Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja, Pengawasan, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Pengadilan Agama Di Lingkungan Provinsi Gorontalo Moh. Rolli Paramata; Moh. Afan Suyanto; Silviana Taniu; Nur Isna Ningsih Katili
Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management Vol. 7 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit, Jawa Timur, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/bisman.v7i3.3548

Abstract

The aim of this study is to analyze the effects of the work environment, supervision, and compensation on employee performance, with work discipline as an intervening variable, at the Religious Courts in Gorontalo Province. This research employed a census sampling method, involving 120 respondents, and used path analysis for data evaluation. The results of the path analysis show that the work environment can enhance performance through work discipline, whereas supervision does not have a significant indirect effect on performance through work discipline, indicating that work discipline does not mediate the relationship between supervision and employee performance. Conversely, compensation has a positive and significant effect on performance through work discipline, indicating that fair compensation, supported by high work discipline, can further improve employee performance. These findings emphasize the importance of creating a conducive work environment, providing fair compensation, and implementing effective supervision to enhance discipline and performance among employees in the Religious Courts of Gorontalo Province.
Pemetaan Partisipatif Potensi Ekonomi dan sosial Wisata Hiu Gorontalo Sebagai Basis Perencanaan Desa Wisata Bahari Kalzum R Jumiyanti; Silviana Taniu; Barmin R Yusuf; Moh Arif Novriansyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qq27dk13

Abstract

Wisata hiu paus di Desa Botubarani, Gorontalo, merupakan potensi bahari unggulan yang mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan manfaat ekonomi, lemahnya kelembagaan, dan rendahnya kesadaran konservasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan desa wisata bahari melalui pemetaan partisipatif serta membangun komitmen kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan wisata berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, FGD, dan pemetaan komunitas berbasis SIG. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterampilan teknis dan kesadaran ekologis masyarakat, memperkuat kelembagaan lokal seperti Pokdarwis, serta menghasilkan rencana pengembangan wisata yang berorientasi konservasi dan kesejahteraan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga mitra dalam menciptakan tata kelola wisata bahari berkelanjutan. Implikasinya, model pemetaan partisipatif dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pembangunan desa wisata di daerah pesisir lainnya. Kegiatan ini penting karena memperkuat konsep community-based tourism di Indonesia, dan studi lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan hasil pemetaan ke sistem digital GIS serta mengevaluasi dampak sosial-ekonomi jangka panjangnya.
Gorontalo city's strategy as a plastic waste-free coastal city 2030: Qualitative SWOT analysis and blue economy Kalzum R Jumiyanti; Silviana Taniu; Anggita Permata Yakup; Dewi Walahe
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v16i1.14789

Abstract

The phenomenon of the distribution of coastal plastic waste is dynamic—triggered by currents, winds, waves, and extreme events—so static policies fail to maintain the cleanliness of destinations. Gorontalo's main problems include drainage-estuary leaks, cross-OPD data standards that are not yet uniform, and the performance of WWTP that has not included microplastic fractions. This study aims to map the governance SWOT, estimate the economic benefits of the ecosystem for the competitiveness of blue tourism, and analyze economic-environmental vulnerabilities to formulate a roadmap for 2026–2030. Using qualitative research case studies, the data were collected through in-depth interviews, FGDs, destination-estuary observations, and document review (policies, visits, cleaning operations, WWTP). Framework/Thematic analysis is mapped to a SWOT matrix and downgraded to TOWS. Results: identified strengths (OPD–community commitments, basic facilities, GIS capacity), weaknesses (data, transport logistics, microplastics), opportunities (EPR, green procurement, mixed finance), and threats (storms/floods, re-beaching, greenwashing). The finding shows that data standardization, forecast-based rapid capture SOPs, and microplastic testing in WWTP raise hygiene scores, accelerate recovery, and increase length of stay. Discussion: findings confirm the linkage between water quality–logistics operations–destination reputation. GIS integration, performance-based service contracts, and "blue destination" labels lock in market compliance. This study is important because it integrates coastal science, water governance, and destination economics into an executable policy framework. Implication of the study to use measurable roadmap (indicators, targets, person in charge, public audit). Further studies are suggested on policy trials and strengthening of cross-season sensor datasets.
Literasi Paylater untuk Mewujudkan Konsumsi Digital Bijak bagi Siswa SMA Anggita Permata Yakup; Silviana Taniu; Barmin R Yusuf; Mohammad Arif Novriansyah; Ismail A Ibrahim; Nurdin Yusuf
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9185

Abstract

Perkembangan layanan buy now pay later (paylater) telah mendorong perubahan pola konsumsi generasi muda melalui kemudahan transaksi dan berbagai promosi digital. Di sisi lain, kemudahan tersebut berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 2 Gorontalo Utara mengenai penggunaan paylater secara bijak serta membangun kesadaran dalam mengambil keputusan konsumsi yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi tanya jawab dengan melibatkan 35 siswa. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang didukung observasi terhadap partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman siswa meningkat dari 61,4 pada pre-test menjadi 87,1 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 41,9%. Sebanyak 91,4% peserta mampu menjelaskan paylater sebagai fasilitas pembiayaan yang menimbulkan kewajiban pembayaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengidentifikasi risiko penggunaan layanan sebelum mengambil keputusan konsumsi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan mendorong perilaku konsumsi yang lebih rasional di kalangan generasi muda.