cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
STUDI KINETIKA REAKSI HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN IODIDA PADA SUASANA ASAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3492

Abstract

Studi kinetika reaksi hidrogen peroksida dengan iodida pada suasana asam telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah hukum laju reaksi merupakan penjumlahan, pecahan ataugabungan keduanya. Desain percobaan yang digunakanadalah metode isolasi dengan H+ dan I- dibuat berlebih terhadap H2O2.Hasil percobaan variasi konsentrasi H+menunjukan reaksi dapat memenuhi hukum laju dalam bentuk penjumlahan. Pada percobaan variasi konsentrasi H2O2, H2O2 teramati dapat berorder 0 atau 1 bergantung pada konsentrasinya sesuai dengan yang diperkirakan dari hukum laju pecahannya. Berdasarkan hasil percobaan, reaksi disimpulkan memiliki hukum laju gabungan keduanya yang lebih lanjut terbukti berdasarkan nilai konstanta laju perhitungan.
SINTESIS KITOSAN-ARGININ DENGAN KATALIS PIRIDIN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3493

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis kitosan-arginin dengan katalis piridin dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan massa arginin pada kitosan dan variasi suhu reaksi dalam sintesis kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli serta membandingkan kitosan dan kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli. Sintesis kitosan-arginin dilakukan dengan perbandingan massa (b/b) kitosan:arginin 1:0,5; 1:1; 1:1,25; 1:1,5; 1:2 dan variasi suhu reaksi 60 °C, 80 °C, 100 °C menggunakan katalis piridin untuk mengaktifkan gugus karbonil arginin. Karakterisasi kitosan-arginin meliputi Spektroskopi Sinar Merah (FT-IR), Analisis Termal (TGA-DTA) dan % Nitrogen dengan metode Kjeldahl. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Optical Density (OD) λmaks 600 nm pada jam ke-0, 3, 6, 9, 12, 24 dan 48. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa arginin dan variasi suhu reaksi sintesis kitosan-arginin tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap daya hambat bakteri. Namun ketika aktivitas antibakteri kitosan jam ke-48 menurun, aktivitas antibakteri kitosan:arginin 1:1,5 pada 80 ᵒC masih meningkat.
KAJIAN KESAHIHAN PERSAMAAN ESPENSON (1995) UNTUK REAKSI ENZIMATIS DAN YANG MIRIP
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3494

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang kesahihan persamaan Espenson (1995). Pertama secara teoritis atas paradigma yang digunakan dan kemudian dari hasilpenerapannya pada penentuan tetapan Michaelis-Menten dari reaksi brominasi aseton.  Dikatakan sahih jika, secara teoritis konsisten dengan konsep dasar kinetika kimia dan reaksi enzimatisdan memberikan harga tetapan Michaelis-Menten yang pasti. Ditemukan bahwa persamaan tersebut tidak/kurang sahih.
MODIFIKASI Y220C PADA RESIDU 220 OLEH ADDUCT PRIMA-SISTEIN MERESTORASI Y220C PADA RESIDU 120
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3495

Abstract

Mutasi tirosin pada residu 220 menjadi sistein (Y220C) dapat menginduksi cavity pada residu 220 sebagai pusatnya. Mutasi ini dapat menurunkan kestabilan termal dan menyebabkan adanya sedikit perubahan pada bagian kontak DNA. p53 reactivation and induction of massive apoptosis-1 (PRIMA-1) terbukti dapat mereaktivasi p53, namun mekanisme dan target residunya belum cukup jelas. Fakta eksperimen menunjukkan PRIMA-1 dapat modifikasi sistein dengan membentuk adduct. Penelitian ini ditujukan untuk mengamati efek dinamis modifikasi sistein menggunakan PRIMA-1, yang disebut adduct PRIMA-sistein pada residu 220 untuk mereaktivasi p53. Modifikasi Y220C dilakukan dengan memaksa adduct PRIMA-sistein masuk ke dalam cavity yang berukuran lebih kecil dibanding struktur adduct tersebut. Pengamatan stabilitas pada level molekuler dilakukan dengan cara simulasi dinamika molekuler (DM). Trajektori-Trajektori yang dihasilkan simulasi dinamika molekul selama 100ns menunjukkan perubahan  dinamika karena adanya modifikasi Y220C pada residu nomor 220. Data Backbone B-factor dan order parameter menunjukkan bahwa  adanya modifikasi Y220C sebagian mampu menyerupai wild type pada residu 120 yang merupakan daerah yang berfungsi untuk interaksi dengan DNA. Selain itu, pada residu 155 yang berinteraksi langsung dengan residu 220 juga terdapat peningkatan fleksibilitas residu 155 setelah adanya modifikasi Y220C.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JERUK NIPIS SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS PADA IKAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3496

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan goreng dengan cara mencampur kulit jeruk nipis dengan minyak goreng yang digunakan. Penelitian ini menggunakan kulit jeruk nipis yang sudah dioven selama 10 menit dengan suhu 60°C. Kulit jeruk nipis yang tepat untuk campuran minyak goreng dapat diketahui dengan menghitung kadar air, angka asam, dan angka peroksida paling rendah pada minyak goreng yaitu pada penambahan kulit jeruk nipis 150 g. Minyak goreng yang ditambah kulit jeruk nipis (150 g) mempunyai kadar air 0,1049 %, angka asam 0,2265 (mg NaOH/g), dan angka peroksida 3,1952 (meq/kg). Waktu menggoreng ikan yang optimum didapat saat menggoreng ikan lele dengan waktu 15 menit yang dilakukan uji organoleptik pada 10 panelis, kemudian ikan lele dianalisis komposisi kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Didapatkan komposisi kimia yang tidak jauh berbeda antara ikan lele goreng dengan ikan lele yang digoreng menggunakan minyak kulit jeruk nipis dan bau amis yang terdapat pada ikan lele dapat hilang, sehingga ikan lele layak untuk dikonsumsi dan tidak berbau amis.
SINTESIS BIOMASSA BULU AYAM TERAKTIVASI NaOH/Na2SO3 APLIKASINYA PENURUN KADAR TEMBAGA LIMBAH ELEKTROPLATING
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3497

Abstract

Bulu ayam merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan keberadaannya karena adanya kandungan keratin. Penelitian ini dilakukan karena ion logam tembaga bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan serta bertujuan untuk mengetahui bahwa adsorben bulu ayam yang diaktivasi dengan menggunakan NaOH/Na2SO3 dapat digunakan untuk menurunkan kadar ion logam tembaga, mengetahui kapasitas adsorpsinya serta mengetahui pengaruh pH, konsentrasi tembaga, massa adsorben dan waktu kontak jumlah tembaga yang terserap. Variasi pH dilakukan pada pH 3, 5, 7, 9 dan diperoleh hasil pada kondisi pH optimum 5 dengan massa adsorben 0,5 gram yang divariasi dari 0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 gram dengan waktu kontak 80 menit. Kapasitas adsorpsi  bulu ayam dalam menyerap ion logam tembaga adalah 38,43 mg/g pada kondisi optimum. Konsentrasi awal limbah setelah dianalisis dengan SSA sebesar 2384,1 ppm. Setelah diadsorpsi menunjukkan hasil konsentrasi akhir logam tembaga sebesar 95,48 ppm dengan presentase hasil adsorpsi sebesar 95%. Bulu ayam yang telah digunakan didesorpsi dengan melarutkannya dalam larutan HCl. Presentase tembaga hasil desorpsi sebesar 98%.
PENGARUH KATALIS H-ZA DAN TCA-ZA DALAM REAKSI HIDRASI α-PINENA MENJADI α-TERPINEOL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3498

Abstract

Minyak  terpentin  Indonesia  mengandung  65-85% α-pinena, kurang 1% kamfena, 1-3% β-pinena, 10-18%  3-carena  dan  1-3% limonena. Untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, α-pinena dapat dihidrasi menggunakan katalis asam menjadi α-terpineol yang dapat digunakan sebagai bahan parfum, anti serangga, anti jamur, dan desinfektan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumLah katalis zeolit alam teraktivasi dan TCA-ZA yang diperlukan dalam reaksi hidrasi α-pinena. Reaksi hidrasi dilakukan menggunakan dua jenis katalis yaitu zeolit alam teraktivasi (H-ZA) dan H-ZA yang diemban dengan asam trikloroasetat (TCA-ZA) dan melakukan variasi jumLah katalis sebesar 200 mg, 400 mg, dan 600 mg. Reaksi ini dilakukan dalam labu alas bulat leher tiga dilengkapi dengan pemanas, termometer, dan pengaduk magnet selama 120 menit pada suhu 70-750C. Senyawa hasil reaksi diuji menggunakan IR, GC, dan GC-MS. Kondisi paling maksimum terjadi pada reaksi dengan katalis TCA-ZA sebanyak 600 mg yang menghasilkan senyawa α-terpineol sebesar 58,27%.
SINTESIS α-TERPINEOL MELALUI REAKSI HIDRASI α-PINENA MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3499

Abstract

Studi tentang pengaruh waktu reaksi hidrasi α-pinena dan variasi penambahan volume air telah dipelajari dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu hidrasi yang paling baik dan penambahan volume air yang paling baik dalam reaksi hidrasi α-pinena menghasilkan α-terpineol. Katalis yang digunakan yaitu H-zeolit. Aktivasi katalis dilakukan dengan metode penambahan larutan asam dan kalsinasi. Tujuan dari penambahan larutan asam antara lain untuk menghilangkan pengotor, dealuminasi, dan memasukkan NH4 sebagai pengganti mineral dalam zeolit. Sedangkan kalsinasi bertujuan untuk menguapkan NH3 sehingga hanya menyisakan H-zeolit. Angka asam zeolit alam yang diperoleh adalah 0,1166 mol/gram diperoleh dengan mengaliri dengan gas piridin.Reaksi hidrasi α-pinena menggunakan katalis zeolit alam dengan suhu 70-75oC dan volume air 2,5 mL. Diambil cuplikannya pada 30, 60, dan 90 menit. Kemudian, pada waktu 90 menit, dilakukan variasi penambahan air 1,25 mL dan 5 mL. Hasil akhir diuji dengan spektrofotometer Inframerah (IR), kromatografi gas (GC) dan GC-MS, kadar α-terpineol paling banyak pada waktu 90 menit dan penambahan 2,5 mL air yakni sebesar 59,49%.
UJI STABILITAS PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ZAT WARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3500

Abstract

Zat pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak adalah kulit buah naga (Hylocereus undatus). Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut air, asam asetat, dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan mencari pelarut yang tepat untuk ekstraksi dan mengetahui stabilitas pigmen antosianin, yang meliputi tiga tahap. Tahap I adalah ekstraksi zat warna merah kulit buah naga dengan pelarut air, asam asetat 10%, dan asam sitrat 10%. Tahap II, stabilitas pigmen antosianin terhadap pengaruh pH, suhu, lama penyinaran dan aplikasi sirup buah naga putih. Tahap III, penghitungan aktivitas antioksidan dalam ekstrak antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada ekstraksi menggunakan pelarut asam sitrat 10% menghasilkan ekstrak warna merah dengan kadar antosianin 8,3556 mg/100gr dan stabilitas tertinggi selama 7 hari. Ekstrak warna stabil pada kondisi pH 2 – 5, namun terjadi penurunan pada pemanasan sampai suhu 80 ˚C dan penyinaran suhu tinggi. Aplikasi sirup buah naga menghasilkan pH 3,89 dan aktivitas antioksidan sebesar 76,71%.
PENGGUNAAN AIR LAUT SEBAGAI KOAGULAN UNTUK MENURUNKAN KADAR Pb DAN INTENSITAS WARNA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3501

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan kadar Pb dan intensitas warna dalam air sumur gali di sekitar TPA Jatibarang Semarang menggunakan air laut sebagai koagulan. Air sumur gali yang mengandung Pb dicampur dengan air laut sebagai koagulan dengan volume 10, 12, 14, 16, 18 mL masing-masing dikondisikan pada pH 2, 6, dan 8, sedangkan intensitas warna, air sumur yang berwarna dicampur air laut dengan volume 10, 20, 30 ,40 ,50 mL. Kemudian diaduk menggunakan flokulator jar test dengan kecepatan 100 rpm selama 25 menit dan membentuk dua bagian yaitu endapan dan filtrat. Filtrat yang didapat dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer AAS dengan panjang gelombang 283, 3 nm untuk kadar Pb dan colourimeter untuk intensitas warna. Kondisi terbaik untuk menurunkan kadar Pb adalah pada volume air laut sebanyak 16 mL pada pH 8 dan untuk menurunkan intensitas warna pada air sumur gali adalah pada volume air laut sebanyak 50 mL.