cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Model Konseptual Sistem Informasi Geografis Sarana Penunjang Kepariwisataan (Studi Kasus Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta) Reza Ferial Ashadi
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2019.V08.i2.03

Abstract

Secara nasional sektor pariwisata menunjukkan perkembangan yang pesat; hal tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perolehan devisa, serta mobilitas wisatawan nusantara. Salah satu perangkat pendukung yang dapat meningkatkan perkembangan kepariwisataan adalah kemudahan wisatawan dalam memperoleh informasi kepariwisataan. Penyajian informasi yang cepat, menarik, serta mudah merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam rangka meningkatkan pelayanan wisata. Sebagai salah satu alternatif, kebutuhan informasi kepariwisataan dapat ditunjang oleh teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Salah satu tahapan dalam perancangan suatu informasi kepariwisataan dengan teknologi SIG yang merupakan produk akhir dalam penelitian ini adalah mendesain model konseptual untuk menggambarkan kebutuhan pengguna dan hubungan entitas yang diperlukan. Dari kuesioner di dapatkan hasil bahwa kebutuhan informasi tentang atraksi wisata, rumah makan, dan peta jalan menempati prioritas informasi yang di perlukan wisatawan. Model konseptual dalam penelitian ini bersifat bebas atau independen yang artinya bahwa model ini tidak tergantung pada perangkat lunak SIG apapun.  Penelitian ini mempersoalkan model konseptual Sistem Informasi Sarana Penunjang Kepariwisataan dengan studi kasus : Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.
Analisa Perbandingan Metode Konvensional, Desklab dan Bondek pada Pekerjaan Bekisting Jembatan Girder Tipe I pada Proyek Jalan Tol Bogor – Ciawi - Sukabumi Irriene Indah susanti
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.01

Abstract

Pada saat ini perkembangan teknologi konstruksi yang bervariasi menjadikan alternatif yang cukup baik dalam pembangunan proyek konstruksi, akan tetapi keterbatasan sumber daya yang ada menjadi tolak ukur yang dipertimbangkan dalam pemilihan metode maupun material yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi. Seluruh stake holder terkait dalam pembangunan sangat mengharapkan pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, mutu yang dapat diandalkan dan biaya yang ekonomis. Bila dilihat dari sudut pandang kontraktor, biaya yang dikeluarkan menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan konstruksi, oleh karena itu pemilihan metode perlu direncanakan dan diteliti secara matang. Cara yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi yaitu dengan mencari alternatif bekisting di dalam pelaksanaan konstruksi. Hasil dari analisa biaya pada masing-masing metode bekisting dalam /m2 yaitu : biaya bekisting konvensional sebesar Rp. 401.228, biaya bekisting bondek sebesar Rp. 236.835, biaya bekisting deckslab precast sebesar Rp. 1.069.303. Dari hasil analisa tesebut maka dapat disimpulkan, metode bondek adalah pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai bekisting pelat lantai pada jembatan karena biaya yang dikeluarkan lebih efisien bila dibandingkan dengan bekisting konvensional dan deckslab precast.
Peta Sebaran Dampak Banjir Di Kawasan Pemukiman Menggunakan Metoda PBFE Saiful Azis Nuri
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.04

Abstract

AbstractFlood is an occurrence of natural disasters caused by several factors such as the amount of rainfall, poor drainage channels, high groundwater conditions, soil types that do not absorb surface water so quickly and others. Many floods occur in the territory of Indonesia, not least in the area of Tangerang Regency. Performance Based Flood Engineering (PBFE) method is a new method of analyzing the magnitude of flood impact. PBFE is a derivative of the existing Performance Based Hurricane Engineering (PBHE). PBFE is a methodology that can be used to evaluate the structural risks associated with facilities located in disaster prone areas, based on total probability theorems and built on techniques already developed and used in other sub-fields of civil engineering. In this paper PBFE will be combined with Geographic Information System (SIG). SIG is a specialized information system that manages data that has spatial information (spatial reference). Or in a narrower sense, is a computer system that has the ability to build, store, manage and display geo-referenced information, such as data identified by location, in a database. The incorporation of PBFE and SIG is expected to produce a map of the distribution of flood impacts in Tangerang District. Keywords: Performance Based Flood Engineering; SIG; Impact Analysis; Residential Area. AbstrakBanjir adalah suatu kejadian bencana alam yang disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya besarnya curah hujan, saluran drainase yang kurang baik, kondisi muka air tanah yang tinggi, jenis tanah yang tidak terlalu cepat menyerap air permukaan dan lain-lain. Banjir banyak terjadi di wilayah Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Tangerang. Metoda Performance Based Flood Engineering (PBFE) adalah metoda baru dalam menganalisis besarnya dampak akibat banjir. PBFE merupakan turunan dari Performance Based Hurricane Engineering (PBHE) yang sudah ada. PBFE merupakan metodologi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko struktural yang terkait dengan fasilitas terletak di daerah rawan bencana, didasarkan pada total teorema probabilitas dan dibangun berdasarkan teknik yang sudah dikembangkan dan digunakan di sub bidang teknik sipil lainnya. Pada makalah ini PBFE akan dikombinasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG).  SIG adalah Sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Pengggabungan PBFE dan SIG diharapkan dapat menghasilkan peta sebaran dampak banjir yang ada di Kabupaten Tangerang.Kata kunci : Performance Based Flood Engineering; SIG;  Analisa Dampak; Kawasan Permukiman.
Optimasi Kinerja Pemindahan Tanah untuk Pekerjaan Jalan Menggunakan Program Linear dari Tinjauan Muatan dan Match Factor Agus Harmoko; Sawarni Hasibuan
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2019.V08.i2.05

Abstract

Bisnis batubara di Indonesia mengalami peningkatan produksi domestik sebesar 25% dan 5% untuk ekspor tahun 2018. Peningkatan tersebut memicu tumbuhnya pembangunan infrastruktur jalan angkut batubara. Salah satu pekerjaan proyek jalan angkut batubara adalah pengangkutan material tanah untuk pekerjaan timbunan jalan. Kendala yang sering ditemui terbatasnya sumber daya dan mahalnya biaya peralatan. Oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk menjawab permasalahan tersebut. Penelitian ini membahas analisa operasional pekerjaan pemindahan tanah proyek jalan angkut batubara berdasarkan tinjauan muatan dan match factor. Metode yang digunakan adalah studi kasus proyek jalan angkut batubara di Kalimantan Tengah dengan menggunakan software Linear Programming (Solver dan WINQSB) untuk memeroleh minimasi kinerja biaya berdasarkan kebutuhan alat. Keterbaruan dari penelitian ini adalah optimasi penggunaan alat dan ketersediaan waktu dari sisi alat untuk penggunaan excavator. Hasil penelitian menunjukkan untuk menyelesaikan pekerjaan pemindahan tanah memerlukan excavator sebanyak 1Unit PC400, 1unit PC300, 1unit PC200 dan alat articulated dump truck (ADT) sebanyak 6unit. Optimasi biaya alat diperoleh sebesar 2% untuk skema sewa dan 1% untuk skema kepemilikan. Efisiensi optimum diperoleh dengan menggunakan kombinasi skema sewa dan kepemilikan dengan komposisi 1unit PC200, 1unit PC300 dan 1unit PC400 dengan skema kepemilikan, sedangkan untuk ADT membutuhkan 6unit dengan skema biaya sewa sehingga efisiensi mencapai 5%.
Analisa Keterlambatan Berbasis Manajemen Risiko Pada Proyek Warehouse Lazada Tahap 2 Merlina Ayu Apriliyani
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.02

Abstract

Proyek konstruksi sering mengalami kinerja yang buruk dalam hal keterlambatan waktu sehingga keterlambatan adalah hal yang paling umum, mahal , rumit dan berisiko. Karena pentingnya waktu untuk kedua pemilik (dalam hal kinerja) dan kontraktor (dalam hal uang). Ketika keterlambatan terjadi pada proyek dapat menyebabkan kerugian berbagai pihak. Dalam pelaksanaanya proyek Warehouse Lazada ini menghadapai beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan. Adapun penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko keterlambatan, mengetahui risiko keterlambatan yang dominan, serta melakukan penanganan terhadap risiko yang dominan. Metode Penelitian ini akan dilakukan dengan survey, wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden. Analisis data kuesioner ini akan diolah dengan software SPSS untuk menguji validitas dan realibilitas data. Setelah itu akan dilakukan penilaian nilai risiko berdasarkan PMBOK untuk mengetahui risiko keterlambatan yang dominan kemudian dilakukan validasi pakar mengenai penanganan risiko untuk penanganan risiko terhadap risiko yang dominan. Dari hasil analisis diperoleh 7 variabel risiko yang paling dominan yang mempengaruhi keterlambatan pada proyek warehouse, yaitu: X40 Metode pada pekerjaan heavy lifting dan erection yang kurang tepat, X12 kerusakan alat pekerjaan saat berlangsung, X44 Kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pihak yang terlibat dalam proyek, X17 Keterlambatan kedatangan tenaga kerja akibat libur hari raya, X1 Keterlambatan pengiriman material ke lokasi proyek, X19 Produktivitas tenaga kerja yang rendah dan X6 Kekurangan bahan konstruksi

Page 1 of 1 | Total Record : 5