Hiperurisemia merupakan faktor utama penyebab gout yang berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat akibat produksi berlebih maupun gangguan ekskresi. Enzim xanthine oxidase (XO) berperan penting dalam pembentukan asam urat sehingga menjadi target utama dalam terapi gout. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tanaman obat yang memiliki aktivitas penghambatan enzim xanthine oxidase (XO) serta potensi terapinya dalam penanganan hiperurisemia dan gout. Pencarian literatur dilakukan menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel yang dipublikasikan pada periode 2020- 2025. Database yang digunakan meliputi Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang diseleksi membahas aktivitas penghambatan XO oleh tanaman obat berdasarkan uji in vitro dan in vivo. Sebanyak 23 tanaman obat teridentifikasi memiliki aktivitas penghambatan XO yang signifikan. Senyawa aktif seperti chrysin (Piper sarmentosum), limonene (Pistacia chinensis), andrographolide (Andrographis paniculata), dan morin (Maclura cochinchinensis) menunjukkan potensi tinggi, bahkan pada beberapa studi melebihi allopurinol. Mekanisme kerja tanaman obat tidak hanya melalui inhibisi XO langsung, tetapi juga melibatkan modulasi transporter asam urat ginjal seperti URAT1, GLUT9, OAT1, dan ABCG2. Selain itu, aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi melalui penekanan jalur NF-κB dan NLRP3 turut berkontribusi, yang sering disertai dengan efek perlindungan ginjal dan hati. Dengan mekanisme kerja yang bersifat multi-target dan profil keamanan yang lebih baik, tanaman obat berpotensi menjadi alternatif terapi gout, meskipun uji klinis lanjutan masih diperlukan.