cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
EVALUASI GEOKIMIA BATUAN INDUK PADA AREA TANJUNG CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Yoseph Robby Apranda, Cyntia Adrian Lestari,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66155

Abstract

Lokasi penelitian merupakan Area Tanjung yang terletak di Cekungan Barito, Kalimantan Selatan. Terdapat sampel batuan induk yang berasal dari empat sumur penelitian, yakni sumur CAM, CAH, CAB, dan CAS. Penelitian ini meliputi evaluasi geokimia untuk menentukan karakteristik batuan induk berdasarkan kuantitas, kualitas, dan kematangan material organiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Tanjung dan Formasi Warukin pada seluruh sumur memiliki kuantitas yang baik dengan kemampuan menghasilkan hidrokarbon gas (kerogen tipe III), maupun campuran minyak dan gas (kerogen tipe II). Kemudian, Formasi Tanjung pada sumur CAS dan Formasi Warukin pada sumur CAB telah mencapai tingkat kematangan puncak, sedangkan sumur CAM dan CAH belum mencapai kematangan. Namun, Formasi Warukin memiliki nilai Total Organic Carbon (TOC) yang sangat tinggi (>10 wt%) sehingga dominasi hidrokarbon yang dihasilkan pada formasi ini adalah batubara. Dengan demikian, disimpulkan bahwa batuan sumber minyak dan gas bumi pada daerah penelitian adalah Formasi Tanjung.Kata Kunci: Cekungan Barito, Batuan Induk, Geokimia, Material Organik
KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN ANALISIS BIOMARKER BATUAN INDUK PADA SUB-CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Inara Shabrina Setya, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Nazadesvy Erya Andrikasari,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik geokimia batuan induk dari Sub-Cekungan Jambi, yang mencakup kuantitas, kualitas, kematangan termal, sumber material organik, serta lingkungan pengendapannya. Analisis dilakukan pada sampel singkapan dari Formasi Air Benakat dan Formasi Lahat Bawah dengan metode geokimia, termasuk Total Organic Carbon (TOC), Rock-Eval Pyrolysis (REP), Gas Chromatography (GC), dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Air Benakat memiliki kuantitas material organik yang sangat rendah, dengan tipe kerogen III yang cenderung hanya menghasilkan gas. Sebaliknya, Formasi Lahat Bawah memiliki kuantitas material organik yang bervariasi dari fair-excellent, dengan tipe kerogen II/III yang berpotensi menghasilkan minyak dan gas. Sumber material organik pada kedua formasi ini didominasi oleh material organik dari tumbuhan darat, dengan Formasi Lahat Bawah menunjukkan input material organik tumbuhan darat lebih dominan. Lingkungan pengendapan Formasi Air Benakat diperkirakan berada dalam lingkungan transisi, sedangkan Formasi Lahat Bawah diendapkan dalam lingkungan rawa gambut (peat-swamp). Dari segi kematangan termal, Formasi Air Benakat berada pada tahap immature, sedangkan Formasi Lahat Bawah berada pada tahap immature-early mature. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai potensi batuan induk di Sub-Cekungan Jambi dalam eksplorasi hidrokarbon lebih lanjut.Kata kunci: Batuan induk, Biomarker, Geokimia, Hidrokarbon, Sub-Cekungan Jambi.
GEOLOGI DAERAH CICANTAYAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIBADAK, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Billy G. Adhiperdana, Shabrina Putri Septianti,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66154

Abstract

Secara geografis daerah pemetaan terletak pada 106°47'49.2"BT sampai 106°50'34.8"BT dan 6°53'20.4 "LS sampai 6°56'2.4 "LS dengan luas wilayah kurang lebih 25 km2 . Secara administratif, daerah pemetaan terletak di Daerah Cicantayan dan Sekitarnya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pemetaan ini adalah traverse, pengambilan sampel dan analisis laboratorium. Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah pemetaan dibagi menjadi empat satuan, yaitu Dataran Vulkanik Landai, Perbukitan Karst Landai, Perbukitan Struktural Sedimen Agak Curam, Perbukitan Struktural Sedimen Curam. Berdasarkan pengamatan lapangan, satuan litostratigrafi yang membentuk daerah pemetaan dapat dikelompokkan menjadi empat satuan secara berurutan dari yang tertua hingga ke yang termuda, yaitu Satuan Konglomerat Kuarsa (Pokk), Satuan Batugamping (Nmbg), Satuan Batupasir (Nmbp), dan Satuan Breksi Vulkanik (Qbv). Struktur geologi yang berkembang pada daerah pemetaan berupa kekar, sesar, dan lipatan. Sejarah geologi daerah pemetaan dimulai pada kala Oligosen di lingkungan darat yang membentuk Satuan Konglomerat Kuarsa (Pokk). Kemudian terjadi transgresi, sehingga pada kala Miosen Awal terbentuk Satuan Batugamping (Nmbg) yang menjemari dengan Satuan Batupasir (Nmbp) pada periode yang sama. Pada kala Miosen Tengah hingga Pliosen terjadi aktivitas tektonik yang menyebabkan daerah pemetaan terlipat, terangkat, dan tersesarkan. Setelah itu pada kala Miosen Akhir hingga Holosen terjadi aktivitas vulkanik yang menyebabkan terbentuknya Satuan Breksi Vulkanik (Qbv). Potensi sumberdaya geologi yang dapat dimanfaatkan pada daerah pemetaan ini adalah penambangan batupasir, konglomerat kuarsa dan batugamping serta potensi pariwisata berupa Gunung Walat Park dan Guha Putih. Adapun potensi bencana geologi yang terdapat pada wilayah ini yaitu longsor.Kata kunci : Cicantayan, Cibadak, Pemetaan Geologi, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Sejarah Geologi, Sumberdaya Geologi, Kebencanaan Geologi
ANALISIS GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN BIOMARKER WILAYAH KAMPAR BARAT, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Muhammad Fathan Zulfikar,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik geokimia batuan induk di wilayah Kampar Barat, Cekungan Sumatera Tengah, guna menentukan potensi batuan induk dalam menghasilkan hidrokarbon. Analisis dilakukan terhadap 10 sampel batuan dari Formasi Pematang dengan metode Total Organic Carbon (TOC), Rock Eval Pyrolysis (REP), serta Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan induk memiliki kuantitas material organik yang berkisar antara sedang hingga sempurna, yang diwakili oleh sampel AD-36A, AD-36B, dan AD-80B. Analisis biomarker menunjukkan lingkungan pengendapan transisi dengan campuran material organik darat dan lakustrin. Rasio pristana/fitana yang tinggi serta dominasi senyawa sterana C-29 menunjukkan sumber material organik berasal dari tumbuhan tingkat tinggi. Rasio CPI (Carbon Preference Index) dan TAR (Terrigenous to Aquatic Ratio) mengindikasikan kontribusi dominan material organik darat. Hasil analisis Tmax menunjukkan bahwa seluruh sampel masih dalam kondisi belum matang (immature). Hal ini menunjukkan bahwa batuan induk di wilayah ini memiliki potensi hidrokarbon yang signifikan namun belum mencapai tahap kematangan yang optimal untuk produksi minyak dan gas bumi. Dengan hasil ini, penelitian ini memberikan wawasan penting dalam eksplorasi hidrokarbon di wilayah Kampar Barat.Kata Kunci: Geokimia, Batuan Induk, Biomarker, Kampar Barat, Cekungan Sumatera Tengah
ANALISIS STRATIGRAFI DAN EVOLUSI GEOLOGI DAERAH WALURAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN WALURAN, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Kurnia Afriansyah Fachrudin, Muhammad Rezi Farela,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66153

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menganalisis stratigrafi di daerah Waluran dan sekitarnya, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Daerah ini terletak di Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang memiliki kompleksitas geologi tinggi akibat interaksi proses sedimentasi, vulkanisme, dan tektonisme. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi untuk memperoleh data primer, yang kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif, didukung dengan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan adanya lima satuan stratigrafi utama, yaitu Satuan Batupasir (Sbp), Satuan Tuf Ubahan (Stu), Satuan Lava Basal (Slb), Satuan Tuf (St), dan Satuan Breksi Vulkanik (Sbv). Urutan stratigrafi menunjukkan adanya hubungan selaras antar satuan batuan, kecuali pada Satuan Breksi Vulkanik yang memiliki kontak tak selaras, mengindikasikan episode tektonik setelah pengendapan awal. Analisis foraminifera dan struktur sedimen menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan bervariasi dari laut dangkal hingga lingkungan darat akibat aktivitas tektonik.Sejarah geologi daerah penelitian mencerminkan evolusi yang kompleks, dimulai dari Kala Miosen Awal hingga Miosen Akhir. Pada periode ini terjadi transgresi laut, aktivitas vulkanisme, serta deformasi tektonik yang memengaruhi perkembangan morfologi wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman geologi regional serta mendukung eksplorasi sumber daya alam di daerah Waluran.Kata Kunci: Geologi, Stratigrafi, Sejarah Geologi, Miosen, Waluran.
KARAKTERISTIK PENGARUH TEKTONIK RELATIF PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKANDANG BAGIAN TENGGARA Pradnya Paramarta Raditya Rendra, Kyla Almira, Emi Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66164

Abstract

Pulau Jawa merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi akibat lokasinya di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Aktivitas ini membentuk banyak sesar aktif di daratan, termasuk di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) di bagian tenggara Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikandang dengan pendekatan indeks geomorfik. Metode yang digunakan melibatkan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap empat parameter morfotektonik: faktor asimetri cekungan (Af), integral hipsometrik (Hi), rasio lebar-tinggi lembah (Vf), dan indeks bentuk cekungan (Bs). Lokasi penelitian memiliki luas 74,9 km² yang dibagi menjadi 25 Daerah Tangkapan Air (DTA). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa 40% DTA tergolong dalam kelas aktivitas tektonik tinggi, 56% menengah, dan 4% rendah. Aktivitas tektonik tinggi umumnya ditemukan di bagian timur laut dan barat daya, yang berdekatan dengan pertemuan sesar aktif seperti Sesar Pakenjeng dan Sukamulya. Ciri morfologi di wilayah ini meliputi DAS yang asimetris, lembah lebar berbentuk U, topografi curam, dan bentuk DAS memanjang, yang menunjukkan pengaruh aktivitas tektonik relatif di lokasi penelitian adalah menengah. Temuan ini menunjukkan bahwa kompleksitas struktur geologi di lokasi penelitian memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan bentuklahan dan tingkat kerentanan bencana geologi, seperti gerakan tanah dan longsor. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi dan perencanaan pembangunan di kawasan rawan bencana.Kata Kunci: DAS Cikandang bagian tenggara, indeks aktivitas tektonik relatif, indeks geomorfik, morfotektonik, sistem informasi geografis
KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DAERAH GUNUNGBATU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIRACAP, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Adi Hardiyono, Nanda Natasia, Kurnia Arfiansyah F, Muhammad Kurniawan, Faran Fatimah Anestasya,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66157

Abstract

Daerah penelitian berada di Desa Gunungbatu dan sekitarnya Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Penelitian berfokus kepada kajian karakteristik geomorfologi di daerah penelitian mencakup aspek morfografi, morfometri, dan morfogenetik. Identifikasi karakteristik geomorfologi didasarkan pada analisis data citra satelit (DEM) dan pengamatan aspek morfologi, morfometri, dan morfogenetik di lapangan secara langsung. Hasil penelitian berupa semua peta aspek komponen geomorfologi. Secara morfologi, memiliki dua karakteristik utama yaitu dataran rendah dan perbukitan rendah. Pola aliran sungai daerah penelitian mengikuti pola subdendritik dan trelis. Berdasarkan karakteristik morfometri, kemiringan lereng di daerah penelitian bervariasi mulai dari tingkat kemiringan yang datar, agak curam, dan curam. Proses-proses endogen aktivitas tektonik terjadi seperti adanya lipatan dan sesar serta proses eksogen seperti pelapukan dan erosi berperan dalam pembentukan daerah penelitian dari segi morfogenetik. Litologi yang ada di daerah penelitian terdiri dari batupasir, tuf, lava basalt, lempung, dan breksi. Berdasarkan analisis atas aspek morfografi, morfometri, dan morfogenetik ini, daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan geomorfologi yang berbeda yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Rendah Denudasional, Satuan Perbukitan Rendah Struktural Datar, Satuan Perbukitan Rendah Denudasional Datar, Satuan Perbukitan Rendah Struktural Agak Curam, dan Satuan Perbukitan Rendah Struktural Curam.Kata kunci : Gunungbatu, Morfologi, Morfometri, Morfogenetik, Geomorfologi
REKONSTRUKSI SESAR DI BAGIAN TIMUR KOMPLEKS PASIR MALATI BERDASARKAN DATA LAPANGAN Abdurrokhim, Naomi Amaris Siagian,
Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i1.66163

Abstract

Kompleks Pasir Malati yang terletak pada mandala Cekungan Bogor, berdasarkan tinjauan pustaka, merupakan bagian dari Blok Majalengka yang memiliki struktur khusus (ditandai dengan persebaran orientasi jurus dan kemiringan batuan yang cenderung tidak teratur), kontras dengan bagian luar dari Sub-Cekungan Pasir Malati yang didominasi oleh pola struktur Sumatra berarah barat laut – tenggara dan memiliki topografi pegunungan-pegunungan memanjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan merekonstruksi sesar-sesar yang terletak di bagian timur dari Kompleks Pasir Malati dengan menggunakan data lapangan hasil pemetaan struktur geologi, yang dikalibrasi dengan intepretasi sesar menggunakan data DEM (digital elevation model) dan dengan mengacu juga kepada perubahan-perubahan arah aliran sungai. Hasil rekonstruksi menunjukan dominasi pola struktur Sumatra yang dimiliki oleh sesar-sesar di daerah penelitian, berikut ditemukan sesar-sesar conjugate dan sesar inversi. Intepretasi terhadap hasil rekonstruksi sesar mengindikasikan adanya perubahan rezim tektonik dari kompresional menjadi ekstensional akibat compressional release dan akibat flexure yang hasilkan oleh kompensasi beban topografi pada Cekungna Bogor yang merupakan retroarc foreland basin.Kata kunci : Garis gores, Sesar, Inversi, Pola Sumatra, Pasir Malati

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue