cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomycess cerevisiae
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3502

Abstract

Kayu sengon laut merupakan komoditi kayu yang luaspenggunaannya. Hanya sekitar 60-70% kayu yang diolah menjadi produk pada proses pengolahannya.Limbah berupa serbuk gergaji merupakan salah satu limbah lignoselulosa yangmengandung 67,94% selulosa. Selulosa berpotensi sebagai bahan baku produksi bioetanol melalui proses delignifikasi, hidrolisis dan biokonversi oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu terbaik pada hidrolisis dan fermentasi selulosa serbuk gergaji kayu sengon laut. Proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 0,01M dan proses hidrolisis selulosa dilakukan dengan HCl 12% pada suhu 110ºC selama variasi waktu 30, 60, 90 dan120 menit, serta fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu 7, 9, 11 dan 13 hari. Waktu terbaik pada proses hidrolisis adalah 60 menit dengan glukosa yang dihasilkan sebesar 12,3125 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 9 hari yaitu sebesar 2,9990%. Kadar bioetanol meningkat dengan penambahan sukrosa sebanyak 1 g/l yaitu menjadi 7,3644%.
PEMANFAATAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN ECENG GONDOK UNTUK MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3503

Abstract

Salah satu metode penurunan nilai BOD dan COD pada air sumur gali adalah dengan adsorpsi menggunakan arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan optimal komposisi arang tempurung kelapa dan eceng gondok, optimasi waktu aktivasi arang dan kecepatan pengadukan terhadap penurunan nilai BOD dan COD dalam air sumur gali di Desa Panjangan Kecamatan Ngaliyan, Semarang Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variasi waktu aktivasi arang terjadi penurunan nilai BOD dan COD maksimal sebesar 98,74% dan 98,61% yakni pada waktu aktivasi 48 jam. Penurunan maksimal nilai BOD dan COD pada variasi berat campuran aktivasi arang sebesar 98,81% yakni pada perbandingan arang aktif tempurung kelapa dan eceng gondok sebesar (2 gram : 4 gram), sedangkan penurunan maksimal nilai BOD dan COD pada variasi kecepatan pengadukan sebesar 97,93% dan 97,97% yakni pada kecepatan pengadukan 250 rpm. Penurunan maksimal nilai BOD dan COD pada variasi waktu pengadukan sebesar 98,98% dan 98,86% yakni pada waktu pengadukan 5 jam.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK LIMBAH BIJI MANGGA DENGAN PENAMBAHAN SELULOSA DAN GLISEROL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3504

Abstract

Meningkatnya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari mengakibatkan pencemaran lingkungan. Plastik sintetis sulit terdegradasi di alam sehingga diperlukan bahan utama pembuatan plastik ramah lingkungan yaitu pati. Pati diperoleh dari biji mangga dibuat plastik biodegradable ditambahkan selulosa alami dan gliserol untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik plastik. Bioplastik dibuat dari pati-aquades 1:20 ditambahkan gliserol 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Lalu bioplastik ditambahkan selulosa pada komposisi pati:selulosa 8:2 dan gliserol 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Sampel dilakukan uji kuat tarik sehingga diperoleh hasil optimal pada komposisi pati:selulosa 8:2 dengan penambahan gliserol 15%. Kemudian dilakukan variasi komposisi pati:selulosa 6:4, 7:3 dan 9:1 ditambah gliserol 15%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan plastik biodegradable berupa lembaran berwarna kecoklatan. Bioplastik pati-selulosa (8:2) pada penambahan gliserol 15% menghasilkan plastik terbaik nilai kuat tarik sebesar 6,2551 MPa, elongasi 13,433%, hidrofobisitas 81,766% dan perkiraan waktu terdegradasi 26 hari 1 jam. Lalu dilakukan pengujian gugus fungsi menggunakan FTIR pada sampel.
SINTESIS PLASTIK BIODEGRADABLE DARI KULIT PISANG DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN DAN PLASTICIZER GLISEROL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3505

Abstract

Limbah plastik merupakan masalah lingkungan dikarenakan plastik sulit terdegradasi. Plastik biodegradable menjadi salah satu solusinya. Pati merupakan polimer alami yang dapat digunakan untuk produksi plastik biodegradable karena sumbernya melimpah, dapat diperbaharui dan mudah terdegradasi misalnya kulit pisang raja. Namun plastik biodegradable dari pati memiliki sifat yang kurang elastis dan bersifat hidrofilik sehingga perlu ditambahkan bahan tambahan lain untuk meningkatkan karakteristik mekaniknya. Penambahan plasticizer dengan maksud meningkatkan elastisitas untuk memperlemah kekakuan dari polimer, misalnya gliserol. Serta penambahan aditif lain seperti kitosan, karena kitosan yang memiliki sifat hidrofob sehingga dapat mengurangi sifat hidrofiliknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mensintesis platik biodegradable dari limbah kulit pisang raja dengan penambahan gliserol dan kitosan serta karakteristiknya.Dari hasil penelitian diperoleh plastik berupa lembaran tipis berwarna cokelat (film plastik) yang telah diuji sifat mekaniknya sehingga didapatkan kondisi terbaik yaitu formulasi pati-kitosan 6:4 g/g   adalah pada konsentrasi plasticizer gliserol 15 % dengan kekuatan tarik  12,36 Mpa, persen elongasi 2,3 % dan persen air terserap 20,75%.
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE PEKTIN LIDAH BUAYA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3506

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dan gliserol sebagai plasticizer dengan bahan tambahan kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tarik plastik biodegradable dengan gliserol sebagai plasticizer dan mengetahui karakteristik plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dengan penambahan kitosan. Gliserol yang ditambahkan divariasi 20, 25, 30  dan 35% dari massa pektin yang digunakan. Hasil kuat tarik terbaik pada penambahan gliserol 20% sebesar 5,88 Mpa. Hasil tersebut kemudian digunakan untuk formulasi plastik dengan penambahan kitosan. Pada formulasi selanjutnya ditambahkan kitosan 2%  dengan variasi tanpa penambahan kitosan, 5, 10,15 dan 20 mL. Penambahan kitosan 20 mL  yang memiliki kuat tarik terbaik sebesar 12,06 Mpa, uji ketahanan air sebesar 11,05% , elongasi terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 11,43%, uji biodegrability terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 77,28%. Plastik biodegradable yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR terdapat O-H karboksil, gugus N-H amina sekunder, C-H alkana, C=O karbonil dan C-O ester sehingga bahan bioplastik merupakan bahan yang mudah terdegradasi karena bahan penyusunnya merupakan senyawa organik.
OPTIMASI ADSORPSI Pb(II) OLEH BIOMASSA Aspergillus niger YANG DIIMOBILISASI PADA SILIKA GEL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6163

Abstract

Pb(II) merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga. Biosorpsi adalah metode alternatif untuk mengatasi pencemaran Pb(II) dengan menggunakan organisme organik diantaranya jamur. Aspergillus niger merupakan jamur yang memiliki dinding sel tersusun oleh gugus karboksil dan gugus amino yang mampu bertindak sebagai penukar ion dan pembentukan kompleks dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biomassa Aspergillus niger yang diimobilisasi pada silika gel untuk menurunkan logam Pb(II). Biosorpsi Pb(II) dilakukan pada variasi pH 3, 4, 5, 6, dan 7, perbandingan Aspergillus niger dengan silika gel 8 : 2, 6 : 4, 4 : 6, 2 : 8, tanpa silika gel dan tanpa Aspergillus nige , waktu kontak 30, 60, 90, 120, dan 150 menit, konsentrasi 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm, serta massa adsorben 1, 2, 3, 4, dan 5 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum larutan pada pH 7, waktu 90 menit, perbandingan Aspergillus niger dengan silika gel 6 : 4, konsentrasi 30 ppm dan massa adsorben 1 gram. Pada aplikasi dalam sampel limbah diperoleh konsentrasi awal limbah sebesar 2,0252 ppm setelah diadsorpsi diperoleh konsentrasi akhir sebesar 0,2321 ppm sehingga persentase ion Pb(II) yang teradsorpsi oleh biomassa Aspergillus niger yang diimobilisasi oleh silika gel sebesar 90,69 %.
TRANSESTERIFIKASI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI RIMPANG KENCUR DENGAN VITAMIN C TERKATALIS LIPASE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6165

Abstract

Reaksi transesterifikasi etil p-metoksisinamat dengan asam askorbat dilakukan dengan biokatalis enzim lipase yang diekstrak dari jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ester-C dari turunan etil p-metoksisinamat dengan vitamin C sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik dan juga untuk mengetahui aktivitas dari enzim lipase sebagai biokatalis. Etil p-metoksisinamat dapat diisolasi dari rimpang kencur secara maserasi dengan pelarut n-heksana. Selanjutnya etil p-metoksisinamat yang memiliki gugus fungsi ester dapat ditransformasi gugus fungsi melalui reaksi transesterifikasi. Beberapa variasi yang diselidiki antara lain adalah variasi waktu dari 18, 36, 54, dan 72 jam, dan pengaruh jumlah penambahan enzim lipase terhadap hasil sintesis ester-C. Identifikasi produk menggunakan spektrofotometer FTIR, kromatografi GC-MS dan HPLC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total rendemen dari isolasi etil p-metoksisinamat sebesar 7,78% dengan aktivitas enzim lipase dari ekstrak jamur tiram adalah sebesar 1,784 u/mL. Dari analisis HPLC waktu terbaik dalam penelitian ini adalah 72 jam dengan jumlah penambahan enzim lipase 2 mL diperoleh persen area dari ester-C  sebesar 4,75%
AKTIVITAS FOTOKATALITIK CuO/ZnO PADA REAKSI OKSIDASI FENOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6166

Abstract

Telah dilakukan penelitian reaksi oksidasi fenol dengan oksidan H2O2 menggunakan katalis CuO/ZnO. ZnO disintesis dengan metode kopresipitasi, dilanjutkan proses impregnasi ZnO dengan prekursor Cu(NO3)2.3H2O menghasilkan katalis CuO/ZnO. Katalis ZnO dan CuO/ZnO hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, DR-UV, dan aktivitas katalitiknya diuji pada reaksi oksidasi fenol. Hasil karakterisasi dengan Difraksi sinar-X menunjukkan bahwa katalis  ZnO hasil sintesis berstrukur wurtzite dan keselurahan katalis hasil sintesis berukuran nano. Karakterisasi dengan DR-UV menunjukkan bahwa energi gap menurun seiring dengan semakin meningkatnya konsentrasi Cu yang ditambahkan pada ZnO. Kondisi optimum reaksi oksidasi fenol dengan katalis 50% CuO/ZnO dan oksidan H2O2 pada variasi waktu 1 sampai 5 jam, teramati pada saat reaksi berlangsung 2 jam, dengan pelarut metanol. Fenol yang terdegradasi sebesar 0,6903 mmol, konversi 6,48 %  dan selektivitas terhadap hidroquinon 44,49%. Sedangkan pada katalis XCuO/ZnO konversi fenol meningkat dengan naiknya loading CuO 10% hingga 50%, dan menurun kembali pada CuO 70%.
SINTESIS NANOKOMPOSIT TiO2/SiO2-PVA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6168

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanokomposit TiO2­/SiO2-PVA dan aplikasinya sebagai antibakteri untuk mengetahui (i) pengaruh rasio mol SiO2/TiO2 terhadap band gap, (ii) pengaruh metode pencampuran reaktan terhadap ukuran partikel, (iii) efektivitas kemampuan nanokomposit sebagai antibakteri. Komposit disintesis menggunakan metode sol gel dengan prekursor TiIPP dan TEOS. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD, DR-UV, FT-IR untuk mengetahui ukuran partikel, band gap dan gugus fungsi yang muncul. Hasil analisis menunjukkan rasio mol SiO2 10%, 15% dan 20% menghasilkan nilai band gap sebesar 3,04; 3,09 dan 3,00 eV. Hasil analisis FT-IR menunjukkan vibrasi asimetris Si-O dari Si-O-Si muncul pada bilangan gelombang 1057,49 cm-1; 1053,12 cm-1 dan 1083,88 cm-1. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa nanokomposit metode A dan metode B memiliki ukuran partikel sebesar 11,05 dan 10,49 nm. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa nanokomposit TiO2­/SiO2-PVA memiliki kemampuan sebagai antibakteri E.coli.
Pemanfaatan Limbah Tandan Kelapa Untuk Pembuatan Bioetanol Melalui Proses Hidrolisis dan Fermentasi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6170

Abstract

Tandan kelapa merupakan limbah utama berlignoselulosa yang belum termanfaatkan secara optimal dari industri pengolahan kelapa. Limbah tandan kelapa selama ini hanya dibakar, ditimbun dan dijadikan kompos. Limbah tandan kelapa mengandung 45% selulosa yang mana dapat berpotensi dijadikan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu paling baik yang menghasilkan kadar glukosa paling tinggi dan presentase etanol yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol. Proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis dan fermentasi. Dengan variabel terkendali untuk hidrolisis yaitu 80°C-90°C, konsentrasi HCl 12% dan fermentasi pH=5 dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sedangkan untuk variabel bebas yaitu lama hidrolisis (30, 60, 90, 120 menit) dan lama fermentasi (7, 9, 12, 14 hari). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada variabel lama waktu hidrolisis yang paling baik adalah selama 30 menit dengan glukosa yang dihasilkan 12,7954 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 7 hari sebesar 6,66%.