cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusi di Sekolah Agama (Islam) Tingkat Dasar Supriyono, Supriyono; Religiana, Mergy; Budiyono, Budiyono; Utanto, Yuli
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v5i2.19753

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan kesesuaian implementasi kurikulum pendidikan inklusi di MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dilihat dari aspek konteks, aspek masukan, aspek, proses, dan aspek produk. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP yang terdiri dari aspek context, input, process, dan product. Subyek penelitian ini adalah kurikulum pendidikan inklusi MI Ma’arif Keji. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesesuaian implementasi kurikulum pendidikan inklusi termasuk dalam kategori sangat sesuai dengan nilai pencapaian sebesar 41.8 (77.4%). Hasil per aspek sebagai berikut: (1) aspek konteks sangat sesuai dengan nilai pencapaian sebesar 48.0 (88.9%); (2) aspek masukan sangat sesuai dengan nilai pencapaian sebesar 42.2 (78.1%); aspek proses sangat sesuai dengan nilai pencapaian sebesar 43.1 (79.8%); dan (4) aspek produk sesuai dengan nilai pencapaian sebesar 33.8 (62.6%). The purpose of this study was to identify, analyze and describe the suitability curriculum implementation of education of inclusion in MI MaArif Keji Ungaran Barat seen from the aspect of context, input, process, and of the product. This study used the CIPP evaluation model consisting of aspects of context, input, process, and product. The subject of this study is the educational curriculum of inclusion MI Maarif Keji. The Methods of collecting data using questionnaires, interviews, observation, and documentation. The results showed that the overall suitability of inclusion education curriculum implementation included in the category of highly value the achievement of 41.8 (77.4%). Results by the aspects as follows: (1) aspect of context is in accordance with the value achievement of 48.0 (88.9%); (2) aspects of the input is in accordance with the value achievement of 42.2 (78.1%); aspect of the process is in accordance with the value achievement of 43.1 (79.8%); and (4) aspects of the product in accordance with the value achievement of 33.8 (62.6%).
The Role of Social Media on Students GPA Wakil, Karzan; Nasraddin, Rebwar; Abdulrahan, Rajab
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.22634

Abstract

In academia, social media is an educational tool that can attract students inside and outside classrooms and affect their total success. Using social media can have negative effects on the students like wasting time and social problems which have negative effects on grades and studying performance. In this work, conducted a survey in a basic school at Sulaymaniyah Governorate about the impact of using social media on students, Facebook particularly. We received 127 forms; then our analysis shows that using social media has a negative impact on students’ grades. Students who use Facebook for more than three hours had average grades of (66.88%), (73.59%) for one to three hours, and (%82.93) for less than an hour usage. Overall, every one hour using Facebook, the average score decreases by (%5.35). Therefore, decreasing the duration of using Facebook is helpful to increase the student’s average grades. Abstrak Dalam dunia pendidikan media sosial merupakan perangkat pendidikan yang dapat menarik perhatian siswa baik di dalam maupun di luar kelas dan memengaruhi kesuksesan mereka. Salah satunya wujudnya adalah penggunaan media sosial yang berlebihan dan membuahkan masalah-masalah sosial serta berimbas pada prestasi akademik mereka. Dalam penelitian ini peneliti melakukan survei di beberapa sekolah dasar di daerah Sulaimaniyah berkaitan dengan efek penggunaan media sosial, terutama Facebook, terhadap capaian akademik siswa. Balikan survei yang diterima oleh peneliti sejumlah 127 dokumen dan hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berimbas negatif pada prestasi siswa. Rinciannya, siswa yang menggunakan Facebook lebih dari tiga jam rata-rata prestasinya 66,88%, untuk penggunaan antara satu hingga tiga jam rata-rata prestasinya 73,59%, dan untuk penggunaan di bawah satu jam rata-rata prestasinya 82,93%. Secara keseluruhan tiap penggunaan Facebook selama satu jam rata-rata prestasi siswa menurun 5,35%, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengurangan durasi penggunaan Facebook dapat membantu meningkatkan skor ratarata prestasi siswa  Keywords: Facebok; educational technology; social media; GPA
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Handep Berpasangan Berdasarkan Kaidah Quantum Teaching Sarjoko, Sarjoko; Demitra, Demitra
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.22710

Abstract

This article describes the development of handep cooperative learning model consist of 3-4 members become pair handep cooperative learning model in the form of module and validated by experts and students who used it. The model of development used R2D2, that focused on the design and development stage. The draft of the model at the single-path prototype level validated by the learning expert and small group validation in context the of mathematics learning in secondary school, to get the model at alpha version level. The instrument is rubric and questionnaire for small group testing. The result of the research (1) the model has fulflled the principle of quantum teaching that is context orchestrations include an exciting learning atmosphere and solid foundation; (2) junior high school students rated the model interesting and fun; (3) learning steps that to be challenging on individual work steps and mutually assisting in solved the difcult problems for students individually; (4) the model has reached the alpha version level. Abstrak Artikel ini menjelaskan pengembangan model pembelajaran kooperatif handep beranggotakan 3-4 orang menjadi model kooperatif handep berpasangan dalam bentuk modul dan dinilai oleh pakar dan siswa yang menggunakannya. Model pengembangan yang digunakan adalah R2D2 (Recursive, Reflective, Design and Development), difokuskan pada tahap design and development. Draf model pada level single path prototype divalidasi oleh pakar pembelajaran dan uji kelompok kecil dalam pembelajaran matematika di SMP, untuk mendapatkan model pada level alpha version. Instrumen berupa koesioner dengan pertanyaan terbuka untuk validasi ahli, dan angket respon siswa untuk uji kelompok kecil. Hasil penelitian (1) model telah memenuhi kaidah Quantum teaching yaitu orkestrasi konteks meliputi suasana belajar yang menggairahkan dan landasan yang kokoh, (2) siswa SMP menilai model tersebut menarik dan menyenangkan, (3) langkah-langkah pembelajaran yang dirasakan menantang pada langkah bekerja secara individual dan saling membantu secara bergiliran dalam memecahkan masalah sulit bagi siswa secara individual, dan (4) model telah mencapai level alpha version. Keywords: Aplha version; cooperative learning; pairs handep; quantum teaching; single path prototype    
The Effectiveness of Technology for Improving the Teaching of Natural Science Subjects Nawzad, Lezan; Rahim, Dana; Said, Karzan Wakil
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.22863

Abstract

This paper investigates the effectiveness of integrating technology with teaching method for science subjects. For this, the research was conducted in Shahid AbdulRazaq primary school in Sulaimania city-Iraq. Two methods were used for this investigation: A questioner’s form and testing method. The participant students were 50 students from grade 3 and 5. The results showed that student’s preference for using technology in teaching science was 75% and 95% for both third and fifth grade. Also, the passing rate for the students of third and fifth grade using technology teaching method is 57% and 83% compared to 43% and 17% respectively when the traditional method used for teaching science subject. This research confrmed that teaching science subjects with technology increased the student’s interest in the learning process and improved the student’s achievement scores and also helped the students to do their homework more easily compared to the traditional teaching methods. Abstrak Artikel ini mengindentifkasi keefektivan integrasi teknologi dalam metode pembelajaran mata pelajaran sains. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar Shahid Abdul-Razaq, Kota Sulaimania, Iraq menggunakan 2 (dua) instrument, yaitu kuesioner dan tes. Responden penelitian ini melibatkan 50 (limapuluh) siswa kelas 3 (tiga) dan 5 (lima). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran sains sebesar 75% dan 95% untuk kelas tiga dan lima. Selain itu angka kelulusan siswa kelas tiga dan lima ketika menggunakan teknologi untuk menunjang pembelajaran sebesar 57% dan 83%, berbeda dibanding ketika menggunakan metode tradisional, yakni sebesar 43% dan 17% juga untuk kelas tiga dan lima pada mata pelajaran sains. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran sains yang ditunjang teknologi terbukti dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan capaian hasil belajar siswa, selain itu juga membantu siswa dalam mengerjakan pekerjaan rumah lebih mudah disbanding ketika sekadar menggunakan metode tradisional. Keywords: Educational technology; natural science; traditional teaching method
Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Pesantren dengan Sistem Boarding School Paminto, Joko; Rosiana, Tina; Budiyono, Budiyono; Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.15937

Abstract

The existence of formal schools under Pesantren (traditional Islamic education) foundation is interesting, because they have unique characters comparing to other schools in general, whereas each Pesantren has its own peculiarity. One of them is Senior High School of Selamat Modern Pesantren, Kendal. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in that school based on qualitative research in 2017. The research result indicated that the implementation of Curriculum 2013 established an integrated curriculum from national Curriculum 2013, learning materials from Ministry of Religious affair and unique vision of the modern Selamat Pesantren itself. So there was a combination between the Curriculum 2013, the materials form Ministry of Religious affair which is more Islamic in nature and the programs from boarding system that enrich the student character building and knowledge. Moreover, in this research teachers are central regarding to their position as student’s facilitator and companion, particularly those who actively accompany the dormitory activities. Abstrak Keberadaan sekolah-sekolah formal di bawah naungan yayasan pesantren menarik untuk dikaji, karena pasti memiliki kekhasan tersendiri dibanding sekolahsekolah lain pada umumnya. Terlebih tiap pesantren memiliki kekhasan masingmasing. Salah satu modelnya adalah di Sekolah Menengah Atas Pondok Modern Selamat, Kendal. Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah tersebut didasarkan pada penelitian berpendekatan kualitatif yang telah dilaksanakan pada 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMA Unggulan Pondok Modern Selamat, Kendal, menunjukkan karakteristik unik berupa kurikulum yang terpadu antara kurikulum nasional, muatan materi dari Kementerian Agama (Kemenag), dan visi khas dari yayasan pondok pesantren Selamat. Dengan demikian terdapat kombinasi antara orientasi Kurikulum 2013 yang bersifat umum, materi dari Kemenag yang berorientasi memberi bekal ilmu-ilmu keislaman, dan ditunjang oleh program di asrama yang memperkaya pembentukan karakter siswa dan pengayaan penguasaan pengetahuan siswa. Lebih lanjut, guru perannya sangat sentral dalam implementasi kurikulum yang terpadu di sekolah ini karena diposisikan sebagai pendamping siswa, terutama guru-guru yang juga aktif mendampingi kegiatan asrama. Keywords:  Boarding school; curriculum implementation; curriculum evaluation; curriculum plan; national curriculum
Pengaruh Full Day School terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Raharjo, Tri Yunita; Rohana, Homsa Diyah; Istyarini, Istyarini; Nurussaadah, Nurussaadah
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.16683

Abstract

This article describes the effect of full day school program at fve grade of Nasima elementary school of Semarang to develop student religious character seen from its implementation. This research used quantitative approach in terms of correlation and the data were gathered trough questionnaire, interview and documentation. The research results shown that the implementation of full day school program at fve grade of Nasima elementary school was good at 76%, the religious character of ffth grade student is good in general up to 72% and full day school program influenced signifcantly on the nurturing student religious character at 51,8%. Therefore, full day school program in Nasima elementary school of Semarang has a great potential to encourage student religious character trough daily habituation program. Abstrak Artikel ini menguraikan pengaruh pelaksanaan full day school dalam membentuk karakter religius siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) Nasima, Semarang, dilihat dari pelaksanaan sistem full day school di SD Nasima, Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara penyebaran angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan full day school di SD Nasima dalam kategori baik yaitu sebesar 76%, karakter religius siswa kelas V SD Nasima secara umum juga dalam kategori baik yaitu sebesar 72%, dan full day school berpengaruh secara signifkan sebesar 51,8% terhadap pembentukan karakter religius siswa kelas V SD Nasima Semarang. Dengan demikian program full day school sebagaimana digambarkan di SD Nasima, Semarang, potensial sebagai program dan sistem yang dapat meningkatkan karakter religius siswa asalkan titik tekan programnya adalah pada pembiasaan nilai-nilai religius. Keywords: Full day school; character building; religious; elementary Islamic school
Pengembangan Rancangan Pameran Virtual Berbasis Media Augmented Reality Damara, Muhamad Albir; Kustiono, Kustiono; Sukirman, Sukirman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.21213

Abstract

Augmented reality (AR) could be a new technology to address the exhibition event become more interesting, secure and its product could be easily renewable for educational purposes. This article describes the development process of AR media and fnd out it feasibility as a learning tool for 3D animation lecture at higher education level. This research employing Research and Development (R & D) model and adapted 10 stages of R & D model from Sugiyono (2013) into four primary steps, i.e. (1) analysis, (2) design, (3) development and (4) testing the product. The feasibility of the product has been tested by media expert and showed a very good result with average score at 95%, the testing product for student also gained the same result with average score at 81%. The result of this research proved that AR was feasible as a learning media for 3D animation lecture and therefore it has a potential to be used for another context for educational purposes. Abstrak Media augmented reality (AR) dapat dipergunakan sebagai teknologi baru dalam penyelenggaraan pameran secara virtual sehingga produk yang dipamerkan akan terpelihara dan dapat diperbarui. Artikel ini menggambarkan proses pengembangan media AR dan mengetahui kelayakannya sebagai media penunjang pembelajaran mata kuliah Animasi 3D. Penelitian ini menggunakan model research and development yang mengadaptasi 10 tahap pengembangan sugiyono dan disederhanakan menjadi 4 tahap utama, yaitu (1) analysis, (2) desain, (3) pengembangan produk, dan (4) ujicoba produk. Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh ahli media diperoleh rata-rata persentase 95% dengan kriteria sangat baik. Selain itu hasil ujicoba kepada mahasiswa didapatkan perolehan rata-rata persentase 81% dan masuk dalam kategori sangat baik. Hasl penelitian ini menunjukkan bahwa AR memang terbukti layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Animasi 3D dan oleh karenanya potensial juga digunakan untuk mata kuliah dan pembelajaran lain. Kewords:  Augmented reality; educational technology; exibhition; research & development; virtual media
Index & Acknowledgement Chief, Editor in
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.25919

Abstract

Keragaman Basis Paradigmatik Teknologi Pendidikan dan Potensinya untuk Transformasi Sosial Farchan, Achmad
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.25926

Abstract

Buku karya Edi Subkhan ini menguraikan keragaman paradigma keilmuan yang berkembang dalam bidang teknologi pendidikan kontemporer. Barangkali paradigma yang terbilang jarang diulas dalam bidang teknologi pendidikan adalah paradigma kritis dan sosio-kultural atau postmodern. Subkhan misalnya menyatakan bahwa hendaknya pengembangan dan praksis teknologi pendidikan tidak mengekor pada perkembangan konsep dan praksis dari lingkaran AECT saja. Merujuk pada pendapat Hlynka, ia menyatakan bahwa paradigma postmodern dalam teknologi pendidikan mengajak tiap konteks sosial mengembangkan gagasan dan praksis teknologi pendidikannya sendiri sesuai jejak historis dan kondisi sosio-kultural masing-masing (Subkhan, 2006, p. 97).
Benarkah Kompetensi Sosial Homeschooler Rendah? Arum, Winda Falah Setianing; Haryono, Haryono; Istyarini, Istyarini
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.21241

Abstract

This study aims to describe the social competence of homeschoolers, learning tutors visit program at ANSA School Semarang, and the influence of the learning program on the social competence of homeschoolers. The research was conducted using descriptive qualitative research method involving four homeschoolers equivalent to Junior High School (SMP) grades VII and VIII and some relevant resources. The results show that the social competence of the four homeschoolers is good enough according to some indicators in this resarch, for instance their openness to others. Moreover, the learning tutor visit program organized by ANSA School is a highly structured and systematic learning program with the aim to provide learning facilities for children who have special need, so the learning program visit tutor could be categorize to be one of the homeschooler competency forming factors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi sosial homeschooler, program pembelajaran tutor visit di Ansa School Semarang, serta pengaruh antara program pembelajaran tersebut terhadap kompetensi sosial homeschooler. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, melibatkan empat homeschooler setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII dan VIII, serta beberapa narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial yang dimiliki oleh keempat homeschooler cukup baik yang ditunjukkan dengan terpenuhinya beberapa indikator-indikator dalam penelitian serta keterbukaan mereka terhadap orang lain. Kemudian, program pembelajaran tutor visit yang diselenggarakan oleh Ansa School merupakan program pembelajaran yang sangat terstruktur dan sistematis dengan tujuan untuk memberikan fasilitas belajar bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga program pembelajaran tutor visit dapat disimpulkan menjadi salah satu faktor pembentuk kompetensi sosial homeschooler. Keywords: Homeschooler; homeschooling; social competency; tutor visit learning program

Page 3 of 19 | Total Record : 186