Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Phenomenology Study of Self Concept And Adaptation of Covid-19 Re-Infection Patient at Work Area of Binong Public Health Care Curug Sub District Tangerang: Artharini, Moody; Suprapti, Fitriana; Kusumaningsih, Chatarina Indriati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 11 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2023.011.02.03

Abstract

The COVID-19 pandemic and recurrent infections are ongoing worldwide, including Indonesia. Physical issues often occur with fever, nausea, cough, flu, diarrhoea, and body aches. The psychological issues that occur are anxiety, fear of death, worry about losing a job, and stigma from society. Repeated infection with COVID-19 can cause disturbances in self-concept, including self-identity, self-image, role performance, self-esteem, and adaptation. The study aimed to explore the self-concept and adaptation of patients with recurrent infection with COVID-19 in the work area of the Binong Health Center, Curug District, Tangerang Regency. The research design is descriptive phenomenology, with an in-depth interview technique of 15 participants using the Colaizzi method. The research results in the aspect of self-concept explored four (4) themes, namely 1). Age and gender affect the concern, which uses traditional herbal alternatives. 2) changes in body image do not cause concern, 3). awareness to limit roles in order to prevent transmission, 4). good self-health can increase self-esteem. The adaptation aspect found that the ability to adapt physically and psychologically speeds up the healing process of the disease. The study concludes that self-concept is not disturbed but feels worried when exposed to COVID-19 again. In the aspect of adaptation, it finds the need to balance physical, psychological, and spiritual conditions. Recommendations for further research to conduct qualitative research with Focus Group Discussion (FGD) regarding self-concept and adaptation of patients re-infected with COVID-19 for the third time.
Pengaruh Pemberian Intervensi Senam Hipertensi pada Lansia yang Mengalami Hipertensi Ginting, Elsa Juniarti; Dwiningthyas, Maria Evelyne Ruth; Aritonang, Shelsy; Kusumaningsih, Chatarina Indriati
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i2.11576

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh terapi senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Metode yang digunakan dengan studi kasus meliputi pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan selama 4 minggu dengan 6 kali pemantauan. Pemberian intervensi pada kasus ini menggunakan demonstrasi terapi senam hipertensi secara langsung pada lansia penderita hipertensi. Hasil uji T Test didapatkan perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hipertensi dengan nilai p value < 0.05. Hasil T test menunjukkan nilai sistolee yaitu 0.000 lebih kecil dari nilai alpha (p value >0.05) dan nilai diastole didapatkan nilai 0.018 lebih kecil dari nilai alpha (p value >0.05). Senam hipertensi dapat dilakukan oleh penderita hipertensi sebanyak 3 kali dalam seminggu. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Senam Hipertensi.
PENGUATAN KADER DAN WARGA DALAM PENANGGULANGAN TUBERCULOSIS Sianturi, Sondang Ratnauli; Kusumaningsih, Chatarina Indriati; Redjeki, Gerardina Sri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Tuberculosis menjadi prioritas dalam melakukan strategi peningkatan kesehatan. Untuk mewujudkan masyarakat bebas tuberculosis, dibutuhkan tingkat pengetahuan yang baik sehingga masyarakat dapat berperilaku sesuai dengan pencegahan dan penanganan masalah tuberculosis. Penyegaran kader dan edukasi pada warga menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat. Strategi ini dilakukan mulai dari identifikasi masalah yang terjadi pada masyarakat RW, menentukan masalah, strategi penyelesaian dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan terdiri dari dialog bersama kader, penyegaran dan edukasi kepada warga dengan menggunakan conference dan leaflet yang dibagikan melalui whatsapp. Kegiatan ini memberikan dampak positif pada Puskesmas yaitu dengan semakin tinggi pengetahuan warga dan kader maka temuan kasus tuberculosis dapat ditangani dengan lebih cepat dan perilaku warga terhadap factor resiko terjadinya tuberculosis akan berkurang. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan perilaku hidup yang positif dari warga dan kader.
Assistance for Families with Stunting Children in the Kebon Bawang Health Center Assistance Area Kusumaningsih, Indriati; Anjela, Novi; Novelina, Novelina
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 3 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v3i3.2472

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth and development in toddlers due to long-term malnutrition, repeated exposure to infection, and lack of stimulation. Stunting is influenced by the health status of adolescents, pregnant women, toddlers' eating patterns, as well as economic, cultural, and environmental factors such as sanitation and access to health services. Stunting conditions in early life have an impact on growth disorders so that they can have functional consequences that can be detrimental to children. Some of these consequences include low cognitive and learning abilities, low income as adults, low productivity and, when accompanied by excessive weight gain in childhood, an increased risk of chronic diseases related to nutrition in adulthood. Information from the Head of Kebon Bawang Health Center, there are 15 families who have children with stunting. In an effort to handle the case, IPKKI DKI Jakarta designed a Family Assistance activity with Stunting Children in the Kebon Bawang Health Center Assistance Area involving the STIK Sint Carolus. STIK Sint Carolus will send companions by involving lecturers and students in the field of community nursing in handling cases of families with stunted children. With direct assistance from health workers for families with stunted children, the level of family independence and knowledge will increase and children with stunting will receive treatment in the Kebon Bawang sub-district area. This activity is important to increase parental awareness in improving children's health.
EFEKTIVITAS KEGIATAN SENAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI KELURAHAN X JAKARTA PUSAT Br. Sirait, Angelina; Kusumaningsih, Indriati
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intervensi keperawatan terhadap lansia dengan hipertensi melalui aktivitas senam hipertensi. Metode yang digunakan adalah observasional berbentuk case report, yang melibatkan tiga lansia di wilayah RW.01 Kelurahan Galur. Intervensi berupa senam dilakukan sebanyak empat kali dalam kurun waktu empat minggu dengan durasi 15–30 menit tiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 162,67 mmHg menjadi 133,33 mmHg dan diastolik dari 88,66 mmHg menjadi 80 mmHg. Namun, uji statistik menunjukkan p-value > 0,05 (sistolik 0,44 dan diastolik 0,33), yang berarti secara statistik tidak terdapat pengaruh signifikan dari senam terhadap tekanan darah. Meskipun demikian, intervensi senam tetap menunjukkan potensi positif sebagai aktivitas fisik ringan yang menyenangkan dan mendukung kualitas hidup lansia secara fisiologis dan sosial. Oleh karena itu, senam hipertensi dapat direkomendasikan sebagai salah satu pendekatan promotif dan preventif dalam asuhan keperawatan lansia hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Intervensi Keperawatan, Senam Hipertensi, Tekanan Darah
Clinical supervision on patient safety: A systematic literature review Disik, Betriani; Bunga, Asnet Leo; Kusumaningsih, Indriati
Science Midwifery Vol 13 No 1 (2025): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i1.1903

Abstract

Patient safety is at the heart of universal health coverage and should be a global health priority. Patient safety incidents can be reduced if the implementation of clinical supervision is exemplary and routine. Clinical supervision of patient safety is one form of improving the quality of health services in hospitals. The study aimed to systematically review the clinical supervision research literature on patient safety. The research method used is a systematic review based on article searches in the Ebsco and Google Scholar databases. The selection of studies is done by identifying journals starting from the title, abstract, full text, and feasibility of the study. Results: From the search results, 1,443 articles were identified, of which 35 met the review's inclusion criteria. Of the 35 articles, 19 used a cross-sectional design, 12 used Quasi-Experimental, 2 were qualitative studies, one was a cohort study, and one was a randomized controlled trial design. each journal discussed supervision related to patient safety. Several types of supervision models can be applied in supervision activities to improve patient safety, namely, 4S model supervision, reflective interactive supervision, proctor supervision, and supervision based on experiential learning. Conclusion: This literature review shows that clinical supervision has a positive impact on implementing nurses in implementing patient safety. Recommendation: Supervisors should carry out supervision activities with consistency and on a scheduled basis so that the implementation of patient safety can run in accordance with applicable standards and procedures.
Application of Nurses' Clinical Authority at Hospital X Jakarta: A Study of the Implementation of Clinical Assignment Letters Lumban Tobing, Masri Desy Suzanna; Tarigan, Emiliana; Kusumaningsih, Indriati
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/iscs.v4i1.653

Abstract

Clinical nurses ought to exercise their clinical authority in accordance with the provisions outlined in the Clinical Assignment Letter and Details of Clinical Authority, as well as complete the credentialing process. However, this implementation has not been fully utilized or communicated to staff at Hospital. The aim of this research is to identify the mechanism for implementing clinical authority for PK I-III nurses upon receiving SPK in the inpatient room at Hospital X Jakarta. The research design utilizes the qualitative approach of hermeneutic phenomenology, and data collection is carried out through in-depth interviews. A total of 17 participants are involved, including 14 clinical nurses (PK I: 6, PK II: 6, PK III: 2), as well as 3 managerial nurses (2 heads of inpatient units and 1 inpatient coordinator). The thematic data analysis follows the Colaizzi method, and 3 themes emerge from the research findings: the application of clinical authority for PK I-III nurses, the availability of management elements in the application of clinical authority for PK I-III, and the lack of optimal management functions in the application of PK. The application of clinical authority in this research encompasses independent and collaborative actions, and it is essential to strengthen regulations, resocialize, and implement an electronic system to facilitate processes. To ensure that nurses work according to their qualification level, hospitals should reinforce regulations and supervision, provide support and commitment, and resocialize SPO, SPK, and RKK.
Persepsi Perawat Pelaksana Terkait Budaya Adil dengan Perspektif Leininger dalam Pelaporan Insiden: Literature Review: Nurse Perceptions Regarding Just Culture Using Leininger’s Perspective In Incident Reporting: Literature Review Sinaga, Raun; Kusumaningsih, Indriati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5067

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan, dan budaya adil di rumah sakit berperan penting dalam mendukung pelaporan insiden keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi perawat terhadap budaya adil dan dampaknya terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan PRISMA yang mengambil data dari ProQuest, Gale Journal, Sage Journal, dan Science Direct dengan kata kunci: budaya adil; pelaporan insiden; persepsi perawat. Dari hasil pencarian tersebut didapatkan 700 kemudian dilakukan screening, didapatkan 12 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi PICOT, masalah dan tujuan penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 aspek terkait pelaporan insiden; aspek perawat terakit budaya pelaporan, aspek manajemen terakit budaya pelaporan dan aspek budaya adil. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa budaya adil dan pemberdayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, ruang untuk emosi, dan keterlibatan manajer dianggap sangat penting untuk membangun budaya adil. Rekomendasi: Berdasarkan temuan dan analisis dari penelitian yang telah dilakukan, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk meningkatkan budaya adil di rumah sakit: Meningkatkan komunikasi terbuka, Menciptakan ruang untuk emosi, Keterlibatan manajer, Pendidikan dan Pelatihan, Meningkatkan umpan balik.
LATIHAN SENAM OTAK UNTUK MENCEGAH DEMENSIA PADA LANSIA DI PUSKESMAS Sianturi, Sondang Ratnauli; Kusumaningsih, Indriati; Linawati, Linawati; Wulandari, Eko
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.26422

Abstract

Pada lansia terjadi perubahan pada fungsi organ dan sosialnya sehingga ini akan berdampak pada kesehatan lansia, dimana lansia akan mengalami berbagai masalah kesehatan terkait dengan penurunan fungsi organ. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini banyak dialami oleh lansia yaitu penurunan fungsi kognitif dan sering disebut dengan demensia. Demensia adalah suatu sindroma penurunan kemampuan intelektual progresif yang menyebabkan deteriorasi kognitif dan fungsional, sehingga mengakibatkan gangguan fungsi social, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan terkait demensia lansia dan cara pencegahannya dengan melakukan senam otak serta mengajak lansia untuk ikut serta dalam gerakan senam otak. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemberian materi edukasi demensia dan cara pencegahan serta demonstrasi senam otak. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu lansia yang tergabung dalam Prolanis sebanyak 26 lansia. Pada sebelum dan setelah dilakukan edukasi dan demonstrasi, peserta diberikan evaluasi mengenai demensia dan cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan bahwa 100% lansia mengetahui demensia, tanda dan gejala, dan cara pencegahan dari demensia.
Peningkatan kapasitas kader di desa Wisata Margaluyu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat Sianturi, Sondang Ratnauli; Kusumaningsih, Indriati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26253

Abstract

Abstrak Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu hendaknya menjadi kesadaran seluruh masyarakat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencegah munculnya penyakit sekaligus meningkatkan produktifitas. PHBS merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Margaluyu dengan sasaran kegiatan yaitu kader kesehatan sebanyak 15 orang yang dilakukan pada 1-2 Maret 2024. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dengan media power point. Hasil implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu didapatkan data bahwa sebagian besar kader berusia pada rentang dewasa pertengahan yaitu usia 41-60 tahun sebanyak 53,3%, memiliki jenis kelamin perempuan 100% dan memiliki latar belakang SMP sebesar 86,6% serta peningkatan pengetahuan kategori baik 26,7% menjadi 90%. Dari hasil praktek mencuci tangan yaitu 100% kader dapat melakukan dengan baik. Edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan akan berdampak pada perilaku yang positif dari kader dan masyarakat. Kata kunci: kader; phbs; mencuci tangan; edukasi Abstract Maintaining and improving individual health should become the awareness of the entire community and be implemented in daily life so that it can prevent the emergence of disease whole increasing productivity. PHBS is a step that must be taken to achieve optimal health for each individual. This activity was carried out in the Margaluyu Tourism Village with the target activity being 15 cadres which was carried out on March 1st – 2nd , 2024. The method used is the lecture method using power point media. The results of the implementation of community service activities include data that the majority of cadres are in the middle adult range, namely 41-60 years old, 53.3%, 100% female and 86.6% have a junior high school background and an increase in category knowledge. either 26.7% to 90%. From the results of the practice of washing hands, 100% of cadres can do it well. The health education provided can increase knowledge and will have an impact on positive behavior from cadres and the community. Keywords: cadres; phbs; hand hygiene; education