cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Improving Academic Performance by Applying Total Quality Management Tools: A case of Bangladeshi Students Rahim, Mir Abdur; Utsha, Auvishek Modak; Bhuiyan, Ishtiaq Ahmed; Miah, Md. Rakib; Haque, Md. Raquibul
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.25328

Abstract

This article describes the educational practice of engineering student in Bangladesh, especially how they are still practicing the old and conventional way of learning, mainly by memorizing the entire subject they learn and push them to answer the question exactly as written in the book. This phenomenon brings the student to fxate on the book and will inhibit their creativity and innovation notions, even though without considering the effort to hone the students’ creativity and innovation domain, the knowledge will not develop properly, including in engineering. Trough this research the total quality management (TQM) had been developed to lead the students to get a better and satisfying result of study without losing the effort to develop their creativity, innovation and research skills as important factor and main purpose of engineering education. Abstrak  Artikel ini menggambarkan praktik pendidikan di Bangladesh, terutama pada mahasiswa teknik yang masih belajar menggunakan pendekatan konvensional, yakni belajar dengan menghafal materi dari buku dan mengikuti ujian dengan cara menjawab persis seperti yang tertulis di buku. Hal tersebut menjadikan siswa terlalu terpaku pada buku hingga kesulitan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka. Padahal tanpa memperhatikan pentingnya upaya untuk mengasah kreativitas dan inovasi, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang, termasuk dalam bidang teknik. Melalui penelitian ini, pendekatan total quality management telah dikembangkan untuk mengarahkan siswa-siswa memperoleh hasil studi yang memuaskan selain juga tetap diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, keterampilan riset dan lainnya yang sejatinya juga merupakan tujuan utama pendidikan teknik. Keywords: Academic performance; creativity; engineering; innovation; memorizing; total quality management
The Effect of Blended Learning by Using Edmodo in Teaching English for Nursing Students Laili, Roudlotun Nurul; Nashir, Muhammad
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26509

Abstract

Due to the developments of social networking in education, teachers have to provide the innovative techniques and select the best way in teaching learning process in classroom, especially in learning English as a foreign language so that the students are interested and eager to learn English. Edmodo as one of online learning media is believed to present an effective solution in the teaching English. This research investigates the effectiveness of blended learning by using Edmodo in teaching English for nursing students. This research used quasi experimental research design. It begins from conducting homogeneity test, deciding the experimental group and control group. Then, it was continued by giving activities to the control class using face to face learning and giving treatments to the experimental class that was using blended learning (combine face to face learning with online learning/Edmodo), then giving the same post-test to both classes. The result indicated that there was a signifcant effect of teaching English in blended learning by using Edmodo on nursing students. It is proved by the value of signifcant column of t-test table and the result is 0.000 which was lower than 0.05. Abstrak  Seiring perkembangan jejaring sosial dalam pendidikan, guru harus memberikan teknik inovatif dan memilih cara terbaik dalam proses pembelajaran di kelas, terutama dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing sehingga siswa tertarik dan bersemangat untuk belajar bahasa Inggris. Edmodo sebagai salah satu media pembelajaran online diyakini menghadirkan solusi efektif dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini mengkaji efektivitas pembelajaran campuran dengan menggunakan Edmodo dalam mengajar bahasa Inggris untuk mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental. Dimulai dari melakukan uji homogenitas, menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan treatmen kepada kelas kontrol menggunakan pembelajaran tatap muka dan perlakuan ke kelas eksperimen yaitu menggunakan blended learning (menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online/Edmodo), kemudian memberikan post-test yang sama untuk keduanya. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifkan dari kombinasi mengajar tatap muka dengan Edmodo terhadap kemampuan bahasa Inggris mahasiswa keperawatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai kolom tabel t-test yang signifkan dan hasilnya adalah 0.000 yang lebih rendah dari 0.05 Keywords:  Edmodo; Blended Learning; Teaching English
EFL Students’ Use of Technology in English Lesson in The Digital Era Arigusman, Anggi; Purnawarman, Pupung; Suherdi, Didi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26599

Abstract

Various informations and knowledge including English lesson can easily be accessed. It gives a large opportuniy to the students to take benefts from the use of technology to up grade their English ability. However, most of EFL students seem only use technology for entertainment needs rather than for learning English. Therefore, the objectives of this research are to investigate the kinds of technology tools used by high school students and their beliefs toward the use of technology in English lesson. Mix method approach is used in this research to gain more comprehensive and representative data. The results show that there are eight activities that involve fve kinds of technology that the students frequently used. Those tools are MP3 player, internet browser, cellphone, social networking site, and television. All respondents agree that the use of technology in English lesson is effective. Some advantages of using technology in English lesson appear in this research. However, some barriers or problems also found. The most disturbing barrier faced by the students is the access to internet. They also lack of information of useful technology tools which are possible to be used in English lesson. Abstrak Berbagai informasi dan ilmu pengetahuan termasuk pelajaran bahasa Inggris dapat diakses dengan mudah. Hal itu memberikan kesempatan yang besar pada siswa untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Namun kebanyakan siswa EFL sepertinya lebih cenderung memanfaatkan teknologi untuk sekedar hiburan daripada untuk mengasah bahasa Inggris mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi jenis-jenis teknologi yang digunakan oleh siswa SMA dan persepsi mereka terhadap penggunaan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris. Pendekatan mixed method digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan representatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada delapan aktiftas siswa yang melibatkan teknologi yang sering mereka gunakan. Yaitu MP3 player, internet browser, telepon seluler, situs jejaring sosial, dan televisi. Seluruh responden setuju bahwa penggunaan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris sangat efektif. Beberapa keuntungan pemanfaatan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris ditemukan dalam peneitian ini. Akan tetapi beberapa kendala juga ditemukan. Kendala yang paling mengganggu yang dihadapi oleh para siswa adalah akses terhadap fasilitas internet. Mereka juga kekurangan informasi tentang jenis-jenis produk teknologi yang berguna untuk digunakan dalam pelajaran bahasa Inggris. Keywords:  EFL students; English lesson; use of technology; internet
Kendala dan Rekomendasi Perbaikan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan Wahzudik, Niam
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26712

Abstract

The changes of curriculums always refer to a philosophical thought (idea) and various basic considerations adopted by the schools. The purpose of this study is to fnd out how the implementation of curriculum development in vocational schools is viewed from the aspect of the foundation of curriculum development. The study was carried out with a survey research design. the research sites are in Vocational Schools in Central Java Province. Data collection technique using questionnaires. Quantitative data were analyzed using quantitative descriptive analysis. Whereas qualitative data was interpreted qualitatively to reveal the meaning. The results showed that the curriculum development process in vocational schools was appropriate and already used the foundations of curriculum development. We also found that there was several supports from various stakeholders but still limited, the curriculum development assistance process was not optimal because each school does no has special resources to develop an appropriate and contextual curriculum from curriculum expert. At least we found various problems on the development of school curriculum such as the lack of stakeholder involvement, the poor quality of human resources and the assistance of the curriculum development that are still limited. Abstrak Perubahan dari setiap kurikulum senantiasa mengacu pada suatu pemikiran flosofs (ide) dan berbagai dasar pertimbangan tertentu yang dianut oleh satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan pengembangan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditinjau dari aspek landasan pengembangan kurikulum. Penelitian dilaksanakan dengan desain penelitian survei. Tempat penelitian di SMK di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data yang bersifat kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan data yang bersifat kualitatif akan diinterpretasikan secara kualitatif untuk mengungkap makna yang tersirat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan kurikulum di satuan pendidikan SMK telah sesuai dan menggunakan landasan pengembangan kurikulum, terdapat dukungan dari berbagai stakeholder namun masih terbatas, proses pendampingan kurikulum belum maksimal karena di tiap sekolah tidak ada sumber daya khusus ahli pengembang kurikulum. Berbagai permasalahan dalam pengembangan kurikulum sekolah seperti terbatasnya keterlibatan stakeholder, kualitas sumberdaya manusia dan pendampingan kurikulum yang masih terbatas. Keywords: Curriculum assistance; curriculum development; curriculum expert; human resources; vocational school 
What Type of Curriculum Development Models Do We Follow? An Indonesia’s 2013 Curriculum Case Palupi, Dyah Tri
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26954

Abstract

This article identifying the Indonesi’s 2013 curriculum policy from several types of curriculum development models such as Tyler, Taba, Wheeler, Nicholls & Nicholls, Tanner & Tanner, Stenhause, Cornbleth and Doll. By analyzing carefully the ofcial curriculum policy the author conclude that the 2013 curriculum could be classifed as a “new” type of curriculum which is more eclectic by following the idea curriculum as praxis. The eclectic mode of the curriculum could be trace from its orientation to accommodate lots of idea from various curriculum development models from Tyler to Doll, for instance 2013 curriculum still has a tendency to control the standard of the learning outcome, content and process, but in other hand this curriculum encourages to develop a more contextual curriculum design for all of the schools throughout Indonesia. The 2013 curriculum also makes a compromise between outcome/competency-based and process-based curriculum design in which sometimes make the assessment process become a little bit difcult for the teachers at schools. Abstrak Artikel ini mengkaji Kurikulum 2013 dari berbagai jenis model-model pengembangan kurikulum, seperti model Tyler, Taba, Wheeler, Nicholls & Nicholls, Tanner & Tanner, Stenhause, Cornbleth, dan Doll. Dengan mengkaji secara teliti dokumen-dokumen resmi kebijakan Kurikulum 2013 penulis menyimpulkan bahwa Kurikulum 2013 dapat dikategorisasikan sebagai bertipe “baru” yang lebih bersifat eklektik dengan mengikuti gagasan kurikulum sebagai praksis. Kecenderungan eklektik dari kurikulum ini dapat dilihat dari orientasinya yang mencoba untuk mengakmodasi banyak gagasan dari beberapa model pengembangan kurikulum dari Tyler hingga Doll. Misalnya, Kurikulum 2013 masih menggunakan perspektif standardisasi sebagai mekanisme control terhadap mutu lulusan, muatan kurikulum, dan proses pembelajaran, tapi di sisi lain Kurikulum 2013 juga mengarahkan sekolah-sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sifatnya kontekstual. Kurikulum 2013 juga mengkompromikan antara desain kurikulum berbasis luaran/kompetensi dan berbasis proses yang terkadang justru menyulitkan para guru dalam melakukan penilaian hasil belajar siswa di sekolah. Keywords: Contextual curriculum; curriculum as praxis; curriculum development; eclectic model; the Indonesia’s 2013 national curriculum
Sosiologi Kurikulum Membuka Mata Mengenai Relasi Pengetahuan dan Kekuasaan Subkhan, Edi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.29577

Abstract

Kaitan antara kurikulum dan berbagai kepentingan yang berasal dari masyarakat, dunia kerja, dan negara yang menimbulkan beberapa masalah dan kontroversi tersebut sejatinya menunjukkan bahwa kurikulum tidak dapat hanya dipahami sebagai hal teknis belaka. Terdapat dimensi lain, yakni dimensi sosial yang akan lebih memberikan gambaran utuh mengenai kurikulum sebagai ruang pertarungan banyak kepentingan. Di titik inilah, kehadiran perspektif sosial terhadap kurikulum sangat penting. Buku karya Rakhmat Hidayat (2011) berjudul “Pengantar Sosiologi Kurikulum” terbitan RajaGrafndo Persada jadi relevan kehadirannya. Buku yang diberi pengantar oleh dua sosiolog dan pedagog kritis, yakni Jean Louis Derouet dan Peter McLaren ini terhitung lengkap membahas pengertian dasar dan tema-tema sosiologi kurikulum bagi pembaca pemula.
Editorial Chief, Editor in
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.29738

Abstract

Index & Acknowledgement Subkhan, Edi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.29739

Abstract

Pengembangan Modul Virtual Interaktif: Inovasi Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kusrini, Dwi; Haryanto, Haryanto
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v7i1.26678

Abstract

This research aims to: (1) generates feasible interactive virtual module as physics learning sources support of grade X senior high school, and (2) generates interactive virtual module in order to improve the achievement of learning outcome. This research method used R & D from model developed by Alessi & Trollip. The development procedures consist of: 1) Planning, 2) Design, 3) Development. The product testing consists of alpha test performed by two media experts and two material expert and beta test conduced through 2 stages that are first beta test (small group trials) of six students and second beta test (large group trials) of thirty two students. The data were analyzed by descriptive qualitative. The results of this research showed: (1) the product resulted in this development research was very feasible based on the evaluation of material experts, media experts and the trial subjects (2) the product proved effective in improving the achievement of learning outcomes, as the evidence of student achieve learning outcomes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan modul virtual interaktif yang layak digunakan sebagai penunjang sumber belajar fisika kelas X SMA, dan (2) Menghasilkan modul virtual interaktif untuk meningkatkan capaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode R & D dengan mengadaptasi model pengembangan Alessi & Trollip. Prosedur pengembangan terdiri dari: (1) Perencanaan, (2) Desain, dan (3) Pengembangan. Uji coba produk terdiri dari uji alpha yang dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi, dan uji beta yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji beta 1 (uji coba kelompok kecil) pada 6 siswa dan uji beta 2 (uji coba kelompok besar) dilakukan pada 32 siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) produk yang dihasilkan dinilai sangat layak berdasarkan penilaian para ahli materi, ahli media dan subjek uji coba, (2) Produk terbukti efektif dalam meningkatkan capaian hasil belajar. Keywords: interactive virtual module; learning resources; learning outcome
Teachers’ Perception on Students’ Learning Style and Their Teaching Agustrianita, Agustrianita; Suherdi, Didi; Purnawarman, Pupung
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Curriculum and Educational Technology Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v7i1.26727

Abstract

Lack of teachers? understanding in students? learning styles and their teaching could cause unfacilitated teaching methods for example through the use of traditional lecturing methods. This issue brings the importance of this research objective to investigate teachers? perceptions about learning style, their teaching, and the applied methods in the classroom. This study uses a quantitative research approach that is the analysis of learning style types for different students at different grade levels. To find out the perceptions of English teachers in this study, information was collected through 20 closed questions with data analysis to find out how the learning style influenced the teaching learning process of 28 English teachers. The findings of this study suggest that teachers? understand about students? different learning styles, so they adopt their students? learning styles to their teaching. The last, teachers agree to use group discussion rather than lecturing methods by integrating ICT. In conclusion, teachers? perception on students? learning styles can increase their awareness to design teaching methods that differentiate students? learning styles. Abstrak Kelangkaan pemahaman guru mengenai gaya belajar siswa dan bagaimana cara mengajarnya yang tepat dapat disebabkan oleh metode mengajar yang tidak bersifat fasilitatif, misalnya masih berupa perkuliahan tradisional. Oleh karena itu, penting untuk meneliti persepsi guru mengenai gaya belajar, cara mengajarnya, dan implementasinya di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang fokus pada beragam gaya belajar siswa pada kelas-kelas yang berbeda. Infomasi diperoleh dengan memberikan 20 pertanyaan tertutup untuk mencari tahu bagaimana gaya belajar memengaruhi proses pembelajaran di kelas Bahasa Inggris (28 guru). Penelitian ini menemukan bahwa guru memahami keragaman gaya belajar siswa, sehingga mereka mengadopsi gaya belajar siswa dalam pengajaran mereka. Guru juga sepakat menggunakan kelompok diskusi ketimbang perkuliahan tradisional dengan mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dapat disimpulkan bahwa persepsi guru terhadap gaya belajar siswa meningkatkan kepedulian mereka dalam mengembangkan metode mengajar yang beragam sesuai keragaman belajar siswa. Keywords: Students? learning style, teaching style

Page 4 of 19 | Total Record : 186