cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA TEHADAP ATLET PARALIMPIK PELAJAR TUNA NETRA BERPRESTASI DI KOTA BANDUNG Gunawan, Aditya Rahmat; Rusyidi, Binahayati; Meilany, Lenny
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.105 KB)

Abstract

Atlet paralimpik pelajar tuna netra adalah seorang penyandang tuna netra yang memiliki potensi dalam bidang olahraga dan memilih menjadi seorang atlet yang tergabung ke dalam naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Di Kota Bandung sendiri, terdapat 11 orang anak penyandang tuna netra yang tergabung menjadi atlet binaan NPCI Kota Bandung. Beragam prestasi pernah mereka dapatkan. Dari lima kali gelaran Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpelda) Jawa Barat, kontingen Kota Bandung berhasil tiga kali merebut predikat sebagai juara umum, dan dua kali menjadi runner-up. Prestasi yang didapatkan tentunya tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik seorang atlet saja, akan tetapi terdapat beberapa faktor lain yang mendukung dan menunjang pencapaian prestasi seorang atlet paralimpik pelajar tuna netra. Salah satu faktor yang paling penting dan harus didapatkan oleh para atlet adalah dukungan sosial dari kedua orangtuanya. Karena, orangtua selaku lingkungan sosial pertama yang dimiliki oleh seseorang, memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar seorang anak, baik dari segi kebutuhan dasar psikis, fisik, dan sosialnya. Dengan terpenuhinya dukungan yang diberikan oleh orangtua terhadap anak, maka akan memunculkan perasaan aman, nayaman, dihargai, dan mendapatkan kasih sayang. Hal ini terkait dengan bentuk-bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh orang tua terhadap para atlet paralimpik pelajar tuna netra berprestasi di Kota Bandung. Bentuk-bentuk dukungan sosial yang dimaksud adalah dukungan instrumental, dukungan emosional, dukungan informasional, dan dukungan penghargaan. Di tengah stigma negatif yang diterima oleh para penyandang tuna netra, maka dukungan sosial dari orangtua diharapkan memberikan sebuah manfaat secara moril bagi mereka untuk menjalani hidup, dan bahkan bisa berprestasi di bidang-bidang sesuai dengan minat dan bakatnya.
POLA ASUH ANAK OLEH IBU USIA DINI Prabowo, Enggal Wildan; Ishartono, Ishartono; S., Meilanny Budiarti
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.091 KB)

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada pola asuh anak oleh ibu yang masih berusia dini dengan studi kasus yang terletak di desa Lengkongbarang. Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana pola pengasuhan yang dilakukan oleh Ibu yang masih berusia dini. Objek penelitian ini adalah bagaimana pola asuh anak oleh Ibu yang masih berusia dini atau remaja di Desa Lengkongbarang, dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang berasal dari dokumen-dokumen, arsip, buku-buku, atau pun jurnal-jurnal ilmiah. Penelitian ini menjelaskan fenomena yang cukup banyak terjadi di lingkungan masyarakat yaitu menganai pola asuh anak oleh Ibu yang masih berusia dini. Sesuai dengan sifat dari objek penelitian ini, maka pendekatan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bagaimana Ibu yang masih berusia dini, atau masih berusia remaja dalam memenuhi kebutuhan dasar anaknya. Dalam hal ini, masalah yang terjadi adalah apabila kebutuhan dasar anak tidak dapat dipenuhi oleh orangtua, terutama oleh Ibu yang masih berusia dini atau remaja. Masalah tersebut merupakan masalah yang harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah lain pada anak. Masa anak-anak adalah masa dimana terdapat usia emas atau yang sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itulah kebutuhan dasar anak harus dipenuhi dengan baik, agar tidak menggangu masa-masa pertumbuhan maupun perkembangan anak. Namun, pada kenyataannya hal tersebut dapat terhambat apabila Ibu yang masih berusia dini tidak dapat memberikan kebutuhan dasar anak secara maksimal dikarenakan usia Ibu yang masih dini. Hal ini juga dapat membuat keadaan anak cukup terancam karena cukup banyak anak yang ditelantarkan oleh Ibu yang masih berusia dini.
KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT MENTAL Choresyo, Berry; Nulhaqim, Soni Akhmad; Wibowo, Hery
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.795 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang keberadaan penykit mental yang muncul di masyarakat namun kurang disadari oleh masyarakat itu sendiri sehingga seringkali menimbulkan perlakuan maupun anggapan yang salah terhadap penderita kelainan mental baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai kelainan mental dan kurangnya kesadaran untuk menghubungi pihak ahli yang mampu menangani penyakit mental tersebut. Sosialisasi terkait penyakit mental sangat diperlukan karena fenomena kelainan mental seperti autism, down syndrome maupun penyakit mental lainnya yang juga bisa terjadi pada orang dewasa seperti Skizofrenia, bipolar atau depresi berat, sudah ada sejak dulu dan fenomenanya masih sering ditemukan namun pemahaman akan hal ini masih kurang di masyarakat, terutama masyarakat daerah pedalaman atau terpencil.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PROGRAM PEMBERDAYAAN Fitriani, Yesi; Raharjo, Santoso Tri; Wibowo, Hery
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.139 KB)

Abstract

Ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai kekuasaan. Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan. Paparan singkat ini bertujuan untuk memberikan gagasan mengenai program-program pemberdayaan baik oleh pemerintah maupun swasta. Ditengah gencarnya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, meskipun berbagai prestasi yang telah dicapai tetapi di sisilain masih terdapat banyak catatan buruk mengenai implementasi dan hasil dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Dapat dilihat dari beberapa program pemberdayaan yang dijalankan selama ini, terutama oleh pemerintah pusat. Betapa banyak program pemberdayaan yang dijalankan namun berakhir dengan kegagalan. Atau pada kondisi lain, misi pemberdayaan yang diemban program-program tersebut justru bermuara pada semakin tidak berdayanya kelompok masyarakat yang seharusnya diberdayakan.Berpijak pada perspektif pembangunan kesejahteraan sosial, bahwa membangun dan memberdayakan masyarakat memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan isu-isu lokal dan global. Hal ini dilakukan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berkelanjutan.
PEMBENTUKAN SAKOLA KARAJINAN RAKYAT CIPACING Gunawan, Wahju; Humaedi, Sahadi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.316 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.17264

Abstract

ABSTRACT The PPMP OKK activities entitled "The Establishment of Sakola Karajinan Rakyat in Cipacing" is located at RW 01 on Cipacing Village in Jatinangor, Sumedang. The purpose of its establishment is to overcome poverty in society if it is done in a sustainable and comprehensive manner. Besides that, it is able to regenerate the art of local people’s craft for the outsiders in a systematically, successfully, and appropriately.With the implementation of this kind of activity, it is hoped that people can see directly about the process of making their craft and at the same time they can share their knowledge with the craftsmen as well. The craftsmen themselves were hoping to teach their knowledge to the next generation, so that in the future they can maintain this craft’s culture and also pass it on to the next generation.The activities that have been done here are intended to introduce various of original crafts that comes from Cipacing in order to be able to compete to a wider market share, so it can help them to improve the economy as well, which so far their economies are still relatively low. Most of the craftsmen can sell their craft directly to consumers through the learning process that is carried out at an affordable price. Based on these activities, they are able to achieve a good profit. ABSTRAK PPMP OKK ini berjudul “Pembentukan Sakola Karajinan Rakyat Cipacing” di RW 01 Desa Cipacing, Kec, Jatinangor, Kab, Sumedang. Adapun tujuan dari Sakola Karajinan Rakyat yang secara berkelanjutan dan menyeluruh dapat mengatasi kemiskinan di masyarakat serta dapat meregenasikan seni kerajinan masyarakat lokal ke masyarakat luar dengan sistematis dan berhasil guna serta tepat guna.Dengan adanya kegiatan “Sakola Karajinan Rakyat” ini diharapkan masyarakat bisa langsung datang melihat proses pembuatan kerajinan, dan berbagi ilmu dengan para pengrajin. Masyarakat pengrajin itu sendiri diharapkan mampu menjadi ‘guru’ atau mengajarkan ilmunya, sehingga dapat mempertahankan budaya dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya.Kegiatan Sakola Karajinan Rakyat ini bertujuan untuk memperkenalkan kerajinan Cipacing ke mangsa pasar yang lebih luas, sehingga membantu mengangkat perekonomian para pengarajin yang selama ini masih tergolong rendah. Sehingga, mayoritas para pengrajin dapat menjual kerajinannya langsung kepada konsumen melalui proses pembelajaran di sakola tersebut dengan harga yang terjangkau konsumen, sehingga keuntungannya banyak diambil oleh para pengrajin.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA KREATIF DAGO POJOK Choresyo, Berry; Nulhaqim, Soni Akhmad; Wibowo, Hery
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.548 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14211

Abstract

Penelitian ini berjudul “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Kampung Wisata Dago Pojok”. Penelitian ini akan mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana partisipasi masyarakat di RW 03 terhadap program kampung wisata kreatif Dago Pojok dilihat dari prasyarat partisipasi yaitu kesempatan, kemampuan dan keinginan dan jenis partisipasi yang terbagi menjadi 5 (lima) jenis antara lain pemikiran, tenaga, keahlian, barang dan uang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik yang digunakan pada pennelitian ini adalah studi kasus. Data yang dihasilkan adalah data kualitatif yang diambil dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 8 (delapan) orang yang dianggap dapat memberikan informasi terperinci mengenai partisipasi masyarakat RW 03 dalam program kampung wisata kreatif.Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa aspek-aspek prasyarat partisipasi yaitu kesempatan, kemampuan dan keinginan telah terpenuhi. Dengan begitu, partisipasi dalam berbagai jenis dapat terwujud dari masyarakat. Melihat dari jenis partisipasi, warga telah melaksanakan kelima jenis partisipasi yang terdiri dari partisipasi pemikiran, tenaga, keahlian, barang dan uang. Meskipun masih ada kekurangan dalam hal partisipasi uang, hal tersebut dikarenakan masih kurangnya kemampuan warga untuk memberikan partisipasi uang dan belum adanya sistem yang mengatur pendanaan program dari uang warga.Berdasarkan pada hasil penelitian, saran yang diberikan oleh peneliti adalah penguatan sumber dana untuk program kampung wisata kreatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menutupi kekurangan warga secara individu untuk memberikan partisipasi uang dan memperkuat sumber pendanaan kampung wisata kreatif.
BENCANA SOSIAL KASUS LUMPUR PT. LAPINDO BRANTAS SIDOARJO, JAWA TIMUR ELIKA, ELMAGHFIRA PUTRI; RESNAWATY, RISNA; GUTAMA, ARIE SURYA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.909 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14272

Abstract

This article explores the Lapindo Case not only as a physical disaster, but as a social disaster. The incident occured has threatened the people of Porong, Sidoarjo and also hit the East Java’s economics and affected to the Indonesian development programs. There are not much articles in social science perspectives about this tragedy. This article is constructed Based on some of the information obtained, Sidoarjo in order to explore the, both high and low, political-economy aspects of the Lapindo Case. The author found that the destroyed public spaces, because of mudflow, had caused the damages of social sphe res, which lead to a serious social-political disaster. These facts has lead to multidimensional responses of the elite (the high politics) and the people (the low politics).
PEKERJAAN SOSIAL: BEKERJA BERSAMA ORANG DENGAN GANGGUAN BIPOLAR santoso, meilanny budiarti; wubhawa, budhi; Ishartono, Ishartono; venty, franzeska
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.44 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16019

Abstract

Penderita gangguan bipolar mengalami kondisi suasana hati yang berubah secara signifikan. Terdapat dua fase yang dialami oleh penderita, yaitu fase mania dengan perasaan gembira yang berlebihan, dan fase depresi dengan perasaan sedih yang juga berlebihan, bahkan dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Penyebab gangguan bipolar dapat dilatarbelakangi oleh faktor genetika, biologis, maupun lingkungan. Penanganannya tidak lepas dari pengobatan dan perawatan secara medis, perawatan mental dan dukungan secara sosial dengan melibatkan psikiater, perawat, dan pekerja sosial dalam satu tim yang terlibat dan bekerja bersama-sama dengan penderita untuk kesembuhannya. Pada konteks pekerjaan sosial, profesi pekerja sosial menawarkan dukungan kepada individu yang menderita gangguan bipolar serta dukungan keluarga yang dapat membantu keberlangsungan proses penyembuhannya. Pekerja sosial juga dapat memberikan layanan berupa pertemuan rutin, baik untuk melakukan konseling maupun pemecahan masalah dan gejala kekambuhannya, dan melalui penugasan dalam kelompok yang dihadiri oleh penderita, layanan manajemen kasus untuk mengakomodasi kebutuhan dan bantuan klien, bahkan memberikan layanan dukungan kepada keluarga untuk membantu mereka dalam masa penyembuhannya.
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN HANJELI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BERAS SEBAGAI PANGAN POKOK DAN PRODUK OLAHAN SETIASIH, IMAS SITI; SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI; HANIDAH, IN-IN; MARTA, HERLINA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.34 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14230

Abstract

Sering kali kita dengar ungkapan: “Kalo belum makan nasi, yaa belum makan”, sebagai ungkapan yang seringkali disampaikan oleh masyarakat di pulau Jawa. Ungkapan tersebut menggambarkan begitu lekatnya kebutuhan warga masyarakat di pulau Jawa terhadap ketersediaan beras sebagai bahan makanan pokok. Peningkatan pengetahuan dasar masyarakat mengenai bahan pangan pokok selain beras merupakan pengantar untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras dan dapat mengaplikasikannya menjadi berbagai produk olahan non-terigu dengan memanfaatkan tepung lokal. Tanaman hanjeli memiliki kekhasan tersendiri, yaitu sebagai tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air apabila dibandingkan dengan tanaman padi sawah. Hal ini menunjukkan bahwa hanjeli memiliki peluang besar untuk dikembangkan budidayanya di wilayah desa Karangasem dan Manggungan kecamatan Terisi. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah andragogi, yang mensyaratkan peserta pelatihan diposisikan sebagai orang dewasa dan didorong untuk berperan aktif dalam setiap tahapan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan membuat berbagai macam olahan pangan dari tepung hanjeli. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2015, biji hanjeli memiliki kandungan kadar air 11,46%, karbohidrat 74,36%, protein 12,26%, abu 0,65 % dan lemak 1,28%. Komposisi kimia pada biji hanjeli menunjukkan bahwa hanjeli dapat dijadikan sebagai bahan pangan pengganti makanan pokok. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa tepung tepung hanjeli, dapat digunakan sebagai bahan diversifikasi pangan olahan pengganti tepung terigu untuk produk kue kering, cake, brownies, dan mie.
LEMBAGA KREATIFITAS MAHASISWA SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MULYANA, NANDANG; JUNIAR, ASRI AFRIDA; ZAINUDDIN, MOCHAMMAD
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.907 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14396

Abstract

Kreatifitas merupakan hal yang paling utama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kreatifitan akan tercipta berbagai inovasi yang berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kreatifitas seringkali muncul dari kaum muda. Mahasiswa sebagai kamum muda yang banyak menghasilkan kreatifitas. Hal ini dikarenakan mahasiswa sebagai intelektual muda selalu diharapkan oleh masyarakat mempunyai daya kreatif yang tinggi untuk menghasilkan inovasi yang selanjutnya bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.Kota Bandung memiliki potenai besar dalam tumbuhnya indutri kreatif. Hal ini dikarenakan di Kota Bnadung terdapat banyak perguruan tinggi. Implementasi dari potensi kreatifitas ini dapat dilihat dari berkembangnya industry kreatif di Kota Bandung. Kota Bandung dikenal dengan wisata kuliner, fashion, tempat wisata alam, dan lain-lain. Kota Bandung menjadi barometer perkembangan industry kreatif di Indonesia. Untuk mengembangkan potensi tersebut tentunya dibutuhkan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Dengan mengembangkan industri kreatif dikalangan mahasiswa maka dapat mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang didasarkan kepada kreatifitas dalam mengembangkan inovasi baru.

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue