Articles
830 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN-PEG (POLIETILEN GLIKOL) SEBAGAI PENGONTROL SISTEM PELEPASAN OBAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2001
Kemajuan teknologi memberikan peluang penggunaan dan pengembangan material untuk penghantaran obat ke target atau mengontrol pelepasannya. Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan membran kitosan- PEG (Polietilen Glikol) bertujuan mensintesis dan mengkarakterisasi membran kitosan-PEG sebagai alternatif pengontrol sistem pelepasan obat secara in vitro. Membran kitosan divariasi komposisi massa kitosan dengan PEG, yaitu 4 : 4 (A), 5 : 4 (B), dan 6 : 4 (C). Karakterisasinya meliputi penentuan swelling index, koefisien partisi, perm-selektivitas, koefisien difusi dan permeabilitas. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa koefisien partisi membran kitosan-PEG A : B: C terhadap albumin dalam pH 7,5 berturut-urut 14,19, 30,98, dan 18,61. Hasil uji permselektivitas menunjukkan membran B merupakan membran paling selektif karena memiliki koefisien rejeksi yang lebih besar dibandingkan membran A dan C. Permeabilitas dan koefisien difusi membran B terhadap model obat albumin lebih kecil dibandingkan dengan membran A dan membran C sehingga membran B memiliki karakteristik lepas lambat terhadap albumin yang lebih lama.
PENENTUAN KADAR KROMIUM DALAM LIMBAH INDUSTRIDENGAN METODE KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN Cu-PIROLIDIN DITIOKARBAMAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2002
Salah satu jenis industri yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) pada proses produksi adalah industri penyamakan kulit yang menggunakan senyawa kromium (Cr). Peneliti mencoba analisis krom di dalam limbah industri dengan metode kopresipitasi menggunakan Cu(PDC)2. Variasi yang dilakukan meliputi varisi pH dari 3-8, volume APDC dari 1-6 mL, waktu pengadukan dari 10-25 menit dan dipelajari pengaruh adanya ion logam Cd(II) sebagai interferensi terhadap hasil analisis Cr(VI). Hasil optimasi yang diperoleh yaitu pH larutan optimum dicapai pada pH 4, volume APDC optimal 6 mL, waktu pengadukan optimal 20 menit dan besar % recovery variasi konsentrasi Cr(VI) pada kondisi optimum sebesar 94,2%. Sebagai interferensi, Cd(II) dapat menggangu Cr dengan perbandingan 1:1. Kondisi optimum diaplikasikan dalam limbah industri dan diperoleh kadar krom sebesar 1,5454 ppm.Metode analisis Cr(VI) menggunakan metode kopresipitasi hanya cocok untuk kadar Cd(II) yang lebih rendah dari pada kadar Cr(VI) atau harus dilakukan pemisahan terlebih dahulu.
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI TEPUNG BIJI NANGKA DAN AGAR-AGAR SEBAGAI PEMBUNGKUS JENANG
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2003
Bahan makanan pada umumnya sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas karena faktor lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengemasan. Bahan pengemas dari plastik banyak digunakan karena ekonomis dan memberikan perlindungan yang baik. Plastik kemasan makanan umumnya berbahan dasar polimer sintetik polipropilen (PP). Oleh karena itu, dibutuhkan produk kemasan yang dapat diuraikan (degradable) untuk menggantikan polipropilen. Salah satu solusinya adalah penggunaan edible film dari tepung biji nangka dan agar-agar denagn karakterisasi memggunkan standar ASTM D 638-03. Hasil dari karakterisasi edible film tepung biji nangka dan agar-agar memiliki nilai kuat tarik terbaik, yaitu 3,502 Mpa dengan variasi agar-agar dengan penambahan 2 gram tepung biji nangka, 1,5 gram pati tapioka, 1 gram agar-agar, 1 ml gliserol. Nilai persen elongasi terbaik yaitu sebesar 1,904%. Dan memiliki nilai tahan simpan relatif stabil. Hasilnya memiliki gugus FT-IR yang menunjukkan bahwa plasticizer dan pati tapioka tidak banyak mengubah gugus fungsi dari ediblefilm tepung biji nangka dan agar-agar.
ELEKTRODEGRADASI INDIGOSOL GOLDEN YELLOW IRK DALAM LIMBAH BATIK DENGAN ELEKTRODA GRAFIT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2004
Pencemaran lingkungan oleh zat warna sisa pembuatan batik semakin meningkat, Sehingga perlu dikembangkan metode pengolahan limbahyang mampu mengatasi pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimum yang meliputi pH larutan, Kuat Arus dan Konsentrasi elektrolit. Kajian ini dilakukan dengan mengelektrolisis indigosol golden yellow IRK sebanyak 100 mL konsentrasi 100 ppm dengan potensial 6 V selama 30 menit variasi pH 2,4,6, variasi kuatarus 0.5:1;5 ampere dan konsentrasi elektrolit 0.5;1;2 M. Larutan sisa elektrolisisdiekstraksi dengan dietil eter,filtratdianalisis dengan menggunakan GC-MS. Data pengamatan menunjukan bahwa kondisi optimum pH, kuat arus dan konsentrasi elektrolit adalah pada pH 4, kuat arus 1 A dan konsentrasi elektrolit 0,5 M dalam aplikasi kondisi optimum ke limbah batik mampu menurunkan konsentrasi mula 917,5 ppm menjadi 86 ppm atau turun 90%.Data GC-MS zat warnaterdegradasi menjadi senyawa karbon rantai pendek.Perlu adanya penelitian tentangjarak elektroda dan waktu dalam proses elektrolisis.
PENGGUNAAN CARBOXY METHYL CELLULOSE DAN GLISEROL PADA PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE PATI GEMBILI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v2i3.2005
Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari pati gembili (Dioscorea esculenta) dengan menggunakan plasticizer gliserol dengan bahan tambahan yakni CMC (carboxy methyl cellulose). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat tarik plastik dengan plasticizer gliserol, mengetahui kuat tarik plastik dengan plasticizer gliserol dan bahan tambahan CMC serta karakteristik plastik yang dihasilkan. Gliserol yang ditambahkan divariasi 20%, 25%, 30% dan 35% dari massa pati. Kuat tarik terbaik pada penambahan gliserol 20% sebesar 7,10 MPa. Hasil tersebut digunakan untuk formulasi plastik dengan bahan tambahan CMC. Pada formulasi selanjutnya ditambahkan CMC, rasio pati:CMC yang memiliki kuat tarik terbaik adalah 7:3 sebesar 12,37 MPa. Plastik biodegradable yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR, terdapat gugus C=O karbonil dan C-O ester sehingga mudah terdegradasi, bersifat hidrofil karena gugus fungsi plastik yang dihasilkan sama dengan komponen penyusunnya.
PREPARASI NANOPARTIKEL PERAK DENGAN METODE REDUKSI DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI PENYEBAB INFEKSI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2859
Telah dipelajari sintesis nanopartikel perak dan aplikasinya sebagai antibakteri penyebab luka Infeksi. Nanopartikel perak disintesis dengan metode reduksi. Natrium sitrat dipakai sebagai reduktor sekaligus sebagai stabilisator. Koloid nanopartikel perak yang terbentuk selanjutnya dianalisis karakteristiknya menggunakan Spektrometer UV-Vis, Particle Size Analyser (PSA) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Analisis terhadap spektra UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel yang paling stabil adalah yang disintesis menggunakan natrium sitrat 1%. Karakterisasi dengan PSA menunjukkan nanopaetikel perak yang terkecil berukuran 10 nm dengan ukuran rata-rata 26,4 nm. Karakterisasi menggunakan TEM menunjukkan bahwa nanopartikel yang terbentuk adalah nanopartikel perak dengan struktur kristal Face Centered Cubic (FCC). Nanopartikel perak hasil sintesis diaplikasikan pada kain pembalut luka dengan lama perendaman terbaik selama 36 jam. Performa hasil perendaman dalam menghambat pertumbuhan bakteri dievaluasi melalui uji aktivitas terhadap bakteri penyebab infeksi, yaitu Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa dengan perendaman selama 36 jam presentase reduksi bakteri mencapai 100%.
KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI PERAK NITRAT TERHADAP UKURAN PARTIKEL PADA SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2860
Kajian pengaruh konsentrasi perak nitrat (AgNO3) terhadap ukuran pertikel dalam sintesis nanopartikel perak telah dipelajari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perak nitrat terhadap ukuran partikel. Sintesis nanopartikel perak dilakukan menggunakan metode reduksi dengan variasi konsentrasi AgNO3 yaitu 0,5x10-3 M, 1x10- 3 M, 1,5x10-3 M dan natrium sitrat sebagai zat pereduksi. Dari hasil pengukuran spektrofotometer UV-Vis, serapan panjang gelombang nanopartikel perak terjadi pada kisaran 419-421 nm. Identifikasi ukuran partikel dengan PSA menunjukkan nanopartikel perak yang disintesis mempunyai ukuran antara 13,9-54,3 nm. Hal ini didukung oleh karakterisasi menggunakan TEM yang menunjukkan terdapat partikel perak berukuran nano hingga mencapai 6,9 nm. Nanopartikel perak yang memiliki stabilitas paling baik diaplikasikan pada binder cat PVAc dan diuji kemampuan antibakterinya terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi AgNO3 1x10- 3 M merupakan konsentrasi optimum dalam menghasilkan nanopartikel perak yang cukup efisien dalam membunuh bakteri hingga 96,11%.
SINTESIS FOTOKATALIS M/TiO2 DAN APLIKASINYA UNTUK DEKOMPOSISI AIR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2861
Telah dilakukan penelitian tentang sintesis fotokatalis titanium (IV) oksida termodifikasi Zn dan Ni untuk (i) mengetahui pengaruh dopan Zn dan Ni terhadap band gap TiO2, (ii) mengetahui pengaruh dopan Zn dan Ni terhadap kristalinitas TiO2, serta (iii) mengetahui pengaruh Zn dan Ni terhadap aktifitas fotokatalis TiO2 untuk dekomposisi air. Sintesis M/TiO2 dilakukan melalui metode sol-gel kemudian diaplikasikan sebagai fotokatalis untuk dekomposisi air. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan DR-UV untuk mengetahui band gap M/TiO2, XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, dan foto mikron CCD untuk mengetahui permukaan fotokatalis M/TiO2. Hasil uji aktifitas fotokatalis menunjukkan Ni(1%)/TiO2, Zn(2%)/TiO2, dan Zn(2%)-Ni(1%)/TiO2 menghasilkan gas dengan volume 3 kali, 11 kali, dan 28 kali dibandingkan TiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa fotokatalis Zn(2%)-Ni(1%)/TiO2 memiliki ukuran partikel 18,8 nm dengan band gap optimum 2,93 eV serta memiliki aktifitas fotokatalitik tertinggi. Hasil kartakterisasi dan kinerja fotokatalis menunjukkan, dopan Zn dan Ni mampu menurunkan band gap TiO2, meningkatkan kristalinitas, serta meningkatkan aktifitas fotokatalitik dari TiO2
PEMANFAATAN PEKTIN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) UNTUK PEMBUATAN EDIBLE FILM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2862
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimum sintesis produk kemasan makanan yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan (edible film) serta karakterisasinya, sehingga mampu menggantikan material sintetis polipropilen. Edible film dapat disintesis dari bahan baku biopolimer pektin. Penambahan plasticizer gliserol dan variasi tepung tapioka dilakukan untuk memperbaiki karakter mekanik edible film pektin, sehingga memenuhi karakter mekanik polipropilen. Pengukuran karakter mekanik edible film pektin digunakan standar ASTM. Hasil rendemen tertinggi ekstraksi pektin adalah 0,8752 g pada suhu 70oC selama 120 menit. Karakterisasi sifat mekanik edible film pektin menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka 0 gram lebih berpengaruh terhadap penambahan nilai persen elongasi, sedangkan penambahan tepung tapioka 2,4 g berpengaruh terhadap nilai kuat tarik. Edible film pektin dengan kuat tarik tertinggi, yaitu 10,53 MPa pada penambahan 2,4 g tepung tapioka dan nilai persen elongasi tertinggi yaitu 20,47% pada penambahan 0 gram tepung tapioka. Hasil gugus fungsional FT-IR menunjukkan bahwa ekstraksi yang dihasilkan adalah pektin.
PENURUNAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN CATTAIL DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2863
Limbah cair dari industri tahu mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang mencemari perairan, oleh karena itu perlu perlakuan sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara menggunakan biofilter. Biofilter menggunakan tanaman cattail (Thypa Angustifolia) dengan sistem Constructed wetland untuk mengetahui penurunan kadar limbah BOD, COD dan TSS pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan limbah BOD, COD, dan TSS dengan variasi lama penanaman terjadi penurunan maksimum pada hari ke 20 dengan nilai BOD 177 mg/L (78%), COD 277 mg/L (77,3%), dan  TSS 146 mg/L (78%). Penurunan maksimum limbah cair BOD, COD dan TSS pada variasi berat tanaman cattail terjadi pada berat 4 kg dengan nilai BOD 80 mg/L (87,6 %), COD 165 mg/L (86,7%) dan TSS 63 mg/L (90,2%). Tanaman cattail dalam constructed wetland perlu diaplikasikan dengan tanaman air dan media lainnya yang memiliki kemampuan aklimatisasi lebih baik sehingga menghasilkan variasi penurunan kadar BOD, COD dan TSS yang lebih maksimum.