cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang Firdausi, Aldilla; Sri Hartati, Maria Theresia; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3763

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat komunikasi interpersonal mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2011, 2012 dan 2013 serta mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat komunikasi interpersonal mahasiswa pada masing-masing angkatan. Skala psikologis diberikan kepada 109 mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif prosentase dan untuk melihat perbedaan pada tiap tingkat menggunakan rumus one way anava. Hasil penelitian menunjukan rata-rata tingkat komunikasi interpersonal pada angkatan 2011 sebesar 71, 2%, angkatan 2012 sebesar 70,4% dan angkatan 2013 sebesar 69,5%, ketiga angkatan berada dalam kategori tinggi. Setelah data melalui uji varian hasil yang diperoleh adalah tidak adanya perbedaan yang signifikan tingkat komunikasi interpersonal pada tiap angkatan. Indikator yang memperoleh skor tertinggi pada tiap angkatan adalah empati, sedangkan yang memperoleh skor terendah adalah keterbukaan. The purpose of this study is to determine the level of interpersonal communication of students Department of Guidance and Counseling Semarang State University in 2011 , 2012 and 2013 class and determine the existence of differences in the level of interpersonal communication of students in each class . Psychological scale was given to 109 students of the Department of Guidance and Counseling . The analytical method used is descriptive percentages and to see the differences in each level using the formula of one-way ANOVA . The results showed an average level of interpersonal communication in the class of 2011 by 71,2 % , class of 2012 of 70,4 % and force by 69,5 % in 2013 , the three branches are in the high category . After the data through the test results obtained variant is no significant difference in the level of interpersonal communication for each class . Indicator that the highest score in each class is empathy , while the lowest scores is openness.
Persepsi Guru BK Tentang Kompetensi Konselor di Sekolah Dasar Swasta Kota Semarang Setyoningtyas, Restu; Mugiarso, Heru; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3764

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang persepsi guru BK tentang kompetensi konselor di sekolah dasar swasta Kota Semarang. Penelitian ini bersifat kuantitatif, responden penelitian adalah guru BK sekolah dasar swasta, teknik pengumpulan data berupa skala psikologi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Analisis Deskriptif Persentase. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru BK tentang kompetensi konselor mendapatkan hasil yang positif. Kompetensi pedagogik yaitu positif, kepribadian yaitu kurang positif, sosial yaitu kurang positif, profesional yaitu cukup positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi guru BK tentang kompetensi konselor di sekolah dasar swasta Kota Semarang pada umumnya positif. The purpose of this research is determine perception guidance and counseling teacher about counselor competence in private elementary school on Semarang city. This research is quantitative. Respondens is guidance and counseling teacher from private elementary school, techniques of data collection are psychology scale and documentation. The data analysis using Analysis Descriptive Percentage. Result showed that research is perception guidance and counseling teacher about counselor competence is positive. Pedagogic competence is positive, personality is not positive enough, social is not positive enough, professional is positive enough. The conclusion of this research is perception guidance and counseling teacher about counselor competence in private elementary school on Semarang city in general is positive.
Pelaksanaan Kunjungan Rumah oleh Guru Bimbingan dan Konseling Ermawan, Yan; Saraswati, Sinta; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3765

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kunjungan rumah oleh guru bimbingan dan konseling. Angket tertutup diberikan kepada 19 orang guru bimbingan dan konseling SMA Negeri di Kabupaten Temanggung. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kunjungan rumah oleh guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri se-Kabupaten Temanggung termasuk dalam kategori yang tinggi (72.26%) dengan perincian indikator variabel yaitu perencanaan sebesar (73.58%), pelaksanaan sebesar (78.78%), evaluasi sebesar (68.72%), analisis hasil sebesar (66.84%), tindak lanjut sebesar (69.12%), dan laporan sebesar (66.32%). Simpulan penelitian ini yakni guru bimbingan dan konseling SMA Negeri se-Kabupaten Temanggung telah dapat melaksanakan kunjungan rumah dengan kriteria tinggi. The purpose of this research is to describe the implementation of home visits doing by teachers of guidance and counseling. Sealed questionnaire was given to 19 teachers of guidance and counseling high schools at Temanggung Regency. It was analyzed by using descriptive percentages method. The results showed that the implementation of home visits by teachers of guidance and counseling in high schools at Temanggung Regency is included in the category of high (72.26%) with the details of variable indicator are the plan is equal to (73.58%), the implementation (78.78%), the evaluation (68.72%), analysis of the results (66.84%), follow-up was (69.12%), and report amounted to (66.32%). The conclusions of this research is guidance and counseling teachers of high schools at Temanggung Regency has been able to carry out home visits with high criteria.
Perbedaan Pemahaman Guru BK Tentang Konseling Kelompok antara Alumni Unnes dan Non-Unnes Budiarti, Desta Rizky; Awalya, Awalya; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3766

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemahaman guru BK alumni Unnes dan guru BK alumni non-Unnes tentang konseling kelompok, dan perbedaan pemahaman diantara keduanya. Jenis penelitian adalah penelitian survey komparatif. Populasi penelitian ini yaitu guru BK di SMP Negeri se-Kota Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Proportional Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tes tentang pemahaman konseling kelompok. Analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif prosentase dan uji beda t-test polled varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan, dimana pemahaman guru BK alumni Unnes tentang konseling kelompok berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 84,26% dibandingkan dengan guru BK alumni non-Unnes yang memiliki persentase 63,9% berada pada kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini, pemahaman guru BK tentang konseling kelompok antara alumni Unnes lebih tinggi daripada guru BK alumni non-Unnes. The purpose of this study to describe the understanding of BK teacher Unnes graduate and BK teacher non - Unnes graduates about group counseling, and understanding the differences between them . This type of research is a comparative survey research. The population of this study are in Junior High School teacher BK as the city of Semarang. The sampling technique used is proportional cluster random sampling. Methods of data collection using test on understanding group counseling. Analysis of the data using descriptive quantitative analysis that includes the percentage and t - test different test variants polled. The results showed that there were significant differences, where the understanding of BK teacher Unnes graduate abaout the counseling group in the category with a very high percentage of 84.26 % compared to a BK teacher non - Unnes graduates who have a percentage only 63.9 % are in the medium category. The conclusions of this study , understanding BK teacher Unnes graduate higher BK teacher non – Unnes graduates about group counseling
Survei Faktor-Faktor Penghambat Perencanaan Karir Siswa Aminurrohim, Ardiatna Wahyu; Saraswati, Sinta; Kurniawan, Kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3771

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal apa yang menghambat perencanaan karir siswa. Angket diberikan kepada 247 siswa SMK di Kota Pekalongan, serta 6 orang responden untuk di wawancarai. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif persentase, dan analisis kualitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor internal penghambat perencanaan karir dilihat dari kondisi fisik termasuk dalam kategori tinggi (74%). Faktor penghambat perencanaan karir dilihat dari kondisi psikis termasuk dalam kategori tinggi (71%). Kemudian faktor eksternal penghambat perencanaan karir dilihat dari kondisi keluarga termasuk dalam kategori tinggi (75%). Faktor penghambat perencanaan karir dilihat dari kondisi sekolah termasuk dalam kategori tinggi (66%). Faktor penghambat perencanaan karir dilihat dari teman sebaya termasuk dalam kategori tinggi (68%). Dan yang terakhir adalah faktor penghambat perencanaan karir dilihat dari masyarakat termasuk dalam kategori tinggi (67%). Simpulan penelitian ini bahwa faktor penghambat perencanaan karir siswa yang paling banyak ditemui adalah dari faktor eksternal yaitu kondisi sekolah. Bagi konselor sekolah, hendaknya meningkatkan kinerja dalam memberikan layanan, khususnya bidang karir. The purpose of this study is to determine the internal factors and external factors that inhibit students career planning. Questionnaire given to 247 students of High School in Pekalongan, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using quantitative analysis that includes percentages descriptive, and qualitative analysis of the interview results. The study found that internal factors inhibiting career planning viewed of physical conditions in the high category (74%). Inhibitting factor career planning viewed from psychological condition included in the high category (71%). Then the external factors inhibiting career planning viewed from the families conditions included in the high category (75%). Inhibitting factor career planning viewed from the school conditions included in the high category (66%). Inhibiting factor career planning viewed from peers included in the high category (68%). And the last is the inhibiting factor career planning viewed from society in the high category (67%). The conclusions of this study that the most inhibiting factor career planning is external factors that is condition of school. For school counselors, should improve performance in delivering services, in particular career fields.
Meningkatkan Komunikasi Antarpribadi Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten Metode Kegiatan dan Diskusi Kelompok Sulistiyanto, Dimas; Sri Hartati, Maria Theresia; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i2.3774

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan meneliti peningkatan komunikasi antarpribadi siswa setelah diberikan layanan penguasaan konten dengan metode kegiatan dan diskusi kelompok pada siswa kelas VIII F SMP N 5 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dan sampelnya adalah seluruh siswa kelas VIII F yang berjumlah 23 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Alat pengumpulan data menggunakan skala komunikasi antarpribadi yang telah diujicobakan dengan menggunakan validitas construct dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrumen dengan rumus Alpha. Analisis datanya menggunakan deskriptif persentase dan uji wilcoxon matched pairs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan metode kegiatan dan diskusi kelompok dapat meningkatkan komunikasi antarpribadi siswa, dengan nilai Zhitung=0 < Ztabel=73. Simpulan dari penelitian ini yakni terdapat peningkatan komunikasi antarpribadi siswa setelah diberikan layanan penguasaan konten dengan metode kegiatan dan diskusi kelompok. Oleh karena itu, diharapkan guru BK dapat lebih mengoptimalkan layanan penguasaan konten dengan kegiatan dan diskusi kelompok sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan komunikasi antarpribadi siswa. The purpose of this study was to find out and to examine the increasing interpersonal communication of the eighth grade students class F of Junior High School 5 Semarang after getting mastery content service by group activity and group discussion. The type of this research is was experimental research. The population and sample of the study were all students of class F were 23 students. Saturate sampling technique was used in this study. Data collecting tool was used interpersonal communication scale; whereas, the data analysis used descriptive percentage and wilcoxon match pair test. The result of this study showed that service of mastery content by group activity and group discussion was able to increase students interpersonal communication with the score zcount=0 < ztable=73. It can concluded that there was increasing of students interpersonal communication after getting service of mastery conten by group activity and group discussion.. It is hoped that the guidance and counseling teacher can be more optimizing the mastery of content service by group activity and group discussion as an alternative strategy to help students increasing their interpersonal communication.
Meningkatkan Perilaku Prososial Rendah Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Sosiodrama Kusumaningrum, Intan; Sri Hartati, Maria Theresia; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3777

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi atau temuan empiris tentang meningkatkan perilaku prososial melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama pada siswa kelas VII SMP Negeri 21 Semarang. Populasinya adalah 40 siswa kelas VII SMP Negeri 21 Semarang yang memiliki perilaku prososial rendah dan sampel yang berjumlah 17 siswa menggunakan purposeive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku prososial. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan perilaku prososial melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama, dengan nilai Zhitung = 0< Ztabel = 35. Simpulan dari penelitian ini yakni perilaku prososial siswa dapatditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama . Oleh karena itu, diharapkan guru pembimbing dapat lebih mengintensifkan layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama kepada siswa sebagai strategi alternatif untuk membantu meningkatkan perilaku prososial siswa. The aim for this research was to get information or empirical finding about increasing prososial behavior as the result of content mastery with sociodrama technique. Population of this study was 40 students of the VII class in SMP Negeri 21 Semarang which has a low prosocial behavior. 17 students was selected using purposive sampling technique. Data collection techniques using prosocial behavior scale. The instrument has been tested for validity using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data analysis used pearson product moment, descriptive percentage, and wilcoxon. The result showed there was enhancement of prosocial behavior thrught mastery of content service with sociodrama technique with Zcount = 0< Ztable = 35. From this reasearch it can be conluded that prosocial behavior could be enhancement through mastery of content service with sociodrama technique. It is hoped that the teacher as a guide can be more intensively applicate mastery of content servicewith sociodrama technique to the students as an alternative strategy to help students increase prosocial behavior
Perbandingan Orientasi Karir Siswa Keturunan Jawa dengan Siswa Keturunan Tionghoa Amin, Zakki Nurul; Wibowo, Mungin Eddy; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3778

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran orientasi karir siswa keturunan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa, perbandingan orientasi karir antara keduanya, serta implikasi pada penerapan layanan konseling karir. Skala psikologis diberikan kepada 260 orang siswa SMA di Kota Salatiga, serta 6 orang responden untuk dilakukan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif prosentase dan uji beda T-Test Polled Varians, serta analisis kualitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, dimana rata-rata orientasi karir siswa keturunan Tionghoa lebih tinggi daripada siswa keturunan Jawa. Namun, apabila dibandingkan tiap aspek orientasi karir, siswa keturunan Tionghoa unggul pada aspek perencanaan karir dan aspek informasi dunia kerja. Sedangkan siswa keturunan Jawa unggul pada aspek eksplorasi karir dan aspek pengambilan keputusan karir. Implikasi pada penerapan layanan konseling karir, adalah diketahuinya isu-isu kultural yang muncul ketika memberikan layanan konseling karir dalam konteks keragaman etnis dan ras, termasuk bagi siswa keturuan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa. The purpose of this study is to comparatively describing career orientation of Javanese student and Chinese student, and implications on the application of career counseling. Psychological scales were distributed to 260 high school students in Salatiga, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using descriptive quantitative analysis that includes percentages and different test polled Variance T-Test, and qualitative analysis of the interview results. The results found that there is significant difference of the average of career orientation between Chinese student and Javanese students. Result also revealed that Chinese student has a higher average than Javanese student on career orientation. However, when compared to every aspect in career orientation, ethnic Chinese student superior only on career planning and world-of-work information. Meanwhile Javanese student superior on career exploration and career decision-making. Implications on the application of career counseling is cultural issues should be reflected in providing career counseling in the context of ethnic and racial diversity, including in Javanese and Chinese student.
Faktor-Faktor Hambatan Profesionalisasi Guru BK di SMA Negeri se- Kota Purwokerto Rizkiwati, Cahya Dewi; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3779

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang faktor-faktor hambatan yang terjadi dalam profesionalisasi guru BK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri se-Kota Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian populasi atau sensus karena populasi guru BK berjumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah inventori dalam bentuk daftar cek masalah. Instrumen tersebut telah diuji validitasnya menggunakan rumus point biserial, sedangkan reliabilitas instrumen digunakan rumus KR-20. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif prosentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hambatan yang berasal dari faktor internal mendapat prosentase lebih tinggi daripada faktor eksternal. Faktor internal yang paling mempengaruhi profesionalisasi guru BK antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, motivasi kerja, kompetensi guru BK. Sedangkan faktor eksternal yang paling mempengaruhi profesionalisasi guru BK adalah sarana dan prasarana. The purpose of this research is to describe problems occur in the professionalization of guidance and counseling teachers. The type of the research is survey research . This research was conducted in all of Senior High School in Purwokerto. Population research or census were used as sampling method, since the population of guidance and counseling teachers were 25 people. Data collection technique was using inventory with list of issues. The instrument validity has been tested using point biserial formula, whilst its reliability was tested using KR-20 formula. The data was analyzed using descriptive percentage techniques. The results of this research indicate that internal factors get higher percentage than external factors. Internal factors that have the most influence in the professionalization of guidance and counseling teachers include educational background, working experience , motivation, teacher’s competence. While external factors that have the most influence in the professionalization of guidance and counseling teachers is infrastructure.
Persepsi Guru Mapel Terhadap BK Dikaji dari Partisipasi Mereka Terhadap Pelaksanaan BK Paramita, Dewi Pradnya; Puji Sugiharto, Dwi Yuwono; Sugiyo, Sugiyo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi persepsi guru mata pelajaran terhadap bimbingan dan konseling dikaji dari partisipasi mereka terhadap pelaksanaan BK di SMA Negeri 1 Maos. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mapel SMA Negeri 1 Maos berjumlah 47 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Validitas instrument menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan koefisien penentuan. Hasil analisi menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara partisipasi guru mapel dalam pelaksanaan BK dengan persepsi guru mapel terhadap BK di SMA Negeri 1 Maos. Oleh karena itu diharapkan kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah, perlu membangun suasana yang dapat memicu tumbuhnya kerjasama antara guru mapel dan guru pembimbing dalam pelaksanaan BK dengan cara memberikan pengarahan tentang BK. The aim of this research is to describe and measure the contribution of subjec teachers perception in guidance and counseling implementation based on their participation on it. Subject of the teachers are all of SMA N 1 Maos teachers which consist of 47 teachers. Data collection methods were using were psychological scale. Instrument validity was tested using product moment and Alpha formula was used to test reliability. Descriptive percentage analysis and coeffisien of determination were used in data analysis. The result shows that Ho is rejecte and Ha is accepted. It can be conclued that there is positive correlation between participation and perception of subject teachers in guidance and counseling implementation in SMA N 1 Maos. From this reseach it can suggested that headmaster should create supporting environment that can stimulate the cooperation between subject teachers and guidance and counseling in the implementation of guiding and counseling programs through some direction and suggestion.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue