambar vektor tokoh wanita dunia sebanyak 12 karya. Kelebihan karya vektor yaitu gambar yang tadinya biasa saja dapat menjadi gambar potret yang menarik dan juga unik, pemilihan warna juga sangat penting agar gambar yang dihasilkan dapat menarik dan juga indah. Media yang digunakan penulis yaitu gambar potret wanita tokoh dunia adalah software Corel Draw Cs5, Alat yang digunakan yakni laptop. Proses pembuatan karya meliputi memilih konsep visualisasi objek yang akan di gambar. Kemudian bentuk gambar potret diaplikasikan pada software yang akan digunakan. Selanjutnya proses pembuatan dengan bantuan software melalui cara mengemal gambar potret tokoh wanita dunia yang kemudian mengambarnya kembali mengunakan tools membentuk outline yang diberi warna sehingga membentuk gambar yang mirip dengan potret asli tokoh tersebut, membuat outline keseluruhan bagian wajah/muka, kemudian mengabungkan tiap bagian objek menjadi satu, tahap selanjutnya yaitu mewarnai tiap bagian, memberikan transparasi untuk grdasi warna yang natural, selanjutnya menghilangkan outline dan mulai menyimpan gambar vektor yang telah jadi tersebut, setealah hasil jadi diberi baground dan kemudian di cetak dengan menggunakan kertas Luster.
KECENDERUNGAN PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ORNAMEN BATIK KAMPOENG KAUMAN KOTA PEKALONGAN Mariana, Zulfa; Triyanto, Triyanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35138

Abstract

Kota Pekalongan memiliki banyak sentra industri batik. Dari industri tersebut terbentuklah beberapa kampung batik. Salah satunya Kampoeng Kauman. Karena berada di lingkungan yang agamis, Kampoeng Kauman memiliki potensi desain batik yang berbeda dengan kampung batik yang lain. Penelitian ini bertujuan mengkaji perwujudan kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik, serta berbagai pertimbangan yang mendasari kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, kecenderungan perwujudan motif batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut (1) aspek tema meliputi; (a) flora (tumbuhan), (b) fauna (binatang), (c) geometris, (d) sosok manusia (figure), (e) alam benda, (f) imajinatif dan (g) gabungan. (2) aspek corak meliputi; (a) corak klasik/tradisional dan (b) corak kontemporer, dan (3) aspek pewarnaan meliputi; (a) warna solid/terang dan (b) warna soft. Kedua, alasan kecenderungan motif-motif tersebut banyak diproduksi di Kampoeng Kauman Kota Pekalongan didasari pertimbangan: Ekonomi, keluarga (turun temurun), agama, serta ekspresi dan kreativitas.
PERPADUAN TEKNIK BATIK DENGAN JUMPUTAN DALAM PENCIPTAAN KRIYA TEKSTIL Prayogi, Bayu; Purwanto, Purwanto; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35131

Abstract

Batik Indonesia tumbuh dan berkembang menyertai dinamika masyarakat. Batik tidak hanya mengekspresikan keindahan visual, akan tetapi juga memiliki nilai filosofis serta pengalaman spiritual yang mendalam. Dalam proyek studi yang berjudul “Perpaduan Teknik Batik dengan Jumputan dalam Penciptaan Kriya Tekstil“ ini penulis bertujuan menghadirkan karya kriya tekstil melalui teknik batik yang digabungkan dengan jumputan. Kelebihan karya batik yang dipadukan dengan jumputan akan tampak lebih artistik dengan karakteristik remekan dan isen-isen serta karakteristik dari jumputan. Media yang digunakan penulis berupa bahan kain primisima, pewarna (indigosol, naptol dan remasol), lilin atau malam, getah damar, parafin dan soda abu. Sedangkan alat yang digunakan yakni alat tulis, canting, wajan kecil, kompor, benang jeans dan karet gelang serta menggunakan teknik batik dan jumputan untuk perintangan warna. Proses pembuatan karya meliputi konseptualisasi gagasan dan visualisasi gagasan dalam bentuk desain pada kertas, kemudian desain diaplikasikan pada kain yang akan digunakan. Selanjutnya proses pencantingan, penjumputan, pewarnaan dan pelorodan. Proyek studi ini menghasilkan sebelas karya melalui pengembangan penggabungan teknik batik dengan jumputan yang menciptakan pembaharuan visualisasi yang artistik dalam karya kriya tekstil sebagai seni terapan.
PENERAPAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KRITIK KARYA SENI RUPA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TUNTANG Latifatunnisa, Devy; Sugiarto, Eko; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan model mind mapping dalam menulis kritik seni rupa, secara rinci tujuannya adalah (1) menjelaskan dan mendeskripsikan proses kegiatan pembelajaran menulis kritik karya seni rupa bagi siswa kelas XI B IPA SMA Negeri 1 Tuntang.(2) menganalisis dan mengevaluasi hasil karya tulis kritik dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan pengamatan terkendali. Prosedur penelitian yang diterapkan meliputi pengamatan sebelum perlakuan, pengamatan terkendali, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama,pembelajaran menulis kritik seni rupa dengan model mind mapping pada siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tuntang pada tahap perencanaan pembelajaran yakni RPP, dengan rumusan tujuan peserta didik mampu membuat karya tulis kritik seni rupa dengan model mind mapping. Materi pembelajaran berupa pengertian dan prosedur menulis kritik dengan desain mind mapping. Evaluasi dilakukan dengan cara menilai setiap hasil karya siswa berdasarkan instrumen penilaian guru yang mencakupi 2 tahap penilaian, yakni nilai proses dan nilai hasil dengan nilai rata-rata siswa 75 yang termasuk dalam kategori baik. Kedua, hasil karya tulis kritik siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tuntang dengan model mind mapping mengacu pada indikator keindahan bentuk dan efektifitas desain mind mapping, ide dan kreatifitas siswa memilih pokok pikiran yang di masukan dalam desain mind mapping. Selain itu hasil karya tulis kritik dengan metode mind mapping mengacu pada kalimat kritis yang diungkapkan siswa seperti pada bagian deskripsi, analisis, interpretasi dan evaluasi. Siswa telah kreatif dan kritis dalam menciptakan karya tulis kritik dan desain mind mapping sehingga nilai rata-rata siswa masuk dalam kategori baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 16