cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Kompetensi Profesional Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Lestari, Mugi; Wibowo, Mungin Eddy; Supriyo, Supriyo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i4.3180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi professional guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri se-Kota Cilacap. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai dengan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri se-Kota Cilacap yang berjumlah 24. Penelitian ini tidak menggunakan sampel. Instrumen yang digunakan adalah angket model skala Likert. Teknik analisis data deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri se-Kota Cilacap tergolong tinggi (78.71%). Semua sub variabel berada pada kriteria tinggi dengan perincian sub variabel yaitu menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli (77.58%); menguasai kerangka teoritik dan praksis bimbingan dan konseling (81.4%); merancang program bimbingan dan konseling (77.11%); mengimplementasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif (79%); menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling (76.14%); memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika professional (81.4%). Simpulan penelitian ini yakni guru bimbingan dan konseling SMP Negeri se-Kota Cilacap telah dapat menguasai dan mengaplikasikan kompetensi profesionalnya dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling dengan kriteria tinggi. This study aims to determine the professional competence of counselors in the implementation of guidance and counseling services in the Junior High School of Cilacap City. Type of this research is survey with methods of quantitative and descriptive approach. Population was all of counselor amounting to 24. It didn’t use samples. The instrument used was a questionnaire Likert scale models. Percentage of descriptive were used for data analysis. The results showed that the professional competence of counselors is high (78.71%). All of the sub variabel is high with details are the mastering of the concepts and practices of assessment to understand the conditions, needs, and problems of the counselee (77.58% ); mastering the theoretical framework and practical guidance and counseling (81.4%); design a guidance and counseling program (77.11%); implement a comprehensive guidance and counseling (79%); assess the process and outcomes of guidance and counseling activities (76.14%); have awareness and commitment to professional ethics (81.4%). The conclusions of the study, counselors in the Junior High School of Cilacap city has been able to master and apply their professional competence in the implementation of guidance and counseling services with high criteria.
Peningkatan Keaktifan Kepramukaan Terhadap Kegiatan Kepramukaan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Syahidurrachman, Miftakhus
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam peningkatan keaktifan siswa terhadap kegiatan kepramukaan menggunkan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok pada siswa kelas VII F SMP Negeri 1 Demak. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu 10 orang siswa yang memiliki keaktifan diri rendah, sedang dan tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan uji wilcoxon diperoleh Thitung = 55> Ttabel = 8. Disimpulkan bahwa keaktifan siswa terhadap kegiatan kepramukaan dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok. This study aims to determine the effort and success in increasing the involvement in scouting activities using group counseling services with group discussion technique in class VII F SMP Negeri 1 Demak. The research sample using purposive sampling are 10 students who have low, medium and high level of self activity. The collection methods using psychological scales and observation. The analysis technique used is obtained using the Wilcoxon test wich obtained Thitung = 55> Ttabel = 8. It was concluded that the involvement with of student to join scouting ativities can be improved through group counseling services group discussion techniques.
Faktor Determinan Ketidakterlaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok SMK Se-Kota Pekalongan Faizah, Sakinah; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3183

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survai. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor di SMK se-Kota Pekalongan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, karena ada sekolah yang tidak terdapat subjek penelitian dalam hal ini konselor dan sekolah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang diberikan kepada konselor. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor dan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh lebih besar dari faktor eksternal, sehingga menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Faktor internal yang menjadi determinan adalah kompetensi profesional, kemudian untuk faktor ekternal komponen yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah beban tugas konselor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor internal menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Dengan kata lain komponen dari faktor internal dan eksternal yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah kompetensi profesional dan beban tugas konselor. The purpose of this research was to describe the determine factor of the undone guidance group services. This research is included in type of survey research. The population in this study are all of counselors in SMK Pekalongan. The sampling technique used in this research is purposive sampling techniques, because there school didn’t have a subject research it mean a counselor and there a school may not to let in this research. Methods for collecting data using questionnaires given to counselors respondents. The analysis techniques using factor analysis and descriptive percentage. The results showed that internal factor more influence than the external factor it’s mean that the internal factor being a determine in the undone guidance group services. the most contribute in the internal factor component is professional factor, then in the external factor the most contribute component in the undone guidance groups service is high task level of couselor. So the conclution in this research is internal factor being a determine in the undone guidance groups service,in the other side the internal factor and external being determine in the undone group services are profesional factor and the high task of couselor.
Meningkatkan Nilai Kemandirian Melalui Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIIIa SMP 3 Kembang Anomsari, Priskila Hesti; Hartati, M.Th Sri; Awalya, Awalya
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3186

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan nilai kemandirian siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa terdiri dari 3 siswa berkriteria tingkat kemandirian rendah, 6 siswa berkriteria tingkat kemandirian sedang, dan 3 siswa berkriteria tingkat kemandirian tinggi. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif persentase. Pada hasil pre test diperoleh hasil sebesar 63,18% dan setelah diberikan treatment diperoleh hasil post test sebesar 73,67%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemandirian pada semua siswa sebesar 10,49% setelah pemberian treatment. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Zhitung > Ztabel, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, nilai kemandirian siswa pada kelas VIIIA dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan nilai kemandirian siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. The purpose of this research is to determine of enhanced the self-supporting value by group guidance services in class IIIA SMP 3 Kembang. This research included in experimental research. Design that used are one group pre-test and post-test design. The population is class VIIIA SMP Negeri 3 Kembang. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. The research sample totaling 12 students consisted of 3 students with low level, 6 students with average level, and 3 students with high degree of self-supporting. Methods of data collection using psychological scales which before and after the group guidance services. The analysis techniques are Wilcoxon test and descriptive percentages. In the pre test results obtained 63.18% and after treatment given post test results obtained by 73.67%. The results showed an increase in self-supporting for all students of 10.49% after the treatment. Wilcoxon test results show that Zhitung> Ztabel, that Ho is reject and Ha accept. So, the self-supporting value of the students in the class VIIIA can be enhanced through group guidance services. The conclusion of this research is that there is an increase in the value of self-supporting in class VIIIA SMP Negeri 3 Kembang after the group guidance services.
Survey Faktor-Faktor Penyebab Ketidakdisiplinan Terhadap Tata Tertib Sekolah di SMP Negeri Prisgiasari, Della
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah di SMP Negeri Se Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai. Teknik sampling yang digunakan pada populasi sekolah adalah cluster random sampling dan populasi siswa random sampling. Populasinya adalah 16.936 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 150 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,40%. Faktor internal penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,25%. Faktor eksternal penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,45%. Simpulan dari penelitian ini yaitu faktor internal yang menjadi penyebab ketidakdisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah di SMP negeri Se Kabupaten Pekalongan antara lain melaksanakan tata tertib sekolah. Faktor eksternal yang menjadi penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah di SMP Negeri Se Kabupaten Pekalongan antara lain sikap pendidik. The purpose of this study are the underlying factors of the order of indiscipline in schools at SMP all over Pekalongan. This research is survey. The sampling technique used was random sampling for the student population. For the school population using random cluster sampling. The population was 16,936 students with as many as 150 students sample. Data collection using questionnaires. The method of data analysis using descriptive percentages. The results of this study indicate that factors causing indiscipline on school discipline as much as 68.40%. Internal factors causes of indiscipline against school discipline as much as 68.25%. External factors cause indiscipline on school discipline as much as 68.45%. The conclusions of this study are the internal factors that cause students to be indiscipline in junior high school in Pekalongan include implementing school discipline. External factors that cause indiscipline on school discipline in the Junior High School in Pekalongan stateamong other educators attitude.
Meningkatkan Minat Studi Lanjut ke Smk Melalui Layanan Informasi Karier Purwanti, Cicih
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat studi lanjut ke SMK pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Salem Kabupaten Brebes. Subjek penelitian tindakan bimbingan dan konseling adalah kelas VIII B berjumlah 35 orang siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala psikologis dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dan deskriptif persentase. Disimpulkan bahwa minat studi lanjut ke SMK setelah diberikan tindakan sebanyak dua siklus mengalami peningkatan dengan kategori tinggi. Dengan demikian minat studi lanjut ke SMK dapat ditingkatkan melalui layanan informasi karier. This research aims to increase interest in the study up to SMK in the students of class VIII B SMP Negeri 2 Salem, Brebes. The subject of guidance and counseling action research is students of class VIII B totaling 35 people. Methods of data collection using psychological scales and observation. Analysis of the data used is descriptive qualitative analysis and descriptive percentages. From this research was concluded that further studies interest to SMK as given by two cycles of action has increased with the high category. It’s mean that further studies interests to SMK can be enhanced through career information service.
Perilaku Kecanduan Permainan Internet dan Faktor Penyebabnya pada Siswa Kelas VIII Santoso, Trecy Whitny; Sugiharto, DYP; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kecanduan permainan internet dan faktor penyebabnya pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian berjumlah lima orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data diperoleh dari saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data (reduksi data dan penyajian data). Hasil penelitian terdapat tiga siswa yang mengalami kecanduan sebab telah memenuhi tiga dari enam jenis kecanduan permainan internet yakni FE (euphoria, tolerance, withdrawal, dan relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict,dan tolerance), dan DS (euphoria, intrapersonal conflict,tolerance, dan relapse and reinstatement). Sedangkan AP (euphoria dan intrapersonal conflict), dan PG (cognitive salience dan euphoria) masing-masing baru memenuhi dua dari enam jenis kecanduan permainan internet. Dan secara keseluruhan semua jenis kecanduan permainan internet dan keenam factor penyebab kecanduan permainan internet (kurang perhatian dari orang tua siswa, stres atau depresi, kurang kontrol, kurang kegiatan, lingkungan, dan pola asuh) dialami oleh siswa. This research aims to know the types of internet game addiction and a contributing factor to the 8th grade in SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. This type of research used is a qualitative case study approach. The study subjects were five students of class VIII at SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. Methods for collecting data using interviews and observation. Mechanical analysis of data obtained from the current data collection and after data collection (data reduction and presentation of data). The results showed three students who have addiction because they are including of the six types of internet game addiction that FE (euphoria, tolerance, withdrawal, and relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict, and tolerance) , and DS (euphoria, intrapersonal conflict, tolerance, and relapse and Reinstatement). While AP (euphoria and intrapersonal conflict), and PG (cognitive salience and euphoria) each student have two of six types of internet game addiction. Overall, all types of internet game addiction and the sixth factor causes internet game addiction (less attention from parents, stress or depression, lack of control, lack of activity, the environment, and parenting) experienced by students.
Meningkatkan Pemahaman Larangan Perilaku Seks Pranikah Melalui Layanan Informasi pada Siswa Kelas X Sofyana, Suci
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i2.3190

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam meningkatkan pemahaman larangan perilaku seks pranikah. Subjek penelitian adalah siswa kelas X sejumlah 39 siswa yang memiliki tingkat pemahaman yang rendah dan sedang. Metode dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemahaman. Teknik analisis data digunakan uji t-test dengan hasil thitung = 12,78 dan ttabel = 2,042, jadi thitung > ttabel berada pada daerah penolakan, maka dapat disimpulkan Ha diterima, Ho ditolak hal ini menunjukan bahwa layanan informasi dengan dukungan tampilan kepustakaan dapat meningkatkan pemahaman larangan perilaku seks pranikah pada siswa kelas X SMK Fatahillah Cipari. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan mengalami peningkatan yang dilakukan dalam 2 siklus yaitu pasca siklus I pada kategori tinggi meningkat sebesar 40,9% dan dalam kategori sedang menurun sebanyak 41,9%. Pasca siklus II pemahaman meningkat sebanyak 56,5% dalam kategori sangat tinggi dan dalam kategori tinggi sebanyak 43,5%. Dengan demikian, pemahaman larangan perilaku seks pranikah siswa kelas X SMK Fatahillah Cipari dapat ditingkatkan melalui layanan informasi dengan dukungan tampilan kepustakaan. The purpose of this research is to determine success of efforts to improve understanding about the risk of premarital sex. Subject of study are students of class X which consist of 39 students who have a low and moderate level of understanding. An instrument is used to gather information about the risk of premaritalsex understanding. T-test analysis is used , with the results tresult= 12.78 and ttable= 2,042, so tresult > ttable are in the area of rejection, so it can concluded Ha accepted, Ho is rejected, this shows that the display of information services to support literature library can enhance the understanding of the risk of premarital sex of students class X in SMK Fatahillah Cipari. Research indicating the level of understanding before and after treatment is increase. Treatments are done in two cycles, after the first study the category of high increased 40,9 % and in the moderate category declined by 41,9 %. After the second treatment the understanding is increased about 56.5 % in the group of very high category and about 43.5% in the higher category. Thus it can be concluded that the understanding of the prohibition of premarital sexual behavior in class X SMK Fatahillah Cipari can be enhanced through information services with the display of literature. .
Hubungan Locus Of Control dengan Motivasi Konselor Dalam Layanan Konseling Perorangan Carti, Carti; Mugiarso, Heru; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3191

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan locus of control konselor dan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan serta menggambarkan hubungan locus of control dengan motivasi konselor dalam konseling perorangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasinya seluruh konselor di SMP Negeri se-Kabupaten Brebes. Teknik sampling yang digunakan cluster proportionate random sampling, dengan sampel 52 konselor. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi berupa skala locus of control dan skala motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Analisis datanya menggunakan pearson product moment dan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara locus of control dengan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan, dengan nilai rhitung = 0,482 > rtabel = 0,266. Simpulan dari penelitian ini yakni semakin tinggi locus of control, maka semakin tinggi pula motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Oleh karena itu, diharapkan konselor untuk tetap meningkatkan locus of controlnya dengan cara menghargai segala upaya dan usaha yang sudah dilakukannya dalam menjalankan konseling, dengan harapan nantinya motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan pun akan semakin meningkat. The purpose of this study to explained about locus of control and motivation counselor in individual counseling services and to explained relationship between locus of control and motivational counselor in individual counseling services. This research was quantitative correlational research. The population were all counselor at SMPN all over Brebes. The sampling technique which used cluster proportionate random sampling, with sample 52 counselors. Data collection methods was used psychological scale, that were locus of control scale and motivation counselor in individual counseling services scale. Technique data analysis was used pearson product moment and descriptive percentage. The results indicated that a positive and significant relationship between locus of control and motivation counselor in individual counseling services, with rcount = 0.482 > rtable = 0.266. The conclusions of this research was the higher locus of control, the higher the motivation of counselors in individual counseling services. Therefore, counselors were expected to keep increasing them locus of control with to appreciate all efforts that have been done in carrying out counseling, with expectation later at motivational counselor in individual counseling services also more increased.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Teman Sebaya Menggunakan Bimbingan Kelompok Berbasis Permainan Di Kelas V Sulistinganah, Sulistinganah
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v2i3.3192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi antar teman sebaya kelas V melalui layanan bimbingan kelompok berbasis permainan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan Pre Eksperimental Design. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Parakancanggah. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian treatment dan penggunaan wawancara sebagai pelengkap data. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kemampuan komunikasi antar teman sebaya sebesar 30,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa J hitung ≤ J tabel, yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil uji Wilcoxon tersebut maka dinyatakan bahwa kemampuan komunikasi antar teman sebaya siswa kelas V dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok berbasis permainan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemampuan komunikasi antar teman sebaya pada siswa kelas V SD Negeri 1 Parakancanggah. The purpose of this research is to determine whether the ability of communication between peers in V class can be enhanced through basic guidance services group game. This experimental study is using Pre Experimental Design approach. The design used was one group pre-test and post-test design. The population in this research was students of class V in SD Negeri 1 Parakancanggah. Subjects of this research are 10 students and which selected using purposive sampling technique. Data collection method is done by observation used both before and after treatment, and supplementary data is collected using interview. Descriptive data analysis techniques are done by comparing percentages gain score and Wilcoxon test. Result of this research showed an increase in the capability of communication between peer group is 30.3%. The result of Wilcoxon test showed that J ≤ count A table, which means that Ho is rejected and Ha accepted. From the results of the Wilcoxon test it can be stated that the ability of communication between peers fifth grade students can be enhanced through game group guidance. The conclusion of this research is that there is an increase in the ability of communication between peers in class V SD Negeri 1 Parakancangga.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue