Edu Geography
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Articles
634 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS SANITASI RUMAH DI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN
Edu Geography Vol 10 No 2 (2022): Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i2.59986
Tingkat pendidikan dan pendapatan memiliki pengaruh dalam kondisi kualitas sanitasi rumah, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga terhadap kualitas sanitasi rumah di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga terhadap kualitas sanitasi rumah di Kecamatan Tosari. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis data uji regresi. Tingkat pendidikan keluarga diukur dengan indikator tingkat pendidikan terakhir yang ditempuh kepala keluarga dan pendidikan non-formal yang pernah diikuti oleh kepala keluarga, dan tingkat pendapatan keluarga dengan indikator jenis pekerjaan, lama pengalaman kerja, jumlah pendapatan perbulan, pekerjaan sampingan, dan jumlah tanggungan dalam keluarga, sedangkan pada kondisi sanitasi MCK (mandi, cuci, kakus) dengan indikator ketersediaan air di MCK, luas MCK, ketersediaan ventilasi, penerangan, dan dinding penutup MCK, kondisi kebersihan dan kesehatan, dan jarak MCK dengan sumber air minum atau lubang penampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga mempengaruhi kualitas sanitasi rumah.
Tingkat Literasi Sains Remaja Mengenai Sampah dan Prinsip 4R (Reduce, Reuse Recycle, Replace) dalam Kegiatan Sehari-Hari
Edu Geography Vol 10 No 2 (2022): Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i2.60103
Sampah merupakan salah satu masalah pokok yang terjadi di Indonesia. Kabupaten Batang merupakan salah satu wilayah yang turut menyumbang timbulan sampah di Indonesia. Tahun 2021, Kabupaten Batang hanya memiliki satu TPA yangmana sudah mengalami overload. Produksi sampah berbanding lurus dengan jumlah penduduk (Mutaqin, 2018). Kecamatan Batang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Kabupaten Batang dengan sarana prasarana pengelolaan sampah dan limbah paling banyak pula. Dari hal tersebut dapat diasumsikan bahwa Kecamatan Batang merupakan kecamatan yang menyumbang sampah terbanyak dibanding kecamatan lain di Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi sains mengenai sampah dan prinsip 4R, penerapan prinsip 4R, dan keterkaitan antara keduanya. Populasi yang digunakan yaitu seluruh remaja dengan rentang usia 10 hingga 24 tahun serta belum menikah yang ada di Kabupaten Batang. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified insidental sampling yang dilakukan dengan cara mengambil sampel pada masing-masing kelurahan yang ada di Kecamatan Batang secara proporsional pada populasi remaja. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, kuisioner, dan observasi. Variabel dalam penelitian ini diantaranya tingkat literasi sains sampah dan prinsip 4R dan penerapan prinsip 4R. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode deskriptif persentase dan analisis statistik. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui keterkaitan antar dua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat literasi sains remaja mengenai sampah dan prinsip 4R sebesar 34% dan tergolong pada kategori “sedang”. Lain halnya apabila dilihat berdasarkan theoritical framework Bybee (1997), tingkatan literasi sains mengenai sampah dan prinsip 4R yang dimiliki oleh remaja di Kecamatan Batang masih berada pada literasi nominal yangmana merupakan tingkatan literasi pertama yakni sebesar 61%. Penerapan prinsip 4R berada pada 49% yang berarti penerapan yang dilakukan masih berada pada kategori “sedang” dengan reuse sebagai prinsip yang paling banyak diterapkan. Berdasarkan uji analisis regresi linier sederhana diperoleh hasil bahwa variabel tingkat literasi sains mengenai sampah dan prinsip 4R memiliki pengaruh terhadap variabel penerapan prinsip 4R sebesar 6,8%.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE EARTH DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GEOGRAFI SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 52 JAKARTA
Edu Geography Vol 10 No 2 (2022): Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i2.60521
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran nyatanya perlu direalisasikan dengan tekun, hal tersebut berkaitan dengan kemajuan Pendidikan Indonesia. Secara global, teknologi dalam dunia Pendidikan menjadi sebuah tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pada abad 21, kompetensi Pendidikan setidaknya harus mencakup “4K” yaitu, berpikir kritis, komunikasi, kreatif dan inovatif, serta kolaborasi. Dengan pembelajaran berbasis pada “4K” diharapkan guru dapat berinovasi dan berkreativitas untuk mencipatakan suasana belajar yang menarik. SMA Negeri 52 Jakarta merupakan salah satu SMA Negeri favorit yang berlokasi di Jakarta Utara. Namun, disayangkan aktivitas pembelajaran masih terkesan monoton dan belum memanfaatkan teknologi secara maksimal. geografi sebagai ilmu pengetahuan tidak hanya berisi tentang teori melainkan harus terdapat praktik didalamnya untuk mengasah keterampilan siswa. Hambatan yang dialami selama masa pembelajaran turut serta mempengaruhi penurunan kemampuan siswa baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan. Sebagai usaha untuk memperbaiki kemampuan siswa dalam hal peningkatan keterampilan geografi siswa, metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian ekperimen dengan membagi sampel kelas menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, dilihat secara hasil belajar terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pemanfaatan media sebagai penunjang pembelajaran.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN APLIKASI BOT TELEGRAM MATERI DINAMIKA ATMOSFER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Edu Geography Vol 10 No 2 (2022): Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i2.60570
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran saat adanya pandemi Covid-19 yang terjadi awal tahun 2020 lalu. Selama masa pandemi, pembelajaran dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proses pemanfaatan bot telegram pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 7 Semarang. (2) Mengetahui hasil belajar geografi materi dinamika atmosfer menggunakan media bot telegram pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 7 Semarang. (3) Mengetahui tingkat keefektifan media bot telegram yang meliputi hasil belajar, aktivitas belajar, dan respon atau tanggapan positif siswa dalam pembelajaran geografi materi dinamika atmosfer di kelas X IPS SMA Negeri 7 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain pre-post control group. Dilaksanakan di kelas X IPS SMA Negeri 7 Semarang dengan total sampel 72 siswa dari kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol dan X IPS 4 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pemanfaatan aplikasi bot telegram pada kelas eksperimen X IPS 4 mencakup 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Pada variabel pelaksanaan pembelajaran diperoleh nilai kualitas silabus sebesar 88%, RPP sebesar 86,67% dan media pembelajaran 88,09% oleh dosen ahli media serta 81,90% oleh guru mapel. Tahap pelaksanaan pembelajaran diperoleh nilai rata-rata aktivitas belajar sebesar 67,5% (tinggi) dan nilai rata-rata respon/tanggapan sebesar 78,83% (menarik). (2) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen didapatkan rata-rata nilai sebesar 82,17 sedangkan pada kelas kontrol didapatkan rata-rata sebesar 71,58. (3) Analisis uji perbedaan rata-rata terhadap hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai post-test pada kelas eksperimen dengan nilai post-test kelas kontrol.
PEMANFAATAN MEDIA DIORAMA KEBENCANAAN SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA ABRASI BAGI MASYARAKAT DI PANTAI NGEBUM KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.59024
Abrasi memiliki dampak negatif bagi keadaan lingkungan, untuk mengurangi dampak abrasi masyarakat memerlukan pendidikan. Pendidikan mitigasi bencana perlu diberikan kepada masyarakat, guna upaya untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Pantai Ngebum, menganalisis efektivitas media diorama kebencanaan sebagai upaya mitigasi bencana abrasi di Pantai Ngebum Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan pembelajaran dengan memanfaatkan media diorama kebencanaan sebesar 23,31%. Penilaian masyarakat mengenai efektivitas media diorama kebencanaan diperoleh rata-rata sebesar 78% masuk kedalam kategori tinggi.Kata Kunci : Media, Diorama Kebencanaan, Mitigasi Bencana, Abrasi.
Pemanfaatan Geopark Karangsambung-Karangbolong sebagai Sumber Bahan Ajar Geografi di SMA Negeri 1 Karangsambung
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.59973
Tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui keterkaitan antara materi yang terdapat di Geopark Karangsambung-Karangbolong dengan materi geografi di SMA Negeri 1 Karangsambug, mengetahui kegiatan Geopark Karangsambung-Karangbolong bidang pendidikan yang pernah diikuti oleh siswa SMA Negeri 1 Karangsambung dan mengidentifikasi pemanfaatan hasil kajian Geopark Karangsambung-Karangbolong sebagai sumber bahan ajar geografi di SMA Negeri 1 Karangsambung.. Tujuan tersebut dilatarbelakangi oleh pemanfaatan Geopark Karangsambun-Karangbolong sebagai sumber bahan ajar geografi yang mana peneliti memanfaatkan informasi terkait 27 geosite spesifik lokasi bagia utara Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung. Untuk itu kemudian peneliti membuat buku saku terkait materi batuan Geopark Karangsambung-Karangbolong yang mengacu pada KD Dinamika Litosfer pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumetasi. Uji validitas data penelitian ini yaitu jenis credibility (validitas internal) dan untuk teknik analisis data peneliti menggunakan Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan Geopark Karangsambung-Karangbolong sebagai sumber bahan ajar geografi merupakan pilihan yang tepat. Karena materi Geopark Karangsambung-Karangbolong memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran geografi yaitu pada KD Dinamika Litosfer spesifik meteri batuan pembentuk kerak bumi. Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan buku saku sudah dapat digunakan karena sesuai dengan Kompetensi Inti, KD Dinamika Litosfer, indikator pencapaian pembelajaran dan materi pembelajaran yang digunakan SMA Negeri 1 Karangsambung.
ANALISIS PENGETAHUAN SISWA TERHADAP MITIGASI BENCANA BANJIR DI SMA NEGERI 2 ASERA KABUPATEN KONAWE
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.61090
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan mengenai tingkat pengetahaun siswa terhadap mitigasi bencana banjir di SMA Negeri 2 Asera Kabupaten Konawe Utara sehingga pada saat terjadi bencana banjir dapat meminimalisir dampak dan risiko yang diakibatkan bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 2 Asera terhadap bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan sumber data adalah data primer yaitu siswa SMA Negeri 2 Asera dengan sampel 99 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan siswa terhadap bencana banjir untuk 9 parameter sebagai berikut : parameter arti, tanda-tanda, pemicu atau sebab, pencegahan bencana banjir dengan persentase berturut-turut 84,04%; 82,72%; 89,09%; 86,67%. Pembuatan saluran drainase dengan persentase 83,43%. Kewaspadaan, pengurangan risiko, evakuasi dan pelatihan tentang kewaspadaan bencana banjir dengan persentase berturut-turut 83,33%; 84,14%; 81,01%; dan 84,34%. Sehingga pengetahuan siswa terhadap bencana banjir di SMA Negeri 2 Asera dikategorikan sangat baik dengan persentase secara keseluruhan 84,42%.
PENGETAHUAN PENAMBANG PASIR DESA KALIURANG KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG MENGENAI ANCAMAN LAHAR DINGIN DI KALI BEBENG GUNUNG MERAPI
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.61352
The threat of cold lava from Mount Merapi is a secondary hazard causing an increasing impact on the number of casualties. Knowledge of sand miners is the key to success in anticipating the threat of cold lava disaster. So that the sand miners are able to respond and determine the appropriate action based on the knowledge they have. The purpose of this study was to analyze the knowledge of sand miners regarding the threat of cold lava in Bebeng River. The population in this study was taken using a total sampling technique with a sample of 63 respondents in the category of traditional sand miners and modern sand miners who live in Kaliurang Village. The results show that the knowledge of sand miners is included in the fairly good category with a knowledge index value of 72%. Based on the comparison of the categories of miners, it is known that modern sand miners have a 6% higher value than modern miners. Knowledge of distance, signs and causes of cold lahar threats has higher results than knowledge of triggers of lahar threats and elements of cold lahar threats. Experience, place of residence and participation in disaster organizations greatly affect the knowledge of sand miners regarding the threat of cold lava
EFEKTIVITAS GEOHEPI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 13 KABUPATEN TANGERANG
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.61753
SMA Negeri 13 Kabupaten Tangerang menjadi objek penelitian ini didasarkan karena pada saat mengajar kelas XI pada saat pembelajaran mengalami kejenuhan dan tidak tertarik dalam pembelajaran geografi, karena media pembelajaran geografi hanya mengandalkan buku paket yang pemberian materi oleh guru, karena hanya mengandalkan buku yang berasal dari pihak sekolah tidak dapat dibawa oleh siswa. Berdasarkan hasil ulangan harian KD 3.6 yang telah dilaksanakan. Kelas yang paling banyak belum memenuhi KKM adalah kelas XI IPS 1 yaitu sebanyak 32 siswa dari 40 siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat efektivitas GEOHEPI sebagai media pembelajaran geografi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 13 Kabupaten Tangerang dan tujuan kedua yaitu mengetahui respon positif siswa setelah menggunakan GEOHEPI sebagai media pembelajaran geografi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 13 Kabupaten Tangerang. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara, observasi, angket, tes dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan pola one-group pretest-posttest design Teknik analisis data menggunakan descriptive persentase. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai rata-rata siswa pretest sebesar 59,80 sedangkan pada nilai rata-rata posttest sebesar 84,50 yang artinya adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi dengan penggunaan media pembelajaran GEOHEPI. Pada uji n-gain diperoleh sebesar 59% yang dinyatakan pada kategori cukup efektif. Respon positif siswa setelah menggunakan GEOHEPI sebagai media pembelajaran geografi mendapatkan hasil respon yaitu setuju. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan GEOHEPI sebagai media pembelajaran geografi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keragaman budaya bangsa sebagai identitas nasional berdasarkan keunikan dan sebaran dinyatakan efektif. SMA Negeri 13 Tangerang Regency became the object of this research based on the fact that when teaching class XI at the time of learning they were bored and not interested in learning geography, because geography learning media only relied on textbooks that were given material by the teacher, because they only relied on books from outsiders. the school cannot be brought by students. Based on the results of the KD 3.6 daily test that has been carried out. The class that has not met the KKM the most is class XI IPS 1, which is 32 students out of 40 students. The purpose of the study was to determine the level of effectiveness of GEOHEPI as a geography learning medium on student learning outcomes in class XI IPS 1 at SMA Negeri 13 Tangerang Regency and the second objective was to determine the positive response of students after using GEOHEPI as a medium for learning geography for class XI IPS 1 students at SMA Negeri 13 Regency Tangerang. Researchers collect data using interviews, observations, questionnaires, tests and documentation. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. This type of research is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design pattern. The data analysis technique uses descriptive percentages. The results showed that based on the average score of pretest students was 59.80 while the posttest average value was 84.50, which means that there was an increase in student learning outcomes in geography learning by using GEOHEPI learning media. In the n-gain test, 59% was obtained which was stated in the quite effective category. The positive response of students after using GEOHEPI as a geography learning medium got the response results, namely agree. The conclusion of this study is the use of GEOHEPI as a geography learning medium in improving student learning outcomes on the material of the nation's cultural diversity as a national identity based on uniqueness and distribution is declared effective.
PENGARUH PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 12 SEMARANG
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.62012
Pembelajaran e-learning merupakan pembelajaran yang diberlakukan oleh seluruh instansi pendidikan di Indonesia pada masa darurat pandemi COVID-19 termasuk di SMA Negeri 12 Semarang. Pembelajaran e-learning di SMA Negeri 12 Semarang yang digunakan adalah aplikasi “SIMPeL 12” atau Sistem Informasi Manajemen Pembelajaran SMA Negeri 12 Semarang, dilakukan secara jarak jauh memicu perubahan hasil belajar, termasuk hasil belajar afektif yaitu motivasi belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembelajaran e-learning geografi masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 12 Semarang, menganalisis motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran, menganalisis pengaruh pembelajaran e-learning terhadap motivasi belajar mata pelajaran geografi pada masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 12 Semarang. Metode yang digunakan adalah statistik deksriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran e-learning geografi masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 12 Semarang memiliki kriteria kurang dengan persentase 51%, motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran tergolong rendah dengan persentase 59%, pembelajaran e-learning berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik.