cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENINGKATAN KADAR N,P DAN K PADA PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PEMANFAATAN BAT GUANO
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1214

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan kadar N,P dan K pada pupuk organik cair dengan pemanfaatan Bat Guano.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa limbah cair tempe dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair, mengetahui kadar N, P, dan K setelah bahan dasar difermentasi dengan EM-4, banyaknya massa Bat Guano yang harus ditambahkan ke dalam limbah cair tempe agar diperoleh kadar N, P, K tertinggi  dan peningkatan kadar N,P dan K limbah cair tempe setelah ditambahkan Bat Guano (Kotoran kelelawar .Metode yang digunakan dalam  analisis kadar N total menggunakan metode kjedahl yang terdiri dari 3 tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi, sedangkan analisis kadar P dan K menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian didapat limbah cair tempe yang belum difermentasi  kadar N (0.05%), P (0,048) dan K (0,02%), dan yang terfermentasi selama 8 hari (Sebelum penambahan Bat Guano) kadar N (0.22 %), P (0.063%) dan K (0.041%) dan setelah penambahan Bat Guano sebanyak 25 gr kadar N (0.67%), P (0.15%) dan K (0.127%). Dari hasil penelitian ini terjadi peningkatan kadar N (0,45%), P (0,087%), dan K (0,086%).
KITOSAN BEAD SULFAT SEBAGAI PENURUN KADAR ZAT WARNA YELLOW IRK
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1215

Abstract

Kitosan bead merupakan salah satu modifikasi dari kitosan yang dapat menambah kereaktifitasan gugus fungsinya. Kitosan bead ini diikat silangkan dengan memvariasi konsentrasi asam sulfat 0,1; 0,5 dan 0,9 M untuk menambah kereaktifitasan gugus fungsinya. Hasil sintesis kitosan bead dan kitosan bead terikat silang asam sulfat dikarakteristik menggunakan FT-IR dan DR-UV untuk mengetahui gugus fungsi dan variasi energi gap. Hasil sintesis kitosan bead dan kitosan bead terikat silang asam sulfat ini kemudian diinteraksikan dengan zat warna Yellow IRK dengan menggunakan waktu dan pH maksimum. Zat warna Yellow IRK sebelum dan sesudah diinteraksikan dengan kitosan bead dan kitosan bead terikat silang asam sulfat terlebih dahulu diukur kadarnya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 464 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kitosan bead terikat silang asam sulfat 0,5 M memiliki tingkat protonasi yang paling baik. Kitosan bead terikat silang asam sulfat 0,5 M memiliki energi gap sebesar 1,17 eV paling kecil diantara kitosan bead yang lainnya. Banyaknya zat warna Yellow IRK yang teradsorpsi oleh kitosan bead sebesar 7,1001 mg/g dan banyaknnya zat warna Yellow IRK yang teradsorpsi oleh kitosan bead terikat silang asam sulfat (0,1; 0,5 dan 0,9 M) masing-masing sebesar  12,7547 mg/g ; 13,2660 mg/g; dan 12,9487 mg/g.
SINTESIS NANOKOMPOSIT ZnO/TiO2 DENGAN METODE SOL-GEL UNTUK ELEKTRODA DYE SENSITIZED SOLAR CELL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1216

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanokomposit ZnO/TiO2 dengan metode sol-gel untuk elektroda dye sensitized solar cell. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh TiO2, hubungan rasio dan karaketr kristal yang dihasilkan. Senyawa TiO2 ditambahkan ke ZnO untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja solar cell sistem DSSC. Kalsinasi sampel pada 500°C selama 2 jam untuk fasa anatase (TiO2) dan wurtsize (ZnO). Pelapisan komposit pada substrat ITO dicampur binder PVA memakai suhu ±150°C selama 10 menit di atas hotplate dengan variasi komposit 1:0, 1:1, 1:2. Zat warna yang dipakai ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 20 mM dengan lama pencelupan 24 jam. Karakter kristal menggunakan analisis XRD berupa fasa anatase (TiO2) pada puncak tertinggi 2θ: 25,2607° dan wurtsize (ZnO) 2θ: 36,97°. Energi gap oleh DR-UV sampel komposit kinerja optimum 1:2 memiliki nilai 3,16 eV. Penambahan massa TiO2 berpengaruh terhadap kinerja solar cell yang menghasilkan efisiensi listrik optimum 2,4 % dengan luas area aktif 3,6 cm2 nilai Voc = 788 mV dan Isc = 3,39 μA pada pengukuran cahaya UV λ 365 nm. Morfologi permukaan semakin beragam seiring bertambahnya massa TiO2 oleh analisis SEM-EDX. Peningkatan senyawa TiO2 ke dalam ZnO dapat mempengaruhi komposisi, struktur dan energi yang dihasilkan untuk aplikasinya sebagai DSSC.
OPTIMALISASI ZEOLIT ALAM WONOSARI DENGAN PROSES AKTIVASI SECARA FISIS DAN KIMIA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1217

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi kapasitas adsorpsi zeolit alam dalam menyerap ion logam Pb(II) dengan aktivasi zeolit alam secara fisis dan kimia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh temperatur aktivasi zeolit terhadap kapasitas adsorpsi zeolit, bagaimana isoterm adsorpsi pada optimalisasi kapasitas adsorpsi zeolit, dan berapa kapasitas adsorpsi maksimum zeolit alam terhadap ion Pb (II). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh temperatur aktivasi zeolit alam, mempelajari isoterm adsorpsi zeolit alam, serta mengetahui kapasitas adsorpsi zeolit alam dalam menyerap ion Pb (II). Aktivasi zeolit secara kimia dilakukan dengan mencampurkan zeolit dengan HCl 1M, 2M, 3M dan aktivasi fisis dengan dikalsinasi pada suhu 200, 400, 6000C. Pengukuran konsentrasi ion Pb(II) dilakukan dengan AAS pada panjang gelombang 283,3 nm. Identifikasi jenis mineral zeolit dilakukan menggunakan alat XRD merk shimadsu, sedangkan uji keasaman zeolit dilakukan menggunakan metode penyerapan basa amoniak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur 6000C zeolit menyerap ion Pb (II) paling banyak dengan persentase sebesar 96,7 %. Studi isoterm adsorpsi langmuir memberikan harga kapasitas adsorpsi maksimum zeolit alam aktif dalam menjerap ion logam Pb(II) sebesar 27,027 mg/g adsorben dan harga konstanta kesetimbangan sebesar 0,06055 dengan koefisien regresi (r2) sebesar 0,975.
PENGARUH ENKAPSULASI LOGAM TERHADAP NILAI CELAH PITA BORON NITRIDE NANOTUBES(4,4)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1218

Abstract

Boron Nitride Nanotubes (BNNTs) merupakan material nano yang memiliki nilai celah pita lebar sekitar ~5,5 eV. Nilai celah pita BNNTs perlu diturunkan kisaran 2 eV sampai 3 eV agar material ini dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor. Salah satu cara untuk menurunkan nilai celah pita BNNTs yaitu dengan mengenkapsulasi material, bisa senyawa organik ataupun logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai celah pita BNNTs ketika mengenkapsulasi logam Fe maupun logam Cu. Perhitungan nilai celah pita menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dengan basis set Double Zetta Polarized (DZP). Hasil analisis menunjukkan adanya kombinasi struktur pita pada BNNTs yang menghasilkan nilai celah pita BNNTs yang semakin menyempit. Untuk perhitugan nilai celah pita BNNTs murni menggunakan metode DFT didapatkan sebesar 4,31 eV, sedangkan BNNTs yang telah mengenkapsulasi logam Fe didapatkan celah pita 2,82 eV, dan untuk BNNTs yang mengenkapsulasi logam Cu didapatkan celah pita sebesar 2,16 eV. Dari data tersebut diketahui bahwa dengan mengenkapsulasi logam Fe atau Cu, nilai celah pita BNNTs dapat diubah menjadi material semikonduktor.
PEMANFAATAN ARANG ECENG GONDOK DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN, COD, BOD PADA AIR SUMUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kemampuan penggunaan arang aktif eceng gondok untuk menurunkan kadar kekeruhan, COD dan BOD pada air sumur gali di sekitar pabrik gula.  Arang aktif eceng gondok ini mempunyai kemampuan menyerap senyawa anorganik maupun senyawa organik.  Selain itu juga mengandung selulosa yang berpotensi untuk dijadikan media penyerap karena kaya akan gugus OH yang dapat berinteraksi dengan adsorbat. Penelitian ini diawali dengan pembuatan arang aktif eceng yang diaktivasi dengan asam phospat kemudian dipanaskan selama 4 jam pada suhu 400 0C selanjutnya di aplikasikan pada air sumur gali dengan lama perendaman 1 jam, 3 jam dan 5 jam.  Setelah itu disaring, filtrat hasil penyaringan  dianalisis kekeruhan COD dan BODnya. Fungsi penambahan asam phospat ini adalah untuk menghilangkan kadar pengotor yang ada dalam arang aktif dan memperbesar luas permukaan pori arang aktif.  Hasil penelitian ini, didapatkan bahwa arang aktif eceng gondok yang terkativasi mampu menurunkan kekeruhan sebesar 78.171%, COD  sebesar 58.139% dan BOD sebesar 64.706% sedangkan yang non aktivasi mampu menurunkan kekeruhan sebesar 41.298%, COD sebesar 55.814% dan BOD sebesar 58.824%.
PENGARUH VERMIKOMPOS (SLUDGE, PELEPAH PISANG, TIKAR PANDAN) TERHADAP KADAR C, N, P
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1586

Abstract

Dalam proses pembuatan rokok menghasilkan beberapa limbah, diantaranya limbah padat berupa tikar pandan, pelepah pisang, dan sludge. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan N dan P, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku makanan. Vermikompos merupakan kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik oleh cacing tanah. Penelitian ini menggunakan dua jenis cacing tanah untuk mendekomposisi makanan yaitu Lumbricus rubellus dan Pheretema hupiensis. makanan yang digunakan dalam penelitian ini yang pertama adalah sludge murni, yang kedua campuran pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:2, yang ketiga campuran pelepah pisang, tikar pandan, sludge dengan perbandingan 1:1:4. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan cacing Lumbricus rubellus dan Pheretima hupiensis, dan jenis makanan manakah yang menghasilkan kadar C rendah, N, dan P tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar N tertinggi 3,12. Kadar P tertinggi 0,391. Kadar C yang paling rendah 24,379. Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka perbandingan pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge limbah IPAL yang lebih baik adalah 1:1:4, dan perbandingan cacing Lumbricus dan pheretema yang lebih baik adalah 0.5:0.5.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BAHAN KERAMIK CORDIERITE DARI ABU SEKAM PADI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1587

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan keramik cordierite dari abu sekam padi. Keramik cordierite adalah material zat padat dengan fase kristal MgO-Al2O3-SiO3. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui karakter bahan keramik cordierite yang dihasilkan. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu pembuatan silika gel dari sekam padi, pembuatan bahan keramik cordierite serta karakterisasi. Pembuatan silika dilakukan dengan pengabuan arang sekam padi pada suhu 7000C selama 5 jam dan dengan penambahan HNO3 4M untuk pembentukan silika gel. Sintesis keramik dilakukan dengan perbandingan Mg, Al terhadap silika 1:4, 1:5 dan 1:6 dengan pengadukan dan pemanasan pada suhu 800C selanjutnya pengeringan pada suhu 1000C dan kemudian dioven dengan suhu 2000C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, SEM dan FTIR. Dari karakterisasi XRD puncak difraksi cordierite terlihat pada posisi 2θ= 29,4569 dengan kristalinitas tertinggi pada perbandingan Mg-Al dan Silika gel 1:6. Data ini juga di perkuat dengan spektrum FTIR pada serapan antara 3500-4000 cm-1 yang menunjukkan adanya Mg-O-Al serta kemunculan gugus Al pada serapan 350-500 cm-1. Karakterisasi SEM menunjukkan terbentuknya cluster-cluster akibat dari sintering dan terpecah kembali akibat adanya peningkatan perbandingan Mg-Al dan Silika gel, sehingga terlihat homogen pada perbandingan 1:6.
KONVERSI MINYAK SAWIT MENJADI BIOGASOLINE MENGGUNAKAN KATALIS Ni/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1588

Abstract

Penelitian tentang konversi minyak sawit menjadi fraksi biogasoline menggunakan katalis Ni/ZA telah dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Ni total pada zeolit alam yang dapat memberikan aktivitas dan karakter terbaik pada reaksi perengkahan MEPO menjadi biogasoline, mengetahui laju alir gas hidrogen optimum, dan untuk mengetahui senyawa yang diduga terdapat dalam biogasoline dengan katalis dengan karakteristik terbaik  dan  laju alir optimum . Katalis dipreparasi dengan metode impregnasi dengan kadar logam Ni 1%, 2%, dan 3% dari berat zeolit.Karakterisasi katalis meliputi penentuan kadar logam Ni dengan SSA, jumlah situs asam dengan metode gravimetri, kristalinitas katalis dengan XRD, dan luas permukaan katalis dengan metode BET. Minyak sawit dalam bentuk MEPO direngkah dalam reaktor flow-fixed bed. Produk cair yang dihasilkan dianalisis dengan GC. Hasil analisis menunjukkan fraksi biogasoline 100%  dengan  Ni-1%/ZA dan laju alir hidrogen 20 mL/menit. Fraksi biogasoline yang dihasilkan mengandung senyawa 2-metil pentana, 3-metilpentana, n-heksana, 2-metil-1-pentena, 2,2-dimetil heksana, 2,2,4-trimetil pentana, 4-metil-1-heksena, 2,2,3,3-tetrametil butana, dan 2,2,4-trimetil pentana.
PENURUNAN KADAR LINEAR ALKYL SULFONATE OLEH FOTOKATALIS TiO2/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1589

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai proses penurunan linear alkyl sulfonate (LAS) secara fotokatalitik menggunakan TiO2/zeolit alam. TiO2 dipreparasi menggunakan metode sol gel dengan memvariasikan konsentrasi prekursor TiIPP, yaitu 3,28 M (TiO2/ZA A); 1,64 M (TiO2/ZA B); and 0,82 M (TiO2/ZA C). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi prekursor TiIPP terhadap kandungan logam Ti yang teremban pada zeolit alam, (2) mengetahui waktu optimal penyinaran, (3) mempelajari pengaruh sumber sinar terhadap penurunan kadar LAS. Katalis hasil preparasi dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDX, dan BET. Hasil karakterisasi katalis menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dalam zeolit alam mempengaruhi ukuran kristal, struktur morfologi padatan dari ketiga jenis katalis tidak jauh berbeda, kandungan logam Ti paling banyak terdapat pada TiO2/ZA A (1,79%), dan katalis yang memiliki luas permukaan paling besar adalah TiO2/ZA C (132,690 m2/g). Hasil uji aktivitas fotokatalis menunjukkan bahwa TiO2/ZA paling baik dalam menurunkan kadar LAS(efektivitas 96,93%), waktu optimal penyinaran yaitu 60 menit (efektivitas 78,06%) dan penggunaan sumber sinar lampu UV 8 watt paling baik dalam mengurangi kadar LAS  dengan efektivitas sebesar 94,30%.