cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Sirkuler Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Desa Turirejo Kecamatan Demak
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.62512

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran spasial aliran mobilitas sirkulasi dari Desa Turirejo, mengetahui kondisi sosial ekonomi dan pendidikan keluarga sirkuler, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari melakukan mobilitas sirkulasi dan rendahnya tingkat pendidikan sebagian keluarga sirkuler, serta menganalisis pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga sirkuler terhadap tingkat pendidikan Anak. Populasi penelitian adalah kepala keluarga di Desa Turirejo yang melakukan mobilitas sirkulasi. Sampel penelitian adalah kepala keluarga sirkuler berstatus aktif maupun tidak aktif sebanyak 83 KK, menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis spasial, statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Pulau Kalimantan menjadi tempat yang dominan, kondisi sosial kepala keluarga sirkuler tergolong masih rendah tetapi kondisi ekonomi tergolong tinggi, faktor internal yaitu kecilnya kesempatan mendapatkan pekerjaan dan rendahnya pendapatan di daerah asal serta faktor eksternal terjadi karena ketertarikan dengan tempat tujuan mobilitas yang dianggap dapat memberikan keuntungan, dan berdasarkan hasil uji regresi diketahui kondisi sosial ekonomi keluarga berpengaruh positif terhadap tingkat pendidikan anak. Abstract This study aims to map the spatial distribution of circulation mobility flows from Turirejo Village, to know the socio-economic conditions and education of circular families, to identify the factors underlying circulation mobility and the low level of education of some circular families, and to analyze the influence of the socio-economic conditions of circular families on the level of education of circular families. Children's education. The research population is the head of the family in Turirejo Village who performs circulation mobility. The research sample was the head of circular families with active or inactive status as many as 83 families, using purposive sampling technique. Methods of data collection using interviews and questionnaires. The data analysis technique used spatial analysis, descriptive statistics and simple linear regression. Based on the results of the study, it was found that the island of Borneo became the dominant place, the social condition of the head of a circular family was still low but the economic condition was high, internal factors were the small opportunity to get a job and low income in the area of ​​origin and external factors occurred because of interest in the mobility destination. considered to be profitable, and based on the results of the regression test, it is known that the socio-economic conditions of the family have a positive effect on the level of education of children.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Pada Sub Materi Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.64264

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Bentuk pemanfaatan yang digunakan salah satunya penggunaan media pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran Video dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, dikarenakan masih kurangnya penggunaan media dalam menyampaikan materi Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Video pada sub materi Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia yang dinyatakan layak. Model penelitian pengembangan yang digunakan ialah ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan angket yang diisi oleh guru geografi dan siswa, serta lembar validasi yang diisi oleh validator ahli media dan ahli materi. Uji Validasi ahli menyatakan bahwa media Video layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Aplikasi Moodle Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 12 Semarang
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.64698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran blended learning berbasis aplikasi Moodle dan mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran blended learning berbasis aplikasi Moodle pada mata pelajaran Geografi terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMAN 12 Semarang. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas yang diteliti yaitu kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 5 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa masing-masing 36 siswa. Variabel penelitian meliputi Pelaksanaan model pembelajaran blended learning berbasis aplikasi Moodle dan Efektivitas penggunaan model pembelajaran blended learning berbasis aplikasi Moodle. Teknik analisis data melalui deskriptif persentase, uji N-Gain, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan (1) pelaksanaan pembelajaran memiliki 3 tahapan yaitu tahap Seeking of information, Acquistition of information, dan Syntheizing of knowlwdge. Dengan penilaian perangkat pembelajaran dalam kategori “sangat baik”, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dalam kategori “Sangat Baik”, serta respon siswa dalam kategori “menarik”. (2) Penggunaan model pembelajaran blended learning memiliki perbedaan nilai rata-rata yang signifikan dilihat dari hasil uji Mann-Whitney yaitu 0.009 < 0.05. Adanya perbedaan rata-rata ini dapat dikatakan efektif atau tidak berdasarkan hasil dari uji N-Gain persen yaitu 60% untuk kelas eksperimen termasuk dalam kategori “Cukup Efektif” dan 53% untuk kelas kontrol termasuk ke dalam kategori “Kurang Efektif”. Dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran blended learning efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran pada siswa kelas XI-IPS SMA Negeri 12 Semarang untuk menjadi strategi pembelajaran pasca wabah Covid-19.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENDUDUK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KESONGO
Edu Geography Vol 10 No 3 (2022): Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v10i3.64802

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis tingkat ketercapaian program RKP PLH dalam pengelolaan sampah di Desa Kesongo, 2) Mengukur tingkat pengetahuan penduduk mengenai pengelolaan sampah, 3) Menganalisis perilaku penduduk Desa Kesongo terhadap pengelolaan sampah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang dilaksanakan di Desa Kesongo Kecamatan Tuntang dengan sampel total 100 sampel dengan pengumpulan data berupa tes wawancara dan observasi secara langsung di lapangan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase (DP) dan korelasi berganda. Hasil penelitian yang dilakukan menjelaskan bahwa tingkat ketecapaian Program RKP LH dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa program RKP LH yang tercantum dalam Perdes PPLH sudah cukup tercapai dengan total nilai persentase 77%. Tingkat pengetahuan penduduk di Desa Kesongo dalam pengelolaan sampah rata – rata berada pada kategori sedang. Hasil penelitian mengenai perilaku penduduk dalam pengelolaan sampah di Desa Kesongo secara umum berada pada kategori perilaku buruk dengan jumlah persentase 39,3%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penduduk tidak berhubungan dengan perilaku penduduk dalam pengelolaan sampah. This study aims to 1) analyze the level of achievement of the RKP PLH program in waste management in Kesongo Village, 2) Measure the level of knowledge of residents regarding waste management, 3) Analyze the behavior of residents of Kesongo Village towards waste management. The type of research used in this study was quantitative research, which was carried out in Kesongo Village, Tuntang District with a total sample of 100 samples with data collection in the form of interview tests and direct field observations. The analysis technique used in this research is descriptive percentage (DP) and multiple correlation. The results of the research conducted explained that the level of achievement of the RKP LH Program in the research results showed that the RKP LH program listed in the Perdes PPLH had been sufficiently achieved with a total percentage value of 77%. The level of knowledge of residents in Kesongo Village in waste management is on average in the medium category. The results of research on the behavior of residents in waste management in Kesongo Village are generally in the category of bad behavior with a total percentage of 39.3%. The results also show that the level of knowledge of the population is not related to the behavior of the population in waste management.
Tingkat Kesadaran Masyarakat Terhadap Pelestarian Lingkungan Hidup Di Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.64882

Abstract

Desa Gondang terletak di lereng barat Gunung Ungaran. Penduduk desa ini mayoritas bermata pencaharian sebagai petani karena sebagian besar lahannya merupakan lahan pertanian, sehingga kebutuhan hidup masyarakatnya mayoritas berasal dari pertanian. Luas total lahan pertanian di Desa Gondang yaitu 89.790 Ha (2016), sedangkan luas lahan pertanian pada tahun 2022 yaitu 76.704 Ha. Terjadinya penurunan tersebut dikarenakan adanya perubahan penggunaan lahan untuk permukiman dan pariwisata, sehingga berakibat pada kelestarian lingkungan hidup dan menurunnya hasil pertanian di Desa Gondang. Sejak adanya perubahan penggunaan lahan, maka desa melakukan upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidupnya dengan menerbitkan Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2015 yang berisi penanaman pohon, membersihkan saluran mata air, dan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal. Tujuan penelitian ini yaitu: 1).Menganalisis kesadaran masyarakat Desa Gondang terhadap pelestarian lingkungan hidup, 2).Menganalisis upaya yang dilakukan masyarakat Desa Gondang sebagai tindakan pelestarian lingkungan hidup, 3).Menganalisis hubungan antara kesadaran masyarakat dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif, dilaksanakan di Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal dengan populasi berjumlah 636 KK. Penentuan jumlah sampel yaitu 10% dari total populasi. Untuk memperoleh sampel perdusun dilakukan secara proporsional, sehingga jumlah sampelnya yaitu 64 KK dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Data yang digunakan yaitu instrumen tes, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase rata-rata dari kesadaran yaitu 55% (sedang) karena mayoritas respondennya adalah tamatan SMP, berusia 30-54 tahun, dan bekerja sebagai petani. Upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan oleh masyarakat yaitu mengimplementasikan Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. Hubungan antara kesadaran masyarakat dengan upaya pelestarian lingkungan hidup yaitu determinisme lingkungan hidup, karena masyarakat berpengaruh terhadap lingkungan hidupnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup yang dimiliki oleh masyarakat Desa Gondang merupakan hasil dari pengetahuan, sikap, dan perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh masyarakatnya. Saran dari penelitian ini yaitu meskipun Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2015 telah diterapkan dengan baik, namun perlu dilakukan sosialisasi secara continue agar masyarakat selalu mengingat dan mematuhi perdes yang ada.
Literasi Ekologi Masyarakat Terhadap Konservasi Mata Air Senjoyo di Desa Tegalwaton Kabupaten Semarang
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.65269

Abstract

Pitayati, Ayu. 2022, Community Ecological Literacy on Senjoyo Spring Conservation in Tegalwaton Village, Semarang Regency. Geography Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang. Advisor, Dr. Hariyanto, M.Si. Keywords: Ecological Literacy, Conservation, Senjoyo Springs Senjoyo Spring is one of the springs in Semarang Regency. Senjoyo Springs have a very important role. The various uses do not rule out the possibility of impacts on the sustainability of the existing ecosystems in the Senjoyo Springs Area. The condition of Senjoyo Springs is currently maintained and sustainable, but there are still some ecological problems such as there is still a lot of garbage found and the unavailability of waste water treatment before it is released. Research objectives 1.) to find out the efforts made by the Tegalwaton Village community for water conservation 2.) to analyze ecological literacy of the community's efforts to conserve Senjoyo Springs. The location of this research is in Jubug Hamlet, Tegalwaton Village, Semarang Regency. The variables of this study are ecological literacy and conservation efforts. The population used in this study were heads of families in Jubug Hamlet with a total sample of 69 heads of families. The sampling technique used is proportional random sampling technique. Data collection techniques using interviews, observation, questionnaires, tests and documentation. Quantitative descriptive analysis technique and crosstab analysis technique (cross tabulation). The results of this study indicate that the community's conservation efforts for Senjoyo Springs are also at very high criteria. Efforts made by the Tegalwaton Village community are by forming the POKDARWIS organization, carrying out reforestation, cleaning the spring area, not cutting down trees in the spring area, utilizing the flow of water from the spring for washing, bathing and not throwing garbage in the Senjoyo Spring area. Community ecological literacy consisting of environmental knowledge, attitudes towards the environment, cognitive skills and pro-environmental behavior is at very high criteria. When connected with the level of education, it is directly proportional to the level of public awareness, the higher the knowledge a person has, the more awareness a person has in protecting the environment from damage. Apart from the educational factor, this spring is a vital spring for the community, so that the community is aware of the importance of maintaining the existence of Senjoyo Spring. The advice given to the community and stakeholders is to continue to increase conservation efforts for the Senjoyo Springs by preserving local wisdom (dawuhan ceremony) for the younger generation, reforestation, not cutting down trees, not throwing garbage into the Senjoyo Springs area and conducting socialization to all levels of society. regarding the conservation of Senjoyo Springs.
Literasi Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Plastik di Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.65558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi sampah plastik, pengelolaan sampah plastik dengan konsep 3R, dan literasi lingkungan di Kelurahan Karangjati. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi terdiri dari 3.128 keluarga. Sampel terdiri atas 97 keluarga yang ada di Kelurahan Karangjati yang dipilih dengan teknik proportional area random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, observasi, angket dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata sampah plastik yang dihasilkan di Kelurahan Karangjati sebesar 0,31 kg/org/hari dengan jenis LDPE paling tinggi (37,3%) berupa plastik pembungkus makanan, bungkus bumbu dapur, dan bungkus minuman sachet. Pengelolaan sampah plastik menggunakan konsep 3R meliputi reduce berada dikategori tinggi (72,2%), perilaku reuse berada pada kategori tinggi (81,44%), dan perilaku recycle berada di kategori rendah (29,1%). Tingkat literasi lingkungan dapat dinyatakan bahwa indikator pengetahuan lingkungan dikategori tinggi (79,8%), keterampilan kognitif berada dikategori sedang (57,4%), sikap peduli lingkungan berada pada kategori sedang (54,1%), dan perilaku pro-lingkungan berada dikategori tinggi (62,0%). Masyarakat diharapkan dapat melakukan pemilahan sampah dan menerapkan literasi lingkungan yang mereka miliki tentang pengelolaan sampah terutama sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KUALITAS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS XI IIS SMAN 1 SUMBER KABUPATEN REMBANG
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.65782

Abstract

Maraknya penggunaan Learning Management System akhir-akhir ini dipicu dengan adanya perubahan kondisi yang terjadi di bidang pendidikan. Hal ini dipengaruhi oleh dampak pandemi COVID-19 serta era revolusi 5.0 yang menuntut peran pendidik dalam memanfaatkan teknologi sebagai pranata pembelajaran. Fenomena ini didukung data BPS Kabupaten Rembang tahun 2019 yang menunjukkan jumlah pengguna handphone dan komputer pada jenjang SMP keatas sebesar 89,99%. SMAN 1 Sumber memperbolehkan siswanya mengakses informasi menggunakan smartphone, tablet dan laptop dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kualitas LMS Google Classroom sebagai media pembelajaran blended learning pada mata pelajaran Geografi di Kelas XI IIS SMAN 1 Sumber Kab. Rembang, (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi siswa Kelas XI IIS SMAN 1 Sumber selama penggunaan LMS Google Classroom sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Geografi. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 3 dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data meggunakan teknik observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kualitas LMS Google Classroom tergolong tinggi dengan skor presentase 70% berdasarkan 6 indikator uji kualitas. Kendala utama yang dihadapi siswa selama penggunaan Google Classroom yaitu faktor keamanan. Saran bagi guru untuk mengembangkan tugas keterampilan tidak hanya kognitif dalam penggunaan Google Classroom.
- PENGEMBANGAN MOBILE APPS ”STUNAMI” PADA MATERI MITIGASI BENCANA
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.66169

Abstract

Pada abad 21 terjadi adanya perubahan paradigma di bidang Pendidikan. Aplikasi mobile merupakan aplikasi yang basis operasinya berada pada smartphone yang didalamnya dapat memuat perangkat pembelajaran yang dapat membantu dalam pembelajaran. Aplikasi mobile dapat di buat dengan menggunakan ISpring suite 10, dengan adanya software tersebut memudahkan pengguna pada saat membuat media yang bersifat mobile. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan maka di lakukan pengembangan mobile apps pada materi mitigasi bencana. Hasil analisis kebutuhan adalah landasan dalam mengembangkan produk agar sesuai kebutuhan. Tujuan pengembangan media ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan produk multimedia interaktif berupa media pembelajaran berbasis aplikasi mobile pada materi Mitigasi Bencana. Dalam pengembangan ini menggunakan prosedur model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi). Jenis data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Dalam proses mengumpulkan data menggunakan angket, wawancara, serta dokumentasi kegiatan dengan teknik analisis data deskriptif persentase. Produk mobile apps akan diuji coba kelayakannya di MAN2 Kediri di kelas XI IPS 1. Berdasarkan hasil uji kelayakan oleh validator ahli media, materi dan hasil uji coba kelayakan di sekolah menyatakan Media pembelajaran mobile sangat layak digunakan untuk pembelajaran Geografi.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA BANJIR KELAS XI DI SMAN 6 KABUPATEN TANGERANG
Edu Geography Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v11i1.66723

Abstract

Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengganggu dan mengancam kehidupan masyarakat. Upaya pengurangan risiko wilayah rawan bencana, salah satunya dengan pendidikan kebencanaan yang terintegrasi dengan sektor pendidikan formal yang dapat dikaitkan pada kurikulum mata pelajaran geografi. Akan tetapi pelaksanaan pembelajaran geografi memiliki kendala pada model pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran, tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran snowball Throwing , faktor pendorong dan penghambat pembelajaran Mitigasi Bencana Banjir, dan analisis keefektifan model pembelajaran Snowball Throwing.. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode quasi eksperimen . Sampel penelitian yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Analisis hasil data penelitian menggunakan statistik deskriptif, proporsi deskriptif, dan uji t-test . Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan siswa kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata pretest 57,30 kemudian mengalami peningkatan nilai rata-rata post test menjadi 83,40. Sementara pada kelas kontrol memiliki nilai rata-rata pretest 57,60 kemudian mengalami peningkatan nilai rata-rata post testmenjadi 74,30. Nilai kelompok post test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dua kelompok penelitian memiliki perbedaan yang signifikan. Keberhasilan dalam penggunaan model pembelajaran snowball throw berdasarkan respon siswa yang menciptakan respon positif. Sedangkan berdasarkan observasi penilaian unjuk kerja dengan model pembelajaran snowball throw menunjukan perilaku aktif saat proses pembelajaran. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa model pembelajaran snowball throw lebih efektif daripada model pembelajaran jigsaw terhadap pembelajaran penanggulangan bencana banjir.

Filter by Year

2012 2023