cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN-PVA TERIKAT SILANG UNTUK MENURUNKAN KADAR ZAT WARNA REMAZOL RED
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2864

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik membran kitosan-PVA tanpa asam sulfat dengan membran kitosan-PVA terikat silang asam sulfat, serta mengetahui efektivitas dan membran kitosan-PVA terikat silang asam sulfat dalam proses menurunkan kadar zat warna Remazol Red. Uji karakteristik membran dapat dilihat dari gugus fungsi membran menggunakan FT-IR (Fourier Transform Infra Red), sifat porositas menggunakan BET (Brunnaeur Emmet Teller), struktur Kristal menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) serta pengukuran permselektivitas dan koefisien permeabilitasnya. Karakterisasi FT-IR menunjukkan gugus fungsi yang terdapat pada membran antara lain –OH, -CH2, -CO-, -CH3-, -NH2 dan SO42-. Pengukuran koefisien rejeksi yang menunjukkan selektivitas membran dilakukan pada proses penurunan kadar zat warna Remazol Red. Komposisi terbaik diperoleh pada membran kitosan-PVA terikat silang asam sulfat 0,5 M dengan koefisien rejeksi sebesar 79,84 % terhadap larutan Remazol Red pH 4 dan 66,04 % terhadap larutan Remazol Red pH 7.
PERBANDINGAN METODE DESTRUKSI PADA ANALISIS Pb DALAM RAMBUT DENGAN AAS
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2865

Abstract

Telah dilakukan uji banding terhadap dua metode destruksi basah untuk penentuan kadar timbal dalam rambut. Destruksi basah yang pertama menggunakan campuran HNO3,HClO4, H2SO4 dan yang kedua menggunakan campuran HNO3 dan HClO4. Analisis kandungan timbal hasil destruksi dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Untuk menentukan metode destruksi yang lebih valid dilakukan validasi metode yang meliputi uji akurasi, presisi, dan linearitas serta penentuan LoD dan LoQ. Uji presisi dilakukan dengan menghitung persen recovery, yaitu 115% untuk metode destruksi pertama dan 101% untuk metode yang kedua. Hasil uji presisi untuk metode pertama dan kedua berturut-turut 15% dan 11%. Sementara itu, linearitas kurva standar diperoleh sebesar 0,9983 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,463 ppm dan 1,546 ppm. Perhitungan konsentrasi Pb dalam sampel rambut hasil dari kedua metode destruksi pertama dan kedua berturut-turut 0,915 ppm dan 2,44 ppm. Hasil ini lebih tinggi dari LoD namun lebih rendah dari LoQ untuk hasil destruksi metode pertama. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode destruksi kedua lebih baik daripada metode kedua.
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN TERMODIFIKASI SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK PROSES DEKOLORISASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2866

Abstract

Penelitian mengenai sintesis membran kitosan termodifikasi silika abu sekam padi untuk proses dekolorisasi telah berhasil dilakukan. Membran kitosan termodifikasi silika abu sekam padi disintesis menggunakan metode pembalikan fasa pada berbagai variasi massa silika abu sekam padi. Variasi yang dilakukan yaitu kitosan-silika 1:0, 1:0,5, 1:1, 1:1,5, 1:2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan karakteristik membran kitosan dengan membran kitosan-silika, mengetahui pengaruh penambahan massa silika abu sekam padi terhadap karakteristik membran kitosan-silika, serta untuk mengetahui kemampuan membran kitosasan-silika dalam proses dekolorisasi zat warna. Hasil karakterisasi swelling membran kitosan-silika menunjukkan bahwa indeks swelling semakin bertambah seiring dengan penambahan massa silika abu sekam padi. Karakterisasi FTIR menunjukkan gugus fungsi yang terdapat pada membran antara lain OH, NH2, Si-O-R dan Si-O-Si. Pengukuran koefisien rejeksi yang menunjukkan selektivitas membran dilakukan pada proses dekolorisasi zat warna Remazol Brilliant Blue. Komposisi terbaik diperoleh pada membran kitosan-silika 1:2 dengan koefisien rejeksi sebesar 88,41%.
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN-SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK DEKOLORISASI ZAT WARNA CONGO RED
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2867

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan silika terhadap karakteristik membran kitosan-silika untuk dekolorisasi zat warna Congo Red. Perbandingan kitosan-silika yang ditambahkan dalam membran dengan berbagai variasi yaitu 1:0; 1:0,5; 1:1; 1:1,5; 1:2. Silika yang terkandung dalam abu sekam padi hasil sintesis sebesar 69,51%. Karakterisasi kristalinitas silika abu sekam padi menggunakan XRD. Membran kitosan-silika hasil sintesis kemudian dikarakterisasi gugus fungsinya menggunakan FT-IR, penampang membran menggunakan Digital CCD Microscope MS-804, uji permeabilitas membran dan penentuan rejeksi membran. Dari hasi spektra FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi baru setelah penambahan silika ke dalam membran yakni Si-OH, Si-O-Si, tekukan CH dan CH2. Aplikasi membran dalam proses dekolorisasi zat warna Congo Red mendapatkan rejeksi optimal pada membran kitosan-silika 1:2 pH 5 dengan koefisien rejeksi sebesar 75% dan didukung dengan hasil uji penampang permukaan membran 1:2. Penggunaan membran secara berulang akan menimbulkan penyumbatan pada pori membran (fouling) sehingga menyebabkan penurunan kemampuan membran dalam proses dekolorisasi. Penurunan kemampuan membran kitosan-silika terjadi setelah penggunaan 4 kali dengan penurunan rejeksinya menjadi 37,05%.
KAJIAN TEORITIS SINTESIS ISOPULEGIL ASETAT DARI R-(+)-SITRONELAL DIKATALISIS 〖Zr〗^(4+)-ZEOLITE BETA METODE DFT/B3LYP
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2868

Abstract

Sitronelal merupakan senyawa monoterpena yang mempunyai gugus aldehida, ikatan rangkap dan rantai karbon yang memungkinkan untuk mengalami reaksi siklisasi asetilasi. Sitronelal dapat dapat mengalami reaksi siklisasi-asetilasi dengan katalis homogen maupun katalis heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan katalis -zeolite beta melalui perhitungan komputasi menggunakan metode DFT B3LYP dengan himpunan basis STO3G dalam program Gaussian 03W. Pada penelitian ini dilakukan optimasi geometri terhadap tiap spesi reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal. Penelitian ini menggunakan metode DFT/B3LYP dengan himpunan basis STO3G dalam program Gaussian 03W. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 3 keadaan transisi dan 2 hasil antara dalam mekanisme reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal. Diketahui juga bahwa energi pembentukan pada hasil antara 2 untuk isopulegil asetat lebih tinggi dibanding neoisopulegil asetat, untuk produk akhir isopulegil asetat energi pembentukan lebih rendah dibanding neoisopulegil asetat.
PENGARUH STRUKTUR ALKOHOL TERHADAP PRODUK ESTERIFIKASI ASAM LAURAT TERKATALISIS Zr4+-ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2870

Abstract

Telah dilakukan sintesis ester laurat melalui reaksi esterifikasi menggunakan katalisZr4+-zeolit beta. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu serta jenis alkohol pada reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Pertama-tama adalah preparasi katalis Zr4+-zeolit beta menggunakan metode pertukaran ion dengan ZrCl4 0.1M dan diikuti dengan kalsinasi. Analisis sifat kristalinitas katalis menggunakan XRD, analisis luas area katalis dengan SAA/BET dan sifat keasaman katalis menggunakan metode gravimetri. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi dan karakterisasi katalis, kemudian reaksi esterifikasi alkohol dan asam laurat dengan variasi waktu reaksi 12, 18 dan 24 jam, serta variasi jenis alkohol yaitu alkohol primer, sekunder dan tersier. Untuk mengetahui karakterisasi hasil reaksi dianalisis menggunakan GC, FT-IR dan GC-MS. Reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat diperoleh kondisi terbaik pada waktu reaksi 24 jam dengan persentase etil laurat sebesar 44,44% dan variasi jenis alkohol diperoleh hasil terbaik dari alkohol primer dengan persentase 16,62%.
SINTESIS SATU LANGKAH ARILASI n-BUTIL SILIKA DENGAN ARIL IODIDA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2871

Abstract

Telah disintesis tris(4-thioanisil)n-butil silan (1) dan tris(5-metil 2-thiophen)n-butil silan (2) melalui sintesis satu langkah dalam kondisi inert. Senyawa (1) dan (2) hasil sintesis diisolasi dengan kromatografi kolom menggunakan eluen etil asetat dan dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) dan spektrometer NMR 1H dan 13C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa (1) dan (2) hasil sintesis diperoleh sebanyak 25% dan 35%. Hasil pengukuran dengan GC-MS menunjukkan puncak ion molekul m/z untuk senyawa (1) sebesar 454 dan senyawa (2) sebesar 376. Spektra 1H NMR senyawa (1) menunjukkan adanya delapan puncak proton ekivalen dimana senyawa (2) mempunyai tujuh puncak proton ekivalen. Pengukuran dengan 13C NMR menunjukkan baik senyawa (1) maupun (2) memiliki sembilan karbon ekivalen. Spektrum DEPT-135 bersesuaian dengan spektrum 13C NMR dan menunjukkan keberadaan karbon metilen dari gugus alifatik. Secara keseluruhan hasil analisis menunjukkan senyawa (1) dan (2) sesuai dengan struktur senyawa yang diusulkan.
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN-SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK FILTRASI ION Cd2+ DAN Cu2+
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2872

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi komposisi silika terhadap karakteristik membran kitosan-silika abu sekam padi untuk filtrasi ion logam Cd2+ dan Cu2+. Silika dalam abu sekam padi hasil sintesis adalah sebesar 61,9093%, karakterisasi kristalinitasnya menggunakan XRD. Sintesis membran kitosan-silika dibuat dengan berbagai variasi komposisi, yaitu 1:0, 1:0,5, 1:1, 1:1,5, dan 1:2. Membran hasil sintesis ini kemudian diidentifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR, karakterisasi penampang homogenitasnya dengan Digital CCD Microscope MS-804, uji index swelling, serta aplikasi membran untuk filtrasi ion logam ditinjau dari uji selektifitas membran. Berdasarkan hasil spektra FTIR, didapatkan adanya gugus fungsi baru, yaitu Si-OH, Si-O-Si, dan CO-NH2-. Aplikasi membran untuk filtrasi ion logam Cd2+ dan Cu2+ diperoleh membran optimum dengan perbandingan 1:2 pada konsentrasi 10 ppm. Koefisien rejeksi tertinggi membran kitosan-silika untuk filtrasi ion logam Cd2+ dan Cu2+ masing-masing adalah 48,8372% dan 71,5789%. Penurunan kemampuan filtrasi ion logam Cd2+ dan Cu2+ terjadi setelah penggunaan ke 3 dengan koefisien rejeksi masing-masing menjadi 20,9302% dan 46,3158%.
TRANSFORMASI SITRONELAL MENJADI SITRONELOL DENGAN REDUKTOR NaBH4 DAN HIDROGENASI TERKATALIS Ni/ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2873

Abstract

Transformasi sitronelal menjadi sitronelol dengan menggunakan reduktor NaBH4 dan hidrogenasi terkatalis Ni/zeolit beta telah diteliti. Sitronelal diisolasi menggunakan metode destilasi fraksinasi bertingkat. Sitronelal yang diperoleh diuji dengan GC untuk mengetahui kadar sitronelal dan dengan FTIR untuk mengetahui gugus-gugus fungsi yang ada dalam senyawa. Kadar sitronelal yang diperoleh dari distilasi fraksinasi minyak sereh sebesar 94,13%. Transformasi sitronelal menjadi sitronelol dilakukan dengan  menggunakan reduktor NaBH4 dan hidrogenasi terkatalis Ni/zeolit beta. Preparasi katalis dilakukan melalui impregnasi logam Ni(NO3)2 pada zeolit beta. Karakterisasi katalis dilakukan dengan uji XRD untuk mengetahui kristalinitas katalis dan adsorpsi nitrogen untuk mengetahui luas permukaan katalis. Reaksi reduksi sitronelal dengan hidrida logam, yaitu  NaBH4 mempunyai perbandingan 1:2 (perbandingan mol). Transformasi sitronelal dengan menggunakan reduktor NaBH4 menghasilkan sitronelol sebesar 94,19%, sedangkan reduksi dengan hidrogenasi terkatalis Ni/zeolit beta menghasilkan sitronelol sebesar 43,91%.
REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK BIJI KARET DAN METANOL TERKATALIS BENTONIT ALAM TERAKTIVASI ASAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i1.2874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan massa katalis dan waktu reaksi transesterifikasi optimum, mengetahui komponen-komponen dari hasil reaksi transesterifikasi pada kondisi optimum, dan mengetahui kualitas biodisel yang dihasilkan. Bentonit alam yang digunakan dilakukan preparasi menggunakan NaCl 1 M dan aktivasi menggunakan H2SO4. Sintesis Biodiesel yang dilakukan menggunakan variasi waktu reaksi transesterifikasi 60, 120, 180, dan 240 menit dengan variasi konsentrasi katalis bentonit teraktivasi asam 0,5, 1, 1,5,dan 2% (%b/v). Uji karakterisasi katalis dianalisis menggunakan BET dan XRD, sedangkan uji optimasi reaksi transesterifikasi menggunakan GC. Hasil uji BET  diperoleh kenaikan luas permukaan sebesar 4,254 m2/g. Hasil uji XRD  diperoleh adanya perubahan pada mineral Quartz (SiO2) yaitu d(Å) = 0,05. Hasil uji GC didapatkan waktu reaksi dan konsentrasi katalis optimum berturut-turut 180 menit dan 1%. Hasil GC-MS menunjukkan komponen tertinggi  yaitu gliserol (94,71%), Gliserol akan mempengaruhi hasil uji fisis biodiesel dimana hasil uji sifat fisis tidak sesuai standar biodiesel SNI dan ASTM adalah densitas, viscositas kinematic, flash point, dan cloud point.