cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JESS (Journal of Educational Social Studies)
ISSN : 22526390     EISSN : 25024442     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
This journal publishes articles of original research and conceptual studies with themes related to education and learning in the field of social science at schools and to study social problems.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
GAYA HIDUP REMAJA KELAS MENENGAH KOTA PEKALONGAN Wahyuni, Retno Budi; Soesilowati, Etty; Banowati, Eva
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14072

Abstract

Derasnya arus globalisasi dan modernisasi membawa dampak pada berubahnya gaya hidup masyarakat di Kota Pekalongan. Perubahan gaya hidup ini sering dialami oleh remaja, khususnya remaja yang berasal dari golongan ekonomi kelas menengah. Hal ini disebabkan karena remaja tersebut memiliki modal yang cukup dari pendapatan ekonomi orang tuanya. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Pekalongan dengan pertimbangan bahwa kota ini adalah salah satu kota kelas menengah yang mempunyai keunikan tersendiri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pendidikan keluarga keluarga kelas menengah, sekolah dan masyarakat. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pergaulan, perilaku konsumsi dan komunikasi remaja kelas menengah yang akan menggambarkan gaya hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memanfaatkan teknik analisis data interaktif dalam pembahasannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup remaja kelas menengah yang terlihat dari pergaulan, pilihan konsumsi dan komunikasi merupakan cerminan hasil dari pendidikan yang dilakukan oleh keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. The rise of globalization and modernization bring the effect to the changes of the lifestyle in the people of Pekalongan. These lifestyle changes are often experienced by teenagers, especially young people who come from the middle-class economy. These happen because they have sufficient capital from their parent income. This study took place in Pekalongan considering that this city is one of the middle-class cities that has its own uniqueness. The purpose of this research is to determine the educational pattern of the family, school and the community from the middle-class. In addition this research is conducted to determine the social intercourse, consumption behavior and the communication of the middle-class teenagers which will describe their lifestyle. The method used in this research is a qualitative research by using interactive data analysis techniques to the discussion. The result of the research showed that the lifestyle of middle-class teenager which can be seen from the social intercourse, the choice of consumption and communication are a reflection of the education result by the family, school and society environment.
PERILAKU SOSIAL ANAK-ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG Puruhita, Adhila Ayu; Suyahmo, Suyahmo; Atmaja, Hamdan Tri
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14073

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kotabesar di Indonesia yang tidak terlepas dari masalah anak jalanan. Banyaknya anak jalanan hingga saat ini bukan berarti pemerintah tidak melakukan upaya untuk menanganinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku anak-anak jalanan di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data meliputianalisis domain, analisis taksonomik, analisis komponensial, dan analis istemakultural. Hasil penelitian menunjukan beragam perilaku sosial anak-anak jalanan di Kota Semarang, yaitu sopan santun, solidaritas, bergaul, dan interaksi dengan lawan jenis. Perilaku sosial anak jalanan tidak selalu menyimpang seperti pandangan masyarakat umum, mereka masih memegang nilai dan norma dalam masyarakat seperti sopan santun dan solidaritas terlebih sesama anak jalanan. Semarang city is one of big cities in Indonesia which can not be separated from the street children. Many street children until now does not mean that the goverment does not an effort to handle it. This research aims to analyze social behaviour of Semarang street children. This research uses a qualitative approac. Method of collecting data in this research is deep interview, observation, and documentation. Analyszing data through domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and discovering cultural themes. The result of the research shows various of Semarang street children social behaviour, which is manners, solidarity, associate. And interaction with the opposite sex. Social behaviour of street children not always diverge like general public view, they still have long-held values and norm in society like manners and solidarity especially among street children.
PERILAKU SOSIAL SISWA SMP KRISTEN WIDHODHO PURWOREJO DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Cakrapramesta Nasarani, Agitha Gaun; Rachman, Maman; Atmaja, Hamdan Tri
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14074

Abstract

Akses media sosial telah menjadi kebutuhan bagi semua orang tak terkecuali oleh siswa. Penggunaan media sosial yang tidak tepat akan berdampak buruk bagi penggunanya. Dampak media sosial akan berpengaruh terhadap perilaku sosial sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penanaman nilai-nilai sosial yang dilakukan orang tua dan guru serta mengetahui perilaku sosial siswa SMP Kristen Widhodho Purworejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kulitatif dengan sumber data informan, fenomena/peristiwa dan dokumen. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil menunjukkan bahwa facebook merupakan media sosial yang dianggap penting bagi siswa, sedangkan penanaman nilai sosial dalam penggunaan media sosial tidak dilakukan oleh orang tua dan guru. Ada kecenderungan perilaku sosial siswa SMP Kristen Widhodho Purworejo dominan perilaku negatif. Perilaku negatif tersebut antara lain bullying dan berbicara kasar baik di facebook atau dunia nyata. Social media has become a necessity for almost everyone, no exception for students. The use of social media that is not in a proper way will give negative effects for the user. The impact of social media will affect their social behavior in daily life. The purposes of this research to assess the social value implementation by the parent and teacher, and to know the students social behaviour in SMP Kristen Widhodho Purworejo. The research was conducted by qualitative research design with the data source from informant, phenomena/event and document. The data collecting technique was used by observation, depth interview and documentation. The data validation technique in this research was used by sources triangulation and theory triangulation. The results of the research shows that facebook is a kind of social media that is considered important for the students, while the social values implementation in the use of social media is not done by parents and teachers. There is a tendency the social behavior at SMP Kristen Widhodo Purworejo is dominant negative behavior. Negative behavior includes physical and verbal bullying either on facebook or the real world.
DAMPAK ROB TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI KAWASAN ROB DESA BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Kusuma, Marza Aditya; Setyowati, Dewi Liesnoor; Suhandini, Purwadi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14076

Abstract

Sebagai salah satu kawasan yang terkena rob, masyarakat di Desa Bedono dituntut untuk mengadakan suatu perubahan sosial agar mereka tetap dapat bertahan dari dampak-dampak yang ditimbulkan oleh rob. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pola fluktuasi rob berdampak terhadap aktivitas masyarakat di desa Bedono yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis terhadap perubahan sosial akan disesuaikan dengan teori AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Bedono terjadi rob dua kali dalam sehari dan rob-rob besar bulan April hingga Juni, setiap bulan terdapat 2 kali rob tinggi. Dampak rob terhadap aktivitas masyarakat yakni hilangnya mata pencaharian seperti dialami para petani tambak, terganggunya akses transportasi, adanya berbagai lapangan kerja baru. Dampak rob terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Bedono yakni dari tempat tinggal, mata pencaharian, air bersih, sistem pertambakan, hingga sistem sosial masyarakat di desa Bedono. As one of area that strikes rob, society at Bedono village is charged to arrange a changing that social they are constant get last of impact that evoked by rob. This research is attributed to know how rob's fluctuation pattern impacted to society activity at Bedono village that on eventually cause its happening changing social. This research utilize kualitatif's approaching. Analisis to social change will be adjusted by AGIL Talcott Parsons's theory. The result from this research showing at Bedono village happens two-time rob deep one day and rob rob outgrows month of April until June, each month available 2 rob's times high. rob's impact to society activity namely a loss living as is experienced farmers embanks, it troubles transportation access, mark sense various new employment. rob's impact to societies social change at Bedonovillage namely of home, living, fresh water, system about fishpond, until society social system at Bedono village.
INTEGRASI NILAI-NILAI KONSERVASI DALAM HABITUASI KAMPUS UNTUK PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Saddam, Saddam; Setyowati, Dewi Liesnoor; Juhadi, Juhadi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14077

Abstract

Mahasiswa Unnes belum memahami nilai-nilai konservasi secara utuh, sehingga tercermin pada perilakunya. Masih terdapat mahasiswa yang melakukan tindakan konservasi atas dorongan lembaga atau dosen, sehingga mengindikasikan integrasi nilai konservasi belum maksimal dan diduga masih bersifat informatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi integrasi nilai-nilai konservasi dalam habituasi kampus, dan menganalisis nilai-nilai konservasi yang dapat membentuk kepribadian mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Teknis analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi integrasi nilai-nilai konservasi dalam habituasi kampus Unnes untuk pembentukan kepribadian mahasiswa dilaksanakan melalui semua lini kegiatan, yaitu kegiatan akademik, non akademik, dan kegiatan-kegiatan pembiasaan oleh semua pihak kampus. Nilai-nilai konservasi dapat membentuk kepribadian, telah menjadi kebiasaan dan mulai berkembang pada mahasiswa Unnes. Nilai inspiratif, humanis, inovatif, kreatif, dan keadilan telah menjadi kebiasaan, sedangkan nilai peduli, sportif, dan kejujuran mulai berkembang. Unnes students have yet to understand the values of conservation as a whole, so that reflected on their behavior. There are still students who perform acts of conservation at the instigation of the institutions or lecturers, thus indicating conservation values integration haven not been maximal and presumably still informative. This research aims to identify and analyze strategies for the integration of conservation values in campus habituation, and analyze the conservation values which can form the students’ personality. The research method used qualitative case study. Data analysis technique using data collection, data reduction, data presentation, and verification of the data or conclusions. The results showed that integration strategy of conservation values in Unnes campus habituation to formation the studens’ personality is carried out through all lines of activity, namely academic, non-academic, and habituation activities by all campus parties. Conservation values ​​can form the personality, has become a habit and began developing to Unnes students. The inspirational value, humanist, innovative, creative, and the justice have become a habit, whereas the value of care, sportsmanship, and the honesty began to grow.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI LANDASAN WAWASAN KEBANGSAAN DI SMK NEGERI 1 KENDAL KABUPATEN KENDAL Sutarmi, Sutarmi; Raharjo, Tri Joko; Pramono, Suwito Eko
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14078

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran disekolah dewasa ini masih nampak, siswa sering terlambat, siswa kurang kesadaran untuk mengerjakan pekerjaan rumah, menyontek saat ulangan dan kurangnya jiwa nasionalisme sehingga mengarah pada lunturnya nilai karakter siswa terjadi di SMK Negeri 1 Kendal. Kebijakan pendidikan karakter, implementasi, dan pelaksanaan belum terlihat di SMK Negeri 1 Kendal untuk menjawab tantangan globaloisasi dan indutrialisasi dalam perubahan budaya pada anak usia sekolah. Tujuan Penelitian adalah: (1) Mengkaji kebijakan pendidikan karakter di sekolah berwawasan kebangsaan SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal, (2) Mengkaji implementasi pendidikan karakter di Sekolah Berwawasan Kebangsaan SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal. Fokus penelitian ini adalah kebijakan pendidikan karakter dan implementasi pendidikan karakter sebagai landasan wawasan kebangsaan di SMK Negeri 1 Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Kendal Kabupaten Kendal. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi, dengan informan terdiri atas tiga kelompok, yaitu pengelola sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan: (1) kebijakan pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kendal dilaksanakan sesuai dengan keinginan bersama warga sekolah yang diwujudkan melalui SK Kepala Sekolah. Pendidikan karakter diwujudkan dalam budaya 5S seperti senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, (2) pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan dengan memberikan teladan oleh guru kepada siswanya. The implementation of school learning today still seems that the students are often late, lack of awareness to do homework, cheating on daily examination, and lack of spirit of nationalism that led to the fading of student’s character occur in SMK N 1 Kendal. The character building policy, implementation, and execution have not been seen in SMK N 1 Kendal to answer the challenges of the global era and industry in cultural change for students. The purposes of this study are: (1) analyzing the character building policy in the national vision school SMK N 1 Kendal, (2) Analyzing the implementation of character building at the National vision School SMK N 1 Kendal. The focus of this research is character building policy and implementation of character building as the national vision in SMK N 1 Kendal. This study uses a qualitative approach. The location of the study is in SMK N 1 Kendal. The technique of data collection uses interviews and observations, which the informants consist of three groups: school administrators, teachers, and students. Data analysis technique is conducted with interactive analysis. The results of the study show (1) the policy of character building applied in SMK N 1 Kendal is properly implemented by the community of the school realized through the decree of Principal. The character building is realized in the 5S habituation like smiles, shaking hands, greetings, polite, and courtesy. (2) The implementation of character building is applied through habituation by examples of teachers to their students.
POLA ADAPTASI DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT HINDU DI DUKUH JOMBLANG DESA DUKUHRINGIN KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Susilowati, Erma; Wasino, Wasino; Utomo, Cahyo Budi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14079

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial hidup bermasyarakat dan beranekaragam seperti keanekaragaman agama. Salah satu persebaran agama Hindu adalah Dukuh Jomblang, di mana jumlah pemeluk agama Hindu lebih sedikit dari agama Islam sehingga beberapa kebudayaan masyarakat Hindu dalam interaksinya menjadi bahan perbincangan masyarakat sekitar. Interaksi mengaharuskan masyarakat Hindu melakukan adaptasi agar kebudayaannya dapat diterima dan menjadi kearifan lokal Desa Dukuhringin. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang (1) pola interaksi yang terjadi antara masyarakat Hindu dan Islam, dan (2) pola adaptasi yang terjadi antara masyarakat Hindu dan Islam dalam mempertahankan kebudayaannya sehingga terbentuk kearifan lokal di Dukuh Jomblang Desa Dukuhringin Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) pola interaksi yang terbentuk adalah kerjasama, akomodasi dan persaingan berdasarkan sikap saling menghargai dan toleransi yang tinggi setelah sikap kepemimpinan parisade Hindu Dharma Indonesia tegas, (2) pola adaptasi dihasilkan dari perubahan sikap dan perilaku masyarakat Hindu adalah modifikasi kultural seperti dalam bidang antar umat beragama terbentuknya forum Silaturahmi Indonesia, adanya acara Dharma Santi, adanya paguyuban pada bidang perdagangan, dan bidang pendidikan diadakan kejar paket B dan sekolah pasraman yang menjadi kearifan lokal Desa Dukuhringin. Humans as social beings living in a society and diverse. One of the areas where people are Hindus in Dukuh Jomblang. However, Hindus less than Muslims so that the interaction there was the custom of the Hindu community which ridiculed by the local community. The Hindu community must interaction adapts in culture can be accepted and become local wisdom of the village Dukuhringin. The purpose of this study are (1) patterns of interaction between Hindu and Muslim communities, and (2) pattern of adaptation that occurs between the Hindu and Muslim communities in maintaining their culture of local wisdom in the Village Dukuh Jomblang of Dukuhringin in district Slawi of Tegal regency. This study used a qualitative approach with a phenomenological method. Techniques of data retrieval is done with interviews, observation and documentation. The results showed (1) pattern interaction formed is cooperation, accommodation and competition seen with the mutual respect and tolerance were high after the attitude of the leadership of parisade Hindu Dharma Indonesia firm, (2) the adaptation pattern resulting from a change in attitude and behavior of the Hindu community seen from the field of inter-religious Forum Silaturahmi Indonesia, the Dharma Santi, the community in the areas of trade and education held packet B and Pasraman school to be local wisdom in Dukuhringin Village.
KONSTRUKSI SOSIAL ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN DAN POLA ASUH ANAK KELUARGA NELAYAN Marlin, Minati Etika; Rusdarti, Rusdarti
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14080

Abstract

Konstruksi sosial orang tua tentang pendidikan merupakan konsep pendidilan formal yang dibangun oleh orang tua dalam keluarga terhadap anak dengan menyertakan faktor sosial budaya masyarakat. Pola asuh yang tepat akan membentuk kepribadian dan perilaku sosial yang baik pada anak. Orang tua dalam keluarga nelayan di Desa Muarareja Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal memandang pendidikan tidak penting, selain itu ditemukan perilaku sosial anak yang menyimpang. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mengkaji tentang konstruksi sosial orang tua tentang pendidikan anak keluarga nelayan di Desa Muarareja, (2) mengkaji pola asuh anak keluarga nelayan di Desa Muarareja, (3) mengkaji Pola Asuh keluarga nelayan terhadap perilaku sosiak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konstruksi sosial orang tua tentang pendidikan anak yang masih rendah, kurang perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, (2) Pola asuh anak keluarga nelayan menerapkan pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif, (3) Pola asuh keluarga nelayan terhadap perilaku sosial anak. Pola asuh otoriter dan demokratis akan membentuk perilaku sosial yang sesuai dengan norma, sedangkan pola asuh permisif akan membentuk perilaku sosial yang tidak sesuai dengan norma. The social construction of parents on education is the concept of formal education which was built by the family parents of children to include social and cultural factors. Appropriate parenting will shape the personality and good social behavior in children. Some parents in a family of fishermen in the village Muarareja Western District of Tegal Tegal saw education is not important. Also found child deviant social behavior. The results showed that: (1) the construction of the parents about the child's education on their children's education is still low, less parental supervision of children's education, (2) the pattern of parenting practiced by families of fishermen to their children apply authoritarian parenting, democratic, and permissive, (3) parenting practiced by families of fishermen form the social behavior of children. Authoritarian parenting and will form a democratic social behavior in accordance with the norms, while permissive parenting will shape social behavior that does not comply with the norm (deviant behavior).
DAMPAK FENOMENA JUDI ONLINE TERHADAP MELEMAHNYA NILAI-NILAI SOSIAL PADA REMAJA (STUDI DI CAMPUSNET DATA MEDIA CABANG SADEWA KOTA SEMARANG) Zurohman, Achmad; Pudji Astuti, Tri Marhaeni; Sanjoto, Tjaturahono Budi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14081

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, sekarang judi beralih ketempat yang sedikit lebih elit. Kemajuan teknologipun mengubah cara bermain judi. Sekarang, berjudi tidak harus bersembunyi seperti dahulu. Hanya dengan duduk santai di depan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, kita bisa melakukan permainan haram tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan dan menganalisis remaja melakukan judi online, (2) tanggapan keluarga terhadap remaja pelaku judi online, (3) dampak judi online terhadap melemahnya nilai-nilai sosial pada remaja. Lokasi penelitian ini adalah di Campusnet Data Media Cabang Sadewa Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa judi online berdampak terhadap melemahnya nilai-nilai sosial pada remaja. Diantaranya adalah melemahnya nilai material, yaitu ketika remaja mengalami kekalahan bermain judi online, uang mereka habis. Nilai vital yaitu saat kalah bermain judi online, tindakan remaja adalah menggadaikan barang yang mereka miliki. Serta, nilai kerokhanian yaitu ketika remaja menang bermain judi online remaja gunakan untuk mabuk-mabukan. Along with the development of technology, now gambling turning the place a little more elite. Progress teknology change the way gambling. Now, gambling should not hide as before. Just to sit back in front of the computer connected to the Internet network, we can do these illicit game. The purpose of this study were (1) to describe and analyze the teens do online gambling, (2) family responses to juvenile offenders online gambling, (3) the impact of online gambling to the weakening of social values ​​in adolescents. The location of this research is in Campusnet Data Media Branch Sadewa Semarang. This study uses a phenomenological approach. The results of this study showed that online gambling impact on the weakening of social values ​​in adolescents. Among them is the weakening of the material, that is when the teenagers defeat online gambling, their money runs out. Value vital that when you lose playing online gambling, teen action is pawning they have. As well, the value of spirituality that when teens win gambling online teens use to get drunk.
PEWARISAN NILAI FALSAFAH BUDAYA LOKAL GUSJIGANG SEBAGAI MODAL SOSIAL DI PONDOK PESANTREN ENTREPRENEUR AL MAWADDAH KUDUS Maharromiyati, Maharromiyati; Suyahmo, Suyahmo
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14082

Abstract

Gusjigang merupakan falsafah budaya lokal ajaran Sunan Kudus yang berpengaruh pada masyarakat Kudus. Seiring perkembangan waktu banyak remaja Kudus yang tidak mengetahui arti dan makna Gusjigang. Muncul inisiatif dari pengelola pondok Pesantren Entrepreur Al Mawaddah Kudus yang berusaha melestarikan nilai karakter Gusjigang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gusjigang falsafah dari spirit Sunan Kudus yang mengandung nilai karakter. Nilai karakter yang terkandung didalamnya, meliputi Gus (bagus) meliputi jujur, toleransi, disiplin, peduli sosial, dan tanggung jawab. Ji (ngaji) meliputi religius, rasa ingin tahu, gemar membaca. Gang (dagang) meliputi kerja keras, kreatif, dan mandiri. (2) Pola pewarisan yang dilakukan oleh pondok yaitu dengan pola partisipatif. (3) Bentuk pewarisan nilai karakter Gusjigang melalui internalisasi, internalisasi dan sosialisasi. Adapun modal sosial yang dibutuhkan yaitu kepercayaan, jaringan, norma, kreativitas dan kemandirian (4) Alasan pondok mengembangkan nilai karakter yang berpijak pada falsafah Gusjigang yaitu pewarisan nilai melalui kecerdasan budaya, pelestarian budaya lokal, membangun kemandirian ekonomi dan menumbuhkan semangat peduli lingkungan. Gusjigang a local cultural philosophy teachings of the Sunan Kudus effect in Kudus society. Over the years many adolescents in Kudus who do not know the meaning and significance Gusjigang. Initiative emerged from the lodge leader Pesantren Entrepreneur Al Mawaddah Kudus seeking to preserve the character values ​​Gusjigang. The method used is qualitative data analysis techniques using interactive analysis includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed that: (1) Gusjigang Sunan Kudus philosophy of spirit that contains the character values. ​​Characters values contained there in include Gus (good) include honesty, tolerance, discipline, social care, and responsibility. Ji (Koran) includes religious, curiosity, love to read. Gang (trade) includes hard working, creative, and independent. (2) The pattern of inheritance is done by the lodge which is a pattern of participation. (3) The form of inheritance Gusjigang character values ​​through internalization, internalizing and socializing. As for the necessary social capital: trust, networks, norms, creativity and independence (4) Reasons cottage develop character values ​​that adheres to the philosophy that Gusjigang inheritance value through cultural intelligence, the preservation of local culture, to build economic independence and foster the spirit of environmental care.

Page 2 of 16 | Total Record : 152