cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
TRANSFORMASI METIL EUGENOL MENJADI 3-(3,4 DIMETOKSI FENIL)-1-PROPANOL DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1590

Abstract

Pemanfaatan minyak daun cengkeh di Indonesia yang jumlahnya melimpah masih sangat terbatas. Penelitian ini memiliki tujuan meningkatkan daya guna dari kandungan utamanya yaitu senyawa eugenol. Senyawa eugenol ini dapat diturunkan menjadi senyawa metil eugenol kemudian diturunkan lebih lanjut menjadi senyawa alkohol primer 3-(3,4 dimetoksi fenil)-1-propanol melalui reaksi hidroborasi-oksidasi menggunakan reagen NaBH4-I2 dalam suasana alkalis pada suhu 450C.  Analisis spektra IR pada waktu 48 jam menunjukkan adanya serapan gugus –OH pada 3371,57 cm-1 dan gugus C-O yang mengikat OH primer pada serapan 1026,13 cm-1, hasil ini memperlihatkan bahwa produk diduga adalah senyawa alkohol. Hasil GC menunjukkan produk sintesis pada waktu 48 jam memiliki kadar 31,16056% dengan waktu retensi 3,347 menit. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram negatif Eschericia coli ATCC 25922 pada berbagai konsentrasi yaitu 20%, 30% dan 40%. Hasil uji menunjukkan konsentrasi 40% lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli ATCC 25922 dengan diameter zona hambat sebesar 1,9 cm.
PENGARUH ASAM ORGANIK DALAM EKSTRAKSI ZAT WARNA KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1591

Abstract

Antosianin dapat terekstrak dengan baik dalam pelarut asam. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelarut asam dalam ekstraksi zat warna dari kulit buah manggis serta mengetahui stabilitasnya terhadap pengaruh suhu, oksidator, dan sinar UV. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan berbagai macam pelarut asam yaitu asam sitrat, asam tartrat, dan asam asetat. Kemudian dilakukan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum yaitu 510 nm. Asam  yang menghasilkan ekstrak dengan nilai absorbansi tertinggi adalah asam tartrat. Langkah selanjutnya dilakukan ekstraksi menggunakan asam tartrat dengan variasi konsentrasi yaitu 0,10%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; 1,00%. Hasil ekstraknya kemudian diteliti stabilitasnya akibat pengaruh suhu, oksidator dan sinar UV. Ketiga faktor tersebut semuanya mengakibatkan degradasi zat warna merah yang mengandung antosianin. Faktor yang paling berpengaruh terhadap stabilitas antosianin adalah oksidator. Adanya pengaruh oksidator mampu menurunkan nilai retensi zat warna hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut asam tartrat hingga 45,67%.
UJI STABILITAS EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI PEWARNA ALAMI NATA DE CASSAVA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1592

Abstract

Maserasi adalah salah satu bagian metode dari ekstraksi yang memisahkan suatu komponen yang berjumlah dua atau lebih dengan menggunakan suatu pelarut yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari variasi waktu, konsentrasi , uji stabilitas, pengaruh pH terhadap warna dan uji kandungan gizi Nata de Cassava yang dihasilkan. Perlakuan awal mencari kondisi maksimum  panjang gelombang dari 490 - 580 nm, serta kondisi optimum dari 1 sampai 5 jam, serta variasi kosentrasinya dari 0,09 M, 0,18 M, 0,27 M, 0,36 M, 0,45 M dan melakukan uji stabilitas warna dan menguji kandungan gizi dari Nata de Cassava yang telah dibuat. Hasilnya didapat panjang gelombang maksimalnya yaitu 515 nm, waktu optimum 4 jam dengan nilai absorbansi 0,650, kosentrasi optimum didapat adalah 0,45 M dengan nilai absorbansi 0,998. Uji stabilitas warna yang dihasilkan yang terbaik pada botol bewarna cokelat dan pH tetap pada kondisi asam. Nata de Cassava yang dihasilkan layak untuk dimakan.
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA DAN PEMANFAATAN SLUDGE INDUSTRI KERTAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATAKO
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1593

Abstract

Kandungan kimia sludge kertas seperti CaO, SO3, SiO2, MgO, Al2O3, dan Fe2O3 dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pembuatan batako. Pengujian XRF pada kandungan tersebut diperoleh masing-masing sebesar 59,72%; 8,28%; 4,34%; 2,99%; 2,75%; dan 0,73%. Komposisi bahan dalam pembuatan batako yaitu semen, pasir, sludge kertas, dan air dengan perbandingan semen terhadap agregat (pasir dan sludge kertas) = 1 : 5 dan FAS 0,5. Pengujian karakteristik batako meliputi: penyerapan air dan kuat tekan. Hasilnya batako dengan penambahan sludge kertas maksimal 3 bagian dari total agregat menghasilkan penyerapan air sesuai standar yaitu kurang dari 25%. Sedangkan hasil uji kuat tekan, semua perbandingan komposisi bahan diperoleh nilai kuat tekan yang masuk dalam range kategori batako sebagai dinding pemisah, klasifikasi batako ringan mutu I dengan nilai kuat tekan sebesar 0,35-7,00 MPa. Penelitian dilanjutkan dengan analisis kandungan logam berat Pb dengan metode AAS untuk membuktikan aman tidaknya batako karena sludge kertas yang digunakan diperoleh dari hasil pengolahan kertas proses deinking. Hasilnya menunjukkan kandungan Pb dalam batako sebesar 1,428 mg/L dengan batas ketentuan zat pencemar limbah untuk logam berat Pb maksimal 5 mg/L, sehingga batako sludge kertas yang dihasilkan tergolong aman dan dapat difungsikan untuk pemasangan dinding bangunan yang tidak memerlukan kekuatan tinggi.
UJI AKTIVITAS SENYAWA HASIL HIDRASI α-PINENA TERHADAP Bacillus cereus
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1594

Abstract

Transformasi α-pinena menjadi senyawa turunannya merupakan temuan baru yang melibatkan perubahan struktur sangat kompleks tetapi dapat terjadi dalam kondisi reaksi yang cukup mudah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah minyak terpentin. Hidrasi α-pinena dengan katalis asam dapat menghasilkan senyawa α-terpineol. Dalam penelitian ini digunakan katalis asam TCA (trichloroacetic acid), H-Y zeolit, dan zeolit alam teraktivasi untuk mengetahui hasil hidrasi dengan rendemen terbesar dan aktivitasnya terhadap Bacillus cereus. Analisis spektra IR hasil hidrasi dengan katalis zeolit alam waktu reaksi 120 menit menunjukkan adanya serapan –OH pada 3403,46 cm-1 dan C-O yang mengikat OH tersier pada 1161,52 cm-1 dan 1127,66 cm-1, memperlihatkan bahwa produk diduga adalah alkohol. Hasil analisis GC menunjukkan produk hidrasi dengan katalis zeolit alam waktu reaksi 120 menit memiliki kadar 60,34%. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif Bacillus cereus pada konsentrasi 25%, 50%, dan 100%. Hasil uji menunjukkan konsentrasi 100% lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dengan diameter zona hambat sebesar 1,2 cm
POTENSI VERMIKOMPOS DALAM MENINGKATKAN KADAR N DAN P PADA LIMBAH IPAL PT.DJARUM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1595

Abstract

Proses pengolahan limbah pada IPAL PT. Djarum menghasilkan limbah padat berupa tikar pandan, pelepah pisang, dan sludge. Makanan yang digunakan adalah campuran pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:2, makanan berikutnya adalah campuran pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:4. Lumbricus menghasilkan casting tertinggi 920 g dari makanan pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:4 dan bedding dari tikar pandan, sludge dengan perbandingan 2:1. Kadar N, P tinggi dihasilkan oleh cacing Lumbricus yaitu 2,53 % dan 0,412 % dari makanan pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:4 dan bedding dari pelepah pisang, tikar pandan dan sludge dengan perbandingan 2:2:1, sedangkan kadar C rendah dihasilkan oleh cacing Pheretima yaitu 28,04 % dengan perbandingan 1:1:4 dan bedding dengan perbandingan 2:2:1. Peningkatan kandungan unsur antara hasil kompos semula dengan vermikompos terlihat pada kadar N dan rasio C/N, masing-masing mengalami kenaikan 1,04 % dan 2,433 %, sedangkan pada kadar P mengalami penurunan 0,648 %.
KAJIAN SIFAT FISIK-MEKANIK DAN ANTIBAKTERI PLASTIK KITOSAN TERMODIFIKASI GLISEROL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1596

Abstract

Pembuatan plastik dengan bahan utama kitosan banyak dilakukan. Plastik kitosan dibuat dengan menambahkan plasticizer. Pelarut yang digunakan pada pembuatan plastik kitosan yaitu asam asetat 2%(v/v) serta konsentrasi plasticizergliserol sebesar 0%; 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4% (v/v). Karakterisasi meliputi uji kuat tarik, uji permeabilitas uap air, uji antibakteri dan gugus fungsi. Nilai kuat tarik plastik kitosan sebesar 38,90 MPa; 35,4a MPa; 45,38 MPa; 37,77 MPa; dan 12,58 MPa. Hasil nilai permeabilitas uap air plastik kitosan sebesar 0,0005 gram; 0,0005 gram; 0,0004 gram; 0,0009 gram; dan 0,0024 gram.Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan menggunakan bakteri Bacillus subtilis danEscherechia colidengan hasil zona bening untuk gliserol 0% sebesar 1,75 mm dan 0,67 mm, gliserol 0,2% sebesar 0,67 mm dan 1,33 mm. Hasil analisis gugus fungsional plastik kitosan termodifikasi gliserol, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKATALIS CuO/TiO2 YANG DIAPLIKASIKAN PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH FENOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1597

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanokatalis CuO/TiO2 dengan metode sol-gel dimodifikasi Polietilen Glikol (PEG). CuO/TiO­2 disintesis, dikarakterisasi dan diaplikasikan pada degradasi fenol. CuO/TiO2 disintesis dengan variasi temperatur kalsinasi, yaitu 400°C, 500°C dan 600°C, kemudian diberi nama K-400, K-500 dan K-600. Data XRD K-400 menunjukkan fasa anatase sedangkan K-500 dan K-600 terdapat puncak rutil. Perhitungan ukuran partikel masing-masing CuO/TiO2, yaitu 6,89 nm, 17,716 nm dan 41,877 nm. Semakin tinggi temperatur kalsinasi menyebabkan kenaikan ukuran partikel dan terbentuknya fasa rutil. Karakterisasi menggunakan metode BET menunjukkan masing-masing luas permukaan CuO/TiO2 yaitu, 89,2 m2/g, 76,87 m2/g dan 29,94 m2/g. Semakin tinggi temperatur kalsinasi mengurangi luas permukaan CuO/TiO2. Dari hasil karakterisasi menggunakan XRD dan BET dipilih K-400 untuk diaplikasikan sebagai katalis. K-400 dikarakterisasi dengan SEM-EDX menunjukkan morfologi kristal yang terbentuk tidak homogen dan terdapat residu karbon. Uji aktifitas katalis menunjukkan waktu optimum degradasi t=50 menit dengan persentase degradasi 60,625%. Proses degradasi menggunakan oksigen sebagai oksidator pada reaktor slurry. Hasil analisis GC-MS menunjukkan terbentuknya 2-propanon yang diduga merupakan hasil oksidasi fenol.
PREPARASI KATALIS Ni/ZA DENGAN METODE SONOKIMIA UNTUK PERENGKAHAN KATALITIK POLIPROPILEN DAN POLIETILEN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1598

Abstract

Studi tentang preparasi katalis Ni/zeolit alam dengan metode sonokimia telah dilakukan dilaboratorium Kimia Fisik Universtas Negeri Semarang. Katalis tersebut digunakan untuk perengkahan katalitik polipropilen dan polietilen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik katalis yang telah disintesis. Serta mempelajari aktivitas katalis tersebut pada perengkahan polipropilen dan polietilen. Katalis dibuat dengan metode sonokimia dengan kadar 3, 4, dan 5% Ni. Karakterisasi terhadap katalis meliputi: penentuan kadar logam Ni, jumlah situs asam, kristalinitas katalis, dan luas permukaan katalis. Polipropilen dan polietilen di pirolisis terlebih dahulu. Hasil pirolisis selanjutnya diumpankan kedalam reaktor perengkahan. Proses perengkahan selanjutnya dijalankan pada temperatur 3600C. Hasil perengkahan menunjukkan bahwa katalis Ni-4%/ZA mempunyai kinerja paling baik. Katalis Ni-4%/ZA mempunyai rerata jejari pori (33,13 Å), volume pori (0,185 cc/g), dan keasaman permukaan (0,7619 mmol/g). Pada perengkahan polipropilen % fraksi kondensat paling besar yaitu 3,46. Pada perengkahan polietilen % fraksi kondensat paling besar yaitu 5,07. Adapun senyawa yang terdapat dalam produk perengkahan menghasilkan senyawa dari turunan heptana, heksena, heptana, heptena, nonana, deksena, dan undeksena.
PRODUKSI BIOETANOL DARI JERAMI PADI (Oryza sativa L)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1599

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk telah meningkatkan kebutuhan sarana transportasi dan aktivitas industri yang berakibat pada peningkatan kebutuhan dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi BBM harus mencari sumber energi alternatif yang terbarukan, Alternatif tersebut adalah pemanfaatan jerami padi menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi HCl pada proses hidrolisis untuk menghasilkan glukosa dan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar etanol.  Jerami padi dihirolisis dengan HCl pada konsentrasi (7%, 14%, 21% dan 28%). Untuk menentukan kadar glukosa hasil hidolisis dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Setelah mendapatkan konsentrasi HCl yang optimal, dilakukan proses fermentasi pada variasi (5, 7, 9, 11, dan 13 hari). Dari hasil analisis menggunakan spektofotometer UV-Vis konsentrasi HCl yang paling optimum pada konsentrasi 21% dengan kadar glukosa sebesar 70,85 ppm. Hasil analisis menggunakan Gas Chromatography (GC) menunjukkan bahwa semakin lama fermentasi maka semakin tinggi kadar etanolnya. Hasil presentase kadar etanol paling maksimum pada fermentasi 13 hari yaitu sebesar 6,405%.