cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Mengatasi Perilaku Terisolir Siswa Menggunakan Teknik Assertive Training pada Siswa Kelas IV Retnomanisya, Tutut Yunita; Sugiharto, DYP; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku terisolir siswa menggunakan konseling behavior teknik assertive training pada siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian berjumlah dua orang siswa kelas IV A dan IV B SD Negeri Pekunden Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku terisolir siswa dapat diatasi dengan konseling behavior teknik assertive training. Hal ini dapat dilihat dari salah satu indikator perilaku terisolir siswa yaitu minat bersosial yang mengalami peningkatan. Siswa terisolir tidak lagi berdiam diri saat ada kegiatan bersama dan lebih banyak ikut serta dalam kegiatan kelompok, selain itu jumlah teman yang dimiliki juga bertambah. Kemampuan bertenggang rasa siswa terisolir juga meningkat, terlihat dari mampunya siswa menghargai orang lain saat ada yang berbicara, tidak memilih teman dalam bergaul dan mulai membuka dirinya untuk mau berteman dengan semua siswa di kelasnya. Selain kedua aspek tersebut, perlakuan teman pada siswa terisolir juga mengalami beberapa perubahan, teman siswa tidak lagi mengejek atau menjauhi siswa, teman sekelas siswa mulai mampu menerima siswa sebagai teman bermain. This research has a purpose to solve a behavior of isolated use counseling behavior techniques assertive training at 4th grade students. The type this research is qualitative research. There are two subject of this research, class IV A and IV B. Methods of data collection using observation, interview and documentation. The data analysis technique is inductive data, including data reduction, data presentation, and conclusions. The result showed that the behavior of isolated students can be solve with counseling assertive training techniques. It can be seen from one of the indicators, social interest has increased. Isolated students no longer silent when there are a lot activities and participate in group activities, the number of friends also increased. The ability to tolerate isolated students also increased, can be seen from the ability of students to respect others when other student speaks, do not choose friends and began to open themself to be friends with all the students in their class. In addition to these two aspects, the isolated treatment of a friend to the students also experienced some changes, students are no longer friends mock or away from the student, the student classmates begin to accept students as friends to play.
Hubungan Interaksi Sosial dan Konsep Diri dengan Perilaku Reproduksi Sehat Siswa Miraningsih, Wahyu; Sugiharto, DYP; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3073

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo, hubungan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat siswa, hubungan interaksi sosial dan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat siswa. Penelitian ini termasuk expost facto, bersifat deskriptif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling, sampel diambil 25% dari 288 siswa dengan besar sampel 72 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi dan angket tertutup. Dari analisis regresi ganda menunjukkan bahwa (1) ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat diperoleh thitung 4,878 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, (2) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat, diperoleh thitung 5,973 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, (3) ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat, diperoleh Fhitung 30,878 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Abstract, this research aims to determine the relationship of social interaction with healthy reproductive behavior of students class XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo, relationship between self-concept with healthy reproductive behavior of students, relationship social interaction and self-concept of students with healthy reproductive behavior. This research included expost facto, descriptive correlational. The sampling technique used is proportional random sampling, samples were taken 25% from 288 students, it is with 72 students of the sample. Collecting data using psychological scales and questionnaires covered. From the multiple regression analysis showed that (1) there is a significant relationship between social interaction with healthy reproductive behavior, obtained tcount 4,878 with significance 0.000 < 0,05 (2) there is a significant relationship between self-concept and healthy reproductive behavior, obtained tcount 5.973 with significance 0.000 < 0.05 (3) there is a significant relationship between social interaction and self-concept with healthy reproductive behavior, obtained Fcount 30.878 with significance 0.000 < 0.05.
Meningkatkan Pemahaman Orang Tua Terhadap Pernikahan Dini Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Cholipah, Siti Nur; Supriyo, Supriyo; Setyowani, Ninik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3074

Abstract

Penelitian ini dilaksankan berdasarkan fenomena yang terjadi di desa Kedungrejo yang menunjukkan orang tua dengan pemahaman yang masih rendah terhadap pernikahan dini. Tujuan yang hendak dicapai dalam penilaian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pernikahan dini di desa Kedungrejo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah orang tua warga desa Kedungrejo. Subyek dalam penelitian ini ada 14 orang tua dengan prosentase pemahaman yang masih tergolong rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis,wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman pada orang tua. Dari perhitungan persentase rata- rata pemahaman orang tua sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok adalah 50,93% dan termasuk kategori rendah. Namun, setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok persentase terjadirata- rata tersebut mengalami peningkatan yaitu sebesar 20,07% menjadi 71% dan termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman orang tua terhadap pernikahan dini diupayakan dapat ditingkatkan melalui kegiatan bimbingan kelompok. This research was conducted based on the phenomenon that occurred in the Kedungrejo village that shows parents low understanding in early marriage. Goal of this research is to determine the success of group counseling services to enhance the understanding of parents about early marriage in the Kedungrejo village. This study is conducted with experimental research. The population of this research were elderly villagers and parents live in Kedungrejo. There were 14 parents with relatively low percentage of early marriage understanding. Method of data collection used were psychological scales, interview and observation. The results of the research showing an increase in understanding the risk and the threats of early marriage among parents. From the calculation of the average percentage of parents before getting guidance services group was 50.93% and relatively in low category. However, after getting guidance services group average percentage had increased in the amount of 20.07%. Based on the results of this study, it can be concluded that the understanding of parents in early marriage can be improved through group guidance services.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Bermain Peran Maryanto, Lilik; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test and post test. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 5 MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang yang berjumlah 21 siswa. Teknik sampling jenuh digunakan karena jumlah populasi relatif kecil (kurang dari 30 orang) dimana seluruh populasi digunakan menjadi sampel. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi dengan instrument skala motivasi belajar sebanyak 68 item pernyataan. Metode analisis data menggunakan deskriptif presentase dan uji t-Test. Perlakuan berupa layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa antara sebelum perlakuan (62%) dan sesudah perlakuan (77%), mengalami peningkatan sebesar 15%. Berdasarkan analisis t-Test dengan menggunakan taraf signifikan 5%, hasil analisis uji beda diperoleh thitung = 10.16 dan ttabel = 2,045, jadi nilai thitung > ttabel, sehingga dinyatakan bahwa Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran (role playing) dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5 MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang. This research aimed to prove whether the content mastery service with techniques playing role (role playing) can increase students' motivation. This type of research is experiments research by design one group pre-test and post test. This research population is all students 5th grade MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang, which amounts 21 students. Saturated sampling technique is used because the population is relatively small (less than 30 people) where the entire populations is used to be samples. Methods of data collection using psychological scales with instruments motivation learning scale as many as 68 items statement of. The analysis methods of the data using descriptive percentage and t-test. The Treatment performed 8 times face-to-face meetings. Based on the results of research, students’ motivation between the pre-treatment (62%) and after treatment (77%), experiencing enhancement by 15%. Based on t-test analysis using the 5% significance level, the results of different test analysis obtained tcount = 10.16 and ttable = 2.045, so the value of tcount> ttable, so it is stated that Ha is accepted. The results of this study indicate that the service the content mastery with role playing can increase students' motivation 5th grade MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang
Meningkatkan Keaktifan Diskusi Kelompok Melalui Layanan Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIII E SMP N 19 Semarang Rizkina, Mera; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok pada siswa kelas VIIIE melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Desain yang digunakan adalah Pre Eksperimental Design, serta pola eksperimen yang digunakan adalah pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling yang berjumlah 10 siswa terdiri dari 8 siswa berkriteria rendah dan 2 siswa berkriteria sedang. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif persentase. Pada hasil pre-test diperoleh keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dengan kategori rendah (51,29%). Dan setelah diberikan treatment berupa layanan bimbingan kelompok diperoleh hasil post-test keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dengan kategori tinggi (70.2%). Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok pada siswa sebesar 19%. Dengan demikian keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. The purpose of this research is to improve student activity in a group discussion in class VIIIE through group guidance services. This research, including the type of experiments research. Design used was pre experimental design, as well as the experimental pattern used is a pre test and post test. Sampling technique using proportionate stratified random sampling totaling 10 students consisted of 8 students with low criteria and 2 students with middle criteria. Data collection method using psychological scales used in the time before and after the group guidance services. Techniques of data analysis using Wilcoxon test and descriptive percentages. Pre test results obtained on student activity in discussion groups with low category (51,29%). And after a given treatment in the form of group guidance services post test results obtained active students in discussion groups with high category (70.2%). The result showed an increase student activity in a group discussion by 19%. Thus the activity of students in a group discussion can be improved through group guidance services.
Pengaruh Over Protective Orang Tua dan Religiusitas Terhadap Perilaku Heteroseksual Siswa Kelas VIII S., Nurul Yunia; Sugiharto, DYP; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3087

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum perilaku heteroseksual, over protective orang tua, religiusitas siswa dan pengaruh over protective orang tua dan religiusitas terhadap perilaku heteroseksual. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sejumlah 100. Metode dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan rumus deskriptif presentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heteroseksual siswa tergolong rendah yaitu 61,66%, religiusitas tergolong tinggi yaitu 70,32%, dan over protective orang tua tergolong tinggi yaitu 70,56%. Dari hasil analisis uji hipotesis secara simultan diperoleh nilai Fhitung = 115,115 dengan sgnifikan sebesar 0,000 < 5%. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis kerja (Ha) diterima dan Hipotesis nihil (Ho) ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) ada pengaruh antara perilaku over protective orang tua dan religiusitas secara signifikan terhadap perilaku heteroseksual siswa kelas VIII SMP Negeri di kecamatan Pamotan kabupaten Rembang tahun ajaran 2012/2013 sebesar 69,7%. The purpose of this study was to determine the general description of heterosexual behavior, over protective parents, students and the influence of religiosity over protective parents and religiosity to heterosexual behavior. Subjects were a total of 100 eighth grade students. Methods and data collection tool used was a questionnaire and psychological scales. Data analysis techniques using descriptive formula percentages and inferential analysis. The results showed that heterosexual students are considered low 61.66%, relatively high religiosity is 70.32%, and over protective parents is high ie 70.56%. From the analysis, hypothesis testing simultaneously obtained value Fhitung = 115.115 with sgnifikan of 0.000 <5%. This shows that the working hypothesis (Ha) is accepted and the nil hypothesis (Ho) is rejected. It can be concluded that the simultaneous (together) there are over protective influence of parental behavior and religiosity significantly to heterosexual behavior Junior High School eighth grade students in the district Pamotan Rembang district academic year 2012/2013 amounted to 69.7%.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Yuniati, Yuniati; Setyowani, Ninik; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3088

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 13 Semarang yang menunjukkan adanya siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial yang sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa melalui bimbingan kelompok teknik permainan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian adalah 10 orang siswa yang memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial rendah. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Hasil uji wilcoxon diperoleh Thitung = 55,0 dan Ttabel = 8,0 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan tingkat kemampuan dalam berinteraksi sosial siswa meningkat setelah memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan. Dari hasil penelitian menunjukkan kemampuan interaksi sosial siswa sebelum memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan 57.5% dengan kategori sedang dan setelah memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan 76.5% dengan kategori tinggi. Perbedaan tingkat kemampuan dalam berinteraksi sosial siswa sebelum dan sesudah bimbingan kelompok teknik permainan sebesar 19%. Selain itu, siswa mengalami perkembangan perilaku yang lebih baik dilihat dari meningkatnya indikator percakapan, saling pengertian, kerjasama, keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. This study was conducted based on the phenomenon that is in SMP N 13 Semarang indicating students who have low ability of social interaction. The purpose of this study to determine the efficacy in improving transparency in the ability of social interaction through group guidance with games techniques . This type of research is experimental research. Sample were 10 students who have low ability of social interaction. Methods of data collection using psychological scales. Wilcoxon test results obtained Tcount 55.0 > 8.0 TTable or imply Ha accepted and Ho rejected. These results indicate the level of openness in ability of social interaction increased after the technical games. These results demonstrate openness in ability of social interaction prior to the technical games 57.5% with moderate category and after group guidance with games techniques gaining 76.5% with high category. The differences of ability of social interaction before and after the group guidance with games technique by 19%. In addition, students progressing better behavior seen from the increasing indicators.
Meningkatkan Peran Aktif Siswa Dalam Layanan Informasi dengan Pengembangan Pertanyaan Taksonomi Bloom Paryanto, Paryanto; Supriyo, Supriyo; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3089

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan peran aktif siswa dalam layanan informasi dengan pengembangan pertanyaan dari taksonomi Bloom. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII B SMP Negeri 1 Ungaran, dengan subyek 25 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan catatan berkala. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan peran aktif siswa sebelum pemberian tindakan sebagian besar pada kategori rendah (88%). Selama tindakan, peran aktif siswa meningkat. Pada siklus I peran aktif siswa sebagian besar pada kategori cukup (80%). Hal ini menunjukan siswa sudah mulai berperan aktif dalam layanan informasi. Pada siklus II peran aktif siswa sebagian besar masih tetap pada kategori cukup (76%). Pada siklus III atau setelah pemberian tindakan, peran aktif siswa sebagian besar pada kategori tinggi (52%). Berdasarkan hasil uji wilcoxon menunjukan Thitung (0) dan Ttabel 5% (89) sehingga Thitung<Ttabel (0<89) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hal tersebut menunjukan peran aktif siswa dalam layanan informasi dapat ditingkatkan dengan pengembangan pertanyaan dari taksonomi Bloom. The purpose of this research is to improving students' active role in the information services with development of the question of Bloom's taxonomy. This research is action research. The research was carried out in class VIII B SMP Negeri 1 Ungaran, with 25 student subjects. Data collection methods used were observation, and anecdotal records. Data analysis techniques using quantitative is descriptive percentages analysis and Wilcoxon tests. The results showed the active role of students before giving the action mostly on the low category (88%). During the action, the active role of students increased. In the first cycle, active role of the students in a category largely sufficient (80%). This shows the students have started to play an active role in information services. Active role in the second cycle students remain largely in enough categories (76%). The third cycle or after obtaining action, active role of the students most of the high category (52%). Based on the results of Wilcoxon test showed Tcount (0) and Ttable 5% (89) so Tcount< Ttable (0<89) which means Ha accepted and Ho rejected. It shows the active role of students in the information service can be improved with the development of the question of Bloom's taxonomy.
Bentuk dan Faktor Determinan Perilaku Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Januar, Danang; Sugiyo, Sugiyo; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3178

Abstract

Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Perilaku belajar merupakan semua aktivitas dalam rangka memperoleh hal, pemahaman, dan tingkah laku baru individu. Perilaku belajar mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh secara determinan dalam perilaku belajar bisa ditinjau dari faktor fisiologis, psikologis, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk perilaku belajar mahasiswa Universitas Negeri Semarang dan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku belajar. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa UNNES angkatan 2010 dan 2011. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Insidental Sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Instrument tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase untuk bentuk perilaku belajar dan regresi ganda untuk faktor determinan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku belajar positif yang paling muncul adalah mencatat pada saat kuliah yaitu sebanyak 84,44% sedangkan perilaku belajar negatif adalah mengcopy tugas teman sebanyak 62,74%. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku belajar adalah faktor psikologis sebesar 55,6%. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor psikologis paling berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Learning is a process of change in behavior human based on practice or particular experience. Learning behavior is activity in order to gain something, understanding, and new behavior. College student learning behavior is influenced by several factors. The determinant factors that influence the learning behavior can be observed from physiological, psychological, family, school, and community. The problems studied in this research is the form of learning behavior UNNES college students and the factors affecting the learning behavior. This type of research is survey research. The population is UNNES college students grade 2010 and 2011. The sampling using an incidental sampling technique. The methods of data collection using a questionnaire. The instrument has been tested for use in this research. The Data analysis using descriptive percentages to analyze form of learning behavior and multiple regression for determinant factor. The results showed that the most positive form learning behaviors is take some note at the time of the study as 84.44% while the most negative learned behaviors are copying friends task as 62.74%. The factors that most influence of learning behavior is a psychological factor as 55.6%. The conclusions of this study are the psychological factors most influence on student learning behavior.
Kepercayaan Diri Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua pada Siswa Kelas VII (Studi Kasus) Dewi, Danti Marta; Supriyo, Supriyo; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3179

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa yang ditinjau dari pola asuh orang tua. Metode penelitian dengan penelitian kualitatif, pendekatannya studi kasus. Peneliti menentukan empat orang siswa sebagai subjek penelitian, DS dan MR, siswa dengan kepercayaan tinggi dan YB dan ZD, siswa dengan kepercayaan diri rendah. Menggunakan instrumen wawancara, obervasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian DS dan MR mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ditandai dengan tenang dalam mengerjakan suatu hal, memiliki kemampuan sosialisasi yang baik, memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri, berpandangan positif terhadap orang lain, berpandangan positif terhadap kemampuan yang dimiliki dan berusaha untuk menghadapi kegagalan. YB dan ZD mempunyai tingkat kepercayaan diri rendah ditandai dengan gugup dalam melakukan suatu, kemampuan sosialisasinya rendah, berpandangan negatif terhadap dirinya sendiri, memandang orang lain memiliki banyak kelebihan dan dia mempunyai banyak kekurangan, tetapi sudah bisa menghadapi kegagalan dengan cukup baik. orang tua DS dan MR menerapkan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh tipe demokratis, YB diasuh dengan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh otoriter, ZD diasuh dengan pola asuh yang cenderung kepada pola asuh Permissive-indulgent. Dapat disimpulkan bahwa seorang seorang anak yang diasuh dengan kecenderungan tipe otoritatif atau demokratis akan mempunyai kepercayaan diri yang lebih tinggi. The purpose of this research to determine students in term of parenting style. This research is qualitative research methods with a case study approach. Researchers determined the four students as research subjects, two students with high self confidence (DS and MR) and two students with low self confidence (YB and ZD). Instruments used interviews, observation, documentation. The results showed that DS and MR had a high level of confidence, which is characterized by calm in doing a thing, have good social skills, have a positive perception of theirself, have a positive outlook towards others, a positive perception of the capabilities and do not give up easily when faced with failure. YB and ZD have low confidence levels which characterized by are often nervous of doing one thing, poor coping skills, sometimes have negative view of theirself, looking at other people has many advantages meanwhile,their have a lot of deficiencies,but their deal with failure well enough. DS and MR educated with democratic parenting, YB educated with authoritarian parenting, and ZD educated with Permissive-indulgent parenting. It can be concluded that a child who was educated by authoritative or democratic parenting type will have a higher confidence.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue