cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Oktober" : 5 Documents clear
Fishing season analysis of scad mackerel (Decapterus sp.) in North Sulawesi and its surrounding waters based on catch landing in Fish Landing Center of Tumumpa Majore, Erick P.; Luasunaung, Alfret; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12409

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Analisis pola musim penangkapan ikan malalugis (Decapterus sp.) di Perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di PPI Tumumpa Information on fishing season is important for fishing operations. This study used primary and secondary data. The former was obtained through interviews with fishing master of purse seiners and participation in fishing operations. The latter was taken from 5 years of catch data (2009 to 2013) available in the Landing Center of Tumumpa. Results showed that scad mackerels can be caught all year surveyed in April, May, June, and July, with the best season in May. Informasi tentang musim penangkapan penting dalam operasi penangkapan ikan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan teknik wawancara terhadap pengelola kapal pajeko dan mengikuti kegiatan penangkapan ikan di daerah penangkapan, sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan di PPI Tumumpa dengan teknik pencatatan data produksi selama periode 5 tahun (2009-2013). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ikan malalugis dapat ditangkap sepanjang tahun. Musim penangkapan ikan malalugis terjadi pada bulan April, Mei, Juni, Juli dan musim penangkapan tertinggi terdapat pada bulan Mei.
Study on the use of different light intensities on fish catch of raft lift net in Dodinga Bay, West Halmahera Regency Alwi, Djainudin; Kaparang, F. E.; Patty, Wilhelmina
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12408

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Kajian penggunaan intensitas cahaya lampu yang berbeda terhadap hasil tangkapan bagan perahu di perairan Teluk Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat Raft lift net fishermen in Dufa-Dufa, Ternate City, are using the gasoline lamp “petromax”, as accessory equipment in fishing operation. In relation to its development, global energy saving and gasoline conversion to liquid petroleum gas (LPG), it is necessary to design an easier fishing technology either for energy saving, gear use efficiency or economic efficiency in association with utilization time and fish catch increment. The study was aimed at 1) determining the different effect of Tornado Cool light on number of fish and fish species; 2) studying the optimal light intensity for raft lift net fishing operation. Results showed that total fish catches of each light intensity treatment were 867.3 kg for TC10 (240 watts), 1,500 kg for TC8 (192 watts), and 804 kg for TC6 (144 watts), respectively. Five fish species were caught: anchovy (Stelophorus sp.), 56.62%, sardine (Sprateloides delicatulus), 35.03%, long-jawed mackerel (Rastrelligger kanagurta), 4.80%, squid (Loligo sp.), 3.05%, scad (Selaroides sp.), 0.50%. The statistical test indicated no significant difference between mean catch of different light intensity treatments. Nelayan bagan perahu di Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate yang beroperasi di perairan Teluk Dodinga masih mengandalkan lampu petromaks sebagai alat bantu penangkapan ikan. Sejalan dengan berkembangnya penghematan energi secara global dan dengan adanya konversi minyak tanah ke gas, maka perlu didesain teknologi yang lebih mudah baik dalam rangka penghematan energi, efisien dalam penggunaan alat dan ekonomis yang dihubungkan dengan waktu penggunaan serta dapat meningkatkan hasil tangkapan maka, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh intensitas yang berbeda dari lampu Tornado Cool terhadap jumlah dan jenis hasil tangkapan, 2) Mengkaji intensitas yang sesuai untuk pengoperasian Bagan perahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total hasil tangkapan yang diperolah masing-masing perlakuan lampu dengan intensitas cahaya yang berbeda yaitu TC10 (240 watt) sebesar 867,3 kg, TC8 (192 watt) 1500 kg, dan TC6 (144 watt) 804 kg. Terdapat 5 jenis ikan yang tertangkap dengan komposisi yakni Teri (Stelophorus sp) 56,62%, Sarden (Sprateloides delicatulus) 35,03%, Kembung (Rastrelligger kanagurta) 4,80 %, Cumi (Loligo sp) 3,05% dan Selar (Selaroides sp) 0,50%. Berdasarkan hasil uji statistik tidak ada perbedaan yang nyata antara rata-rata hitung hasil tangkapan dari perlakuan lampu dengan intesitas cahaya yang berbeda.
First maturity assessment and allometric growth of skipjack tuna, Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758), landed at Ternate Island Susanto, Adi Noman; Lumingas, Lawrence J.L
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12396

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pendugaan pertama matang kelamin dan pertumbuhan alometri ikan cakalang, Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758), yang didaratkan di Pulau Ternate Skipjack tuna, Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758), is a very important species for Indonesian fisheries.  A total of 462 specimens (254 males and 208 females) collected from fish landings in Ternate Island from November 2013 to April 2014 were used to estimate length at first sexual maturity, length-weight relationship, and length-head circumference relationship. The length at first sexual maturity (FL50) was 489.68 mm. The length-weight relationship equations were  W = 0.0001*FL2.7232 for males and W = 0.0002*FL2.6595 for females, respectively. Student’s t-test indicated significant deviation of ‘b’ from ‘3’ towards negative allometric growth (p< 0.05).  The length-head circumference relationship equations were HC = 0.5453*FL1.0263for males and HC = 0.6519*FL0.9985for females, respectively. Student’s t-test indicated no significant deviation of ‘b’ from ‘1’ towards isometric growth (p> 0.05).  Analysis of covariance showed that there was no significant difference between sexes (p> 0.05) for both relationships. Hence, a common length-weight relationship and a common length-head circumference relationship can be derived using pooled data of both sexes. Ikan cakalang, Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758) merupakan  spesies yang sangat penting untuk perikanan Indonesia.  Sejumlah 462 spesimen (254 jantan dan 208 betina) ikan cakalang yang diperoleh dari ikan yang didaratkan di Pulau Ternate, selama periode November 2013 sampai April 2014 telah digunakan untuk menduga panjang matang kelamin pertama, hubungan panjang-berat, dan hubungan panjang-keliling lingkar kepala. Panjang pada saat matang kelamin pertama (PC50) adalah  489,68 mm. Persamaan hubungan panjang-berat diperoleh BT = 0,0001*PC2,7232 untuk jantan dan BT = 0,0002*PC2,6595 untuk betina. Hasil uji-t Student menunjukkan penyimpangan yang nyata ‘b’ dari ‘3’ cenderung ke arah pertumbuhan alometrik negatif (p < 0,05).   Persamaan hubungan panjang-keliling lingkar kepala diperoleh LK = 0,5453*PC1,0263 untuk jantan dan LK = 0,6519*PC0,9985 untuk betina. Hasil uji-t Student menunjukkan deviasi yang tidak nyata nilai ‘b’ dari ‘1’ yang cenderung ke arah pertumbuhan isometrik (p > 0,05).   Analisis kovarians menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara jantan dan betina (p > 0,05) untuk kedua hubungan tersebut di atas. Oleh karena itu, suatu hubungan panjang-berat umum dan suatu hubungan panjang-lingkar kepala umum dapat dibuat dengan menggunakan data gabungan kedua jenis kelamin.
Analysis of sago starch fermented with aerobic and anaerobic processes as alternative material for fish meal Wuniarto, Erwin; Sampekalo, Julius; Lumenta, Cyska
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12397

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Analisis pati sagu yang difermentasi dengan proses aerob dan anaerob sebagai bahan alternatif pengganti tepung ikan Fish meal is commonly used as the main ingredient in aqua feeds. In this study, sago (Metroxylon spp.) starch was fermented through aerobic and anaerobic processes using Rhizophus sp. The duration of fermentation was 10 days. Based on proximate analysis, the unfermented sago starch had protein content of 1.11%, while the fermented one showed five to eight times increased protein level. The carbohydrate, lipid, and ash contents were found to decline in both aerobic and anaerobic fermentation. On the other hand, water content and crude fiber increased in both aerobic and anaerobic processes. Tepung ikan umumnya digunakan sebagai bahan baku utama dalam pakan organisme budidaya. Dalam penelitian ini, bahan pati sagu (Metroxylon spp.) difermentasi secara aerob maupun anaerob dengan menggunakan Rhizopus sp. Lamanya fermentasi adalah 10 hari. Berdasarkan hasil uji proksimat, kandungan protein pati sagu tanpa fermentasi adalah 1,11 %, sedangkan bahan pati sagu yang difermentasi memperlihatkan peningkatan kandungan nilai proteinnya sebanyak lima sampai delapan kali. Kandungan karbohidrat, lemak, dan kadar abu berkurang pada kedua fermentasi aerob dan anaerob. Sebaliknya, kadar air dan serat kasar meningkat pada kedua proses aerob dan anaerob.
Study on hydrodynamics of fiberglass purse seiners made in several shipyards in North Sulawesi Masengi, Melisa; Masengi, K.W.A.; Dien, Heffry V.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12400

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Studi tentang hidrodinamis kapal pukat cincin fiberglass yang dibuat di beberapa galangan kapal di Sulawesi Utara Purse seiner, the technical specifications and movement of purse seine vessels affect the fishing operations, and therefore, both should be considered in purse seiner production. The purpose of this study was to compare the hydrodynamic characteristics of the fishing boats by using the application of Delftship software. This research used a descriptive method on the field observation data. The samples were three fiberglass purse seiners taken from several shipyards in North Sulawesi. Results found that the purse seiner from Tumumpa shipyard had good stability. Kapal Purse Seine, dengan karakter teknis dan model pergerakannya, mempengaruhi kegiatan operasi penangkapan ikan di laut. Karakter teknis dan pergerakan kapal ini hendaknya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan pembuatan Purse Seiner. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik hidrodinamis kapal pukat cincin dengan menggunakan aplikasi Delftship. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang diperoleh dari pengambilan data langsung di lapangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tiga kapal pukat cincin fiberglass yang diambil pada beberapa galangan kapal di Sulawesi Utara. Hasil penelitian dari ketiga kapal yang dijadikan sampel ini menunjukkan bahwa kapal yang diambil di Tumumpa memiliki stabilitas yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5