Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menjaga Aliran Merawat Budaya Bengawan : Implementasi Deep Learning Melalui Ko Kurikuler Lintas Mapel di SMPN 21 Surakarta Wegang Sri Sulanjari; Lukit Adi Syam Ari; Muh Nur Azis Yusuf; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Evylia Ratna Arjantir; Sabar Narimo; Sofyan Anif
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8amb7q75

Abstract

Deep learning emphasizes the connection between academic knowledge and students’ socio-ecological realities. This study aims to describe the implementation of a cross-subject co-curricular project for eighth-grade students at SMP Negeri 21 Surakarta, Indonesia, which is centered on the Bengawan Solo River as a contextual learning resource. The research employed a descriptive qualitative case study approach. Data were collected through participatory observation, document analysis, and in-depth interviews with key informants, including the former Mayor of Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, local government officials, and community leaders living along the riverbank. Students were organized into five thematic research groups examining the historical, ecological, social, biological, and tourism dimensions of the river ecosystem. The findings reveal that interdisciplinary learning through field-based inquiry enhances students’ critical literacy, ecological awareness, and social empathy. The geographical proximity of the school to the Bengawan Solo River was transformed into a living laboratory where students conducted authentic investigations and produced various differentiated learning outputs, including research reports, short documentary films, digital infographics, artistic performances, and community presentations. The culmination of the project was a public exhibition attended by community members, which functioned as an authentic assessment platform demonstrating students’ ability to reinterpret local historical narratives and environmental issues into creative and practical solutions. This study highlights the potential of integrating deep learning with place-based education to foster contextual understanding, environmental responsibility, and higher-order thinking skills among secondary school students.
Konstruksi Makna Pengelolaan Sampah melalui PBL dalam Program Adiwiyata: Perspektif Interaksionisme Simbolis di SMPN 21 Surakarta Wegang Sri Sulanjari; Putri Adianingsih; Lukit Adi Syam Ari; Sumaryono Sumaryono; Agus Tri W; Sigit Haryanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna pengelolaan sampah oleh warga sekolah di SMPN 21 Surakarta melalui integrasi program Adiwiyata dan metode Problem Based Learning (PBL). Kajian ini berangkat dari pentingnya membangun kesadaran ekologis yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga terinternalisasi dalam praktik keseharian warga sekolah. Dengan menggunakan perspektif interaksionisme simbolis Herbert Blumer, konsep self dari George Herbert Mead, serta dramaturgi Erving Goffman, penelitian ini berupaya memahami bagaimana makna pengelolaan sampah dibentuk, dinegosiasikan, dan diwujudkan dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus pada proses, pengalaman, dan dinamika sosial yang terjadi selama implementasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL dalam kerangka program Adiwiyata mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan sekolah. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif siswa, tetapi juga membentuk kesadaran dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan. Secara kuantitatif, program ini berhasil mereduksi volume sampah hingga 73%, yang menunjukkan efektivitasnya dalam aspek praktis. Lebih dari itu, terjadi transformasi perilaku siswa dari sekadar kepatuhan formal terhadap aturan menjadi budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Perubahan ini tidak hanya tampak di lingkungan sekolah, tetapi juga meluas hingga ke ranah domestik, sehingga mencerminkan keberhasilan internalisasi nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Manisrenggo) Evylia Ratna Arjanti; Muh Nur Azis Yusuf; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Wegang Sri Sulanjari; Lukit Adi Syam Ari; Sugiyono Sugiyono; Masduki Masduki; Achmad Fathoni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen sumber daya manusia (MSDM) berbasis kompetensi dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Negeri 1 Manisrenggo. Profesionalisme guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, terarah, dan berbasis kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pelaksanaan MSDM berbasis kompetensi di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MSDM berbasis kompetensi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan kebutuhan guru, rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi, pelatihan dan pengembangan profesional, serta evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar kompetensi guru. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, yang terlihat dari meningkatnya kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru dalam proses pembelajaran maupun interaksi di lingkungan sekolah. Selain itu, guru menjadi lebih adaptif terhadap perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan. Namun demikian, implementasi MSDM berbasis kompetensi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pelatihan, minimnya sarana pendukung, serta kesiapan sebagian guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran modern. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pengembangan profesional berkelanjutan, peningkatan fasilitas pendukung, serta dukungan kebijakan yang memadai agar implementasi MSDM berbasis kompetensi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENARI SISWA SMP DALAM PANDANGAN PRAGMATISME DAN BEHAVIORISME ( STUDI KASUS DI SMP NEGERI 21 KOTA SURAKARTA) Wegang Sri Sulanjari; Lukit Adi Syam Ari; M. Yusup Supriyadi; Eni Nur Khikmah; Endang Fauziati
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an attempt to improve the dancing skill of the students, which is based on pragmatic approaches and theories of behaviorism. Pragmatic approaches are taken in order to convince the students of the effect of practice, while theories of behaviorism are consulted to understand the reactions of the students to the a number of technique. This article describes the process of the research, involving observations, interviews, and documentations with the teachers and the students of the class VIII of SMP Negeri 21 in Surakarta, and then presents the results of the analysis. It has turned out that drills and modelling if practiced regularly and continuously, improve the dancing skill of the students, not only with regard to physical movements (wiraga), but also expressions (wirasa) and the understanding of the accompaniment (wirama). Those results show that the drill and modelling technique with pragmatic approaches and theories of behaviorism is effective to improve the dancing skill of the students of SMP Negeri 21 in Surakarta.