cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
DUKUNGAN SOSIAL BAGI ORANG DENGAN DISABILITAS NETRA DALAM PENCAPAIAN PRESTASI DI SEKOLAH LUAR BIASA Tasya Alyani Rosalina; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28486

Abstract

Dukungan sosial merupakan pemberian rasa aman, peduli, penghargaan, atau bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok. Sumber dukungan sosial didapatkan dari banyak pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari. Dukungan sosial dapat diberikan kepada siapa saja, begitu pula bagi orang dengan disabilitas netra. Penyandang tunanetra merupakan kondisi dimana seseorang kehilangan penglihatannya disebabkan kedua indera penglihatannya tidak dapat berfungsi sebagaimana orang awas. Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, penyandang tunanetra memiliki kesulitan sehingga membutuhkan bantuan orang lain. Begitu pula bagi orang dengan disabilitas netra yang bersekolah, dalam pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan mereka membutuhkan orang lain untuk membantunya. Tulisan ini mencoba menggambarkan dukungan sosial yang diberikan pada orang dengan disabilitas netra dalam pencapaian prestasi. Tujuan tulisan ini adalah untuk menggambarkan bentuk dukungan sosial yang diberikan pada orang dengan disabilitas netra bagi pencapaian prestasi di sekolah.
POSITIVE PARENTING: PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA Shela Nur Rahmatika; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28380

Abstract

Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan kemandirian karena merupakan tempat individu dibesarkan, mulai dari anak-anak, remaja hingga menjadi dewasa. Dalam keluarga, orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kemandirian anak tunagrahita. Pendampingan orang tua merupakan cara terbaik dalam meningkatkan disiplin pada anak, terutama dalam hal kemandirian. Kemandirian merupakan suatu keadaan dimana individu dapat mengerjakan segala sesuatu sendiri (mandiri), tanpa bantuan, dan pertolongan dari orang lain. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya proses perkembangan kemandirian pada anak adalah pengasuhan orang tua. Mengasuh dengan cara yang positif atau dikenal dengan sebutan positive parenting akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak tunagrahita. Oleh karena itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam rangka membangun kemandirian anak tunagrahita. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membangun kemandirian anak tunagrahita serta bentuk pengasuhan positif bagi anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Adapun hasil yang diperoleh dari kajian ini bahwa peran orang tua dalam membangun kemandirian anak tunagrahita antara lain memberi cinta dan kasih sayang, merawat, melindungi dan menjaga, serta mendidik dan melatih. Orang tua perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak tunagrahita agar dapat membentuk karakter positif di masa depan. Memberikan contoh yang baik pada anak serta kerja sama antara ayah dan ibu merupakan bagian yang penting, terutama dalam mengajarkan kedisiplinan dan norma-norma kehidupan.
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS RW 05 DESA CINUNUK DALAM MEMBANGUN POTENSI KEUNGGULAN WILAYAH RW Muhammad Fedryansyah; Soni Akhmad Nulhaqim; Eva Nuriyah Hidayat
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29047

Abstract

RW 05 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung adalah salah satu desa  yang memiliki potensi di bidang kuliner, jasa retail, pertanian, peternakan, perkebunan. RW ini sangat heterogen dari segi mata pencaharian dan gendernya. RW ini terletak di kaki gunung manglayang.  RW ini layak untuk dikembangkan agar bisa menjadi desa unggul. Tujuan dari KKN-PPM Integratif Virtual ini untuk penguatan kapasitas pengurus RW 05 dalam membangun potensi keunggulan wilayah RW. Metode yang kami gunakan yaitu analisis SWOT, dengan cara memberikan pertanyaan mengenai keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman kepada pengurus RW, lalu pembuatan program kerja RW, dan diskusi melalui daring. Menambah pengetahuan dalam mengidentifikasi potensi yang mereka miliki, potensi yang dimiliki RW 05 yaitu banyaknya usaha kecil (kuliner) warga yang berkembang menuju usaha online. Kemudian menambah pengetahuan pengurus untuk memetakan jenis usaha kuliner yang ada di wilayah RW 05. Lalu nantinya warga RW 05 dapat memperkenalkan RW nya sebagai RW Kuliner Rakyat kepada masyarakat luas melalui video profil.Kata Kunci : Penguatan Kapasitas RW 05, Analisis SWOT, dan Potensi. RW 05 Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, is one of the villages that have potential in the culinary, retail, agriculture, animal husbandry, and plantation sectors. This RW is very heterogeneous in terms of professions and gender. This RW is located at the foot of Manglayang Mount. This RW deserves to be developed so that it can become a superior village. The purpose of the Virtual Integrative KKN-PPM is to strengthen the capacity of RW 05 administrators in building the RW region's potential advantages. The method that we used is SWOT analysis, by giving questions about the strengths, weaknesses, opportunities and threats for RW officer, and then make the RW work programs, and discussing through courage. Adding knowledge in the potential that is owned, the potential of RW 05 is in small businesses (culinary) citizens who are developing towards online businesses. Then add the management's knowledge to map out the types of culinary businesses in the RW 05 area. Then what RW residents want can introduce RW as the Culinary Community RW to the wider community through video profile.Keywords: RW 05 Capacity Strengthening, SWOT Analysis, and Potential.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PENYANDANG DISABILITAS NETRA Fara Dhania Aulia; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28425

Abstract

Penyandang disabilitas netra memiliki keterbatasannya dalam penglihatan.  Penyandang disabilitas netra dalam keterbatasannya menuntut adanya bimbingan, pendampingan, dan perawatan yang intensif agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi. Dengan tanpa adanya bimbingan dan pengarahan yang baik penyandang disabilitas netra akan mengalami kesulitan dalam membangun kemandiriannya. Metode yang digunakan dalam jurnal ilmiah ini adalah dengan studi literatur. Keterampilan yang sangat mendasar bagi penyandang disabilitas netra adalah segala sesuatu yang mengarah pada aktivitas sehari-hari (activity of daily living). Penyandang disabilitas netra perlu adanya latihan yang bertahap, berkelanjutan, dan sungguh-sungguh melalui kegiatan kemandirian dengan tujuan menanamkan sikap mandiri dalam diri penyandang disabilitas netra agar tidak selalu bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini perlu adanya peran pekerja sosial yang terlibat dalam memberi pelayanan kemandirian activity of daily living penyandang disabilitas netraPeran yang dilakukan oleh pekerja sosial akan mempengaruhi keberhasilan pembentukan kemandirian activity of daily living klien penyandang disabilitas netra. Peran pekerja sosial yaitu sebagai facilitator, educator, counsellor, empowerer, serta pembimbing sosial kelompok. Selain itu terdapat tugas-tugas pekerja sosial dalam penanganan orang dengan disabilitas dan tugas  utama  profesi  pekerja  sosial  adalah  membantu  individu,  kelompok,  dan  masyarakat  untuk berfungsi secara sosial. Kata Kunci : Peran Pekerja Sosial, Kemandirian Activity of Daily Living, Penyandang Disabilitas Netra.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM BIDANG PENDIDIKAN MELALUI PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN Rifdah Arifah Kurniawan; Shaqila Livia Resmanda; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty; Maulana Irfan
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29053

Abstract

ABSTRAKSarana dan prasarana pendukung pendidikan di Indonesia masih minim, salah satunya adalah masih banyak daerah yang belum memiliki perpustakaan. Pembangunan pendidikan memerlukan komitmen yang kuat dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat yang harmonis. Perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility dapat berperan serta dalam bidang pendidikan melalui penyediaan dan peningkatan perpustakaan di daerah. Tulisan ini mendeskripsikan implementasi Corporate Social Responsibility dalam bidang pendidikan melalui pemberian bantuan berupa penyediaan dan peningkatan fungsi perpustakaan. Riset ini menggunakan studi literatur dengan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal, serta dokumentasi terkait Corporate Social Responsibility dalam bidang pendidikan. Riset menunjukkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam bidang pendidikan melalui penyediaan dan peningkatan fungsi perpustakaan di masyarakat sangat diperlukan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di daerah. Salah satu implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang pendidikan dilakukan oleh Coca Cola Foundation Indonesia melalui Program PerpuSeru berhasil untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan fungsi perpustakaan, serta membantu peningkatan kualitas kompetensi dari pustakawan. Selain itu, program PerpuSeru ini mampu mendukung pemberdayaan masyarakat sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat meningkat.Kata Kunci : Corporate Social Responsibility (CSR), Pendidikan, dan Perpustakaan  ABSTRACTFacilities and supporting infrastructure for education in Indonesia are still minimal, one of which is that there are still many areas that do not have a library. Educational development requires a strong commitment and collaboration between governments, companies and a harmonious society. Companies through the Corporate Social Responsibility program can participate in the education sector through the provision and improvement of libraries in the regions. This paper describes the implementation of Corporate Social Responsibility in the field of education through the provision of assistance in the form of providing and improving library functions. This research uses literature studies by collecting secondary data obtained from books and journals, as well as documentation related to Corporate Social Responsibility in the field of education. Research shows that the involvement of companies in the education sector through the provision and improvement of library functions in the community is needed as an effort to improve the quality of public education in the region. One of the implementations of Corporate Social Responsibility (CSR) in the field of education carried out by the Coca Cola Foundation Indonesia through the PerpuSeru Program has been to successfully build infrastructure and improve library functions, and help improve the quality of competence of librarians. In addition, the PerpuSeru program is able to support community empowerment so that quality of life and community welfare are expected to improve Keywords: Corporate Social Responsibility (CSR), education, and libraries
MEMBANGUN IKLIM KERJA INKLUSI: TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA DISABILITAS Nurul Fatika; Wida Yanti; Adina Riska Anindita; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28586

Abstract

Rumusan kebijakan yang mengatur penerimaan disabilitas dalam dunia kerja menjadi peluang dan akses, sekaligus menjadi sumber kekuatan bagi kaum disabilitas untuk menjadikan dirinya sebagai individu yang mandiri dan berdaya yang mampu menjalankan keberfungsian sosialnya. Kebijakan tersebut semestinya menjamin orang yang hidup dengan disabilitas (ODD) memperoleh hak yang sama memperoleh pekerjaan. Deskripsi mengenai bagaimana kondisi iklim kerja di Indonesia saat ini bagi orang dengan disabilitas, serta bagaimana mengoptimalisasi  iklim kerja inklusif merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sebagai entitas bisnis. Pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka dan data sekunder digunakan dalam mangkaji riset ini. Hasil menunjukkan bahwa penerapan kebijakan pemerintah terkait hak disabilitas untuk bekerja belum dilaksanakan secara optimal dan sungguh-sungguh oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Padahal program CSR yang awal bersifat bisnis etis, saat ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan yang mampu. Setidaknya, sebagai bagian dari CSR internal, sudah seharusnya perusahaan dapat menjamin pemenuhan hak dan kebutuhan bagi karyawan penyandang disabilitas di tempat kerjanya. The formulation of policies governing the acceptance of disability in the world of work becomes an opportunity and access, as well as a source of strength for people with disabilities to make themselves as independent and empowered individuals who are able to carry out social functioning. The policy should ensure that people living with disabilities (ODD) have the same rights to work. Descriptions of how the current working climate in Indonesia is for people with disabilities, and how to optimize the inclusive work climate is part of corporate social responsibility as a business entity. A qualitative approach with literature review and secondary data is used in this research study. The results show that the application of government policies related to the right to disability has not been implemented optimally and seriously by various companies in Indonesia. Whereas the initial CSR program was ethical business, now it is an obligation that must be carried out by a capable company. At least, as part of internal CSR, companies should be able to guarantee the fulfillment of the rights and needs of employees with disabilities in their workplaces.
PERAN CSR DALAM UPAYA MENGATASI PANDEMI COVID-19 Umar Rizqon Akbar; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28874

Abstract

Akhir tahun 2019 menjadi sebuah awalan baru bagi sebuah perubahan di tahun 2020 dengan adanya kemunculan sebuah virus bernama Covid-19 yang muncul pertama kali di kota Wuhan, China. Virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini dinyatakan menjadi sebuah pandemi oleh WHO pada Maret 2020 karena penyebarannya yang sangat cepat dan masif. Pandemi virus Covid-19 ini menjadi sebuah masalah baru yang dihadapi oleh banyak negara di dunia karena virus ini memaksa banyak negara untuk melakukan kebijakan lockdown ataupun work from home untuk mengurangi tingkat penyebarannya yang sangat cepat. Situasi pandemi virus Covid-19 ini juga mempengaruhi banyak sektor-sektor kehidupan yang ada mulai dari sektor kesehatan yang kewalahan menghadapi pandemi ini, lalu sektor ekonomi dan juga pendidikan. Pada saat situasi pandemi seperti ini, banyak pihak yang bergerak untuk menanggulangi pandemi virus Covid-19 ini. Tidak terkecuali para perusahaan dengan CSR mereka, banyak perusahaan di Indonesia sedikit mengubah haluan tanggung jawab sosial perusahaan mereka untuk membantu mereka yang terdampak dan dalam upaya pencegahan pandemi virus Covid-19 ini. Dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial mereka, perusahaan harus tetap bisa melaksanakan tanggung jawab sosial yang sudah di rencanakan ditengah situasi tidak terkontrol di tengah pandemi seperti ini, karena penerima manfaat dari tanggung jawab sosial selama adanya situasi pandemi Covid-19 ini menjadi semakin bertambah luas. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai peran dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang ada.
STRATEGI FUNDRAISING SOS CHILDREN’S VILLAGES INDONESIA DALAM PANDEMI COVID-19 Afina Azizah; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29049

Abstract

Sebuah organisasi pelayanan sosial memiliki lima aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya, yaitu planning; organizing; budgeting; human resourches development serta sistem informasi. Dari kelima aspek tersebut budgeting/fundraising menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam pelaksanaannya selain faktor sumber daya manusia. Strategis penggalangan dana atau fundraising yang terencana, matang dan fleksibel dengan kemajuan jaman sangat diperlukan, terlebih lagi di masa pandemi yang sedang terjadi saat ini agar dapat tetap bertahan dengan fokusnya yaitu melayani masyarakat. Kegiatan fundraising bertujuan untuk dapat memperoleh sumber pendanaan segar yang mendukung roda kehidupan dalam pengelolaan keuangan pada sebuah organisasi. Jika dikaitkan dengan apa yang terjadi saat ini yaitu dunia sedang dihadapkan oleh pandemic COVID-19 yang mana akan merugikan berbagai pihak, salah satunya apa yang akan terjadi pada pelayanan sosial non-profit dimana memerlukan pendanaan ekstra dalam situasi ini. SOS Children’s Villages Indonesia yang telah tersebut di 11 provinsi merupakan organisasi sosial yang menyelenggarakan pelayanan sosial pada anak dan keluarga yang perlu selalu ditopang oleh pendanaan yang memadai. Pada masa pandemic COVID-19, SOS Children’s Villages berupaya membangun dan mengembangkan strategi pengumpulan dana. Perlu inovasi dan kreasi baru dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan berbagai media, termasuk media sosial dalam pengumpulan dana.Kata Kunci : Fundraising, Manajemen Strategi Fundraising, Organisasi Pelayan Sosial, COVID-19ABSTRACTA social service organization has five aspects that need to be considered in its management, namely planning; organizing; budgeting; human resource development and information systems. Of these five aspects, budgeting / fundraising is one of the most important aspects in its implementation besides the human resource factor. Fundraising strategies that are planned, mature and flexible with the progress of the times are needed, especially in the current pandemic so that they can survive with their focus on serving the community. Fundraising activities aim to be able to obtain fresh funding sources that support the wheels of life in financial management in an organization. If it is related to what is happening right now, namely the world is faced with a COVID-19 pandemic which will harm various parties, one of which is what will happen to non-profit social services which requires extra funding in this situation. SOS Children's Villages Indonesia, which has been established in 11 provinces, is a social organization that provides social services for children and families that need to be supported by adequate funding. During the COVID-19 pandemic, SOS Children's Villages is working to build and develop a fundraising strategy. It needs new innovations and creations by using developments in information technology and various media, including social media in raising funds.Keywords: Fundraising, Fundraising Strategy Management, Social Service Organizations, COVID-19

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue