cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
EVALUASI PENYEBARAN KUALITAS BATUBARA MENGGUNAKAN KRIGING DAN ANALISIS VARIANSI; STUDI KASUS MUARA WAHAU, KALIMANTAN TIMUR Nurdrajat, Muhammad Kurniawan Alfadli, Reza Moh. Ganjar Gani, Fatima Riesma Khansa,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61609

Abstract

Kualitas batubara merupakan parameter utama dalam pengolahan dan pemanfaatan bahan galian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran kualitas batubara dan memberikan informasi keberadaan lapisan batubara. Keberadaan batubara yang berpotensi di Indonesia salah satunya berada di Provinsi Kalimantan Timur. Daerah penelitian secara regional berada pada Cekungan Kutai, Formasi Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Terbentuk pada kala Oligosen Akhir – Miosen Awal. Pada penelitian ini batubara terdapat dua lapisan yakni Lapisan A dan Lapisan B, dengan ketebalan berkisar 0,03 m - 24,37 m. Hasil pengamatan formasi ini menunjukkan pembawa batubara terletak pada satuan batupasir dan batulempung Wahau. Berdasarkan data bawah permukaan dan data laboratorium untuk menentukan sebaran kualitas batubara daerah penelitian ini menggunakan peta isoquality dan parameter kualitas batubara. Hasil analisis sebaran kualitas relatif merata dengan sebaran pada setiap lapisan batubara yang memiliki kecenderungan meningkat kearah bagian Utara daerah penelitian dengan nilai 3438 - 5425 Cal/g menjadi 3692 - 5343 Cal/g dengan diikuti penurunan kadar abu 3,94% menjadi 3,84 %. Pada Rank Batubara berdasarkan panduan ASTM (1993) jenis batubara pada Lapisan A dan Lapisan B adalah Lignite pada bagian Selatan dan Sub-bituminus pada bagian Utara daerah penelitian. Pada lingkungan pengendapanya, semakin ke arah timur semakin tinggi, termasuk kepada lingkungan darat dan tidak dipengaruhi oleh air laut, karena memiliki nilai total sulfur <1% Lapisan A (0,15 adb) dan Lapisan B (0,14 adb). Estimasi sumberdaya dilihat berdasarkan hasil analisis struktural, estimasi dengan metode kriging pada SGeMS Batubara di daerah penelitian berperingkat sub-bituminus C dengan densitas relatif 1,3 ton/ m3. Estimasi total sumber daya adalah 2.98 juta m3 dalam volume dan 3.88 juta ton dalam tonase. Pada batubara peringkat lignite estimasi total sumberdaya batubara di daerah penelitian adalah 1.28 juta m3 dalam volume dan 1.65 juta ton dalam tonase.Kata Kunci: Batubara, Persebaran Kualitas, Sumber daya, Geostatistik, SGeMSABSTRACT
HUBUNGAN FASIES PENGENDAPAN BATUPASIR FORMASI “FZ” TERHADAP PROSPEK HIDROKARBON PADA LAPANGAN “PETRA” CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Ildrem Syafri, Nanda Natasia , Herlina Rachman, Ronny Krisnandar, Muhammad Faza Qinthara,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61657

Abstract

Lapangan “PETRA” merupakan salah satu lapangan yang terletak di Cekungan Sumatra Tengah, Provinsi Riau yang berada pada Wilayah Kerja Blok Rokan milik PT. Pertamina Hulu Rokan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan fasies pengendapan batupasir Formasi “FZ” terhadap prospek hidrokarbon pada Lapangan “PETRA” Cekungan Sumatera Tengah. Penentuan asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan dilakukan dengan menggunakan data batuan inti yang dikalibrasi dengan pendekatan analisis elektrofasies. Menurut gabungan data batuan inti, studi literatur, fasies lingkungan pengendapan, sistem lingkungan pengendapan di Lapangan “PETRA” berada pada lingkungan fluvial. Berdasarkan analisis petrofisika, nilai penggal pada lapangan penelitian menghasilkan nilai 34.2% untuk kandungan serpih, 9,1% untuk porositas efektif, dan 80% untuk saturasi air. Berdasarkan asosiasi fasies dan sifat fisik batuan pada Lapangan “PETRA”, Zona hidrokarbon terbesar yang menjadi prospek di Lapangan “PETRA” terdapat pada interval FZ_3, FZ_5 dan FZ_4 yang mempunyai litologi batupasir tebal dengan porositas 13,6% – 19,6%. Terdapat 4 fasies pengendapan yang berkembang pada Formasi “FZ” di Lapangan “PETRA”, fasies pengendapan fluvial channel dan fluvial point bar menjadi fasies pengendapan dengan prospek hidrokarbon yang baik sementara fasies pengendapan crevasse splay dan fluvial floodplain menjadi fasies pengendapan dengan prospek hidrokarbon yang buruk.Kata Kunci: Reservoir, Analisis Petrofisika, Zona Hidrokarbon, Fasies Pengendapan.
Interpretasi Lingkungan Pengendapan dan Kualitas Reservoir Berdasarkan Analisis Elektrofasies dan Analisis Petrofisika Pada Formasi Talang Akar Anggota Zelda Bagian Bawah, Cekungan Asri Abdurrokhim, Yoga Andriana, Ary Wahyu Wibowo,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61614

Abstract

Pada penelitian ini digunakan data well loggi dari tiga sumur ekplorasi di daerah Cekungan Asri, Off Shore South East Sumatera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lingkungan pengendapan Formasi Talang Akar Anggota Zelda bagian bawah sehingga dapat mengetahui kualitas reservoir pada lingkungan pengendapan hasil analisis fasies yang kemudian dibuktikan dengan data petrofisikanya sebagai data kuantitatif reservoir tersebut. Untuk penentuan lingkungan pengendapan dilakukan analisis fasies dari elektrofasies dan lithofasies. Elektrofasies diperoleh bentuk kurva log gamma ray blocky, serrated, funnel, dan bell. Kemudian diperoleh juga lithofasies yang pada umumnya pada bagian bawah setiap sumur tersusun dari batulempung dengan keterdapatan lapisan batubara sebagai sisipan dan pada bagian atas tersusun dari batupasir halus-sangat halus. Berdasarkan analisis tersebut ditentukan lingkungan pengendapan pada Formasi Talang Akar Anggota Zelda bagian bawah yaitu berada pada lingkungan darat (Fluvial) sampai transisi (Delta). Analisis kuantitatif berupa perhitungan petrofisika ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, dalam perhitungan volume shale rumus yang digunakan adalah Young Rock, perhitungan porositas dan saturasi air menggunakan Metode Indonesia.Kata Kunci : Petrofisika, Lingkungan Pengendapan, Reservoir, Formasi Talang Akar, Anggota Zelda Bagian Bawah.
ANALISIS TEKANAN PORI DAN PENYEBAB TERJADINYA OVERPRESSURE PADA SUMUR-X DAN SUMUR-Y CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, Yusi Firmansyah, Sena Warman Reksalegora, Kartini Yuni Asih,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61662

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Cekungan Kutai, Kalimantan timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan pori, penyebab overpressure, dan persebaran zona overpressure pada daerah penelitian. Analisis ini penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pengeboran seperti kick dan blowout. Penelitian ini menggunakan data well log dan laporan pengeboran, serta menggunakan perhitungan metode Eaton (1975). Sumur-X dan Sumur-Y memiliki pangkat Eaton (1975) yang berbeda- beda. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi tekanan pori pada daerah penelitian menunjukan kondisi overpressure. Top overpressure pada kedua sumur memiliki kedalaman yang berbeda dan terdapat pada Formasi Pulau Balang. overpressure pada sumur- X disebabkan oleh mekanisme loading, sedangkan untuk Sumur-Y disebabkan oleh mekanisme loading beserta unloading. Mekanisme loading pada daerah penelitian terjadi karena besarnya kecepatan sedimentasi, untuk mekanisme unloading disebabkan karena diagenesis mineral smektit ke ilit. Berdasarkan hasil korelasi Sumur-X dan Sumur-Y, kondisi overpressure pada daerah penelitian mengalami pendangkalan ke arah selatan.Kata Kunci: Cekungan Kutai, Tekanan pori, Overpressure, Penyebab overpressure.
ANALISIS KEBERADAAN DAN MEKANISME PEMBENTUKAN OVERPRESSURE PADA SUMUR AA-1, DI LAPANGAN “X”, OFFSHORE CEKUNGAN SUMATERA UTARA Dicky Muslim, Budi Muljana, Riyan Mudastsir, Khalid Baihaqi Johan,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61652

Abstract

Sumur AA-1 merupakan salah satu sumur yang terletak di lepas pantai Cekungan Sumatra Utara, Pulau Sumatera. Pengeboran sumur eksplorasi di wilayah lepas pantai Cekungan Sumatra Utara diketahui memiliki tantangan berupa risiko geologis seperti adanya zona overpressure. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan zona overpressure serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan overpressure terkait dengan kondisi geologi di area studi. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan data sumur yang kemudian diproses untuk menentukan shale baseline, Normal Compaction Trend (NCT), perhitungan tegangan overbuden, dan estimasi tekanan pori menggunakan metode Eaton. Hasil analisis mengidentifikasi dua tren zona overpressure: zona top overpressure, yang mulai terdeteksi pada interval Intra-Keutapang, didominasi oleh litologi serpih dengan nilai tekanan pori 8,6 – 9,1 ppg, dan zona hard overpressure pada bagian reservoir Bampo Sand dan Formasi Parapat, didominasi oleh litologi batupasir, dengan nilai tekanan pori maksimum sebesar 10,4 ppg. Mekanisme pembentukan overpressure disebabkan oleh mekanisme loading berupa disequilibrium compaction pada interval serpih dan mekanisme unloading, yang diduga terjadi akibat lateral transfer pada batupasir.Kata Kunci : Overpressure, Log Sumur, Disequilibrium Compaction, Lateral Transfer, Eaton
REKOSNTRUKSI SESAR BERDASARKAN KEKAR DAN LIPATAN MINOR PADA FORMASI HALANG SEGMEN SUNGAI CIJUREY DESA BABAKANSARI KECAMATAN BANTARUJEG KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Ismawan, Faisal Helmi, Dijah,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61610

Abstract

Penelitian dilakukan di sebagian Sungai Cijurey, Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Menggunakan metode analisis kinematik melalui kekar minor dan lipatan minor. Penelitian dilakukan untuk merekonstruksi keterjadian sesar dan geometri pola struktur yang terjadi melibatkan analisis kekar menggunakan aplikasi DIPS. Hasil analisis menujukkan bahwa adanya perbedaan pola struktur di Sungai Cijurey diakibatkan oleh adanya sesar yang terjadi. Berdasarkan pola struktur dan lokasi, daerah penelitian terbagi kedalam dua segmen yaitu Sistematic Zone dan Destruction Zone yang mencirikan perbedaan arah tegasan yang mempengaruhi keterbentukan pola struktur di Sungai Cijurey. Pada Segmen Destruction Zone terdapat geometri lipatan seret yang disebabkan dengan adanya pergerakan sesar.Kata Kunci: Sungai Cijurey, Kekar, Lipatan Seret, Analisis Kekar, Analisis Geomteri, Rekonstruksi Sesar
IDENTIFIKASI POTENSI AKUIFER BERDASARKAN KONDISI GEOLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT T. Yan W. M. Iskandarsyah, Yudhi Listiawan, Christina Natalia,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61658

Abstract

Air merupakan sumber daya alam utama bagi kebutuhan makhluk hidup. Salah satu sumber air yang banyak digunakan adalah air tanah. Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citeureup, Kabupaten Bogor yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dengan potensi air tanah yang cukup signifikan secara hidrogeologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi menjadi akuifer berdasarkan kondisi geologi lokal di DAS Citeureup pada jenis akuifer bebas. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi untuk pengambilan data primer sebanyak 52 stasiun pengamatan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis aspek-aspek geologi meliputi analisis morfografi, analisis struktur geologi, analisis geologi dan analisis potensi akuifer. Morfografi di daerah penelitian terbagi menjadi tiga morfografi yaitu Dataran, Perbukitan, dan Pegunungan. Daerah penelitian tersusun atas 4 satuan batuan dari yang tertua hingga termuda: Satuan Batugamping (Sbg), Satuan Batulempung (Sbl), Satuan Batuan Vulkanik (Sbv), dan Satuan Batupasir (Sbp). Hasil analisis potensi akuifer menunjukkan DAS Citeureup memiliki potensi akuifer yang berada pada 3 jenis satuan batuan yaitu akuifer batugamping, akuifer batupasir, dan akuifer batuan vulkanik serta daerah non-akuifer pada satuan batulempung. Akuifer batugamping berkembang melalui sistem pelarutan yang tampak dari keberadaan sungai bawah tanah, akuifer batupasir berkembang melalui sistem ruang antar butir pada batupasir dengan porositas baik, dan akuifer batuan vulkanik berkembang melalui rekahan pada batuan akibat aktivitas tektonik yang signifikan di daerah penelitian.Kata Kunci: Pemetaan geologi, Analisis morfografi, Struktur geologi, GIS, Akuifer bebas
ANALISIS KARAKTERISTIK BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN SEJARAH PEMENDAMAN 1D PADA LAPANGAN “X”, CEKUNGAN JAWA TIMUR Nurul Ilmi, Hendra Iriansyah, Miftah MaziEdy Sunardi, Nisaed, Yunika Nur Fauzia,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61615

Abstract

Studi geokimia minyak dan gas bumi berperan penting dalam mengetahui potensi minyak dan gas bumi di sebuah cekungan. Penelitian ini berfokus pada daerah penelitian yang berlokasi di Cekungan Jawa Timur. Sampel batuan induk yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari total 6 (enam) sumur, yakni YF-1, YF-2, YN-1, YN-2, YN-3, dan YN-4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, mencakup aspek kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik pada setiap formasi dengan menggunakan metode pirolisis rock-eval, dan reflektansi vitrinit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa Formasi Kujung, Formasi CD, dan Formasi Ngimbang menunjukkan kuantitas dan kualitas batuan induk yang baik dan telah mencapai tingkat kematangan puncak. Ketiga formasi ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan hidrokarbon dengan jenis gas, campuran minyak dan gas, dan minyak. Analisis sejarah pemendaman berdasarkan pemodelan satu dimensi menunjukkan Formasi Ngimbang, Formasi CD, dan Formasi Kujung telah mengalami kematangan termal, sedangkan Formasi Tuban, Ngrayong, dan Wonocolo belum mengalami proses kematangan termal.Kata kunci: Cekungan Jawa Timur, Batuan Induk, Geokimia, Pemodelan 1D, Sejarah Pemendaman
OPTIMASI BERAT LUMPUR DAN REKOMENDASI KEDALAMAN DENGAN PENDEKATAN SAFE MUD WINDOW UNTUK PENGEBORAN YANG AMAN PADA SUMUR SINGHULUNG-X DI SUB-CEKUNGAN MADURA Mochamad Kamal , Boy Yoseph CSSSA, Yusi Firmansyah, Sena W. Reksalegora, Muhamad Said Lutfi,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66156

Abstract

Sub-Cekungan Madura memiliki potensi hidrokarbon, namun menghadapi tantangan berupa overpressure akibat laju pengendapan cepat dan tektonik kompresional, yang dapat memicu masalah pengeboran. Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan kedalaman yang aman dan optimasi berat lumpur untuk pengeboran pada Sumur Singhulung-x. Data yang digunakan mencakup wireline log dan data pengeboran. Penelitian dilakukan menggunakan metode semi-kuantitatif, seperti rekonstruksi NCT, prediksi tekanan pori Eaton (1975), dan penerapan konsep safe mud window. Hasil penelitian menunjukkan sumur memiliki top of transition pressure pada kedalaman 3097 ft dan top of hard overpressure pada kedalaman 4136 ft. Berdasarkan kondisi tekanan pori, terbagi zona aman di kedalaman 924–3097 ft, zona rawan pada kedalaman 3097–4136 ft, dan zona sangat rawan pada kedalaman 4136–8474 ft. Rekomendasi kedalaman yang aman untuk pengeboran berada pada rentang 924-3097 ft. Optimasi berat lumpur yang disarankan untuk kedalaman 924-3097 ft sebesar 8,8-10,6 ppg, untuk kedalaman 3097–4136 ft sebesar 10,7-10,8 ppg, dan untuk kedalaman 4136-8474 ft sebesar 12,3-15,4 ppg.Kata Kunci: Sub-Cekungan Madura, overpressure, berat lumpur, safe mud window
KARAKTERISTIK GEOKIMIA ENDAPAN BAUKSIT DI DAERAH X, KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Mega Fatimah Rosana, Cecep Yandri Sunarie, Muhammad Hery Setiyawan, Resa Khoerunisa,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66162

Abstract

Endapan bauksit di Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber aluminium, namun kualitas bijih bauksit sangat dipengaruhi oleh kandungan mineral penyusunnya, terutama mineral aluminium hidroksida seperti gibbsit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kandungan mineral dengan kadar aluminium oksida (Al₂O₃) pada endapan bauksit. Lokasi penelitian berada di daerah X, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi, dan analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan analisis geokimia dengan menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD) dan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui komposisi mineral yang terkandung dan unsur kimia utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan gibbsit pada sampel yang dianalisis berkisar antara 37% hingga 97,4%, sedangkan kadar Al₂O₃ berkisar antara 26,27% hingga 50,06%. Sampel dengan kandungan gibbsit tinggi umumnya menunjukkan kadar Al₂O₃ yang tinggi. Sebaliknya, sampel dengan kandungan gibbsit rendah memiliki kadar Al₂O₃ yang rendah. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan linier positif yang sangat kuat antara kandungan gibbsit dan kadar Al₂O₃ dengan nilai r = 0,991 dan R² = 0,981, yang berarti sekitar 98,1% dari kadar Al₂O₃ pada sampel berasal dari gibbsit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kandungan mineral gibbsit sangat berpengaruh terhadap kadar aluminium oksida dalam endapan bauksit dan dapat dijadikan sebagai indikator kualitas bijih bauksit di daerah penelitian.Kata Kunci: Bauksit, XRF, XRD, Gibbsit, Aluminium Oksida

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue