cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PENGEMBANGAN BUKU TEKS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) BERBASIS KURIKULUM 2013 UNTUK SMP KELAS VIII SEMESTER 2
Edu Geography Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks merupakan salah satu sumber belajar yang paling banyak digunakan guru sebagai acuan dalam kegiatan pembelajaran. Buku teks kurikulum 2013 berbeda dengan buku teks kurikulum 2006. Buku teks IPS kurikulum 2013 cetakan pertama yang diterbitkan oleh pemerintah belum sepenuhnya berbasis aktivitas siswa. Gambar dan data yang digunakan sebagai bahan pengamatan dan pengumpulan data ditampilkan terbatas. Pengembangan ini menghasilkan sebuah produk berupa buku teks IPS SMP kurikulum 2013. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan melalui metode R and D. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah buku teks kurikulum 2006 dan buku teks kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh pemerintah pada tahap pertama. Metode pengumpulan data untuk penelitian yaitu angket. Variabel penelitian ini adalah uji kelayakan buku teks oleh ahli materi, guru dan r siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentatif. Simpulan penelitian ini adalah penelitian ini menghasilkan buku teks IPS berbasis kurikulum 2013 kelas VIII semester 2 yang sesuai dengan standar BNSP untuk dijadikan sebagai buku pegangan siswa. Textbooks are one of the sources learning which mostly used as reference teacher in the learning activities. 2013 Curriculum textbook different from 2006 curriculum textbook. The first printing of Social Studies textbook of curriculum 2013 waslauching by the goverment andpublisher are not entirely based on student activity. The images and teh data which is used as observation and data collectin displayed is limited. This development result in a product in the form of Junior High School social studiestextbook of curriculum 2013. The purpose of this study is determine the level of product produced by the method of R and D. The subject of this research in this study are textbook and 2006 ccurriculum textbook published in 2013 by the goverment at the stage first. Methods of the data collection is questionnares. The variables of this study is to test the fresibility of textbook by a team of expert, teachrs and students. The data were analized using discriptive analysis persentatif. The conclusion of this study is that the study resulted in a textbook based on curriculum 2013 social studies the second semester clases VIII as the standarised BNSP to serve as the student handbook.
MEDIA CD PENDIDIKAN KEBENCANAAN UNTUK MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR KALI BERINGIN SEMARANG
Edu Geography Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Wonosari merupakan kawasan rawan bencana, maka diperlukan suatu konsep pendidikan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan CD Pendidikan Kebencanaan sebagai media pembelajaran masyarakat untuk mengetahui hasil pemahaman bencana banjir setelah menggunakan Pendidikan Kebencanaan dan tanggapan positif masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D). Metode yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif  persentase dan uji perbedaan dua rata-rata (uji t). Hasil penelitian meliputi pengembangan media CD Pendidikan Kebencanaan, hasil kognitif masyarakat, dan tanggapan positif  masyarakat. Berdasarkan penilaian ahli kebencanaan dan dosen media  menunjukkan bahwa media termasuk dalam kriteria layak dan sangat cocok digunakan untuk masyarakat dalam menghadapi banjir Kali Beringin Semarang. Hasil kognitif masyarakat meningkat setelah menggunakan CD Pendidikan Kebencanaan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pemahaman kognitif masyarakat yang lebih meningkat setelah menggunakan media CD Pendidikan Kebencanaan dengan sebelumnya. Masyarakat juga memiliki tanggapan posistif yang sangat baik setelah menggunakan CD Pendidikan Kebencanaan. Wonosari Urban Village is an area prone to floods when the rainy season comes. This study aims to determine the development of The Study of Disaster’s CD as a medium of learning communities to find out the results after the floods understanding using the Study of Disaster’s CD and positive community response. This research includes studies Research and Development (R & D). The method used is documentation, observation, questionnaires and tests. Analysis using descriptive analysis and test of the difference of two percentage average (t-test). Results of the study including the development of the Study of Disaster’s CD media, society cognitive outcomes, and positive public response. Based on the assessment of disaster experts and professors of media shows that the media is included in the criteria for viable and is suitable for the community in the face of floods Kali Beringin Semarang. Communities increased cognitive outcomes after using the Study of Disaster’s CD. It can be seen from the average results of cognitive understanding of society is further improved after using the Study of Disaster’s CD media before. Society also has an excellent positive feedback after using The Study of Disaster’s CD.
PEMANFAATAN RAWA PENING SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK KELAS X IPS SMA N 1 AMBARAWA
Edu Geography Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran geografi dengan memanfaatkan Rawa Pening sebagai sumber belajar berbasis Scientific; (2) Bagaimana hasil belajar geografi peserta didik dengan memanfaatkan Rawa Pening sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan:  (1) Untuk mengetahui pembelajaran geografi dengan memanfaatkan Rawa Pening sebagai sumber belajar berbasis Scientific; (2) Untuk mengetahui hasil belajar geografi peserta didik dengan memanfaatkan Rawa Pening sebagai sumber belajar berbasis Scientific. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain quasi eksperimen . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA N 1 Ambarawa. Untuk pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian diperoleh keterangan kelas eksperimen nilai rata-rat post test = 84,23, kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata post test = 75,98. Kelompok eksperimen mendapatkan nilai rata-rata lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Tingkat keaktifan siswa tinggi dalam pembelajaran, ini terlihat dari hasil perhitungan observasi aktifitas siswa pada kategori Sangat Baik dengan persentase 85,09%. The problems studied in this research are: (1) How does the implementation of geography-learning by using Rawa Pening as a learning resource with Scientific-based; (2) How does geography student learning outcomes by utilizing Rawa Pening as a learning resource. This study aims to: (1) To determine the geography-learning by using Rawa Pening as Scientific-based learning resources; (2) To know the geography-student learning outcomes by utilizing Rawa Pening as Scientific-based learning resources. This study was an experimental study with quasi-experimental design (pre Experimental Design). The population in this study were all students of class X IPS SMA N 1 Ambarawa. For sampling with purposive sampling technique, and then determined the two classes of class X IPS 3 as control-class learning process  use source and visual media in the classroom and X IPS 4 as an experimental class that utilizes Rawa Pening as a Geography learning resource by Scientific approach. The results were obtained information of experimental-class post-test average =84,23, control-class scored post-test average =75,98. The experimental-group scored higher on average than the control-group. Students activity in learning are high, it seems from the results of the calculation of the student observed-activity in the excellent category with the percentage of 85.09%.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 PATI
Edu Geography Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber belajar Buku Sekolah Elektronik merupakan salah satu sumber belajar yang dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar pada materi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana efektifitas penggunaan sumber belajar Buku Sekolah Elektronik (BSE) terhadap hasil belajar dalam pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Pati kelas XI IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Buku Sekolah Elektronik (BSE) terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Pati. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pati sejumlah 71 siswa. Sedangkan populasi yang digunakan adalah kelas XI IPS 2 dan Sampel dalam penelitian adalah  kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen 1 menggunakan BSE karangan Eni Anjayani dan eksperimen 2 menggunakan BSE karangan Kuswadoyo. Metode penelitian menggunakan pre experiment design. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, tes, angket. Hasil penelitian menunjukkan persentase prestasi belajar yang terdiri dari ranah kognitif siswa kelompok eksperimen 2 adalah 71,00 dan kelompok eksperimen 2 sebesar 69,00,  dan hasil perhitungan t-test dengan taraf signifikansi 5% dan dk (56) diperoleh nilai  t hitung (1,74) > t tabel (1,67), sehingga berarti hipotesis alternatif  “diterima”. Buku Sekolah Elektronik learning resources is a source of learning that can be applied to improve learning achievement in the material environment and sustainable development. Formulation of the problem in this study how the effective use of learning resources Buku Sekolah Elektronik (BSE) on learning outcomes in study Geography in class XI Social of Pati Senior High School. This study aims to determine the effectiveness of the use of Buku Sekolah Elektronik (BSE) on learning outcomes of students in learning Geography class XI Social in SMA Negeri 1 Pati. Subjects in this study were students of class XI Social  Pati senior high school include of 71 students While the population used is class XI IPS 2 and the sample in the study was a class XI IPS 1 and 2 as an experimental class essays using Eni Anjayani BSE and BSE experiment 2 using Kuswadoyo essay. The method uses a pre-experiment research design. Methods of data collection using the documentation, observation, tests, questionnaires. The results showed that the percentage of the learning achievement of students is composed of cognitive experimental group 2 was 71.00 and 69.00 for the experimental group 1, and the results of the calculation of the t-test with a significance level of 5% and dk (56) is obtained t value (1 , 74)> t table (1.67), so that means the alternative hypothesis "acceptable".
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA LULUSAN SLTA BEKERJA DARIPADA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG TAHUN 2013/2014
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa lulusan SLTA bekerja di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang sedangkan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi merupakan potensi yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Faktor-faktor penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, faktor utama penyebab siswa lulusan SLTA yang memilih bekerja dikarenakan faktor Ekonomi dan Lingkungan. Faktor lain yaitu faktor Perguruan Tinggi, faktor Keluarga, faktor Pekerjaan sedangkan faktor Internal bukan merupakan penyebab siswa lulusan SLTA memilih bekerja karena kebanyakan dari mereka ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dengan penelitian ini diharapkan para Siswa Lulusan SLTA lebih termotiasi dan berusaha melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, agar kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih layak serta negara kita memiliki kuaitas Sumber Daya Manusia yang lebih baik untuk kemajuan bangsa kedepannya. This research is motivated many students graduate high school working in the district of Semarang Banyumanik education while continuing to Higher Education is a better potential to get a better job. This study aims to examine the factors that cause students to work than high school graduates continue their education at university, the main factors causing high school graduates who choose to work due to Economic factors and the Environment. Another factor that is a factor of Higher Education, Family factors, Job factors Internal factors while not the cause of high school graduates choose to work as most of them want to go on to Higher Education. With this study it is expected that more high school students graduate termotiasi and trying to continue their education to university, so that later get a better job and country we have a Human Resources kuaitas better future for the nation's progress. 
PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANGAN IKLIM (SLI) DALAM MEMBERIKAN PEMAHAMAN MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA PETANI DI KELURAHAN BANYURIP AGENG KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program SLI, mengkaji pemahaman mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mengetahui kemampuan petani dalam melaksanakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terhadap dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan melibatkan 25 orang petani peserta SLI. Teknik pengumpulan data wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase dan tabulasi silang (cross tab). Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pelaksanaan SLI maka pemahaman petani akan mitigasi dan adaptasi perubahan iklimnya sangat baik. Analisis deskriptif persentase menunjukan bahwa pemahaman petani mencapai 86% dengan kategori sangat baik. Tabulasi Silang dan menunjukan bahwa keduanya memperoleh kategori baik dan sangat baik. Dengan rincian kriteria 6 peserta SLI yang termasuk dalam kategori sangat baik, 1 peserta masuk dalam kategori baik pada variabel2 dengan persentase 12.5% dan peserta SLI yang lainnya yaitu 5 peserta termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 24%. Jadi dapat disimpulkan bahwa persentase pemahaman dari tiap variabel sudah baik. Sehingga diharapkan petani dapat mengaplikasikan pengetahuan SLI melalui rencana tindak lanjut agar mampu mengatasi dampak perubahan iklim. This research aims to know SLI program preparations, to investigate the SLI implementation for farmers in order to give mitigation comprehension and climate change adaptation, to know farmers ability to implement mitigation and adaptation about occured impacts. This research is population research in the manner of involving 25 farmers as SLI participants. The techniques of data collection are interview, questionnaires and documentation. Data analysis that used are descriptive percentage and cross tab. The result of this research show by means of SLI implementation so farmers comprehension about mitigation and climate change adaptation is well. Descriptive percentage analysis show farmers comprehension achieve 86% by excellent category. Cross tab show both of that are acquire well and excellent category. With details of criteria 6 SLI participants are belonging to excellent category, 1 participant is belonging to well category at variable with percentage 12,5% and 5 participants are belonging to well category with 24%. So, can be included that comprehension percentage from each variable is already well. In such a way that farmers are expected can applying SLI comprehension by means of follow-up plans so that can eclipsing climate change impacts.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PROGRAM GREEN SCHOOL DI SMP NEGERI 1 KUDUS
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pelaksanaan program Green School, hambatan-hambatan yang terjadi, serta strategi dalam mensukseskan programGreen School di SMP Negeri 1 Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kelingkungan. Subyek penelitiannya adalah sebagian  warga sekolah berupa civitas akademika. Tehnik pengumpulan data penelitian yang telah digunakan adalah tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program Green School di SMP Negeri 1 Kudus sudah berjalan cukup baik, dengan menggunakan empat indikator yang sama dengan aspek Adiwiyata yaitu kebijakan, kurikulum, partisipasi aktif warga sekolah, serta sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program. Akan tetapi, berdasarkan hasil wawancara dan observasi, menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program belum sepenuhnya maksimal, karena beberapa hambatan; (1) kurangnya media tanam yang cocok digunakan, (2) sebagian siswa bersikap inkonsisten dalam melestarikan lingkungan, (3) sumber daya manusia di bidang lingkungan terbatas. Strategi yang diterapkan ialah: (1) pihak sekolah meningkatkan kembali kinerja guru dan pembina program, (2) meningkatkan kerjasama dengan instansi lingkungan hidup, (3) mensosialisasikan peraturan tentang pelestarian lingkungan pada warga sekolah. This Research aims to determine the application of the implementation Green School program, know the obstacles happened, and make strategies  to  go green  Junior High School  1 Kudus.This Research utilize a qualitative descriptive approach to the analysis environmental. Subjects of this research are civitas academic person. Data collection techniques  of this research use the observation techniques, interview and documentation. Based on the research result that the implementation of the Green School has been going well, using four indicator the same with of the aspects Adiwiyata which is curriculum, active participation of this school, and  infrastructure support this implementation of programs. Based on interviews and observations, suggest that the implementation of the program has not  maximized , because there are  some obstacles;(1) the reduce of a suitable planting medium used, (2) majority of students are inconsistent to preserve  environment, (3)human resources in the field of the environment is limited. The strategy adopted are: (1) party schooled to increase performance back learn and program supervisors,(2)increase collaborations with environment institution, (3)re- socialize about regulations related to environmental protection to citizens of this school.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN MEDIA KARTU (FLASHCARD) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS X SOSIAL SMA N 1 KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013/2014
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw dengan media Flashcard. Jenis penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Design dengan subjek penelitian diambil menggunakan teknik Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sosial SMA Negeri 1 Kedungwuni yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengumpulan data untuk penelitian yaitu teknik observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran jigsaw dengan media flashcard lebih baik dibanding dengan metode ceramah yaitu rata-rata hasil post test pada kelas eksperimen 77,44 dengan standart deviasi 5,98 dan rata-rata hasil post test pada kelas kontrol 71,84 dengan standart deviasi 11,97 Tanggapan siswa setelah pembelajaran Geografi menggunakan metode pembelajaran jigsaw dengan media flashcard berada pada kategori sangat baik dengan dengan rata-rata persentase sebesar 82,00 %. Berdasarkan penilaian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama rata-rata persentase sebesar 74,00% pada pertemuan kedua sebesar 79,00 % dan pada pertemuan ketiga sebesar 82,00% yang berarti siswa sangat aktif sela This research aims to see how implementation of learning geography by appling jigsaw learning method with flashcard media. This is type of true experimental design with the subject of study taken by  using random sampling technique. Population in this research is all students of social 1st grade class in SMA N 1 Kedungwuni that consist of 4 class. The technique of collecting data that used in this research are techniques of observation, documentation, tests, and question form. The results of research show learning outcomes using method jigsaw with the flashcard media better than the conventional method, i.e. the average results of post test on experimental class 77,44 with standard deviation 5.98 and average results post test on the control class 71,84 with standard deviation 11,97. The responses of students after learning geography using jigsaw learning methods with the flashcard media on the category very well with the average percentage of 82,00%. Based on the result  of student learning activities has increased during the first meeting, in the first meeting the percentage of average 74,00 % in second meeting of 79,00 % and in third meeting of 82,00 % that means students are very active during learning geography.ma pembelajaran Geografi.  
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KALI BERSIH DI BANTARAN KALIREYENG KELURAHAN KEBONDALEM KECAMATAN KOTA KENDAL TAHUN 2014
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat, mengetahui partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih di Kalireyeng. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis korelasi. Hasil penelitian : (1) Tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Kebondalem tergolong sedang yaitu 61,67% (2) Partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih tergolong tinggi atau sebesar 80,1%. (3) Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment, diperoleh hasil r hitung sebesar 0,608 sedangkan pada r tabel dengan N = 60 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,254. Karena nilai r hitung > r tabel (0,608 > 0,244) maka Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah “ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih”. This study are determine to the level of public education, knowing PROKASIH community participation in activities and to determine the relationship between level of education and community participation activities in Kalireyeng PROKASIH. Data collection methods are used the method of observation, questionnaires and documentation. Analysis using descriptive analysis and correlation analysis percentage. Results of the study : ( 1 ) The level of public education Kebondalem village is 61.67 % classified as moderate ( 2 ) Public participation in PROKASIH activity is high or by 80.1 % ( 3 ) Based on calculations by formula product moment correlation, r the results obtained count of 0.608, while the r table with N = 60 at the 5% significance level of 0.254. Because the value of count r > r table ( 0.608 > 0.244 ), the Ha accepted. Conclusions from this research is " no significant relationship between level of education and community participation in activities PROKASIH "  
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPEDULIAN KOMUNITAS SEKOLAH DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI MA RIYADLOTUT THALABAH KABUPATEN REMBANG
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengkaji tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, 2) mengkaji tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal pengelolaan sampah, dan 3) mengkaji hubungan antara tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan pengelolaan sampah di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepedulian komunitas sekolah dapat diketahui berdasarkan sikap warga sekolah dalam membersihkan lingkungan sekolah. Sikap warga sekolah yang belum sepenuhnya ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta peserta didik yang belum mengerti tentang sampah organik dan anorganik serta cara membuang sampah sesuai dengan tempat dan jenis sampahnya merupakan hal berhubungan dengan tingkat kepedulian. Pengelolaan sampah dilakukan dengan cara pembakaran sampah organik dan anorganik di area terbuka dan masih tercampur merupakan contoh dari pengelolaan sampah yang masih sederhana. Berdasarkan hasil analisis tabel silang, dapat diketahui bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, maka pengelolaan sampahnya semakin baik, sedangkan semakin rendah tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, maka pengelolaan sampahnya juga buruk. This research aimed to examine (1) the level of concern school community in terms of keeping clean at the school, (2) the level of concern school community in terms of the waste management, (3) the relate to between a level of concern the school community in terms of maintain healthy environment school with waste management at the school. The method used poll, observation, and documentation. The level concern of school community can be known by attitude of the school community to cleaning a school environment. The attitude of school community who has not fully participate to kept of cleaning school environment and especially the student don’t understand about organic and inorganic waste and dispose of waste according to the place and kind of waste was associated with a level concern. The waste management was burned organic and inorganic in a open area and still mixed of waste, which of simple waste management. Based on the result analysis of the cross table, can be known that the high level of concern that more of school community was kept to a cleaning of school environment, then the waste management are getting better. Meanwhile, the low level of concern school community was kept to a cleaning of school environment, then the waste management are bad.

Filter by Year

2012 2023