cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
madesrisatyawati@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Linguistika
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08549613     EISSN : 26566419     DOI : -
Core Subject : Education,
The linguistic journal as a vehicle for the development of the linguistic horizon is published by the Linguistics Master Program (S2) Linguistics and Doctoral Program of Udayana University Graduate Program. The publication of this journal in 1994, led by the Chairman and Secretary of Master Program (S2) and S3 Postgraduate Program of Udayana University, Prof. Dr. I Wayan Bawa and Prof. Dr. Aron Meko Mbete. In its development, there are various changes in linguistic journals, such as cover colors, style selingkung, and the number of articles published.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22 (2015): March 2015" : 10 Documents clear
FUNGSI, KATEGORI, DAN PERAN SINTAKSIS KALIMAT PADA PUPUH DURMA DALAM GEGURITAN TIRTA AMERTA A.A. Ary Trisnawati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.349 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul “Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis Kalimat pada Pupuh Durma dalam Geguritan Tirta Amerta”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami (1) fungsi kalimat dalam pupuh durma, (2) kategori kalimat dalam pupuh durma, (3) peran kalimat dalam pupuh durma, dan (4) diagram pohon kategori sintaksis kalimat-kalimat dalam pupuh durma. Penelitian ini menggunakan teori RRG (Role and Reference Grammar) yang dikemukakan oleh Robert D. Van Valin, Jr. dan Randy J. LaPolla (1997). Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat berbahasa Bali yang ada pada pupuh durma dalam Geguritan Tirta Amerta. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak dan catat. Data yang sudah dicatat, kemudian diterjemahkan untuk mengantarkan pada temuan bahwa secara sintaksis, fungsi kalimat dalam pupuh durma mengandung subjek, predikat/inti/nukleus, dan objek. Kategori subjek dan objek adalah nomina, sedangkan predikat atau nukleus adalah kata kerja/verba dan kata sifat/adjektiva, dan peran subjek adalah sebagai pelaku, objek sebagai pasien, dan predikat atau nukleus menggambarkan aktivitas atau keadaan. Nukleus atau inti kalimat berada di sebelah
ANALISIS WACANA KRITIS BERITA TENTANG RANCANGAN TATA RUANG WILAYAH PROVINSI (RTRWP) BALI DALAM HARIAN BALI POST I Dewa Gede Budi Utama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.615 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur teks, (2) kognisi sosial, dan (3) konteks sosial berita tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali. Berita ini menarik untuk dianalisis karena menjadi berita utama Bali Post dalam waktu yang cukup lama, pertengahan April hingga Juni 2009 serta mengandung nilai berita yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun simpulannya adalah sebagai berikut. Yang pertama, struktur teks berita mengenai RTRWP pada harian Bali Post menggambarkan pemerintah provinsi Bali sebagai inisiator RTRWP secara negatif, dan menggambarkan secara positif DPRD, akademisi, serta kepala pusat lingkungan hidup Bali Nusra, sebagai pihak yang mengkritik RTRWP. Yang kedua, kognisi sosial yang terdapat dalam berita dapat diketahui dari jenis pengetahuan yang digunakan, yaitu pengetahuan kelompok, nasional, dan pengetahuan budaya. Bali Post mengusung ideologi Pancasila pada satu sisi, dan prinsip ajeg Bali pada sisi lain. Keseluruhan pernyataan DPRD dan akademisi yang diberitakan mendukung pandangan bahwa RTRWP yang diajukan Gubernur Bali tidak baik untuk kepentingan Bali. Yang ketiga, konteks sosial yang digambarkan dalam berita RTRWP adalah mengenai Pancasila, kearifan lokal masyarakat Bali, struktur organisasi Bali Post, pemerintah provinsi, dan desa adat, serta hubungan antara Bali Post, DPRD Provinsi Bali, Gubernur, serta akademisi.
ANALISIS TRANSTIVITAS PADA TEKS KETTE KATONGA WERI KAWENDO (TKKWK) Magdalena Ngongo
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.618 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan dan mengkaji transtivitas dalam teks Kette Katonga Weri Kawendo (KKWK) pada masyarakat adat Wewewa. Data hasil observasi dengan teknik perekaman pada empat tuturan lisan ditranskrip dan dianalisis berdasarkan Gramatika Fungsional. Hasil analisis memperlihatkan bahwa transtivitas pada teks memiliki tiga elemen. (1) Partisipan direalisasi oleh kelompok nomina termasuk pronomina persona yang meliputi pembicara dan pendengar. Persona: pendengar saja yo’u/ wo’u ‘engkau’, pembicara+pendengar: yamme, itto ‘kita’; pembicara saja youwa ‘saya’; pembicara+lainnya yamme ‘kita’, pendengar+lainnya yemmi ‘kalian; pemeran lainnya lebih dari satu hidda ‘mereka’, seseorang (laki-laki/perempuan) nya ’dia’; orang (umum) ata. (2) Sirkumstan direalisasi oleh kelompok adverbial dan frasa preposisi, yaitu sirkumstan waktu: ne lodo ‘hari ini’, neme ‘nanti’, koka mewa ‘besok lusa’, ne bahina nee ‘sekarang ini; lokasi: koro dana ‘dalam kamar’. bali tonga ‘ruang tamu’, gyounga ‘di luar’; sebab/alasan: oro ‘karena’, gai ‘agar’, ka ‘supaya’, waktu dan lokasi posisinya berada di depan atau di belakang klausa. (3) Proses meliputi enam tipe dengan jumlah pemakaiannya adalah 2678. Proses material paling banyak muncul yaitu 1069 , disusul proses verbal 553, relasional 409, wujud 357, mental 258 dan perilaku 32.
KETERAMPILAN MENULIS WACANA ARGUMENTASI BERBAHASA INGGRIS DENGAN METODE ESA PADA MAHASISWA LEVEL POST INTERMEDIATE DI STIE TRIATMA MULYA I Made Agung Rai Antara; I Nyoman Sedeng; A.A. Putu Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.712 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul “Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Berbahasa Inggris dengan Metode ESA pada Mahasiswa Level Post Intermediate di STIE Triatma Mulya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan menulis wacana argumentasi pada mahasiswa STIE Triatma Mulya dan (2) faktor-faktor penghambat mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran dan pengajaran bahasa yang dikemukakan oleh Brown (2007) sebagai teori utama. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik yang digunakan, yaitu check list, catat, rekam, dan tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi mengalami peningkatan sebesar 4,14 %. Aspek-aspek yang mengalami peningkatan dalam tulisan mahasiswa adalah alat-alat kohesi gramatikal, ketepatan kata, dan mekanik. Namun, kategori tata bahasa masih memerlukan perhatian lebih banyak. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan tata bahasa sebesar 0,34 %. Faktor-faktor yang menghambat mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi adalah jenis tulisan itu sendiri, tata bahasa, dan pilihan kata.
TUTURAN MAJEJIWAN DALAM RITUAL MAPASELANG DI BALI: KAJIAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN Made Reland Udayana Tangkas
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.093 KB)

Abstract

Majejiwan merupakan tuturan ritual yang memiliki bentuk berbeda dari kebanyakan tuturan ritual di Bali. Tuturan ini selalu dilakukan pada saat ritual mapaselang. Ritual mapaselang termasuk ritual inti yang memiliki fungsi yang sangat penting. Di samping itu, tuturan majejiwan pun memiliki peranan yang sangat penting dalam kesuksesan upacara. Permasalahan yang dikaji meliputi (1) bentuk-bentuk lingual yang digunakan dalam tuturan majejiwan, dan (2) fungsi dan makna budaya tuturan majejiwan. Landasan teori yang digunakan adalah teori Linguistik Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etik, emik, dan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majejiwan disusun oleh bentuk lingual seperti leksikon (nomina dan verba) dan kalimat (interogatif, deklaratif, dan negatif). Secara kontekstual, fungsi dan makna majejiwan meliputi (1) fungsi dan makna teologis, (2) fungsi dan makna kosmologis, (3) fungsi dan makna sosiologis, (4) fungsi dan makna magis, dan (5) fungsi dan makna religius.
TRANSLATION TECHNIQUES OF TWIN FORMULAS PROVERBS INTO INDONESIAN I Made Joni Jatmika
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.885 KB)

Abstract

This study was aimed at describing the unique characteristics of twin formulas and analyzing translation techniques applied. The meaning equivalence within the twin formulas was analyzed based on denotative and connotative approach. Library research and qualitative method were used in this study. The proverbs being analyzed were taken from a bilingual self-help book, entitled “Awaken the Giant Within” written by Robbins (1991) and its translation Bangunkan Kuasa Raksasa di Dalam Diri translated by Saputra (2006). The theory about proverb types proposed by Mieder (2004) was used as the main theory. Translation theory proposed by Vinay and Dalbernet (2002) were used to analyze the translation techniques. In relation to denotative and connotative meaning of proverbs, meaning equivalence theory proposed by Leech (1974) was used to support the analysis. The collected data showed that there were 15 of 113 data were recognized having the characteristics of twin formulas. Alliterative and opposite patterns were found as variation of twin formulas. The literal translation was the translation technique mostly used. Besides, transposition, modulation and borrowing techniques were employed. Related to the meaning of proverbs, most forms were transferred denotatively.
ATTITUDES TOWARD TEACHERS, MOTIVATION AND LEARNING ACHIEVEMENT: The case of Indonesian EFL students Ni Kadek Ary Susandi; Teguh Khaerudin
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.69 KB)

Abstract

This study explores the correlation of learners’ attitude towards their English teachers and their motivation and achievement in English class. Two questionnaires on attitude and motivation used in this study were adapted from the Attitude Motivation Test Battery (AMTB) developed by Gardner (1985). These questionnaires were then developed using web-based survey and distributed online to 82 Indonesian students. The quantification of data shows that attitude and motivation are moderately correlated at a value of r = 0.569, p < 0.01, whilst the correlation value between motivation and students’ final score is at r = 0.30, p
WACANA KEKERASAN SIMBOLIK PADA CERITA WANDIUDIU Jafar Karim
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.796 KB)

Abstract

This study focused on the symbolic violence discourse in Wandiudiu folklore from Lakudo Buton district of Southeast Celebes. The story was selected due to its familiar and grounded in local communities in the area. Research approach is based on text and context. In which the approach focused on literary work and based many aspects such as history, culture, and religion. The living values in the society would be attributed with social construction of the story.The study used descriptive qualitative method which uncovered facts, circumstances, and phenomenon. The study as well intepreted data related to given situation, the view points of society, conflicts, the difference between facts, and the influence of particular problem which was studied and investigated. The data was obtained from oral literature which was shared by the native speakers. In addition, the research also applied observation. Data source is either Wandiudiu folklore in Buton native language, or transliterated from a number of informants in the area. Based on the analysis, the study found some forms of symbolic power discourse included, complience, and dicipline.
ANALISIS KONTRASTIF PEMARKAH LOKATIF ‘DI’ DALAM BAHASA INDONESIA DAN IN, ON, AT DALAM BAHASA INGGRIS Cokorda Istri Mas Kusumaningrat
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.778 KB)

Abstract

In second language learning, understanding the mother tongue is as important as understanding the second language for the learners. Contrastive analysis provides a means to compare and find similarities and differences between the two languages so that the exchange of meaning can be done with accuracy. The word ‘di’ and at have the same function as a locative marker, however, each has distinct uses in the sentence. Locative marker 'di' in Bahasa is used to express a place while locative 'in', 'on', 'at' in English is used to express a more specific. 'In' is used to express a place in the form of an area or volume, 'on' is used to declare a place on a surface and ‘at' is used to declare a place at a certain point. Contrastive analysis of ‘di’ in Bahasa and ‘in’, ‘on’, ‘at’ in English can be used as an alternative solution for teachers to help students overcome the difficulties encountered in learning English as second language.
COMPONENT AND FUNCTION OF SPEECH ACT IN THE TRANSLATION OF MIRROR IMAGE INTO BELAHAN JIWA I Kadek Restu Sumaranama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.057 KB)

Abstract

This study was intended to examine the components of speech act consisting of locutionary act, illocutionary act and perlocutionary act and to analyze the classification of communicative illocutionary acts and functions of speech act both in source language and target language. The data were collected from the novel entitled Mirror Image (Steel:1999) and its Indonesian translated version entitled Belahan Jiwa (Sigarlaki:2001). The results showed that there were some changes of locutionary act type of utterance that occurred in the translation, consisting of change in source langauge declarative form into target language interrogative form, from source language declarative form into target language imperative form, from source language interrogative form into target language imperative form and from source language imperative form into target language declarative form. The change in utterance types from the level of locutionary act into illocutionary act occurred from source language to target language. In the locutionary act, the force was only focused on the surface of the utterance form, when the utterance was brought into the illucotionary level, the involvement of the speaker’s intention was added to the virtue or context of the utterance. The changes involved the ones from source language declarative into acknowledgment type of source language illocutionary with accept function, from source language interrogative into target language directive type of illocutionary with question function. The second one, the changes occurred from source language declarative into source language constantive type of illocutionary with informative function, from target language imperative into source language directive type of illocutionary with requestive function. The third one was the changes from source language interrogative into target language imperative which was classified into directive type of illocutionary with requirement function in both source language and target language. And the last one, the changes from source language imperative into directive type of illocutionary with source language requestitive function, from target language declarative into target language constantive type of illocutionary with assertive function. This study expected to contribute significantly to the use of speech act approach in translation activities.

Page 1 of 1 | Total Record : 10