cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 JEKULO KUDUS
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi program adiwiyata, perilaku warga sekolah dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah dan pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup di SMA Negeri 1 Jekulo. Hasil penelitian ini adalah implementasi program adiwiyata dari 4 program yang diterapkan telah dilaksanakan sesuai dengan standar sekolah Adiwiyata menurut kriteria Kementrian Lingkungan Hidup. Namun terdapat hambatan-hambatan mengenai alokasi dana/anggaran yang belum sepenuhnya terealisasikan dan keterbatasan sumber daya manusia. Sebesar 54,62% perilaku warga sekolah dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah memiliki kriteria baik dan pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup sangat tinggi yaitu 99,07%. Diharapkan program Adiwiyata perlu diterapkan di sekolah-sekolah untuk membentuk pengetahuan dan perilaku peduli terhadap lingkungan bagi warga sekolah. The purpose of this research for valuation about the implementation of Adiwiyata program, the behaviour of people in the school in many activities of school environment management and the knowledge of students about living environment in SMA N 1 Jekulo. The result of this research is the implementation of Adiwiyata program from 4 programs that have been applied based on Asiwiyata school standard of the Living Environment Goverment. However, there are some constraints for the allocation of funds/budgets that have not been fully realized and the united of human resources. The behaviour people in the school that include good criteria in school environment management activities reach 54,62% and the knowledge of students about living environment that have high achivement reach 99,07%. Adiwiyata program is expected to be applied in the schools to build the knowledge and the our behaviour that care about the environment for school comunity.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS IPS SMP KELAS VII SEMESTER II BERBASIS KURIKULUM 2013
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan buku teks IPS SMP kelas VII semester II merupakan pengembangan buku teks yang berbasis kurikulum 2013. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan melalui metode R and. Metode pengumpulan data untuk penelitian yaitu:dokumentasi buku teks berbasis kurikulum 2013 dan angket validator dan responden. Variabel penelitian ini adalah tingkat kelayakan buku teks.Pengembangan buku teks berbasis kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific dan berisi materi IPS terpadu.Materi IPS terpadu pada substansi kurikulum 2013 merupakan integrasi dari empat konsep IPS. Konsep IPS tersebut antara lain: konsep geografi, konsep sejarah, konsep ekonomi dan konsep sosiologi. Pada uji kelayakan tahap 1 tim ahli, buku teks dinyatakan layak untuk digunkan sebagai pembelajaran kurikulum 2013. Pada uji kelayakan tahap 2 tim ahli, buku teks dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai pembelajaran kurikulum 2013. Respon siswa menyatakan buku teks sangat layak sebagai bahan ajar kurikulum 2013.Hal tersebut berarti pengembangan buku teks telah layak digunakan sebagai model buku teks pada pembelajaran kurikulum 2013.Buku teks berbasis kurikulum 2013 merupakan bahan ajar yang memuat bahasan materi yang dapat meningkatkan rasa keimanan, meningkatkan kretivitas, menambah ilmu pengetahuan dan menambah wawasan siswa. Development of Social Science textbooks second semester junior class VII is the development of curriculum-based textbooks 2013 feasibility study aims to determine the level of product produced by the method of R and. Methods of data collection for the study, namely: documentation textbook-based curriculum in 2013 and the validator and the questionnaire respondents. The variables of this study is the feasibility of a textbook. Development of curriculum-based textbooks in 2013 using a scientific approach and integrated contain material IPS. The material on the substance of the curriculum integrated IPS 2013 is an integration of four IPS concept. IPS concepts include: the concept of geography, the history of the concept, the concept of economic and sociological concepts. At the feasibility stage 1 team of experts, textbooks declared eligible to be used as a learning curriculum 2013. feasibility stage 2 team of experts, textbooks otherwise very feasible to be used as a learning curriculum Response 2013 students expressed very decent textbook as curriculum resources 2013.Hal means textbook development has been used as a model worthy of textbooks on learning curriculum curriculum-based text book 2013 2013 a discussion of teaching materials that contain material that can increase the sense of faith, increase kretivitas, increase knowledge and broaden students.
EFEKTIVITAS FORUM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) GEOGRAFI TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat efektivitasMGMP Geografi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mata pelajaran Geografi SMA Negeri Kota Semarang dan kendala-kendala yang menghambat MGMP Geografi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mata pelajaran Geografi SMA Negeri di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif.Hasil penelitian kompetensi profesional guru Geografi SMA Negeri Kota Semarang yang tergabung dalam MGMP Geografi SMA Kota Semarang yakni rata-rata persentase sebesar 79,46 % dan rata-rata skor sebesar 3 dengan hasil kriteria profesional.Kendala-kendala yang menghambat MGMP Geografi SMA Kota Semarang dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Geografi SMA Negeri di Kota Semarang, yakni : kurangnya motivasi guru untuk meningkatkan kompetensi profesional, masalah waktu dan kesibukan rutinitas mengajar, keterbatasan media pembelajaran, dan perubahan kurikulum pendidikan. The purpose of this researchareto find out the effectiveness ofMGMPGeography in increasing professional competence of Geography teachers inState Senior High School of Semarang and the difficulties that prevent MGMPGeography in increasing professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarang. The method that used in this research is a quantitative approach with a descriptive analysis. The results of this study of professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarang who are member ofMGMP Geography of State Senior High School of Semarangare the average percentage is 79,46% and the average score is 3 with the result is professional criteria. The difficulties that prevent MGMP Geography in increasing professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarangarethe lack of motivation of the Geography teachers to increase their professional competence, the matter of time and busy with teaching, the lack of teaching media, and the changing of curriculum.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BENCANA GAS BERACUN PADA MASYARAKAT DI KAWASAN DIENG JAWA TENGAH
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui pengetahuan masyarakat tentang bencana gas beracun di Dieng Jawa Tengah (2). Mengetahui konsep model pembelajaran bencana gas beracun untuk kawasan Dieng Jawa Tengah. Dalam penelitian ini peneliti membuat model pembelajaran dan media pembelajaran berupa poster mitigasi bencana gas beracun yang digunakan sebagai pedoman masyarakat dalam menghadapi bencana. Penerapan model pembelajaran digunakan pada kelompok masyarakat ibu-ibu PKK, Perangkat Desa, dan Karangtaruna sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang mempunyai pengaruh besar pada masyarakat lain. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diolah dengan rumus deskriptif persentase Rata-rata skor ibu-ibu PKK adalah 49, Perangkat Desa 56,8 dan Karangtaruna 46,33. Dapat disimpulkan bahwa perangkat desa memiliki skor tertinggi dan model ini efektif disampaikan pada kelompok Perangkat Desa. Purpose this research is (1) Know the community’s knowledge about toxic gas disaster in dieng crater, Central Java (2). Know the  learning model of toxic gas disaster in dieng crater, Central Java.Researcher in this research make learning model and learning media such as toxic gas mitigation of disaster’s poster used as direction for community against disaster. The learning model applied to PKK’s mothers, village apparatus,and  Karangtaruna as part of community that influential to the community. Descriptive quantitative method and inquiry collecting data technique processed with percent descriptive formula. average point from PKK’s mothers  49, village apparatus 56,8 and  Karang taruna 46,33. This research conclusion show the village apparatus have highest point and model can applied effectively to this group.
PENGEMBANGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TONGKAT BICARA BERBANTUAN MULTIMEDIA KUIS KREATOR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT PESERTA DIDIK SMA
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pembelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati tahun pelajaran 2014/2015 dilihat dari variabel guru, fasilitas pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan guru kelas VIII  SMP Negeri di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample, yaitu kelas VIII G untuk SMP Negeri 1 Margoyoso dan kelas VIII A untuk SMP Negeri 2 Margoyoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran SMP Negeri di Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati dilihat dari kinerja guru dalam kelas baik, fasilitas pembelajaran baik, sikap siswa ranah afektif baik, sikap siswa ranah psikomotorik cukup, dan hasil belajar kognitif untuk SMP Negeri 1 Margoyoso memperoleh rata-rata 56,28 dan SMP Negeri 2 Margoyoso memperoleh rata-rata 71,00 This study is aimed to determine the quality of learning eight grade social science Junior High school at district Margoyoso, Pati regency in 2014/2015 school year seen from teacher variables, learning facilities, and learning outcome of stedent. Data analysis techniques in this study using descriptive analysis. The subjects in this study were students of class VIII and the eight grade class teacher in junior high school of district Margoyoso, Pati regency. Sampling is using purposive sampling techniques, i.e. VIII G class for SMP N 1 Margoyoso and VIII A class for SMP N 2 Margoyoso. The result showed that the quality of teaching Junior High School in district Margoyoso regency of Pati seen from the performance of teacher in the classroom, learning facilities, student attittude, and affective student learning outcomes was good, as well psychomotor student learning outcomes is sufficient. And so cognitive student learning outcomes for SMP N 1 Margoyoso obtain the average 56,28 and SMP N 2 Margoyoso average gained 71.00.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP N 2 AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2013/2014
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP N 2 Ajibarang. Populasi dalam penelitian ini: (1) dua guru pengampu mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP N 2 Ajibarang (2) siswa kelas VIII SMP N 2 Ajibarang yang berjumlah 255 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive Random Sampling, adalah 2 (dua) guru mata pelajaran IPS dan 2 kelas dari 9 kelas yang berjumlah 57 siswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Persentase dan Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan prinsip-prinsip pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPS kelas VIII  sudah dalam kriteria sangat baik, mencapai 81,38%. Sebaiknya guru mata pelajaran IPS dalam pelaksanaan pembelajaran selalu menerapkan prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran kontekstual. Bagi guru IPS sebaiknya menyediakan sarana dan prasarana yang membantu pembelajaran, seperti LCD ataupun alat peraga yang lain yang memebantu dalam pembelajaran. This study aims to know the implementation of principles of Contextual Teaching Learning in Social Science subject of class VIII at SMP Negeri 2 Ajibarang. The population in this research: (1) two Social Scince teachers from class VIII in SMP Negeri 2 Ajibarang (2) all of students from class VIII SMP Negeri 2 Ajibarang, in total 255 students. The sample was taken by  Purposive Random Sampling technique; subjects were two Social Science teachers and 57 students of 347 students. The methods of analysing data used in this research were descriptive percentages and qualitative descriptive. The results showed that the implementation of principles CTL in subjects social scince at class VIII A is verry good, reaching 81.38%. It would be better if the teacher of sicial science applictes the principles of conetextual teaching learning in teaching learning process. For subject teachers in the learning process of social scince should facilitate the medium and infrastructure that are needed in teaching learning process.
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH HIJAU (GREEN SCHOOL) DI SMA NEGERI 7 PURWOREJO SEBAGAI PERSIAPAN MENUJU RINTISAN SWALIBA (SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA)
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui kebijakan Program Sekolah Hijau yang diterapkan Pimpinan SMA Negeri 7 Purworejo, 2) mengkaji tingkat keaktifan dan partisipasi guru dan siswa dalam pelaksanaan Program Sekolah Hijau, 3) mengkaji faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan Program Sekolah Hijau, 4) mengevaluasi keadaan fisik sekolah yang sesuai dengan konsep SWALIBA. Sampel penelitian 7 guru dan 85 siswa dari populasi 68 guru dan 853 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian diperoleh informasi bahwa pimpinan sekolah menerapkan kebijakan mengenai pelaksanaan Program Sekolah Hijau mencakup 4 bidang pokok yakni kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan partisipatif dan pengembangan sarana yang diterapkan di lingkungan sekolah dan seluruh aktivitas di dalamnya. Tingkat partisipasi guru dan siswa berupa tenaga, pikiran, keahlian, barang dan uang dalam program Sekolah Hijau masuk masuk dalam kriteria tinggi. Terdapat beberapa faktor yang penghambat kelancaran Program Sekolah Hijau namun sekolah telah memiliki solusi untuk mengatasinya. Evaluasi kondisi fisik sekolah yang sesuai dengan konsep SWALIBA terdapat pada indikator lingkungan hidup meliputi udara dan cahaya, tumbuhan, sampah, air, energi, kesehatan dan budaya. The study aims to: 1) find out the Green School Program policies applied by the head of SMA 7 Purworejo, 2) examine the level of activity and participation of teachers and students in the implementation of the Green School Program, 3) examine the factors obstruct the implementation of the Green School Program at SMAN 7 Purworejo, 4) evaluate of the school in accordance with the concept of SWALIBA. The research samples are 7 teachers and 85 students from the population of 68 teachers and 853 students. The technique of collecting data using interviews, questionnaires, observation and documentation. Based on the results of the study it is concluded that the policy applied by the head of SMA 7 Purworejo to the entire school community regarding the implementation of the Green School program is divided into four key areas, those are school policies, curriculum, participatory activities and the development of facilities, the participation level of the teachers and the students in the program is an average of moderate to high, there are some factors obstacle to the smooth running of the program, but the school has had a solution to overcome them, the school that suit the SWALIBA concepts are in the environmental indicators include air and light, plants, garbage, water, energi, health and culture.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS IPS SMP KURIKULUM 2013 KELAS VIII SEMESTER 1
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model buku teks IPS SMP kurikulum 2013 kelas VIII Semester 1 yang kemudian diuji tingkat kelayakannya untuk mengetahui apakah buku teks layak digunakan sebagai bahan ajar oleh peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama/MTs. Buku yang sebelumnya digunakan oleh siswa adalah buku KTSP yang belum terintegrasi dalam bentuk IPS dan belum mencakup aspek faktual, konseptual dan prosedural terpadu sehingga dilakukan pengembangan model buku teks IPS SMP kurikulum 2013 kelas VIII Semester 1. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian untuk menghasilkan suatu produk tertentu.Adapun teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan angket yang berisi lembar penilaian uji kelayakan bagi ahli materi, pembelajaran, grafika dan keterbacaan. Hasil rata-rata penilaian tahap akhir yang dilakukan oleh tim ahli menyatakan bahwa buku teks IPS SMP kurikulum 2013 kelas VIII semester 1 termasuk kedalam kategori sangat layak. This research aims to determine the model of junior high social studies textbook curriculum 2013 class VIII Semester 1 were then tested to determine whether the level of appropriateness of textbook fit for use as a teaching material by learners at junior high school. The book which previously used by students is not yet a book that integrated curriculum in the form of social science and do not include factual aspects, conceptual and procedural integrity and therefore be the development of a model curriculum 2013 of junior high school social studies textbook grade VIII Semester 1. The research type used is the Research and Development (R &D) the method of research to produce a particular product. The data collection techniques through a questionnaire that contains documentation and feasibility studies for the assessment sheet material expert, learning, graphics and readability. Average yield of the final stage assessment conducted by a team of experts claim the textbook curriculum 2013 class VIII Semester 1 included with the criteria of very decent.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA DENGAN PRAKTIK PEMILAHAN SAMPAH DI KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tingkat pendidikan ibu rumah tangga di Kelurahan Sekaran; 2) mengetahui praktik pemilahan sampah yang dilakukan ibu rumah tangga di Kelurahan Sekaran; 3) mengetahui perilaku ibu rumah tangga dalam menjaga lingkungan; 4) mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu rumah tangga dengan praktik pemilahan sampah di Kelurahan Sekaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif persentase dan analisis statistik Chi Kuadrat. Sampel yang digunakan sebanyak 95 responden yang diambil secara Proportional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu rumah tangga di Kelurahan Sekaran tinggi, karena paling banyak (34,7%) merupakan tamatan SMA (tahun sukses 12 tahun). Ibu rumah tangga di Kelurahan Sekaran telah melakukan pemilahan sampah dengan kriteria baik (58,9%). Berdasarkan analisis statistik Chi Kuadrat diperoleh χ2 hitung (25,71) > χ2 tabel (16,91), yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu rumah tangga dengan praktik pemilahan sampah. The purpose of this research are 1) to knows level of education of housewifes in Kelurahan Sekaran; 2) to knows waste sorting practice that have do of housewifes in Kelurahan Sekaran; 3) to knows environment preserve behavior of houswifes; 4) to knows correlation between level of education of housewifes and waste sorting practice that have do of housewifes in Kelurahan Sekaran. This research is quantitative research with using percentage descriptive methode and Chi Square statistic analysis. This used 95 respondents that took according to Proportional Random Sampling. The results point out the level of education of housewifes in Kelurahan Sekaran is high, because the most (34,7%) were graduate of Senior High School (with 12th success years). The housewifes were have do waste process of sorting practice with good criteria (58,9%). Be based on Chi Square statistic analysis got χ2 count (25,71) > χ2 table (16,91), that means there are a significant correlation between level of education of housewifes and waste sorting practice that have do of housewifes.
PARTISIPASI SISWA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA (SWALIBA) DI SMA NEGERI 2 KLATEN TAHUN 2014
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Swaliba di SMA Negeri 2 Klaten serta mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap partisipasi siswa dalam pelaksanaan Program Swaliba. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Klaten Tahun Ajaran 2013/ 2014 dengan menggunakan teknik Insidental Sampling kepada 100 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Deskriptif Presentase dan Analisis Regresi Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Swaliba di SMA Negeri 2 Klaten telah berjalan dengan baik, dan dari pengujian variabel tingkat pengetahuan terhadap partisipasi siswa dengan menggunakan R Square  menunjukkan angka 0,275 (28%) sehingga dinyatakan berpengaruh. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap partisipasi siswa dalam pelaksanaan Program Swaliba. The purpose of this study was to determine the implementation of the Swaliba program at SMAN 2 Klaten and to determine the effects of knowledge level to the students' participation in the implementation of the Swaliba Program.The subjects were students of SMA Negeri 2 Klaten, Academic Year 2013/2014 by using Insidental Sampling  technique to 100 respondents. Data analysis method used  was Percentage descriptive analysis and Simple Regression Analysis. The results showed that the implementation of Swaliba at SMAN 2 Klaten has been going well, and the test of the variable of knowledge level towards the students’ participation by using R square showed score 0,275 (28%) so it can be said quite influential. So it can be concluded that there is a significant relationship between the level of knowledge of the students' participation in the implementation of the Swaliba Program.

Filter by Year

2012 2023