Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kondisi Kimia Tanah pada Tanah di Jl. Pelajar Timur Berdasarkan pH Aktual, Potensial, Bahan Organik, dan Zat Kapur Rachel Mia Novriyanti Tobing; Nilfais Laia; Rely Noviyanti Lumbantobing; Nandita Septika Baeha; Nabila Putri Adha; Dwi Aulia Syafira Purba; David Perdinan Pangaribuan; Ahd. Aidil Fajri Lintang; Rahel Namisa Br Ginting
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan sumber daya alam yang memiliki peranan penting dalam mendukung kehidupan dan aktivitas manusia. Kondisi kimia tanah menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan tingkat kesuburan tanah dan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kimia tanah di Jalan Pelajar Timur, Kota Medan, melalui pengujian pH aktual, pH potensial, kandungan zat kapur, dan bahan organik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel tanah diambil pada kedalaman 10–20 cm dan diuji menggunakan aquadest, larutan KCl 1 M, HCl 10%, dan H₂O₂ 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH aktual tanah sebesar 7 (netral), sedangkan pH potensial sebesar 6 (agak asam). Pengujian menggunakan HCl 10% menunjukkan adanya reaksi berlebih yang mengindikasikan keberadaan zat kapur, sementara pengujian menggunakan H₂O₂ 10% menunjukkan reaksi lemah hingga sedang yang menandakan kandungan bahan organik tergolong rendah hingga sedang. Secara umum, kondisi kimia tanah di lokasi penelitian tergolong cukup baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman, namun masih terdapat potensi keasaman tersimpan dan kandungan bahan organik yang belum optimal
Analisis Kandungan Hara dan Efisiensi Biaya Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang dan Air Cucian Beras sebagai Substitusi Pupuk Anorganik Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Anggita Lydia Sirait; Cahyani Oktaviani Saragih; Escha Purba; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk anorganik telah memunculkan berbagai permasalahan ekologis dan ekonomis, seperti degradasi kualitas tanah, penurunan aktivitas mikroorganisme tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras, sekaligus mengkaji efisiensi biaya penggunaannya sebagai substitusi pupuk anorganik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui proses fermentasi selama 8–14 hari dengan penambahan EM4, gula merah, MSG, dan asam jawa sebagai bioaktivator fermentasi. Data diperoleh melalui observasi proses fermentasi, pengamatan organoleptik, serta pengujian laboratorium di PT. SOCFINDO Indonesia menggunakan metode Kjeldahl-Spektrofotometri, Spektrofotometri, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengandung Kalium (K) sebesar 0,0820%, Nitrogen (N) sebesar 0,0752%, dan Fosfor (P) sebesar 0,0274% dengan karakteristik pH asam yang stabil pada kisaran ideal fermentasi organik. Kandungan Kalium menjadi unsur dominan yang berkontribusi terhadap ketahanan tanaman dan efisiensi metabolisme fisiologis. Selain itu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik cair terbukti mampu menekan biaya produksi pertanian hingga lebih dari 50% dibandingkan penggunaan pupuk anorganik komersial karena bahan baku mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk organik cair berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras memiliki potensi tinggi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mendukung konsep pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah domestik.