Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI TINDAKAN KEPERAWATAN MANDIRI & PEMBENTUKAN POSBINDU PTM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA Yanti Cahyati; Ida Rosdiana; Novi Indriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.725

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) terus mengalami peningkatakan setiap tahunnya, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. PTM merupakan salah satu penyakit yang bisa di cegah dengan tindakan mandiri oleh masyarakat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesadaranya dalam melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya PTMTujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular. Target yang ingin dicapai adalah para kader kesehatan dan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah terjadinya PTM. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan kader posbindu dan penyuluhan kesehatan pada masyarakat melalui pembuatan media edukasi. Pelatihan kader diikuti oleh 19 orang kader Posbindu kelurahan Kahuripan yang merupakan perwakilan setiap RW yang ada dikelurahan Kahuripan. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Puskesma dan Penanggung jawab Program PTM serta Kepala Kelurahan Kahuripan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemberian edukasi kepada masyarakat terkait PTM dan Manajemen keperawatan mandiri PTM melalui group whataps dan pemberian leaflet secara online. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan kader tentang PTM dan manajemen keperawatan mandiri pada kasus PTM, yang dibutikan dengan peningkatan nilai post test pada saat pelatihan kader, serta tersosialisasikanya informasi tentang PTM ke masyarakat. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat sedang dalam proses pembuatan yaitu berupa Pedoman Kader dalam Manajemen Mandiri PTM.
Upaya pemberdayaan pasien dan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan restriksi cairan Pasien Hemodialisis di RS dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Ida Rosdiana; Yanti Cahyati; Yudi Triguna
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 6 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v3i6.314

Abstract

Introduction: Weight gain in the time between two dialysis sessions, also known as interdialysis weight gain (IDWG), is one of the most frequent issues that patients with chronic renal disease who get hemodialysis experience. A too-high IDWG result might exacerbate the patient's symptoms by causing hypotension, cramping in the muscles, hypertension, dyspnea, nausea, and vomiting, among other things. Objective: This community service activity aims to increase patient and family independence by increasing fluid restrictions compliance. The goal is for families and patients to be equipped with the information and abilities necessary to avoid adding too much IDWG. The method used is conducting training for patients and families and creating educational media. 38 people, including accompanying family members and HD patients, attended the training. Pre-test questions are distributed at the start of training, and post-test questions are distributed after the session to assess the activities. The training consists of providing material and training on maintaining fluid balance, overcoming thirst, and calculating HD patients' fluid needs. Result: The training results obtained data on patient and family knowledge about the importance of fluid management in HD patients. The facilities and infrastructure used include leaflets about fluid management for HD patients. This community service project improves patient and family knowledge and skills, educational media, and community dissemination of the activities' outcomes. Conclusion: To increase hemodialysis patients' compliance with fluid restrictions, steps must be taken to empower patients and families.
SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BAGI PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PURBARATU Asep Riyana; Ida Rosdiana; Syaukia Adin; Asep Kuswandi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1156

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes. GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan program yang telah dibuat oleh pemerintah sehingga tercapai kebiasaan baik di masyarakat dengan kebiasaan gerakan hidup masyarakat sehat. Berdasarkan studi pendahuluan ke puskesmas Jamanis, ternyata program ini belum tersosialisasikan baik kepada petugas puskesmas Jamanis maupun ke masyarakat. Sehingga kami merasa perlu untuk mensosialisasikan GERMAS untuk membantu program pemerintah agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal khususnya di Wilayah Puskesmas Purbaratu Tasikmalaya.