Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PeTeKa

URGENSI MEDIA BERBASIS DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Nurhikmah Laili; Ristra Sandra Ritonga
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 3 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i3.577-586

Abstract

Pembelajaran berbasis media digital pada anak usia dini tentu akan melibatkan pendidik (Guru) dan orang tua dalam proses pelaksanaannya untuk membantu perkembangan anak usia dini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara yang dilakukan pada beberapa guru PAUD yang berada dibeberapa kota di Sumatera Utara. Dari beberapa manfaat yang sudah dikemukakan di atas, maka secara tidak langsung Pendidik dituntut untuk meningkatkan dan memahami inovasi dan kreativitas dalam menciptakan proses pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran. Selanjutnya berdasarkan hasil observasi dibeberapa satuan Pendidikan Anak Usia Dini, peneliti dapat menjabarkan urgensi dari penggunaan media pembelajaran berbasis digital pada proses pembelajaran anak usia dini yaitu sebagai berikut: (1) Menarik perhatian anak usia dini yang memiliki karakteristik unik dengan rasa ingin tahunya; (2) Membantu Guru untuk lebih praktis dalam pembuatan media pembelajaran (3) Dapat dikerjakan dimana saja; dan (4) pembelajaran yang dihasilkan akan lebih update sehingga anak akan terus mendapatkan informasi terbaru. 
PENERAPAN PLAY THERAPY PADA ANAK YANG MENGALAMI TEMPER TANTRUM USIA 4-5 TAHUN Yunita Fedriani Ritonga; Ristra Sandra Ritonga
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 3 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i3.595-603

Abstract

Masa anak-anak merupakan masa rasa ingin tahunya tinggi sehingga selalu mencari tahu hal-hal baru yang membuat anak-anak pensaran tanpa memikirkan konsekuensinya. Seringkali, jika kita berada di tempat umum akan menemukan peristiwa dimana anak akan menangis, berteriak, hingga menghentakkan dan menendang kakinya jika sesuatu hal tidak terwujud. Tantrum merupakan salah satu masalah yang terjadi pada spek perkembangan emosional anak, dimana anak tidak bisa mengontrol emosinya. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Play Therapy merupakan salah satu proses terapi yang diberikan kepada klien dengan cara bermain sehingga klien atau anak akan lebih senang saat menjalankan terapi tersebut. Adapun tiga tahapan pelaksanaan play therapy yaitu (1) rancangan treatment; (2) pelaksanaan treatment; dan (3) evaluasi treatment. Dalam menunjang pelaksanaan play therapy terdapat beberapa metode yaitu: (1) Permainan boneka; (2) bercerita; (3) kotak pasir; dan (4) menggambar. Play therapy diharapkan menjadi penerapan yang tepat untuk mengatasi sikap tantrum
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI ANAK USIA 4-5 TAHUN YANG MENGALAMI TEMPER TANTRUM DI RA BAHRUL ILMI PADANG SIDEMPUAN Nanda Sari Harahap; Ristra Sandra Ritonga
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 3 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i3.610-616

Abstract

Perilaku tantrum merupakan kesulitan individu dalam mengontrol emosi yang dirasakannya sehingga individu akan mengaplikasikannya dengan emosi marah atau menangis yang diluar dari batas normal. Perilaku tantrum sendiri sering terjadi pada anak usia dini, hal ini dikarenakan anak belum mampu mengontrol emosi yang mereka rasakan. Penelitian ini sendiri memiliki tujuan untuk emndeskripsikan perilaku tantrum dan strategi yang digunakan guru untuk membantu anak dalam mengontrol emosinya sehingga intensitas tantrum anak tidak lama dan terlalu sering. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam hal ini yang akan menjadi subjek penelitiannya adalah guru dan kepala sekolah di RA Bahrul Ilmi Padang Sidempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga stretegi yang sering digunakan guru untuk meredakan perilaku tantrum pada anak yaitu bercerita, menasehati, dan mengalihkan pemikiran anak pada hal yang menyenangkan. Namun strategi yang paling sering digunakan oleh guru adalah menasehti anak jika sudah memukul teman dan melempar barang disekitarnya.