cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): April 2019" : 20 Documents clear
ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP CUMI-CUMI PADA NALAYAN TRADISIONAL DI KELURAHAN MOTTO KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Faradizza, Dian M.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24409

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana karakteristik responden nelayan cumi-cumi di Kelurahan Motto, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung dan mengetahui bagaimana kelayakan usaha perikanan tangkap cumi-cumi di Kelurahan Motto, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung. Metode penelitian yang dipakai adalah studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu data primer dan data sekunder. Semua data yang dikumpulkan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif berdasarkan aspek yang di peroleh dari hasil observasi dan wawancara oleh responden. Dalam menganalisa data yang telah dikumpulkan digunakan metode deskriptif yang sifatnya kualitatif, yaitu analisis yang diperoleh dari berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara dengan memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) Kisaran umur responden nelayan perikanan tangkap cumi-cumi berkisar 20-50 tahun, agama yang dianut 100% beragama Kristen, tanggungan keluarga berjumlah 2-5 orang, sedangkan kondisi rumah umumnya sudah permanen; 2) Usaha perikanan tangkap cumi-cumi di Kelurahan Motto layak dijalankan berdasarkan kriteria kelayakan finansial.
MODAL SOSIAL PADA USAHA BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Fokatea, Fahmi; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24399

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini, yaitu mengidentifikasi modal sosial yang berperan pada pengembangan usaha bagan di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah survei untuk data primer atau pengamatan secara langsung. Responden dalam penelitian ini ialah nelayan yang memiliki alat tangkap bagan, yaitu berjumlah 12 responden. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) modal sosial yang ada pada kelompok nelayan bagan di Desa Tateli Weru, yaitu kepercayaan (trust), norma (norm), jaringan (network) dan kerjasama (coorperative), dan 2) kepercayaan (trust), norma (norm), jaringan (network) dan kerjasama (coorperative) bersinergi satu dengan lainnya dalam kelompok nelayan, membentuk suatu interaksi sosial simbiosis mutualis dalam pengembangan usaha perikanan tangkap bagan terkait akses sumberdaya modal, sumberdaya manusia dan penjualan hasil tangkapan.
ASPEK EKONOMI USAHA TRANSPORTASI PERAHU BERMOTOR ANTAR PULAU DI MUARA SUNGAI TONDANO KOTA MANADO Rompis, Kevin M.; Pangemanan, Jeannette F.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24405

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan aktivitas transportasi perahu bermotor di muara sungai Tondano Kota Manado, selain itu juga mengetahui dan menganalisis kondisi ekonomi dari pengusaha transportasi perahu bermotor di muara sungai Tondano Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, yaitu suatu pengamatan dan penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha tranportasi perahu bermotor di muara sungai Tondano sebanyak 6 orang.Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa aktivitas pekerjaan usaha tranportasi perahu bermotor di muara Sungai Tondano dimulai pada pukul 08.00 (pagi), Aspek ekonomi usaha transportasi perahu bermotor di muara sungai Tondano meliputi: Modal investasi 2 unit mesin Rp. 200.000.000; biaya tetap untuk biaya perawatan berjumlah Rp. 6.5000.000 per tahun; biaya penyusutan kapal senilai Rp. 20.000.000;Pendapatan yang diperoleh pengusaha dari usaha taxi laut biasanya Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000 setiap hari, tarif lokal untuk menyeberangi pulau (taxi laut) seperti ke pulau Bunaken Rp. 30.000, dan untuk Tourist Rp. 100.000, pulau Manado Tua dan pulau Nain tarif lokal Rp. 25.000 dan Tourist Rp. 50.000.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA TIWOHO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Sondakh, Vina S.; Suhaeni, Siti; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24395

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah masyarakat mengetahui, mengerti tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove serta untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Tiwoho terhadap pengelolaan hutan mangrove. Metode dasar penelitian ini adalah survey. Jumlah populasi sebanyak 691 orang, sampel yang diambil sebanyak 35 orang atau 5% dari jumlah populasi dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan skala Gutman, sedangkan untuk mengetahui persepsi masyarakat menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengetahuan masyarakat terhadap fungsi dan manfaat hutan mangrove yang ada di Desa Tiwoho 95% sangat baik, hanya 5% masyarakat yang kurang mengetahui fungsi dan manfaat hutan mangrove. Pengetahuan masyarakat yang sangat baik tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove, ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah setempat dan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan fungsi dan manfaat hutan mangrove. Persepsi masyarakat Desa Tiwoho terhadap pengelolaan hutan mangrove yang dinilai berdasarkan 10 kriteria hampir semua masyarakat mempunyai persepsi baik dan termasuk dalam rentang yang positif. Ada salah satu kriteria yang mempunyai persepsi sangat baik dan sangat positif dari masyarakat, mereka sangat setuju kalau pengelolaan hutan mangrove bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.
KEADAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA IKAN MAS (Cyprinus carpio L) DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Wulur, Timmy; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24410

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengkaji keadaan sosial ekonomi pembudidaya ikan mas di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Data dikumpulkan dari masyarakat pembudidaya ikan mas yang ada di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe menggunakan pertanyaan-pertanyaan dan wawancara langsung, pengisian kuisoner dan juga alat perekam. Hasil penelitian keadaan sosial pembudidaya ikan mas di Desa Tatelu antara lain hampir 50% pembudidaya sudah berpendidikan Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) dan mereka dapat mengadopsi teknologi yang diperkenalkan bagi pembudidaya. Keadaan ekonomi pembudidaya ikan mas di Desa Tatelu terdiri dari modal kerja dengan sumber modal sendiri, hanya dua pembudidaya yang menggunakan modal pinjaman dari Bank. Hasil usaha budidaya ikan mas di Desa Tatelu dipasarkan kepada pedagang pengumpul (depot ikan) selanjutnya pedagang pengumpul ini memasarkannya ke konsumen yang dijual secara eceran. Harga jual ikan mas Rp 40.000/Kg dan harga eceran Rp 50.000 – Rp 60.000/Kg. Total pendapatan rata-rata pembudidaya Rp 18.512.000/bulan dengan rata-rata pengeluaran per bulannya Rp. 6.020.000.
ANALISIS ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN NELAYAN TANGKAP SKALA KECIL DENGAN ALAT TANGKAP “JUBI” DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Sanger, Cindy L.M.; Jusuf, Alvon; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24401

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal. Pertama, orientasi kewirausahaan para nelayan skala kecil dengan alat tangkap jubi di Keluruhan Batulubang. Kedua, dimensi-dimensi yang memiliki peranan besar dalam orientasi kewirausahaan mereka. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan sampel sebanyak 30 orang responden yang merupakan nelayan tangkap dengan menggunakan alat tangkap jubi (panah). Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara dan data sekunder yang dikumpulkan oleh peneliti dari dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh beberapa instansi terkait, khususnya Kelurahan Batulubang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung dan Biro Pusat Statistik (BPS) Kota Bitung, khususnya yang terkait dengan data mengenai perikanan tangkap di Kota Bitung. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan nelayan skala kecil dengan alat tangkap panahan di Keluruhan Batulubang tergolong sedang. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan dimensi kemandirian dan dimensi keinovatifan mereka juga tergolong tinggi, namun dimensi pengambilan resiko dan dimensi keproaktifan mereka tergolong sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah orientasi kewirausahaan nelayan skala kecil dengan alat tangkap jubi di Keluruhan Batulubang secara umum tergolong sedang.
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME DI BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) AERTEMBAGA KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Wawoh, Lydia A.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24406

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses budidaya udang vaname dan untuk mengetahui analisis finansial dari usaha budidaya udang vaname di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Stake (2006) mengatakan studi kasus sebagai metode penelitian yang memiliki tujuan penting dalam meneliti dan mengungkap keunikan serta kekhasan karakteristik yang terdapat dalam kasus yang diteliti, dimana kasus tersebut menjadi penyebab mengapa penelitian dilakukan. Proses budidaya udang vaname terdiri dari beberapa tahap yakni penjemuran kolam, pencucian kolam, pemberian kaporit, pemberian probiotik, proses pemeliharaan, pemberian pakan, panen, dan penanganan pasca panen. Harga udang vaname di BPPP Aertembaga yaitu Rp. 75.000 / Kg dengan hasil udang yang di panen sebanyak 800 kg. Total keuntungan dari usaha budidaya udang vaname dalam 1 periode sebesar Rp.120.000.000. Total cost selama 1 periode sebesar Rp. 65.448.000 dan Total keuntungan / Net Profit sebesar Rp. 65.448.000. Sehingga Profit Rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 83,35% dan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 1,83 dengan jangka waktu pengembalian 1,7 tahun. BEP Penjualan menunjukkan bahwa titik impas dari usaha budidaya udang vaname di BPPP Aertembaga adalah Rp. 17.745.461 dan BEP satuan yang didapat yaitu 236,60 kg. Berdasarkan hasil analisis finansialnya ternyata usaha budidaya udang vaname di BPPP Aertembaga layak untuk dikembangkan.
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN DI DESA BULAWAN II, KECAMATAN KOTABUNAN, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokoagow, Djirhan; Sondakh, Srie J.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24396

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi nelayan di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dimana penelitian bersifat deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan suatu kenyataan sosial dengan jalan mendeskripsikan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala, kelompok tertentu berkenaan dengan masalah unit yang diteliti dalam masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan penangkap ikan di Desa Bulawan II, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Berdasarkan pengamatan awal jumlah populasi nelayan yang ada di Desa Bulawan II sebanyak 23 orang. Sampel yang diambil sebesar 20% atau sebanyak 20 orang dengan menggunakan metode pengambilan secara acak sederhana atau simple random sampling. Keberadaan nelayan di Desa Bulawan II sampai saat ini belum banyak diberitakan baik berupa tulisan-tulisan ilmiah maupun penelitian-penelitian, bacaan-bacaan berbentuk artikel dan lain sebagainya, sehingga perlu adanya penelitian yang mengungkapkan tentang keadaan kondisi sosial ekonomi nelayan.
ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN EKSISTENSI USAHA OJEK PERAHU DI MUARA SUNGAI TONDANO KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Aldy, Tampi; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.26059

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) identifying the transportation activities of the "mining" ojek boat business in the Tondano River Estuary in Manado City, and 2) explaining the existence of the "mining" ojek boat transportation business and socioeconomic conditions in the Tondano River Estuary in Manado City. The basic research used is a case study. In this case the case study to be investigated is to reveal and study the existence and socio-economic conditions of the motorcycle taxi business in Muara Sungai Tondano, Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The population in this study is the people who do boat taxi business. The number of people who run a motorcycle taxi business in Sindulang Satu, Tuminting District, Manado City is 20 people. The twenty people who run the motorcycle taxi business will be taken in a census, which is to take the whole motorcycle taxi entrepreneur as research respondents. Data on socioeconomic conditions of the people who run a motorcycle taxi business with respect to the generally accepted average size of education, ownership of goods, and participation in group activities of the community, while socioeconomic conditions relate to the socioeconomic status itself with living habits individual or group daily.Keywords: Sindulang Satu Village, ojek perahu, social aspects, existence AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengidentifikasi aktivitas transportasi usaha ojek perahu “tambangan” di Muara Sungai Tondano Kota Manado, dan 2) menjelaskan eksistensi transportasi usaha ojek perahu “tambangan” dan kondisi sosial ekonomi di Muara Sungai Tondano Kota Manado. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dalam hal ini studi kasus yang akan diteliti adalah mengungkapkan dan mengkaji eksistensi dan kondisi sosial ekonomi usaha ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat yang melakukan usaha ojek perahu. Jumlah masyarakat yang menjalankan usaha ojek perahu di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado berjumlah 20 Orang. Kedua puluh orang yang menjalankan usaha ojek perahu ini akan diambil secara sensus, yaitu mengambil keseluruhan pengusaha ojek perahu sebagai responden penelitian. Data kondisi sosial ekonomi dari masyarakat yang menjalankan usaha ojek perahu berkenaan dengan ukuran rata-rata yang berlaku umum tentang pendidikan, pemilikan barang-barang, dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya, sedangkan kondisi sosial ekonomi kaitannya dengan status sosial ekonomi itu sendiri dengan kebiasaan hidup sehari-hari individu atau kelompok.Kata kunci : Kelurahan Sindulang Satu, Ojek Perahu (Tambangan), Aspek Sosial, Eksistensi
KARAKTERISTIK PENGELOLAAN EKOWISATA DI KELURAHAN KASAWARI KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Pontoan, Karen A.; Rantung, Steelma V.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24411

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengelolaan ekowisata pantai dan bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Survei merupakan salah satu jenis studi deskriptif yang melibatkan observasi secara langsung oleh peneliti. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Karakteritik Pengelolaan Ekowisata di Taman Wisata Alam Batuangus memenuhi prinsip konservasi karena memiliki sumberdaya alam yang masih terjaga dan alami. Konservasi lingkungan dilakukan oleh wisatawan dan masyarakat Kelurahan Kasawari di awasi oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam sedangkan Pantai Kasawari dilihat dari konservasi lingkungan dilakukan oleh pengelola dan masyarakat sekitar dan sudah memenuhi prinsip konservasi. Faktor edukasi di TWA Batuangus berupa papan informasi dan ada petugas yang memberi penjelasan bagi wisatawan yang berkunjung, sedangkan faktor edukasi di Pantai Kasawari masih berupa Papan informasi.  Faktor peran serta masyarakat di TWA Batuangus melibatkan masyarakat Kelurahan Kasawari untuk membuka usaha warung, dan dijadikan sebagai petugas, sedangkan Pantai Kasawari sepenuhnya melibatkan masyarakat didalam pengelolaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20