cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
EFEKTIFITAS BONUS UPAH KERJA TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA TENAGA KERJA INDUSTRI GENTENG DI DESA BUMIHARJO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bonus upah kerja merupakan pendapatan tambahan yang diterima tenaga kerja diluar upah kerja. Adanya bonus upah kerja maka tenaga kerja mendapatkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga kebutuhan dasar terpenuhi dan kesejahteraan rumah tangga tenaga kerja meningkat dari sebelumnya. Populasi penelitian adalah 215 tenaga kerja industri genteng di Desa Bumiharjo. Penentuan sampel yang digunakan ialah  menggunakan proporsional sampling dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,6% menerima bonus upah rendah, 55,8% dengan kriteria cukup tinggi , 25,6% dengan ktiteria tinggi, dan tidak ada yang menerima bonus upah kerja dengan kriteria sangat tinggi. Kesejateraan rumah tangga ternaga kerja industri genteng di Desa Bumiharjo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Terdapat 2,33% responden termasuk dalam keluarga Sejahtera Tahap I, 60,47% responden termasuk dalam Keluarga Sejahtera Tahap II, 37,21% responden termasuk dalam Keluarga Sejahtera Tahap III. Namun tidak ditemukan responden yang termasuk dalam Keluarga Sejahtera Tahap III Plus.Jadi dapat disimpulkan bahwa efektifitas bonus upah kerja yang diterima baru dapat memenuhi kebutuhan dasar dari tenaga kerja industri genteng Wage bonus is an additional income beyond wage labor. With the bonus wage, labors can earn extra income to meet household needs so that basic needs are fulfilled and the welfare of households increased from previous employment. The population of study were 215 labors of tile industries in Bumiharjo Village. Sampling method that is used is proportional sampling with particular consideration. The results showed that 18.6%  received a low wage bonuses, 55.8%  with a fairly high criteria, 25.6% with high criteria, and none of them received a bonus wages with very high criteria. Related to household labors of tile industry welfare in the Bumiharjo Village, Subdistrict of Bumiharjo, Kebumen Regency, there is a 2.33% of respondents included in the Prosperous Phase I, 60.47% of respondents included in the Family Welfare Phase II, 37.21% of respondents included in the Phase III Family Welfare. However, there is no respondents are included in the Family Welfare Phase III Plus found. Therefore, it can be concluded that the effectiveness of bonuses can only fulfill basic needs of tile industry labors.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KURIKULUM 2013 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX SEMESTER 1
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan buku teks IPS SMP berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (research and development). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan uji coba lapangan menggunakan instrumen angket. Proses penelitian dilakukan melalui validasi oleh ahli bahan ajar, ahli materi dan ahli kegrafikaan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan buku teks kelas IX semester 1 yang dikembangkan oleh peneliti baik. Setelah buku dinilai oleh validator maka buku direvisi sesuai kritik dan saran dari validator, kemudian buku yang telah direvisi diujicobakan pada siswa dan respon siswa sangat positif. Berdasarkan hasil validasi kelayakan oleh tim ahli dan uji coba buku teks pada siswa, buku teks IPS SMP kelas IX semester 1 dinilai layak digunakan dalam proses pembelajaran. This research is made to expland developing junior social studies textbooks based curriculum 2013. This research used a model of research and development. Data this research collected used method of documentation and questionnaires. The results show the level of advisability from the book that used in class got value from preparation of the book is suitable to be used in the learning process. After the book was rated by the validator, the book revised appropriate with critical and suggestion from the validation team, then the book tested on students, the result of those responses showed that students agreed to apply the developed textbook in curriculum 2013. Based on the results of the advisability validation by a team of experts and testing of textbooks to students, the textbook for junior high school social studies first semester of ninth grade is considered very suitable to be used in the learning process.
KETERKAITAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT PERUMAHAN MURIA INDAH DI DESA GONDANGMANIS KECAMATAN BAE KABUPATEN KUDUS
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses pengelolaan bank sampah pada lingkungan perumahan Muria Indah. (2) Untuk mengetahui minat masyarakat terhadap bank sampah sebagai upaya melestarikan lingkungan. (3) Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan upaya pengelolaan bank sampah pada lingkungan sekitar perumahan Muria Indah. (4) Untuk mengetahui pengaruh bank sampah terhadap pendapatan masyarakat perumahan Muria Indah. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase tingkat pengelolaan bank sampah sebesar 71,5% bahwa tingkat pengelolaan bank sampah termasuk dalam kriteria tinggi. Minat masyarakat terhadap bank sampah 80,08% termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rhitung 0,482 lebih besar dari rtabel 0,245 menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan pengelolaan bank sampah. Masih banyak responden yang memiliki hasil tabungan kurang dari Rp 50.000,- yaitu 69,35%. The purpose of this study was to (1) Knowing process management of garbage bank at environment housing of Muria Indah. (2) Knowing society enthusiasm to garbage bank as effort preserve environment. (3) Knowing relation among education storey level with effort management of garbage bank at environment about housing of Muria Indah. (4) Knowing garbage bank influence to earnings of society housing of Muria Indah. Data collecting use interview, documentation, observation, and enquette. Data analysis use descriptive analysis of doubled linear regresi and percentage use SPSS version 21. Result of research indicate that percentage mean mount management of garbage bank equal to 71,5% that storey level management of garbage bank is included in high criterion. Society enthusiasm to garbage bank 80,08% included in high criterion. Result of calculation show rhitung value 0,482 bigger than rtabel 0,245 showing the existence of relation among education storey level and earnings with management of garbage bank. Still many responder owning result of saving less than Rp 50.000,- that is 69,35%.
HUBUNGAN ANTARA NILAI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) DENGAN NILAI RATA-RATA UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI TAHUN 2013 DI SMA Se KOTA SEMARANG
Edu Geography Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Uji Kompetensi Guru mata pelajaran Geografi tahun 2012, nilai rata-rata Ujian Nasional mata pelajaran Geografi tahun 2013 dan hubungan antara nilai Uji Kompetensi Guru dengan nilai rata-rata Ujian Nasional mata pelajaran Geografi tahun 2013 di SMA se Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan nilai tertinggi Uji kompetensi Guru mata pelajaran Geografi tahun 2012 adalah 7.62 sedangkan nilai terendah adalah 0.17. Nilai rata-rata tertinggi Ujian Nasional mata pelajaran Geografi tahun 2013 di SMA dengan Guru sekaligus peserta Uji Kompetensi diperoleh nilai tertinggi sebesar 7.49 sedangkan nilai rata-rata terendah adalah 5.75. Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara nilai Uji Kompetensi Guru dengan nilai rata-rata Ujian Nasional mata pelajaran Geografi tahun 2013 di SMA se Kota Semarang. Saran penelitian, perlu penelitian lebih lanjut mengenai kelemahan atau kekurangan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru tahun 2012. The purpose of this research is to know the value of Teacher Competency Test subjects Geography in 2012, the average value of national examination subjects Geography by 2013 and the correlation between the value of Competence of teachers with the average value of national examination subjects Geography by 2013 in Semarang city high school. The method used is the documentation and interviews. Data analysis techniques using correlation product moment. Research results showed the highest value of teacher competency Test subjects Geography in 2012 is 7.62 while the lowest value was 0.17. The highest average value of national examination subjects by 2013 in high school Geography with teachers and participants of the Competence acquired the highest value of 7.49 while the average low is 5.75. There was no significant positif correlation between the value of Competence of teachers with the average value of national examination subjects Geography by 2013 in Semarang city high school. Research suggestions, needs further research about about the weaknesses or deficiency in the implementation of Teacher Competency Test in 2012.
Implementasi Program Adiwiyata Dalam Pengelolaan Lingkungan Sekolah Dan Tingkat Partisipasi Warga Sekolah di SMP Kabupaten Wonosobo Tahun 2015
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di Kabupaten Wonosobo yaitu di SMP N 1 Wonosobo, SMP N 2 Kalikajar Wonosobo, dan SMP N 4 Kertek Wonosobo. Tujuan penelitian: 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi program Adiwiyata di SMP Kabupaten Wonosobo, 2) untuk mengetahui bagaimana pengetahuan warga sekolah tentang lingkungan hidup, 3) untuk mengetahui bagaimana partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan berupa metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tes, observasi, angket dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitiannya adalah: 1) pelaksanaan program adiwiyata dalam pengelolaan lingkungan sekolah di Kabupaten Wonosobo tergolong baik, 2) tingkat pengetahuan warga sekolah tentang lingkungan hidup tergolong baik yaitu 64% siswa, pengetahuan guru 89% dan tata usaha 75%, 3) warga sekolah dalam partisipasi kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah tergolong tinggi, tingkat partisipasi siswa 52%, guru 86% dan tata usaha 50%. Dapat disimpulkan bahwa program Adiwiyata tingkat kabupaten sudah baik. Pengetahuan warga sekolah tentang lingkungan tergolong baik dan tingkat partisipasinya tergolong tinggi.
IMPLEMENTASI PROGRAM GAPOKTAN (PENDIDIKAN NON FORMAL) DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PETANI DI DESA NGADISANAN KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gapoktan merupakan wujud dari pendidikan non formal yang ada di masyarakat yang berupa penyuluhan bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Gapoktan sebagai sarana pendidikan non formal dalam mewujudkan kesejateraan masyarakat petani. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentase dengan teknik sampling menggunakan Proporsional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penyuluhan sudah cukup baik dengan persentase tingkat persiapan 75%, persentase pelaksanaan 66%, dan persentase evaluasi dan pelaporan 70%. Untuk variabel implementasi program Gapoktan indikator kejelasan dan keefektifan program 100% terlaksana dengan baik. Sementara untuk indikator hak dan kewajiban anggota, 60,96% telah mengetahui susunan pengurus, 73,58% anggota menghadiri pertemuan rutin bulanan, dan sebanyak 56,45% mengetahui peraturan internal gapoktan. Sementara variabel kesejahteraan masyarakat petani masuk dalam kriteria cukup.
IMPLEMENTASI METODE MIND MAPPING DAN METODE RESITASI DALAM PELAJARAN IPS MATERI PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA KELAS VII SMP IP ASSALAMAH UNGARAN KABUPATEN SEMARANG
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP IP Assalamah Ungaran salah satu SMP swasta di Kabupaten Semarang namun KBM dikelas menggunakan metode resitasi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui KBM metode pembelajaran Mind Mapping dengan metode resitasi dan mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran Mind Mapping dengan metode resitasi. Subyek penelitian adalah siswa kelasVII SMP IP Assalamah Ungaran, kelas VII Al Mustofa (kelas eksperimen) menggunakan metode Mind Mapping dan kelas VII AL Hadi (kelas kontrol) menggunakan metode resitasi. Jenis desain penelitian ini adalah quasy eksperimental design. Metode pengumpulan data yaitu metode dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen yaitu 78,83 dan rata-rata nilai hasil belajar kelas kontrol yaitu 72,20, hasil perhitungan t-test dengan taraf signifikansi 5% dan dk (58) diperoleh nilai  thitung (4,15) > ttabel (2,00), sehingga hipotesis alternatif “diterima”. Oleh karena itu dapat disimpulkan metode Mind Mapping lebih baik dibandingkan dengan menggunakan metode resitasi.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR OUTDOOR STUDY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI LINGKUNGAN HIDUP KELAS XI-IPS DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN PEKALONGAN
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar outdoor study pada mata pelajaran geografi khusunya pada materi lingkungan hidup serta aktivitas siswa didalamnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran outdoor study dan aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran outdoor study pada mata pelajaran geografi materi lingkungan hidup kelas XI-IPS di SMA Negeri se-Kabupaten Pekalongan. Selain untuk mengetahui kedua hal tersebut penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dengan hasil belajar siswa. Hasilnya bahwa pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar outdoor study di masing-masing sekolah berbeda begitupun dengan aktivitas siswanya. Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi ditemukan bahwa tidak ada pengaruh antara pemanfatan lingkungan sebagai sumber belajar outdoor study dengan hasil belajar siswa.
Karakteristik Pasangan Usia Subur yang Tidak Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami istri yang pada saat ini hidup bersama, baik bertempat tinggal resmi dalam satu rumah ataupun tidak, dimana umur istrinya antara 15 tahun sampai dengan 44 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial atau sebaran dan karakteristik pasangan usia subur yang tidak mengikuti program KB. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kedungwuni dengan obyek pasangan usia subur yang tidak mengikuti program KB. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekriptif-kuantitatif. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pasangan usia subur di Kecamatan Kedungwuni memiliki karakteristik usia 30 tahun dan menikah pada usia 24 tahun untuk laki-laki, usia 23 tahun untuk perempuan. Jumlah anak yang dimiliki pasangan tersebut rata-rata hanya satu anak dengan usia 8 tahun. Rata-rata pasangan usia subur di Kecamatan Kedungwuni telah menempuh pendidikan selama 10 tahun (SMA). Karakteristik sosial lainnya yaitu mayoritas pasangan usia subur beragama islam dan bekerja sebagai karyawan swasta.
PERAN SERTA MASYARAKAT KLIDANG LOR DALAM UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN OBJEK WISATA PANTAI SIGANDU KABUPATEN BATANG (Tinjauan Tingkat Pendidikan)
Edu Geography Vol 3 No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan hidup merupakan segala daya dan benda yang ada di bumi yang  harus dijaga. Apabila terjadi kerusakan lingkungan, maka itu akan mempengaruhi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Peran serta masyarakat dalam melestarikan lingkungan sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, salah satu caranya adalah melalui pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta masyarakat Klidang Lor dalam upaya pelestarian lingkungan yang ditinjau dari tingkat pendidikan. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta masyarakat Klidang Lor dalam upaya pelestarian Objek Wisata Pantai Sigandu Kabupaten Batang pada rata-rata  59,5%, dalam kriteria cukup. Selain itu, tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Filter by Year

2012 2023