Remaja dengan disabilitas intelektual tetap mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti remaja pada umumnya, namun seringkali memiliki keterbatasan dalam memahami dan merespons perubahan tersebut, termasuk saat menstruasi. Rendahnya pemahaman mengenai pubertas dan manajemen perawatan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko ketidakhigienisan, kecemasan, bahkan kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja disabilitas intelektual di SLB-C YPAC Palembang mengenai pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukatif-partisipatif menggunakan media boneka kardus, pembalut, dan celana dalam sekali pakai, serta penyampaian materi dengan bahasa yang ramah anak dan mudah dipahami. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik ulang dan tanya jawab. Pendekatan edukatif-partisipatif menunjukkan sudah cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja perempuan penyandang disabilitas intelektual mengenai perubahan fisik saat pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Hal ini dapat dibuktikan melalui partisipasi yang antusias dari sasaran tingkat SMP-SMA, baik dalam merespon penyampaian materi maupun melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesiapan remaja disabilitas intelektual dalam merawat diri selama masa pubertas.