cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Hasil Belajar Matematika dan Motivasi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Handep dan STAD Demitra, Demitra; Wulandari, Julia
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 3 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v3i2.10149

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan hasil belajar matematika dan motivasi belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif handep dan tipe STAD. Sampel penelitian adalah siswa kelas tujuh VII SMPN-1 Palangkaraya. Hipotesis penelitian diuji dengan uji-t dan uji U Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif handep lebih tinggi dari STAD, dan (b) tidak ada perbedaan motivasi belajar pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif handep dan STAD.This study purpose examined the differences in mathematics learning outcomes and students' motivation to learn the cooperative learning model handep and STAD. The samples is seventh grade students of SMPN-1 Palangkaraya. The research hypotheses were tested by t-test and Mann-Whitney test. The research results are (a) the learning outcomes of students who are learning mathematics with cooperative learning model handep higher than STAD, and (b) there was no difference in the students' motivation to learn in cooperative learning model handep higher than STAD. 
Meningkatkan Hasil Belajar Berbasis E-learning Elgg pada Model Project Based Learning Dwiantoro, Apri Yudha; Kusumandari, Rafika B
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i2.14306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan Pembelajaran PBL menggunakan E-Learning ELGG, menghasilkan produk E-Learning ELGG, dan mengetahui efektivitas pembelajaran dengan menggunakan E-Learning ELGG pada siswa kelas X MIA3 mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, SMA Kesatrian 1 Semarang.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan lima tahap proses pengembangan E-Learning ELGG pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA3 pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, SMA Kesatrian 1 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa yang menggunakan E-Learning ELGG (Sistem Kerja Baru) yaitu 91,7%, pada pembelajaran konvensional (Sistem Kerja Lama) yaitu 74%.Prosedur pengembangan E-Learning ELGG terdiri dari lima tahap, yang mengacu pada penelitian dan pengembangan oleh Borg dan Gall, yaitu pra pengembangan model, pengembangan model, evaluasi model, penerapan model dan revisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan E-Learning ELGG efektif siswa kelas X MIA3 mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, SMA Kesatrian 1 Semarang.    This study aims to determine the development of the procedure using the PBL Learning E-Learning Elgg, produce E-Learning Elgg, and examine the effectiveness of learning by using E-Learning Elgg in class X MIA3 craft and Entrepreneurship subjects, SMA Kesatrian 1 Semarang. This study uses a Research and Development (R & D) by using a five-stage process of development of E-Learning Elgg on subjects craft and Entrepreneurship. The subjects were students of class X MIA3 on subjects craft and Entrepreneurship, SMA Kesatrian 1 Semarang. The results showed that the average value of students who use the E-Learning Elgg (New Work System), ie 91.7%, in the conventional learning (Old Work System), namely 74%. E-Learning procedure Elgg development consists of five stages, which draws on research and development by the Borg and Gall, namely pre model development, model development, model evaluation, implementation and revision of the model. Based on the results of this study concluded that learning by using E-Learning effective Elgg class X MIA3 craft and Entrepreneurship subjects, SMA Kesatrian 1 Semarang
Pemahaman dan Peran Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Subekti, Agung; Yudha, Septiawan Sukma; Luqman BS, Heri Tri
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i1.14274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) kondisi guru TIK di SMA Negeri 4 Tegal, (2) pemahaman guru TIK SMA Negeri 4 Tegal tentang Kurikulum 2013, (3) peran guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 4 Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Guru TIK di SMA Negeri 4 yang berjumlah 2 orang dalam implementasi kurikulum 2013 yang mana kualifikasinya telah terlatih dengan mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 namun dalam kenyataanya pemahaman mengenai kurikulum 2013 masih belum memadai dan dalam pelaksanaan peranan barunya sesuai Permendikbud No.68 Tahun 2014 belum terlaksana dengan baik karena baru berjalan beberapa aspek saja. This study aims to observe, describe and analyze (1) ICT teacher conditions at SMAN 4 Tegal, (2) Teh extend to wich teachers understanding of ICT SMAN 4 Tegal on Curriculum 2013, (3) their understanding a role as ICT teacher at school on the omplementation Curriculum, 2013 . This study used a qualitative approach case study. Data were collected through in-depth interviews, documentary study and observation. ICT teacher at SMAN 4, amounting to 2 people in the implementation of the curriculum in 2013 in which his qualifications had been trained by the training curriculum in 2013, but in fact the teachers already meet the academic qualification but still lack of understanding about curriculum 2013 including their practice in the class.
Pengembangan Media Blended Learning Berbasis Edmodo di Sekolah Menengah Kejuruan Kurniawati, Rita
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 3 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v3i2.10924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji validitas, dan me-nguji kepraktisan media blended learning berbasis edmodo pada mata pela-jaran KKPI kelas XI di SMK N 2 Purwodadi. Metode penelitian menggunakan research and development model 4D. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI TITL 1 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data di-lakukan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) me-dia blended learning berbasis edmodo dikembangkan dalam bentuk video si-mulasi dan kelas maya di edmodo; (2) media blended learning berbasis edmo-do valid ditinjau dari karakteristik media dan materi pembelajaran online; dan (3) media blended learning berbasis edmodo bersifat praktis ditinjau dari respon pengguna terhadap fitur sistem edmodo. The purpose of this research is to develop, to examine the validity, and to examine the practicability of blended learning media based on edmodo for KKPI learning in class XI SMK N 2 Purwodadi. The research method uses research and development with 4D model. The sample of this research is the students of XI TITL 1 who are selected by purposive sampling technique. Data is collected by using questionnaire. The results show that (1) blended learning media based on edmodo is developed into simulation video and virtual class in edmodo; (2) blended learning media based on edmodo is valid in terms of the characteristics of media and online learning materials; (3) blended learning media based on edmodo is practical in terms of users’ response for the feature system of edmodo.
The Implementation Of Discovery Learning Model To Enhance Student’s Actualization in Knowledge Discovery Pigawati, Bitta; Basuki, Yudi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 4 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v4i2.14348

Abstract

Paradigma pendidikan universal memperlakukan peserta didik sebagai subjek merupakan penghargaan terhadap peserta didik sebagai manusia yang utuh. Peserta didik memiliki hak untuk mengaktualisasikan dirinya secara optimal dalam aspek kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan kinestetik. Diperlukan penentuan  model pembelajaran yang sesuai  dalam mengimplementasikan metode pembelajaran student centered learning  bagi peserta didik.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan model discovery learning. Subyek penelitian adalah mahasiswa peserta kuliah geologi lingkungan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip. Hasil penelitian menunjukkan model discovery learning lebih optimal dilakukan pada topik perkuliahan yang sifatnya kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam.   The general paradigm of education to treat learners as subjects has been regarded as a respect for the learners as a whole human being.Learners have the right to perform optimal self-actualization in the aspects or intellectual, spiritual, social, and kinesthetic quotient. Based on that, a learning model which can be used to implement student centered learning method for learners should be established. The research was aimed to evaluate the implementation of discovery learning model. The subjects were the students enrolled in environmental geology class, Urban and Regional Planning Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University. The result shows that discovery learning model is more optimal to be applied in complex lecturing topic which needs deeper understanding.
Pengembangan Instrumen Tes Berbasis Literasi Sains Adawiyah, Robiatul; Wisudawati, Asih Widi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v5i2.16296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Instrumen Tes Berbasis Literasi Sains Aspek Menjelaskan Fenomena Ilmiah Materi Energi. Desain penelitian ini ialah Research and Development (R&D). Data dikumpulkan menggunakan metode angket dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini ialah berupa instrumen tes berbasis literasi sains yang layak untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa, dimana nilai validitas keseluruhan instrumen tes 0,60 yang berarti berkualitas tinggi, dan penilaian keseluruhan aspek yaitu aspek materi, literasi sains, konstruksi, dan tata bahasa oleh para ahli; dosen ahli IPA dan guru-guru IPA/MTs di Daerah Istimewa Yogyakarta berturut-turut dengan skor 78, 33; dan 95,25 berarti memiliki kriteria baik; dan sangat baik. The purpose of this research is to develop a Literacy-based Test Instrument of Science in Explaining the Scientific Phenomena of the Subject Matter of Energy. The design of this research is Research and Development (R&D). The metods of data collection which used is questionaires and test of data. The techniques of data analysis are quantitative and qualitative. The result of this study is a science based from literacy test instrument that is suitable for measuring the students’ science literacy skills, where the overall validity of the test instrument is 0.60 which means high quality, and the overall assesment of science, science literacy, contruction, and grammar by expert, expert lecturer, science teachers in special area Yogyakarta in a row with a score of 78.33 and 92.25 which means having good and excellent quality.
Program Pendampingan Kurikulum 2013 Istyarini, Istyarini; Pujiati, Siti Robingah; Purwanto, Sugeng
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v5i2.16320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pendampingan Kurikulum 2013 bagi guru kelas X SMA menggunakan model evaluasi context, input, process, product, dan outcome (CIPPO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif persentase dengan menggunakan kuesioner, pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas X alumni pendampingan Kurikulum2013 tahun 2016 di Kota Semarang. Hasil evaluasi Context menunjukan bahwa 98% program sesuai dengan kebutuhan guru. Hasil evaluasi Input menunjukan sumber daya yang dimiliki program sudah sangat baik (100%.) Evaluasi Process menunjukan proses kegiatan pendampingan sudah dilaksanakan 100% sesuai dengan petunjuk teknis pendampingan. Evaluasi product menunjukan 98% guru mampu melaksanakan pembelajaran dan penilaian berbasis Kurikulum 2013 dengan lebih baik setelah mengikuti program. Terlihat bahwa bahwa guru memperoleh banyak manfaat positif setelah mengikuti pendampingan. This article aims to evaluate the assistance program of Curriculum 2013 for 10th grade senior high school’s teachers in Semarang City using CIPPO model. By employing quantitative approach this research focusing on teacher who passed the teacher assistance program in 2016 and gave some questionnaire for them, observe their teaching practice at school, and analyze several related document. The research shown all of the CIPPO evaluation components have a good result, i.e. (1) in context evaluation 98% teacher argue that the program is appropriate for them, (2) in input evaluation 100% show that all of the program resources are in a good condition, (3) in process evaluation 100% the assistance program is in accordance with the official instruction from the Ministry of Education and Culture (MoEC), (4) in product evaluation approximately 98% teacher are able to implement Curriculum 2013 especially on the learning process and assessment according to the advice of the MoEC after passed the assistance program. This research conclude that teacher get lots of positive benefits after following the program on their traits, knowledge, and skills on implementing Curriculum 2013.
Prinsip-Prinsip Dasar Pengembangan Modul Berpendekatan Hypercontent Prawiradilaga, Dewi Salma; Widyaningrum, Retno; Ariani, Diania
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v5i2.17098

Abstract

Artikel ini menguraikan prinsip-prinsip dasar pengembangan modul dengan pendekatan hypercontent. Berbeda dengan modul konvensional yang berlogika linier, prosedural, dan relatif kaku, modul berpendekatan hypercontent didesain menggunakan logika postmodern yang relatif non-linier, acak, dan fleksibel. Dengan demikian desain modul berpendekatan hypercontent memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk mempelajari dari sisi mana saja sesuai kebutuhan belajar. Tidak diharuskan memulai dari materi yang berada pada urutan pertama. Pendekatan hypercontent mengarahkan desain modul diperkaya oleh sumber-sumber belajar di dunia maya. Caranya dengan membuat tautan ke laman website, saluran YouTube, dan lainnya melalui URL, QR code dan sejenisnya. Pendekatan hypercontent dipadukan dengan pendekatan technological, pedagogical, content-knowledge menjadikan substansi modul yang dikembangkan lengkap dilihat dari sisi kesesuaian dan kekayaan materi serta kesesuaian pendekatan pedagogiknya. This article describes the basic foundations of the module development using hypercontent approach. Different from the conventional one wich is more linier, procedural, and rigid, hypercontent approach module are developed under postmodern logic of thinking which is more non-linear, non-sequential, and flexible. Thus, hypercontent modul open an opportunity for the student to use it in non-sequential and non-procedural ways according to their own learning need wich are different from one another. In this case there is no obligation to start the learning process from the first chapter. Hypercontent module approach also enriched its content by lots of learning resources from the internet by creating linkages to several appropriates webpages, YouTube channels, and others via URL, QR code and etc. Hypercontent approach combined with technological, pedagogical, content-knowledge approach make the substance of the modul more complete in terms of its pedagogical appropriateness and rich in content material.
Kendala dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Jawa Tengah dan Strategi Penanganannya Kastawi, Nurkolis Siri; Widodo, Suwarno; Mulyaningrum, Eko Retno
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v5i2.17584

Abstract

Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kota Semarang, Kabupaten Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, dan Kebumen dilihat dari sisi kesiapan guru, dukungan sekolah dan Pemerintah Daerah, faktor-faktor pendukung dan penghambat, dan langkah-langkah untuk mengatasi kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 pada beberapa daerah tersebut belum berjalan secara efektif. Di sekolah-sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 guru yang melaksanakan pembelajaran tematik, saintifik, dan penilaian otentik tak lebih dari 50%. Hal tersebut diidentifikasi karena (1) guru belum siap mengimplementasikannya, (2) dukungan sekolah masih rendah, (3) walau Pemerintah Daerah sudah mengalokasikan anggaran, namun belum optimal penggunaannya, (4) ditemukan beberapa faktor pendukung dan penghambat pada diri guru, pimpinan sekolah, dan Dinas Pendidikan, termasuk koordinasi yang masih lemah antarpihak terkait. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in Central Java, focusing on Semarang City, Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, and Kebumen districts in terms of teacher readiness, the school and local district support, its supportive and barrier factors, and the strategies to handle those problems. This research using mixed method and the result indicated that the implementation of Curriculum 2013 in several districts in Central Java is not effective yet. Half of teachers in schools that implemented Curriculum 2013 cannot implement thematic and scientific learning approach and authentic assessment. This problem happens because (1) most of teacher are not ready to implement the new curriculum, (2) low school support, (3) even the local district allocate the financial support, but still not optimal in use, and (4) there are several supportive and barrier factors from the teacher itself, school managerial/leadership, and the local department of education, including the low coordination among stakeholders.
Legitimasi Budaya Lokal Islam dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Azmy, Rikzi Izzet Alvaeni; Haryono, Haryono; Utanto, Yuli
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 5 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan mengenai legitimasi budaya dalam pengembangan kurikulum agama Islam di MTs Ma’arif, desa Nyatnyono, Ungaran. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif peneliti menemukan bahwa kurikulum di MTs Ma’arif mengakomodasi keunikan nilai-nilai, tradisi, dan kultur keislaman masyarakat setempat. Akomodasi tersebut diwujudkan melalui integrasi ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran. Akomodasi ini merupakan upaya melestarikan dan mewariskan keunikan masyarakat lokal yang bertradisi Nahdliyin. Orientasi akomodasi tersebut kompatibel dengan MTs Ma’arif yang memang juga merupakan lembaga pendidikan bertradisi Nahdlatul Ulama (NU). Penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dapat berperan besar dalam melestarikan nilai-nilai, tradisi, dan kultur masyarakat setempat dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum dan pembelajaran, dan sekolah-sekolah swasta seperti di bawah naungan Ma’arif potensinya lebih besar dalam hal ini.   This article describes the cultural legitimation on Islamic teaching curriculum development in Islamic junior high school (MTs) Ma’arif, Nyatnyono, Ungaran. By employing qualitative approach the researcher found that the school’s curriculum accommodates the uniqueness of the local Islamic values, traditions, and cultures by integrating it to the official curriculum and learning practices. This kind of accommodation is compatible with the school characteristics as a private school under the supervision of Nahdlatul Ulama (NU) which is very acceptable to the Islamic local wisdom. This research also showed that MTs Ma’arif as a private school has a great potential to preserve the local Islamic values, traditions, and cultures by integrating it to the official curriculum and learning practices.

Page 2 of 19 | Total Record : 186