cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
STRENGTH BASED ASSESSMENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA SINDY HUSNUL YAQIEN; SANTOSO TRI RAHARJO; ARIE SURYA GUTAMA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14267

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pada tahun 2013-2014 ada sekitar 53 PTN yang tersebar di Indonesia dengan jumlah mahasiswa total 341.315, dan PTS di Indonesia berjumlah kurang lebih 625 dengan jumlah mahasiswa 272.350. Selain kuliah, saat ini banyak mahasiswa yang berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka berwirausaha seperti, usaha kuliner, fashion, alat elektronik, jasa desain grafis, dan lain-lain.Semangat berwirausaha sejalan dengan program pemerintah, yakni Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 2 miliar untuk mahasiswa terpilih dalam proposal usaha. Dana tersebut guna memberikan dukungan dan pendampingan bisnis mahasiswa. Program Pemerintah itu sejalan dengan semangat Nawacita, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing secara internasional, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan pemberatan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Berbagai program Pemerintah itu akan membuka peluang usaha masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air ini.Disamping kesibukan dalam akademik, mahasiswa yang berwirausaha memiliki keunikan. Berbagai tantangan dan hambatan tidak sedikit yang harus diselesaikan. Melalui kekuatannya, banyak mahasiswa wirausaha yang bisa menyeimbangkan antara prestasi dan bisnis. Dengan menggunakan perspektif kekuatan, pekerja sosial dapat membantu individu agar individu tersebut tidak hanya fokus pada masalah. Perspektif ini tidak hanya melihat masalah sebagai fokus utama, melainkan melihat sumber-sumber yang tersedia di sekitar individu yang bisa dijadikan kekuatan untuk menggapai tujuan.
Desain Produk Pembiayaan Mikro bagi Nelayan melalui LKMS Nikmah Ariandri; Anas Alhifni; Tuti Kurnia
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i2.21012

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang tinggi termasuk pada sumber daya laut, tak heran jika Indonesia dijuluki sebagai negara maritim karena ¾ dari wilayah Indonesia merupakan lautan. Kekayaan sumber daya alam tersebut dimanfaatkan oleh nelayan di seluruh wilayah Indonesia termasuk nelayan Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Namun, kekayaan laut tersebut tidak menjamin kesejahteraan kehidupan nelayan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor modal dan kondisi alam. Modal yang dimaksud berupa modal untuk peralatan tangkap ikan seperti kapal, jaring dan lain sebagainya. Oleh karen itu keberadaan LKMS diharapkan mampu memenuhi kebutuhan modal tersebut melalui pemanfaatan produk pembiayaan mikro LKMS bagi nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup nelayan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analytic Network Process (ANP) dengan teknik pengumpulan data observasi non participant, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah desain produk pembiayaan mikro LKMS bagi nelayan yang sesuai dengan kebutuhan nelayan dan paling banyak diminati adalah desain produk dengan akad kerjasama tanpa merugikan salah satu pihak.Kata Kunci : Nelayan, LKMS, Desain Produk Pembiayaan Mikro LKMS
PENGARUH PROGRAM PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ASPEK KESEJAHTERAAN ANAK DI PANTI ASUHAN ULUL AZMI KELURAHAN CIPAGERAN KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI Mochammad Iqbal Makatita; Hetty Krisnani; Arie Surya Gutama
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebuah program pelayanan sosial yang diberikan kepada anak panti yang berada di panti asuhan ULUL AZMI Kelurahan Cipageran kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Apakah program yang diberikan telah dapat mencakupi aspek kesejahteraan anak di panti asuhan tersebut atau tidak. Telah diketahui bahwa kesejahteraan anak sangat di butuhkan sebagai pemenuhan diri agar anak dapat mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki secara maksimal dan dapat berfungsi baik di masyarakat serta menjadi penerus perjuangan negara Indonesia dengan menjadi sumber daya manusia yang baik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Teknik yang dilakukan adalah survey dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan mengambil sampel dari satu populasi. Populasi adalah anak yang tinggal di Panti asuhan ULUL AZMI Kota Cimahi yang besarnya adalah 25 orang anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, studi dokumentasi, dan observasi.Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan pengaruh baik khususnya kepada panti asuhan agar dapat merencanakan dan mengaplikasikan program pelayanan sosial dengan baik untuk anak yang berada di dalamnya, sehingga kesejahteraan dari setiap anak dapat dikatakan baik dan mereka siap menjadi penerus bangsa yang memiliki kualitas.
KEBERFUNGSIAN SOSIAL BURUH PEREMPUAN PADA SEKTOR INDUSTRI DALAM KELUARGA Dessy Fitri Pratiwi; Hadiyanto A. Rachim; Rudi Saprudin Darwis
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13539

Abstract

Partisipasi buruh perempuan dalam sektor industri telah menggeser komitmen sebagai ibu rumah tangga. Keterlibatan buruh perempuan di sektor industri tidak sedikitnya karena masalah ekonomi. Dalam hal ini buruh perempuan dihadapkan dengan dua tuntutan peran, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah yang menuntut kewajiban dan tanggung jawab dilakukan secara bersamaan. Adapun dilematis peran ganda yang buruh perempuan rasakan adalah perasaan bersalah kerap muncul manakala buruh perempuan dihadapkan pada situasi yang mengharuskan keberadaannya di tengah keluarga. Jam kerja yang panjang dan tidak teratur membuat buruh perempuan sulit mengatur tugas sebagai ibu rumah tangga. Karena sebagian besar waktu buruh perempuan adalah di tempat kerja untuk mengejar target produksi. Dilematis yang dirasakan buruh perempuan akan menimbulkan konflik-konflik yang cukup pelik dalam diri buruh perempuan maupun dalam keluarga. Tak jarang buruh perempuan mengalami emosi tidak stabil, stress, mudah marah, sering kelelahan dan gangguan kesehatan. Selain itu, tak jarang menimbulkan perselisihan dengan anggota keluarga, hilangnya komunikasi, serta disfungsionalitas dalam keluarga. Akibatnya keberfungsian sosial buruh perempuan dalam keluarga tidak dapat dilakukan secara efektif, sehingga akan menimbulkan permasalahan yang dapat mengurangi kualitas hidup buruh perempuan. Dalam hal ini pekerja sosial berperan untuk membantu buruh perempuan untuk dapat meningkatkan kemampuan buruh perempuan dalam menjalankan perannya, pemenuhan kebutuhan dasarnya, memperbaiki relasi buruh perempuan dengan anggota keluarganya, serta mampu mengatasi masalahnya dalam keluarga dengan cara memperbaiki komunikasi di antara anggota keluarga. Selain itu, kebijakan dari pemerintah maupun perusahaan mengenai jam kerja perlu dikaji kembali, khususnya untuk perempuan.
DILEMA SUPERVISI DALAM PRAKTIK SUPERVISI PEKERJAAN SOSIAL SIDIK SANDI SABANA; FADILLA RAMA WIDAPRATAMA; RUDI SAPRUDIN DARWIS
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14391

Abstract

Supervisi adalah suatu proses penjaminan di dalam praktik pekerjaan sosial agar pekerja sosial dapat bekerja dengan benar. Tujuan dari adanya supervisi sendiri yaitu untuk menjamin proses pemberian layanan kepada klien dapat berjalan secara efektif dan berkualitas. Dilema supervisi adalah suatu hal yang terjadi ketika terdapat krisis di dalam praktik supervisi pekerjaan sosial. Pada dasarnya krisis supervisi terjadi sebagai hasil dari interaraksi antara supervisor dengan supervisee, baik itu karena adanya disfungsi dari supervisor maupun supervisee. Krisis supervisi jika dibiarkan tentu saja akan berdampak tidak baik bagi hubungan supervisor dengan supervisee sebab di antaran supervisor dan supervisee harus terjadi suatu hubungan yang erat dan saling melengkapi satu sama lain. untuk menghindari terjadinya krisis dalam supervisi harus ada kesadaran di antara supervisor maupun supervisee untuk saling terbuka ketika sedang dalam proses supervisi agar pada nantinya tidak lagi terjadi krisis di antara hubungan supervisor dengan supervisee yang dapat menimbulkan dilema supervisi.
PEMENUHAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK ASUH DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK Sella Khoirunnisa; Ishartono Ishartono; Risna Resnawaty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13258

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan hak dari setiap anak tanpa terkecuali. Namun kenyataan yang ditemukan di lapangan, pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi anak tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini dikarenakan tidak semua anak beruntung dilahirkan ditengah keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial dalam memenuhi segala kebutuhan anak, beberapa anak justru terlahir di tengah keluarga dengan kehidupan yang serba berkekurangan sehingga tidak dapat menjamin terpenuhinya segala kebutuhan anak dan kesejahteraan anak. Keterbatasan tersebut mendorong anak untuk mengalami pengasuhan di luar keluarga, salah satu lembaga pelayanan sosial yang memang didesain khusus sebagai alternatif pengasuhan anak ialah panti sosial asuhan anak. Namun demikian keberadaan panti asuhan kerap dilanda berbagai issue terkait keterbatasan pelayanan panti asuhan seperti tidak adanya sumber dana tetap, keterbatasan fasilitas, dan kekurangan tenaga profesional seringkali menyertai keberadaan lembaga pelayanan sosial anak ini. Merujuk pada beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa pemenuhan hak dan kebutuhan pendidikan anak di panti asuhan belum maksimal dikarenakan seringkali terbentur dengan masalah pendanaan dari donatur yang tidak tetap, disisi lain anak panti juga seringkali mengalami kekurangan perhatiam dan kasih sayang dikarenakan jumlah pengasuh di panti yang hanya sedikit sehingga pendidikan anak panti seringkali tertinggal dibanding anak seusia mereka yang mengalami pengasuhan di dalam keluarga.
KEBIJAKAN PERLINDUNGAN SOSIAL DAN PENCEGAHAN RETRAFFICKING BAGI ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT Binahayati Rusyidi; Eva Nuriyah; Lenny Meilani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14223

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi asal terbesar dari mana anak menjadi korban perdagangan orang. Kebijakan perlindungan anak yang bertujuan mencegah, menangani korban serta mencegah terjadinya pengulangan (retrafficking) menjadi suatu keniscayaan. Penelitian kualitatif ini menganalisa kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat dalam perlindungan sosial trafficking anak. Informan adalah perwakilan dari kelembagaan pemerintah yang memiliki tugas untuk merancang dan melaksanakan program perlindungan anak yaitu Dinas Sosial, BPPAKB, UPPA Polda Jabar, dan Dinas Pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Data analisis dilakukan secra kualitatif berdasarkan kerangka analisa kebijakan sosial dari Gilbert & Terrel yang memfokuskan pada: basis of allocation, nature of provision, delivery system, and finance methods.Penelitian menemukan bahwa Jawa Barat telah memiliki peraturan daerah yang memayungi perlindungan sosial anak. Program-program pencegahan bersifat universal sedangkan program bersifat selektif ditemukan mendominasi arah perlindungan sosial berupa penanganan, rehabilitasi korban anak, serta pemberdayaan keluarga umumnya yang didistribusikan meliputi protective regulations, layanan profesional dan in-kind. Pelaksanaan kebijakan dilakukan secara mandiri maupun koordinatif lintas lembaga namun belum memberikan perhatian memadai pada aspek monitoring dan evaluasi. Sumber pendanaan umumnya berasal dari APBN dan APBD masih dianggap kurang memadai. Sementara itu pendanaan yang melibatkan keikutsertaan lembaga non-pemerintah, khususnya duania usaha masih terbatas.Pengembangan kebijakan yang berorientasi pencegahan, penguatan kapasitas dan ketahanan keluarga, diversifikasi pendanaan serta penerapan monitoring dan evaluasi yang optimal agar dapat dilaksanakan untuk efektivitas perlindungan sosial terkait perdagangan anak.
PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI WARIA MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI YAYASAN SRIKANDI SEJATI JAKARTA TIMUR Chenia Ilma Kirana; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.13703

Abstract

Wanita-pria, atau yang lebih dikenal dengan waria adalah salah satu kelompok minoritas yang keberadaannya sering dipinggirkan oleh masyarakat. Pandangan buruk dari masyarakat mengenai kaum yang seolah-olah ‘tidak bersyukur’ dengan kodratnya ini membuat waria sulit untuk mendapatkan pekerjaan secara layak. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang terpaksa menjadi pekerja seks komersial guna menyambung hidup. Tak hanya itu, persoalan menjadi waria adalah sulitnya mereka untuk memenuhi keberfungsian sosialnya karena dianggap tak lagi sesuai dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat kebanyakan. Bagaimana agar para waria yang bekerja menjadi pekerja seks komersial ini sadar dan mau untuk keluar dari pekerjaan tersebut adalah dengan memberikan pelayanan sosial. Pelayanan sosial yang nantinya membuat mereka menyadari bahwa hidup waria layak dijalani dan bisa terus percaya diri ketika bermasyarakat.
PEKERJA SOSIAL DAN PENDIDIKAN INKLUSI Nurul Fadhilah Rezeki; Binahayati Rusyidi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13531

Abstract

Pendidikan merupakan hak bagi setiap orang, termasuk bagi anak dengan disabilitas. Indonesia dengan beribu pulau yang dimilikinya sampai saat ini belum merata pembangunannya, termasuk di dalamnya akses terhadap pendidikan. Data yang diperoleh dari buku Profil Anak Indonesia 2013 menyebutkan bahwa sebanyak 35,25% anak dengan disabilitas belum/tidak pernah sekolah, 43,13% tidak/belum tamat SD. Menurut Rustanto (2013), pekerja sosial sekolah merespon perwujudan hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan termasuk bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus serta keluarganya. Dalam pelaksanaan pendidikan inklusi, pekerja sosial sekolah memiliki peranan menjadi jembatan bagi anak dengan disabilitas, masyarakat, keluarga, dan pemerintah. Profesi pekerja sosial professional yang masih berkembang di Indonesia menjadi salah satu hambatannya. Tidak banyak orang yang mengetahui apa itu pekerja sosial professional membuat urgensi pekerja sosial di berbagai setting tidak begitu tampak. Hal yang sama terjadi bagi para pekerja sosial sekolah. Pentingnya peran pekerja sosial di sekolah tidak tampak karena hingga saat ini hanya sedikit sekolah yang memiliki pekerja sosial dan banyak sekolah yang tetap melaksanakan “inklusi”-nya tanpa keberadaan pekerja sosial. Sebenarnya dengan melihat begitu pentingnya peran pekerja sosial di sekolah, pelaksanaan pendidikan inklusi akan lebih maksimal dan mengakomodir kebutuhan dan hak para siswa.
MENINGKATKAN KAPABILITAS PEKERJA SOSIAL MELALUI SUPERVISI PEKERJAAN SOSIAL YANA SAFITRI; SANTOSO TRI RAHARJO; RUDI SAPARUDIN DARWIS
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14343

Abstract

Pekerja sosial merupakan sebuah profesi yang memberikan kontribusi dalam pemecahan masalah antar hubungan manusia dalam berbagai lingkup dan aspek. Dalam menjalankan tugasnya pekerja sosial juga didasari oleh nilai, etika, dan keterampilan. Pekerja sosial yang banyak berhubungan langsung dengan masyarakat tentu harus memiliki kapabilitas yang baik sehingga dapat diterima dan dipercaya oleh masyarakat. Kapabilitas tersebut bukan hadir bergitu saja, namun hasil dari pembelajaran dan pengalaman. Pekerja sosial tak jarang mengalami kesulitan dan tekanan moral serta membutuhkan bantuan berupa pengetahuan, keterampilan, dan hal-hal lain yang menunjang performanya dalam menjalankan tugas. Supervisi pekerjaan sosial menjadi suatu cara untuk meningkatkan kapabilitas pekerja sosial, yang di dalamnya terdapat bentuk-bentuk supervisi seperti administratif, edukasi, dan suportif. Dengan bentuk supervisi yang dipilih dengan bijak, dan diimpelentasikan dengan baik, maka akan memberikan dampak bagi peningkatan kapabilitas pekerja sosial.

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue