cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
PENGARUH PELARUT TERHADAP KARAKTERISTIK NANO TiO2-SiO2 SEBAGAI PENAMBAH SELF-CLEANING CAT AKRILIK
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6171

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pelarut (metanol, 1-propanol, 2-propanol) terhadap karakteristik material nano TiO2-SiO2. Material nano TiO2-SiO2 diaplikasikan sebagai additif dalam cat akrilik untuk memberikan sifat self-cleaning.  Metode sol-gel digunakan dalam sintesis partikel TiO2-SiO2 dengan variasi jenis pelarut menggunakan perbandingan mol prekursor TEOS:TiIPP yaitu 5:1. Teknik pengujian self-cleaning menggunakan metode pengukuran sudut kontak dan waktu alir air pada permukaan padatan yang telah dilapisi cat akrilik termodifikasi TiO2-SiO2. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui struktur kristal, DR-UV untuk mengetahui celah pita energi (Eg), dan TEM untuk mengetahui morfologi dan ukuran partikel. Hasil XRD dan TEM menunjukkan bahwa sifat padatan adalah amorf. Hasil FTIR menunjukkan ikatan Si-O, O-H dan Ti-O dominan dalam padatan. Hasil DR-UV menunjukkan partikel TiO2-SiO2 dengan pelarut metanol (A1) memiliki celah pita energi (Eg) terkecil 3,76 eV. Hasil pengujian  sudut kontak terkecil dan waktu alir paling lama pada variasi konsentrasi 15%.
EFEK PERUBAHAN KONSENTRASI PADA HIDRASI α-PINENA DARI TERPENTIN DENGAN KATALIS ASAM TRIKLOROASETAT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6173

Abstract

Alfa pinena sebagai komponen utama minyak terpentin dapat ditransformasikan menjadi senyawa derivatnya. Alfa terpineol merupakan senyawa turunan dari α-pinena yang banyak dimanfaatkan sebagai senyawa fragrance, digunakan  dalam kosmetika dekoratif, sampo, sabun dan deterjen. Penelitian ini bertujuan mengubah α-pinena menjadi α-terpineol yang merupakan bahan baku industri parfum dengan menggunakan katalis asam trikloroasetat, yang diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi. Metode penelitian dengan reaksi hidrasi yaitu mengaduk antara α-pinena, aseton dan aquabides pada temperatur 60 °C. Setelah temperatur tercapai, ditambahkan TCA. Cuplikan diambil pada waktu reaksi 60 menit, 75 menit dan 90 menit. Kemudian hasil reaksi disaring, diperoleh filtrat. Hasil reaksi kemudian diekstraksi dengan diklorometana dan dipisahkan. Selanjutnya dinetralkan dengan larutan Na2CO3, kemudian disaring diperoleh filtrat. Fase organik diambil dan ditambahkan Na2SO4 anhidrat. Setelah itu diuji dengan IR, GC serta GC-MS. Hasil penelitian diperoleh kadar α-pinena sebesar 86,740% dari isolasi minyak terpentin, sedangkan hasil reaksi hidrasi α-pinena menjadi α-terpineol menggunakan katalis asam trikloroasetat diperoleh pada kondisi temperatur 60 °C waktu reaksi 60 menit dengan perbandingan konsentrasi reaktan 3:2 sebesar 52,848%. Karakterisasi IR menunjukkan keberadaan gugus –C-O- dan –OH yang khas menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah senyawa alkohol. Hasil analisis dari spektra massa menunjukkan produk α-terpineol sebagai produk utama.
ANALISIS PROKSIMAT YOGHURT PROBIOTIK FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS-KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN GULA KELAPA (Cocos nucifera) GRANUL
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6174

Abstract

Yoghurt yang beredar di pasaran umumnya memakai bahan baku susu sapi dan pemanis gula putih atau sukrosa. Pembuatan yoghurt probiotik susu jagung manis – kedelai dengan penambahan gula kelapa granul merupakan upaya diversifikasi pangan guna memperoleh produk yoghurt nabati yang ramah bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambahan gula kelapa granul sebagai pengganti sukrosa terhadap mutu kimia, kandungan proksimat serta tingkat penerimaan konsumen. Variasi yang diselidiki adalah variasi konsentrasi gula kelapa granul yang ditambahkan ke dalam produk yoghurt yakni sebanyak 3%, 6%, 9% dan 12%.  Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: Semakin banyak gula kelapa granul yang ditambahkan akan berpengaruh pada peningkatan total asam tertitrasi dan menurunkan nilai pH dikarenakan semakin banyak asam laktat yang terbentuk, peningkatan kadar abu, protein, lemak, karbohidrat serta kadar air yang semakin rendah. Yoghurt formulasi C dengan  penambahan gula kelapa granul sebanyak 9% merupakan yoghurt yang paling banyak disukai oleh konsumen.
TRANSFORMASI EUGENOL MENJADI ISOEUGENOL MELALUI REAKSI ISOMERISASI DAN APLIKASINYA SEBAGAI SUPLEMEN MOUTHWASH
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6175

Abstract

Pemanfaatan minyak cengkeh di Indonesia yang jumlahnya melimpah masih sangat terbatas. Penelitian ini memiliki tujuan meningkatkan daya guna dari kandungan utamanya yaitu eugenol. Senyawa eugenol dapat ditransformasikan menjadi isoeugenol melalui reaksi isomerisasi dengan menggunakan larutan basa KOH pada temperatur 150°C. Analisis spektra IR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 1597,06 cm-1 merupakan serapan gugus C=C yang diperkuat dengan adanya serapan pada bilangan gelombang 1033,85 cm-1 yang merupakan serapan gugus –CH=CH2, memperlihatkan bahwa produk adalah isoeugenol. Hasil GC menunjukkan produk sintesis memiliki kadar 81,2%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa semua sampel obat kumur berada dalam pH asam. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada penambahan isoeugenol 3 tetes, 5 tetes dan 7 tetes. Hasil uji menunjukkan pada penambahan isoeugenol 7 tetes lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan diameter zona hambat sebesar 14 mm. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sampel A4K2 adalah sampel terbaik sebagai bahan suplemen obat kumur.
HIDRASI α-PINENA MENJADI α-TERPINEOL DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM & TCA/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6176

Abstract

Alfa pinena dapat mengalami reaksi hidrasi menjadi terpineol dengan katalis asam. Katalis yang digunakan pada penelitian ini yaitu zeolit alam teraktivasi dan zeolit alam yang diemban dengan TCA untuk menambahkan sifat keasaman. Reaksi dilakukan dalam labu leher tiga dengan 0,2501 gram α-pinena, 2,5 mL aquabides, dan 3,4 mL isopropil alkohol dilengkapi dengan pemanas, termometer, dan pengaduk magnet. Reaksi dilakukan selama 120 menit dengan variasi temperatur 25-30oC, 45-50oC dan 65-70oC untuk setiap jenis katalis yang digunakan. Sedangkan reaksi hidrasi menggunakan katalis TCA/ZA pada temperatur 65-70oC dilakukan variasi waktu 15, 30, 60, 120, dan 240 menit. Hasil analisis GC menunjukkan hasil hidrasi dengan rendemen terbesar yaitu hidrasi dengan katalis zeolit alam teraktivasi dengan kadar 14,11% selama 120 menit. Hasil analisis spektrofotometer IR menunjukkan adanya serapan –OH pada 3052,1 cm-1 dan C-O pada bilangan gelombang 1128,83 cm-1, memperlihatkan senyawa yang dihasilkan merupakan senyawa alkohol berupa α-terpineol.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN BANTUAN ENZIM SELULASE DARI JAMUR TIRAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6177

Abstract

Kebutuhan energi fosil di Indonesia seperti bensin kian meningkat, sementara itu ketersediaan energi fosil berbanding terbalik dengan kebutuhannya, sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif terbarukan seperti bioetanol. Indonesia merupakan penghasil beras besar di dunia yang memberikan limbah padat jerami padi yang sangat besar yaitu 180 juta ton bahan kering per tahun. Jerami padi ini mengandung sekitar 40% selulosa, 30% hemiselulosa dan 15% lignin. Kadar selulosa yang cukup tinggi ini dapat dikonversi menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas rasio enzim selulase dari jamur tiram dengan jerami padi dalam proses hidrolisis untuk menghasilkan glukosa yang dapat dikonversi menjadi bioetanol. Jerami padi dijadikan serbuk kemudian dilakukan delignifikasi dengan larutan NaOH 0,01 M. Selanjutnya hidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan variasi rasio substrat (gram) dengan enzim (mL) sebesar 0,06 g/mL, 0,08 g/mL, 0,10 g/mL, dan 0,20 g/mL diinkubasi 2 jam pada suhu 50 ºC. Hidrolisat paling baik pada rasio sebesar 0,10 g/mL menghasilkan kadar 0,2738 mg/20g substrat dianalisis glukosa dengan spektrofotometer UV-Vis serta dilanjutkan proses fermentasi dengan variasi waktu 3, 6, 9, dan 12 hari kemudian didestilasi. Hasil destilat hari ke-6 menghasilkan kadar etanol yang paling tinggi yaitu sebesar 1,7793%.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT ALAM TERMODIFIKASI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio mol, konsentrasi katalis, waktu reaksi optimal, dan karakteristik biodiesel hasil reaksi transesterifikasi trigliserida dalam minyak goreng bekas dengan metanol menggunakan katalis zeolit alam termodifikasi. Modifikasi zeolit dilakukan melalui dealuminasi dengan larutan HF 1% dan impregnasi larutan basa NaOH kedalam zeolit alam Blitar. Analisis dengan FTIR menunjukkan terjadi pergeseran puncak serapan pada beberapa bilangan gelombang setelah dilakukan modifikasi terhadap zeolit. Difraktogram XRD menunjukkan zeolit alam termodifikasi memiliki kristalinitas lebih baik dibandingkan zeolit alam semula. Hasil optimasi diketahui dengan GC yang memberikan rasio mol, konsentrasi katalis, dan waktu reaksi transesterifikasi yang optimal berturut-turut adalah 1:12, 10%, dan 180 menit. Komposisi biodiesel ditentukan dengan GCMS dan karakterisasi fisik dilakukan menurut SNI. Biodiesel hasil sintesis memiliki densitas 0,87 g/ml dan viskositas sebesar 11,42 cSt yang terdiri dari 1,57% metil miristat, 44,93% metil palmitat, 9,28% metil linoleat, 39,18% metil oleat, dan 5,04% metil stearat.
PEMURNIAN GARAM DAPUR MELALUI METODE REKRISTALISASI DENGAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI BAHAN PENGIKAT IMPURITIES
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6179

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi yang sangat besar.Salah satunya garam. Namun sayangnya kadar NaCl garam di Indonesia sangat rendah. Hal ini dikarenakan banyaknya impuritas pada garam. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan metode rekristalisasi menggunakan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh ukuran zeolit, untuk mengetahuipengaruh waktu, serta untuk mengetahui pengaruh dosis zeolit pada proses pemurnian garam. Penelitian dilakukan dengan membagi sampel menjadi dua tahap yakni pertama kristalisasi tanpa penambahan zeolit dan tahap kedua kristalisasi dengan penambahan zeolit. Hasil yang diperoleh pada garam tanpa penambahan zeolit diperoleh kadar NaCl sebesar 82,3680%, kadar air sebesar 5,0077%, kadar ion Ca2+dan Mg2+masing- masing sebesar212 ppm dan 1245,924 ppm. Sedangkan pada garam dengan penambahan zeolit pada variasi ukuran butir zeolit kadar NaCl tertinggi yakni sebesar 96,1090% pada variasi dosis sebanyak 3 gram. Garam ini selanjutnya ditentukan kadar air, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ dan penentuan struktur kristalnya. Kadar air diperoleh sebesar 2,7247 % dan kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing diperoleh sebesar 9,0222 ppm dan 16,6467 ppm.
SINTESIS EDIBLE FILM DARI PATI KUILT PISANG DENGAN PENAMBAHAN LILIN LEBAH (BEESWAX)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6180

Abstract

Edible film merupakan suatu film tipis yang melapisi bahan pangan yang layak dikonsumsi, dan dapat terdegradasi oleh alam. Bahan yang digunakan penelitian ini adalah pati kulit pisang. Preparasi edible film menggunakan perbandingan 7 gram pati kulit pisang:100 mL aquades, kemudian ditambahkan CMC 1,5% dan variasi lilin lebah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Untuk uji kuat tarik, data hasil didapat dari masing-masingperlakuan lilin lebah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% adalah 0,587 N/mm2, 0,116N/mm2, 0,100 N/mm2, 0,058 N/mm2, dan  0,012 N/mm2. Untuk uji daya serap air, didapatkan data 84,13%, 71,83%, 65,45%, 56,19%, dan 40,29%. Semakin banyak penambahan lilin lebah, edible film semakin rapuh dan energi untuk memutuskan edible film lebih kecil serta semakin hidrofobik sifat edible film. Untuk uji organoleptik, didapatkan hasil yang baik dengan nilai rata-rata untuk bau sebesar 7,6, rasa sebesar 7,6, warna sebesar 7,9, tekstur sebesar 7,9, dan kekenyalan sebesar 8,2.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JATI SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i2.6181

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh lama perendaman daun jati terhadap absorbansi ekstrak pekat daun jati, trayek pH yang dihasilkan, pengaruh asam askorbat terhadap stabilitas ekstrak dan kesalahan titrasi teoritis penggunaannya pada titrasi asam-basa. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara memvariasi lama perendaman dengan pelarut etanol-HCl, 16, 20, 24 dan 28 jam. Ekstrak optimalnya ditambahkan pada larutan dengan pH 1-13 untuk mengetahui trayek pH. Pengaruh keberadaan asam askorbat pada stabilitas ekstrak diamati dengan menambahkan 100, 250, 400 dan 550 ppm asam askorbat ke dalam ekstrak tersebut, diamati selama 25 hari, dan dianalisa kondisi absorbansinya setiap lima hari sekali setelah hari pertama. Ekstrak kemudian digunakan sebagai indikator titrasi asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan asam kuat-basa lemah. Lama perendaman pada menghasilkan 24 jam sebagai lama perendaman maksimal dan trayek pH ekstrak diketahui pada pH 7-8. Keberadaan asam askorbat mempengaruhi stabilitas ekstrak pekat daun jati, semakin tinggi konsentrasi asam askorbat yang ditambahkan, semakin besar pula penurunan absorbansi pada panjang gelombang maksimum ekstrak. Penggunaan ekstrak pada titrasi asam kuat-basa kuat memiliki persentase kesalahan yang lebih kecil, yaitu sebesar +0,002295%.