cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yogi.suprayogi@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
ISSN : 25809970     EISSN : 25811878     DOI : -
Jurnal ini diterbikan berkala oleh Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran dua kali dalam setahun. (Agustus dan Februari). Memuat Hasil Penelitian dan analisis teori yang berkaitan dengan perencanaan pelayanan publik, metodologi kontemporer dalam masalah-masalah publik , isu desentralisasi dan dekonsentrasi, penguatan kelembagaan publik dan kajian umum yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Pengaruh Faktor Lingkungan, Nilai-nilai dan Sumber Daya terhadap Kualitas Pelayanan Air Bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Medal Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh Kabupaten Sumedang Lalas Sulastri; Dadan Setia Nugraha
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.628 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.14382

Abstract

PDAM Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh telah mengupayakan memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun dalam perjalanannya sering mendapat keluhan dari masyarakat. Keluhan masyarakat tentang semakin sulitnya untuk mendapatkan air bersih tampaknya masih menjadi kendala yang sepenuhnya belum dapat diatasi oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini PDAM Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh. Di satu pihak permintaan masyarakat akan air bersih semakin meningkat, namun kualitas pelayanan yang diberikan belum sebanding dengan pemenuhan permintaan masyarakat tersebut. Beberapa indikasi menunjukkan bahwa kondisi tersebut antara lain diduga disebabkan oleh faktor lingkungan, nilai-nilai dan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh faktor lingkungan, nilai-nilai dan sumber daya terhadap kualitas pelayanan air bersih di PDAM Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh. Penelitian ini dilakukan pada 66 orang karyawan PDAM Tirta Medal Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplanatif. Teknik sampling yang digunakan adalah sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket kepada karyawan PDAM. Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor lingkungan, nilai-nilai dan sumber daya berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan air bersih. Ditemukan fakta bahwa PDAM Tirta Medal Cabang Ujungjaya, Tomo dan Paseh perlu mencermati upaya pemenuhan pelayanan dari segi kontinuitas air untuk dapat mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
TIPOLOGI INOVASI SEKTOR PUBLIK PADA TIGA PROGRAM INOVATIF PEMERINTAH DAERAH KOTA SURABAYA (Tinjauan Reflektif terhadap Tiga Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018) Kristian Widya Wicaksono
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.573 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.19895

Abstract

The decentralization policy in Indonesia puts the local government as the main actor to bring their community to achieve their common purpose and goal. Thus, the local government needs to be empowered so they will have a capacity to make a significant breakthrough in their decisions and actions. In line with that need, the Indonesia central government issues a law called local innovation to develop the performance of government operation and enable the acceleration of people wealth improvement. The purpose of local innovation law is also to protect local government innovation and increase in number of local government innovations. Besides the law instrument, the attention from central government by recognizing the innovative program that has been done by local government is also very important. Therefore, the Ministry of Administrative Reform provides an award for local government innovation as an incentive for local government creative efforts.This study is conducted to explore the valid concept of public sector innovation. Furthermore, this paper will provide a reflective analysis of the three innovative programs initiated by the local government in Surabaya City based on the perspective of typologies of public sector innovation. An exploratory approach is utilized in this paper to gain valid understanding about the concept of public sector innovation and its typologies in the local level.The result of this study shows that innovation and public sector innovation is a set of academic concepts which related with newness and change and it has a serious intent to improve the quality of input, product and its impact on the customer needs. Moreover, the three innovative programs of Surabaya City local government are fulfilled four criteria of the typologies of public sector innovation, which are the creation of new service, process innovation, administrative innovation, and conceptual innovation.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Lansia di Kota Yogyakarta (Studi kasus pelayanan kesehatan pada Puskesmas Mantrijeron) Muhammad Khozin; Nur Fitri Mutmainah
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.706 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.18452

Abstract

ABSTRACK  The aim of this paper is study the effect of health service quality on elderly satisfaction in Puskesmas Mantrijeron. Mix methods approach is used to answer the purpose of this study which quantitative method with scaled indeks to determine the quality of satisfaction services with variabel services. Qualitative approach used to explain how elderly reponses about the services. The conclusion of the research is, service quality in Puskemas Mantrijeron to eldery is “excellent” as indicated of 86.74 score. ABSTRAKTulisan ini menelaah mengenai kualitas pelayanan Puskesmas Mantrijeron terhadap masyarakat lansia. Metode penelitian yang dipergunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah mix method dimana metode kuantitatif dengan skala indeks dipergunakan untuk mengetahui ukuran kualitas pelayanan berdasarkan variabel layanan. Metode kualitatif dipergunakan untuk menggali secara mendalam respon masyarakat lansia terkait dengan pelayanan yang dirasakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil pelayanan yang ada Puskesmas Mantrijeron “SANGAT BAIK” yang ditunjukkan dengan skor 86,74.
ANALISIS TERHADAP TATA KELOLA KEUANGAN DESA CITALEM KECAMATAN CIPONGKOR KABUPATEN BANDUNG BARAT Bambang Agus Diana
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.54 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.18434

Abstract

Abstrak  Salah satu yang menjadi kebutuhan dalam meningkatkan pengetahuan pemerintahan desa saat ini adalah mengenai pengelolaan keuangan desa, karena tidak sedikit pemerintahan desa masih kurang paham dalam pengelolan tata keuangan yang baik dan benar, apalagi sekarang ini banyak bantuan pemerintah yang diberikan kepada desa, salah satunyanya dana desa, yang semakin besarnya pemberian dana desa yang diberikan pemerintah, sehingga perlu adanya pengelolaan keuangan yang baik dan benar.Dengan disahkannya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari  2014, pengaturan tentang desa mengalami perubahan secara signifikan. Dari sisi regulasi, desa (atau dengan nama lain telah diatur khusus/tersendiri) tidak lagi menjadi bagian dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pada hakikatnya UU Desa memiliki visi dan rekayasa yang  memberikan kewenangan luas kepada desa di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan  pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pengetahuan faktual berkenaan dengan perencanaan anggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat.  Keuangan  Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa dalam rangka  penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut. Pendapatan Desa diterima dan disalurkan melalui rekening kas Desa dan penggunaannya ditetapkan dalam APB Desa. Abstract  One of the requirements in increasing the current knowledge of village government is regarding village financial management, because not a few village governments still lack understanding in the management of good and right financial arrangements, especially now that much of the government assistance is given to villages, one of which is village funds. , the increasing amount of village funding provided by the government, so that there is a need for good and correct financial management. With the enactment of Law No. 6 of 2014 concerning Villages on January 15, 2014, arrangements regarding villages experienced significant changes. In terms of regulation, villages (or with other names arranged specifically / separately) are no longer part of Law No. 32 of 2004 concerning Regional Government. In essence, the Village Law has a vision and engineering that gives broad authority to the village in the field of village administration, the implementation of village development, village community development, and village community empowerment based on community initiative, origin rights, and village customs. The purpose of this study is to obtain factual knowledge regarding budget planning, implementation, administration, reporting, and accountability of village financial management in Citalem Village, Cipongkor District, West Bandung Regency. Village Finance is all Village rights and obligations in the context of the administration of village governance that can be assessed with money including all forms of wealth related to the rights and obligations of the village. Village income is received and channeled through the village cash account and its use is determined in the Village APB.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA BANDUNG TENTANG TARIF JASA PENGELOLAAN SAMPAH ( Penelitian di Wilayah Bandung Timur) Engkus engkus engkus; Neneng Zakiah
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.135 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.18444

Abstract

ABSTRAK             Latar belakang penelitian ini bahwa  Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi implementor terkait pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kota Bandung yang diatur dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 316 Tahun 2013 tentang Tarif Jasa Pengelolaan Sampah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji proses implementasi dari kebijakan tarif jasa pengelolaan sampah ini. Saat ini proses implementasi kebijakan dari retribusi sampah untuk kategori Komersial dan Non Komersial belum optimal dilihat pada tahun 2017 Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung cenderung mengalami kerugian, anggaran yang terserap hanya 68,40% dari biaya operasional yang telah dikeluarkan. Khususnya di wilayah Bandung Timur, kebijakan terkait retribusi sampah belum mampu dilaksanakan secara optimal dilihat dari beberapa kendala yang dihadapi sehingga mempengaruhi terhadap pendapatan realisasi dari  retribusi sampah ini.  Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan mengacu pada teori George C. Edward III yang menyatakan bahwa keberhasilan dan kegagalan dalam proses implementasi kebijakan dapat dianalisis melalui keempat dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian pengelolaan sampah di Bandung Timur menunjukan bahwa proses implementasi yang meliputi komunikasi yaitu melaksanakan proses komunikasi internal secara vertikal dan horizontal sudah baik dilakukan oleh Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung, namun komunikasi eksternal kepada  masyarakat masih belum optimal dilakukan. Sumber Daya Manusia (SDM) seperti petugas lapangan masih kurang untuk melakukan pelayanan publik serta sarana dan prasarana operasional di Bandung Timur masih kurang. Disposisi belum dilaksana dengan baik dan Struktur birokrasi seperti Satuan Operasional Prosedur (SOP) untuk penagihan sampah kategori Komersial dan Non Komersial sudah ada, namun Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung belum memiliki Satuan Operasional Prosedur (SOP) secara umum untuk setiap program secara keseluruhan.      
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SUMEDANG Dhesti Widya Nurhasanah Ningrum; Irma Hermayanty
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.53 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.14364

Abstract

This research entitled Analysis of Society Satisfaction Index on Public Service Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang. The aim of this study is to determine the level of Sumedang's society satisfaction to provided services by the Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang.The population of this study is the community of Sumedang who got the service in Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang. The sampling technique used simple random sampling. Result of sample drawing calculation, got the number of sample are 150 responden. The analytical technique used to test the research hypothesis is quantitative analysis using the formula of IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat/ Satisfaction Index of Society) consisting of 14 elements of service.The results of the research indicate that the overall service provided by the Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang is 75.615 which are in the category of Good. The value for the average on each service element is as follows: 3.140 for service procedure element, the service requirement element is 3,027, the clarity of the service officer is 3,040, the disciplinary element of the service officer is 3,033, the service responsibility element is 3,020, is 3,040, element of service speed is 3,007, element of justice to get service is 3,020, politeness element and hospitality officer is 3,027, service cost element is 3,047, element certainty service cost is 3,027, element certainty service schedule is 3,047, and the security element of the service is 3,073.
Analisis Best Practice Inovasi Pelayanan Publik (Studi pada Inovasi Pelayanan “Kumis MbahTejo” di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta) Dwian Hartomi Akta Padma Eldo; Dyah Mutiarin
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.726 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i2.16753

Abstract

Sampai saat sekarang ini masalah pelayanan publik menjadi perhatian bersama, dibutuhkan sebuah formula dalam bentuk inovasi agar pelayanan publik menjadi lebih baik lagi. Inovasi Pelayanan publik saat ini sudah menjadi tuntutan yang harus dijalankan oleh penyedia layanan, baik itu ditataran pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah. Setiap instansi Pemerintah dituntut untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam bentuk inovasi yang ada. Budaya inovasi harus melekat kepada pemerintah yang menyelenggarakan pelayanan harus bersifat dinamis dan tetap selalu berkembang karena saat sekarang ini dengan tingkat literatur yang tinggi masyarakat telah mengerti dan paham mengenai hak dan kewajiban mereka dalam pelayanan publik. Demi meningkatkan kualitas pelayanan maka Pemerintah Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta melakukan sebuah upaya inovasi pelayanan yang diberinama Kamis-Jum’at tambah tiga jam atau dikenal dengan istilah “Kumis Mbah Tejo”. penelitian ini ingin melihat bagaimana pengimplementasian dari konsep Best practice didalam inovasi pelayanan dengan mencoba menganalisis dengan unsur-unsur dari Impact, partnership, sustainability, leadership dan transferability. Teknik pengumpulan data penulis mencoba melakukan dengan cara wawancara kepada pihak yang terkait. Untuk kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah inovasi pelayanan yang ada mendapatkan respon yang baik oleh masyarakat karena dampak dari inovasi ini bisa dirasakan langsung serta yang menarik adalah untuk mendapatkan kepuasan masyarakat dalam inovasi pelayanan “Kumis Mbah Tejo” ini tanpa perlu semua unsur yang menjadi landasan analisis terpenuhi  dengan baik.Kata kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Pemeritah Kecamatan

Page 1 of 1 | Total Record : 7