cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
APLIKASI PLASTICIZER GLISEROL PADA PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI BIJI NANGKA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1991

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan biji nangka untuk pembuatan plastik biodegradable dengan menggunakan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik bahan-bahan pembuat plastik biodegradable yang mendekati sifat plastik SNI, mengetahui pelarut yang menghasilkan plastik dengan sifat yang mendekati sifat plastik SNI serta mengetahui hasil uji karakteristik plastik yang dibuat. Pelarut yang digunakan adalah aquades dan pentanol, sedangkan gliserol yang ditambahkan, divariasi 20%, 25% dan 30% dari berat pati. Formulasi terbaik dari bahan-bahan pembuat plastik yang mendekati sifat plastik SNI, yaitu kuat tarik 24,7-302 MPa, elongasi 21-220% dan hidrofobisitas 99%, dihasilkan oleh campuran pati-gliserol 20%. Campuran pati-aquades-gliserol 20% menghasilkan plastik dengan nilai kuat tarik sebesar 58,83 MPa, elongasi 22,5%, hidrofobisitas 79,02%, dan  terdegradasi 54% dalam waktu 6 hari dengan degradabilitas 7,4 mg/hari. Hasil analisis gugus fungsional masing-masing plastik menunjukkan adanya gugus ester dan karboksil yang menandakan, bahwa plastik yang dihasilkan bersifat biodegradable.
PENGARUH METODE PENGEMBANAN TERHADAP AKTIVITAS KATALITIK Mo-Ni/ZAA PADA HIDRODESULFURISASI TIOFEN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1992

Abstract

Pengaruh metode pengembanan terhadap aktivitas katalitik Mo-Ni/ZAA pada hidrodesulfurisasi tiofen telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengembanan dan rasio prekursor Mo/Ni terhadap aktivitas katalis pada proses hidrodesulfurisasi tiofen. Katalis dipreparasi dengan langkah-langkah meliputi aktivasi perlakuan asam, kalsinasi, oksidasi, reduksi, serta pengembanan logam Mo dan Ni  pada zeolit alam aktif (secara koimpregnasi dan impregnasi terpisah). Karakterisasi katalis meliputi penentuan kandungan logam dengan SSA, keasaman dengan metode gravimetri, kristalinitas dengan XRD, dan porositas dengan metode BET. Tiofen:n-Hesan (perbandingan 1:1) diumpankan dalam reaktor flow fixed bed yang dioperasikan pada temperatur 350oC, laju alir 40mL/menit selama 1 jam menggunakan katalis Mo-Ni/ZAA. Produk yang dihasilkan dianalisis denganGC. Hasil analisis menunjukkan tidak ada pengaruh metode pengembanan dan rasio Mo/Ni terhadap aktivitas katalis Mo-Ni/ZAA karena % konversi HDS yang diperoleh hampir sama pada masing-masing katalis.Analisis GC-MS menunjukkan produk memiliki komposisi senyawa kimia yang terdiri atas 2-propanon, 2-metil pentana, 3-metil pentana, n-heksana, metal-1-siklopentana, dan tiofen.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI DENGAN ADITIF MOLASSES METODE FERMENTASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1993

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dengan aditif tetes tebu (molasses) metode fermentasi, tahap awal penelitian ini adalah pengambilan 5 liter sampel urin sapi dan pembuatan pupuk organik cair yang dilakukan dengan cara memfermentasikan 800 mL urin sapi dengan 8 mL EM-4 dengan penambahan tetes tebu dengan variasi tanpa tetes tebu, 20 mL, 40 mL, dan 60 mL  penandaan sampel A, B, C, D, E, selama 7 hari, analisis Nitrogen dilakukan dengan 3 tahapan yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi dari hasil analisis tersebut didapatkan kandungan N pada sampel A .Dan kadar n-total yang di dapatkan masing-masing sampel adalah 0,137 %, 0,149 %, 0,303 %, 0,339 % dan 0,362 %. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa urin sapi dapat digunakan sebagai pupuk organik cair bermutu tinggi, rasio volume optimal tetes tebu terdapat pada sampel E, dan peningkatan kadar Nitrogen pada penelitian ini adalah sebesar 0,225 %.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGONTROL SISTEM PELEPASAN OBAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1994

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi membran kitosan dan kitosan-TPP yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi TPP terhadap karakterisasi membran yang dihasilkan.  Karakterisasi membran kitosan-TPP yang dilakukan antara lain penentuan derajat swelling, permselektivitas, partisi dan morfologi, serta kinerja membran sebagai pengontrol pelepasan obat secara in vitro.  Hasil uji swelling dengan media akuades dan buffer pH 7,5 menunjukkan bahwa membran kitosan tanpa TPP memiliki derajat swelling yang lebih besar dari pada membran kitosan-TPP.  Sementara itu, membran kitosan-TPP memiliki koefisien rejeksi yang lebih baik dibanding membran kitosan tanpa TPP. Pada penentuan permeabilitas dan koefisien difusi terhadap model obat albumin, membran kitosan-TPP menunjukkan permeabilitas dan koefisien difusi yang lebih kecil dibandingkan dengan membran kitosan tanpa TPP.  Dengan demikian, membran kitosan-TPP memiliki karakteristik lepas lambat terhadap albumin yang lebih lama daripada membran kitosan tanpa TPP. Sedangkan hasil morfologi SEM permukaan membran kitosan TPP 0,1 % memiliki tekstur yang halus dan lebih homogen. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakterisasi membran kitosan-TPP sebagai agen pengontrol pelepasan obat dengan uji biodegradabilitas dan biokompatibilitas, sehingga dapat diterapkan untuk model obat yang lain.
UJI AKTIVITAS KATALIS Zn2+-ZEOLIT BETA PADA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI R-(+)-SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1995

Abstract

R-(+)-sitronelal merupakan senyawa monoterpen yang terdapat dalam minyak sereh yang dapat direaksikan menjadi isopulegil asetat. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur dan waktu reaksi terhadap persen relatif produk hasil reaksi siklisasi-asetilasi R-(+)-sitronelal terkatalisis Zn2+-zeolit beta menjadi isopulegil asetat untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis terhadap reaksi siklisasi-asetilasi tersebut. R-(+)-sitronelal diisolasi menggunakan destilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan dianalisis menggunakan GC dan FTIR. Katalis Zn2+-zeolit beta diperoleh dari hasil pertukaran ion H-zeolit beta dengan larutan ZnCl2 0,1 N. Karakterisasi katalis dilakukan dengan instrumen XRD dan BET. R-(+)-sitronelal direaksikan dengan anhidrida asam asetat dengan katalis Zn2+-zeolit beta pada variasi suhu 29oC, dan 80oC. Selama reaksi berlangsung, hasil reaksi diambil 1 mL sampel pada waktu reaksi 6, 12, 18 dan 24 jam. Produk yang dihasilkan dianalisis dengan GC, FTIR dan GCMS. Uji aktivitas katalis Zn2+-zeolit beta pada reaksi siklisasi-asetilasi R-(+)-sitronelal dengan menghasilkan produk dominan IPA dan NIPA. Produk reaksi bertambah dengan bertambahnya temperatur dan waktu reaksi. Aktivitas terbaik dihasilkan pada suhu 80oC dan waktu reaksi 24 jam sebesar 91,99%. Katalis Zn2+-zeolit beta memiliki selektivitas yang cukup tinggi terhadap produk IPA dengan perbandingan persentase  produk IPA dan NIPA sebesar 2,16 : 1.
SINTESIS Ni-TiO2 DENGAN METODE SOL-GEL DAN UJI AKTIVITASNYA PADA DEKOMPOSISI AIR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1996

Abstract

Telah dilakukan sintesis Ni-TiO2 dengan metode sol-gel dan uji aktivitasnya pada dekomposisi air. Tujuan dalam penelitian adalah mensintesis Ni-TiO2 dan mengetahui kinerja Ni-TiO2 dalam mendekomposisi air dengan gliserol. Ni-TiO2 disintesis menggunakan metode sol-gel dengan prekursor TIP sebagai media pendistribusian ion dopan. Karakterisasi terhadap material hasil sintesis meliputi: band gap, struktur dan ukuran kristal, porositas dan jumlah Ni yang terdopan berturut-turut menggunakan DR-UV, XRD, BET dan AAS. Ni-TiO2 diuji aktivitasnya menggunakan lampu UV dengan panjang gelombang 254 nm. Penambahan Ni masing-masing 1, 3, 5 10 terhadap massa TiO2 berturut-turut sebesar 3,33 eV, 2,71 eV, 2,60 eV, 2,54 eV dan 1,85 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa Ni-TiO2 mengalami perubahan dan intensitas struktur anatase pada sintesis Ni-TiO2, serta mengakibatkan ukuran kristal Ni-TiO2 menjadi semakin kecil seiring dengan banyaknya dopan Ni.
PEMANFAATAN BAGAS LIMBAH PABRIK GULA JATIBARANG BREBES MENJADI BIOETANOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1997

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Akibatnya bahan bakar fosil semakin berkurang. Di sisi lain, pabrik gula menghasilkan limbah bagas yang berdampak negatif dan belum banyak dimanfaatkan. Bagas bisa dimanfaatkan untuk membuat bioetanol. Bagas mengandung selulosa yang bisa dihidrolisis menjadi glukosa dan difermentasi menjadi etanol. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar glukosa yang dihasilkan dengan metode hidrolisis asam, untuk mengetahui pengaruh dosis ragi dan waktu fermentasi terhadap etanol yang dihasilkan. Hidrolisis dengan menggunakan katalis asam lebih mudah dan murah dibandingkan dengan enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa untuk katalis asam sulfat 0,091 ppm dan katalis asam klorida 0,135 ppm, dosis ragi paling baik 75 gram dan waktu fermentasi paling baik 168 jam. Hasil uji GC-MS kadar etanol paling baik 85,22% yaitu pada variasi ragi 75 gram.
FORMULASI KRIM EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUH LUKA BAKAR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1998

Abstract

Tanaman lidah buaya tergolong keluarga Liliaceae, mempunyai potensi yang cukup besar sebagai bahan baku obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan krim ekstrak lidah buaya dan mengetahui efek penyembuhan luka bakar yang paling cepat pada mencit.Berdasarkan hasil uji penelitianidentifikasi fitokimia ekstrak lidah buaya positif mengandung tanin, fenol, dan saponin. Hasil pemeriksaan pH krim diperoleh pH 5 – 6, Ekstrak lidah buaya dan VCO yang diformulasikan bentuk krim stabil dalam waktu 8 minggu penyimpanan. Hasil uji luka bakar ekstrak lidah buaya menunjukkan efek sebagai obat luka bakar dimana terlihat proses penyembuhan yang ditandai dengan pengurangan luka yang lebih cepat pada luka mencit dengan diameter ±1 cm. Pada penelitian ini formula FIB lebih cepat menyembuhkan luka pada 8 hari daripada formula FOB 9 hari, formula F1A 12 hari dan FOA sembuh pada hari ke 14. Formula F1B menandakan waktu tercepat dalam penyembuhan luka bakar dengan waktu 8 hari.
PENENTUAN KADAR NIKEL DALAM MINERAL LATERIT DENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN Cu-PIROLIDIN DITIOKARBAMAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.1999

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kadar nikel dalam mineral laterit dengan metode kopresipitasi menggunakan ligan Ammonium Pirolidin Dithiocarbamat melalui pemekatan untuk menentukan kadar nikel. Variabel yang diteliti meliputi pH larutan dari 2-6, volume ligan APDC dari 2-7 mL, waktu pengadukan dengan variasi 10, 15, 20, dan 25 menit, serta dipelajari pengaruh adanya ion logam Fe(III) sebagai interferensi untuk analisis Ni(II) dengan konsentrasi 10-50 ppm. Adapun hasil optimasi yang diperoleh yaitu pH optimum pada pH 4, volume ligan APDC  dicapai sebanyak 6 ml sedangkan waktu pengadukan 15 menit. Sebagai interferensi, ion Fe(III) meski konsentrasi kecil sudah sangat mengganggu analisis nikel. Temubalik konsentrasi Ni(II) pada kondisi optimum sebesar 96,19%. Pada kondisi optimum diaplikasikan dalam mineral laterit dan diperoleh sebesar 0,7904 mg. Metode analisis Ni(II) menggunakan metode kopresipitasi hanya cocok untuk kadar Fe(III) yang lebih rendah dari kadar Ni(II) atau harus dilakukan pemisahan terlebih dahulu.
EFEKTIFITAS JAMUR Trichoderma harzianum DALAM PENGOMPOSAN LIMBAH SLUDGE PABRIK KERTAS
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2000

Abstract

Telah dilakukan Pemanfaatan Jamur Trichoderma harzianumdan mikroba sapi pada proses pengomposan limbah sludge dari industri kertas dengan menggunakan 4 variasi yaitu A-1 tanpa aktivator Trichoderma harzianum, A-2 dengan aktivator Trichoderma harzianum, A-3 dengan aktivator mikroba kotoran sapi, dan A-4 dengan aktivator jamur dan mikroba kotoran sapi yang dikomposkan selama 30 hari. Pembuatan bibit jamur dengan menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar) yang disuspensikan dengan limbah sludge selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan selulosa, karbon, nitrogen, rasio C/N, phospor dan kalium setelah 30 hari pada kompos (A-1) tanpa jamur Trichoderma harzianum (13,78%, 60,30%, 0,65%, 93,1, 0,05%, 0,30%). Kompos (A-2) dengan adanya jamur Trichoderma harzianum (10,71%, 58,11%, 0,61%, 95,26, 0,06%, 0,30%). Kompos (A-3) dengan mokroba sapi (11,65%, 54,97%, 0,54%, 101,8, 0,25%, 0,99%). Kompos  (A-4) campuran jamur Trichoderma harzianumdan mikroba kotoran sapi (10,12%, 51,97%, 0,51%, 92,70, 0,28%, 1,75%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengomposan yang menggunakan aktivator jamur Trichoderma harzianum dan mikroba sapi mampu menurunkan kadar selulosa sebesar 2,53% dan menghasilkan kandungan N,P,K sebesar 0,56%, 0,28%, dan 1,75%.